;

Di Balik Geliat Ekonomi (Musiman) Mandalika

Ekonomi Yoga 19 Jun 2023 Kompas
Di Balik Geliat Ekonomi
(Musiman) Mandalika

Pada 13-15 Oktober 2023, Indonesia akan menggelar MotoGP di Sirkuit Internasional Jalan Raya Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, NTB, yang dipastikan menggerakkan ekonomi setempat. Namun, di balik ingar bingar ekonomi musiman itu, pengelola sirkuit menanggung beban utang. Pada 18-20 Maret 2022, Indonesia berhasil menggelar seri kedua MotoGP di Sirkuit Mandalika. Pemilik hak komersial MotoGP, Dorna Sports menyebutkan, tiga hari gelaran MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika menyedot 102.801 penonton. Sirkuit senilai Rp 2,49 triliun itu berada di urutan ke-11 dari 19 sirkuit di 11 negara yang digunakan sebagai tempat penyelenggaraan MotoGP 2022. Jumlah penonton di Sirkuit Mandalika itu masih di bawah jumlah penonton Sirkuit Buriram, Thailand, dan Sirkuit Sepang, Malaysia. Jumlah penonton di Sirkuit Buriram 178.463 orang (urutan ke-4) dan Sepang 163.567 orang (urutan ke-7).

Tetapi, di balik sirkuit yang menggerakkan ekonomi musiman NTB dan menggaungkan citra Indonesia di dunia, ada persoalan atau pekerjaan rumah utama yang perlu diselesaikan. Pembangun dan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), menanggung utang Rp 4,6 triliun. ITDC merupakan salah satu anak usaha BUMN, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney. Direktur Utama InJourney Dony Oskaria mengatakan, waktu itu, total kebutuhan investasi pembangunan dan pengembangan KEK Mandalika Rp 9,22 triliun. Untuk merealisasikan KEK tersebut, ITDC mendapatkan penyertaan modal negara (PMN) Rp 250 miliar pada 2015 dan Rp 500 miliar pada 2020. Lantaran gap pembiayaan semakin besar, sisa dana yang dibutuhkan dibiayai dengan utang ke perbankan.

Saat ini ITDC harus menanggung utang jangka pendek Rp 1,2 triliun dan utang jangka panjang Rp 3,4 triliun. Menurut Dony, fokus utama saat ini menyelesaikan utang jangka pendek sehingga InJourney mengajukan PMN untuk ITDC tahun ini sebesar Rp 1,05 triliun. PMN itu akan digunakan, untuk menyelesaikan kewajiban pembangunan grandstand, VIP villages, serta penyelenggaran Kejuaraan Dunia Superbike (WSBK) dan MotoGP 2022. Ajang WSBK dan MotoGP 2022 digelar oleh pengelola Sirkuit Mandalika, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) yang merupakan salah satu unit usaha ITDC. Untuk penyelenggaraan WSBK dan MotoGP 2022, MGPA menanggung beban Rp 200 miliar. ”Untuk memenuhi kewajibannya, ITDC tidak bisa hanya mengandalkan pendapatan dari pengelolaan Nusa Dua. Karena sejak awal (mandat pengelolaan) adalah penugasan pemerintah, maka kami membutuhkan PMN,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI Dewan DPR yang digelar secara hibrida di Jakarta, Rabu (14/6). (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :