;
Kategori

Ekonomi

( 40707 )

Ketimpangan Pajak Pekerja dan Ultrakaya

14 Jul 2023

Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak penghasilan Pasal 21 (PPh 21) mencapai Rp 92,33 triliun, hampir dua kali lipat dari jumlah pajak penghasilan final yang sebesar Rp 47,55 triliun. Satu dari sejumlah faktor yang menyebabkan perbedaan itu adalah asimetri antara beban pajak pekerja dan pajak orang kaya. Pekerja hidup dari penghasilan aktif (active income) yang diperoleh dari kerja aktif (labour). Sedangkan individu-individu dengan kekayaan ultra-tinggi (UHNWI) dengan kekayaan bersih (net worth) sebesar US$ 30 juta atau lebih (Knight Frank, 2023) biasa menghimpun kekayaan dari penghasilan pasif (passive income) yang timbul dari investasi, sewa-menyewa, royalti, dan aset-aset kekayaan lain yang tidak perlu menjalankan perkakas kerja.

Negara memang menggunakan sistem perpajakan progresif. Semakin tinggi penghasilan yang diperoleh, semakin besar proporsi pajak yang dibayar. Namun penerapannya belum merata bagi seluruh wajib pajak orang pribadi (WPOP). Masalahnya, penghasilan aktif dan pasif diperlakukan dengan sistem pajak yang berbeda. Diskrepansi Beban Pajak Penghasilan pekerja dikenai PPh 21 dengan tarif pajak progresif. Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan membagi lima lapisan penghasilan kena pajak (PKP). PKP Rp 0-60 juta dikenai tarif 5 persen. PKP Rp 60-250 juta dikenai tarif 15 persen. PKP Rp 250-500 juta dikenai tarif 25 persen. PKP Rp 500 juta hingga Rp 5 miliar dikenai tarif 30 persen. Adapun PKP lebih dari Rp 5 miliar dikenai tarif 35 persen. (Yetede)

Prospek Cerah Bisnis Sertifikasi

14 Jul 2023

PT Mutuagung Lestari Tbk atau Mutu International optimistis penawaran perdana saham mereka bakal menarik banyak investor. Penyedia jasa pengujian, inspeksi, dan sertifikasi ini yakin akan prospek cerah di industri yang mereka geluti. Presiden Direktur Mutu International, Arifin Lambaga, menuturkan industri pengujian, inspeksi, dan sertifikasi atau testing, inspection, and certification (TIC) terus bertumbuh. Merujuk pada data Markets and Markets 2020, nilai pasar industri TIC Indonesia mencapai US$ 1,99 miliar pada 2020. "Angkanya terus naik dari 2017 yang berada di kisaran US$ 1,71 miliar," tutur Arifin di Jakarta, kemarin. Dari hasil riset tersebut, nilai pasar di dalam negeri diestimasi tumbuh hingga US$ 2,73 miliar pada 2025. 

Dibanding nilai pasar secara global, ruang untuk tumbuh semakin besar. Arifin mengatakan nilai pasar industri TIC global pada 2027 diperkirakan mencapai US$ 270 miliar. Berdasarkan laporan Allied Market Research yang diterbitkan pada Januari 2022, angkanya bisa tumbuh sampai US$ 349 miliar pada 2030. Arifin mengatakan ada banyak potensi yang belum terjamah, antara lain karena belum banyak perusahaan yang terlibat dalam proses TIC. Selain itu, belum banyak konsumen yang menyadari pentingnya sertifikasi produk atau jasa. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor pendorong perusahaan melantai di bursa. "Selain untuk modal, tujuan kami, IPO itu agar perusahaan lebih dikenal masyarakat." (Yetede)

Menata Ulang Asuransi Kredit

14 Jul 2023

JAKARTA,ID-Bank beritikad mendukung langkah  penyehatan lini bisnis asuransi kredit yang sedang digagas Otoritas Jasa Keuangan. Selain memperketat pengajuan klaim debitur, bank akan memilah jenis kredit yang bisa ditanggung  asuransi kredit sebagai upaya meminimalisir risiko bagi asuransi. Sejatinya kemitraan bank dan asuransi simbolis mutualisme, kedia pihak bekerja sama karena saling membutuhkan untuk mengejar keuntungan. Ada banyak proyek kerja sama yang terjalin antara dua lembaga  keuangan tersebut, salah satunya dalam bentuk penyaluran kredit. Bank berperan menggelontorkan kredit kepada debitur untuk mendapatkan pendapatan bunga. Sedangkan asuransi memberikan perlindungan kredit sekaligus menanggung resiko.  Sebagai imbalan asuransi mengutip sejumlah premi ke debitur melalui bank. Bila terjadi gagal bayar kredit oleh debitur (default), bank akan mengajukan klaim kepada perusahaan asuransi agar melunasi pinjaman debitur, sehingga bank terhindar dari potensi kerugian maupun torehan Non Performing Loan (NPL). Default bisa terjadi tatkala debitur atau penerima kredit  meninggal dunia atau mengalami cacat tetap. (Yetede)

Kapasitas Industri Kertas Melesat Jadi 19,4 Juta Ton

14 Jul 2023

JAKARTA,ID-Indonesia akan makin memperoleh posisi sebagai 10 besar negara produsen pulp dan kertas dunia seiring rampung pabrik kertas kemasan (paperboard) Asia Pacifik Resource International Limited  (APRIL Group) di Pangkalan Kerinci, Riau pada kuartal IV-2023. Pabrik dengan nilai investasi Rp33,4 triliun tersebut, akan menambah kapasitas industri kertas nasional menjadi 19,4 juta ton per tahun. "Konstruksinya masih berjalan mudah-mudahan di kuartal IV tahun ini bisa selesai pembangunannya," kata Presiden Direktur PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), unit usaha APRIL Group, Sihol Aritonang dalam acara kontribusi APRIL Group terhadap Perekonomian Indonesia di Jakarta, Kamis (13/07/2023). Dengan nilai investasi jumbo yang merupakan yang terbesar bagi RAPP selama 30 tahun terakhir, APRIL Group akan mampu menghasilkan 1,2 juta ton kertas kemasan lipat bersifat mudah terurai dan di daur ulang, tiap tahunnya. Selain itu, investasi senilai puluhan  triliun tersebut juga akan berpengaruh pada peningkatan produk kraft pulp sebanyak 1,06 juta ton, serta 600 ribu ton Bleached Chemi-Thermo Mechanical Pulp (BCMO). (Yetede)

Lolos Pailit, Sriwijaya Air Berniat IPO

14 Jul 2023

JAKARTA,ID-Setelah lolos dari pailit, Sriwijaya Air berniat mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Rencana ini akan menjadi bagian dari proposal perdamaian persero. Perwakilan Tim Pengurus Sriwijaya Air, Januardo Sihombing mengungkapkan, Sriwijaya Air menjalani sidang putusan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pada Rabu (12/7/2023) Hasilnya, Sriwijaya Air berhasil meyakinkan para kreditor dan mendapat dukungan untuk menyelesaikan kewajibannya kepada mitra bisnis  dalam proses PKPU. Menurut januardo, hasil pungutan suara PKPU mencatat kehadiran kreditur separatis mencapai 100% dengan jumlah tagihan  Rp3,62 triliun yang mewakili  362.702 suara ekuivalen dengan 100%. Sedangkan jumlah kehadiran  kreditur konkuren mencapai 76 kreditur, di mana 70-nya menyatakan setuju terhadap rencana perdamaian. "Ke-70 kreditur tersebut mewakili 92% dari yang hadir terhadap jumlah tagihan Rp3,44 triliun ekuivalen dengan jumlah suara 344.395 atau 93,3 menyatakan setuju," tutur dia. (Yetede)

Wahana Inti Selaraskan Tawarkan Obligasi 3 T untuk Modal Kerja Anak Usaha

14 Jul 2023

JAKARTA,ID-Unit Usaha Indomobil Group, PT Wahana Inti Selaras (Wisel), berencana menerbitkan obligasi II Wahana Inti Selaras Tahun 2023 dengan target maksimal  Rp 3 triliun. Aksi ini dilakukan guna mendanai modal kerja lima anak usaha Wisel. Menurut Direktur Utama Wisel, Bambang Prijono, penerbitan obligasi dilakukan sejalan dengan perbaikan ekonomi pascapandemi, khusunya di sektor usaha pertambangan, konstruksi, dan perkebunan. Para pelaku usaha menilai  sektor-sektor tersebut hingga semester I-2023 berkinerja positif. Fenomena ini, kata Bambang dapat dilihat dari maraknya pembangunan proyek infrastruktur yang menjadi prioritas pemerintah dan perluasan fasilitas produksi di berbagai sektor. Hal itu juga tercermin  pada peningkatan anggaran belanja (budget) alat berat ketiga sektor tersebut. Prospek yang cerah itu, menurut dia, memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan bisnis alat berat yang menurut perkiraan Himpunan Industri Alat berat Indonesia (Hinabi) bakal tumbuh 30-40% tahun ini. "Dengan prosperk pertumbuhan yang psotif  ini terutama pada segmen proyek konstruksi pemerintah, pelaku usaha terus  melakukan evaluasi untuk mencanangkan belanja modal yang lebih besar di tahun mendatang," tutur dia. (Yetede)

Merangkai Eksotika lewat Warna Tenun

14 Jul 2023

Kain tenun ikat di NTT beraneka warna. Masing-masing juga mempunyai motif tersendiri. Tenun ikat menjadi salah satu andalan UMKM di provinsi itu Mince Ledoh (55) asyik menenun di Rumah Tenun Ina Ndao, Kota Kupang, Rabu (21/6/2023). Ia tengah menenun kain dengan motif yang berasal dari Kabupaten Rote Ndao. Saat ini, rumah tenun itu melibatkan lima perajin. Hasil karya tangan Mince dan ribuan perajin dari seluruh NTT terpajang di galeri Ina Ndao, yang berdiri pada 1991. Berawal dari ruangan berukuran 3 meter x 3meter, kini menjadi 40 meter x 40 meter. Rumah Tenun Ina Ndao (RTIN) merupakan pusat tenun pertama dan terlengkap di NTT. Hari itu, Mince menenun sendirian. Empat perajin lain sedang liburan ke kampung asal. Mereka adalah mahasiswi di sejumlah perguruan tinggi di Kupang. Mince sekaligus instruktur tenun di situ. Ia bisa menenun satu lembar kain berukuran 275 sentimeter x 80 sentimeter dalam satu pekan. RTIN juga menjadi pusat pelatihan kelompok perajin dari seluruh NTT. Kehadiran mereka di Kupang atas kerja sama dengan pemda setempat.

RTIN juga menjadi tempat studi banding siswa sekolah kejuruan menengah di NTT. Pemilik RTIN Kupang, Dorce Lusi Ina Ndao, mengatakan, sedikitnya 5.000 lembar kain tenun dipajang di galeri tenun. Tidak semuanya dihasilkan oleh perajin Ina Ndao. Sebagian besar datang dari kelompok binaan dan mitra tenun Ina Ndao di Rote Ndao, Timor, Sumba, Sabu, dan Flores. Para perajin mengirim tenunan ke Ina Ndao lalu menerima sejumlah uang sesuai kesepakatan, termasuk ongkos kirim. ”Perajin butuh modal usaha dan membiayai kebutuhan hidup lain. Kami saling menopang,” katanya. Rata-rata 200 lembar sarung per bulan dikirim ke Kupang. Harga kain tenun bervariasi mulai dari Rp 50.000 per lembar selendang sampai Rp 5 juta per lembar kain sarung. Kain tenun yang mahal pun ada peminatnya karena begitu indah untuk dijadikan cendera mata tamu, baik oleh instansi pemerintah maupun para pengusaha di NTT. Hendrika Uly, penenun di RTS (55) mengatakan, Mereka piawai menenun beraneka motif dan warna sesuai selera pembeli. Beberapa motif yang pernah mereka buat adalah gambar cicak, ikan, tulang ikan, ayam, burung, perahu, panah, parang, dan burung garuda. Terkadang, konsumen dating membawa contoh kain dan motif dari rumah. ”Konsumen bilang, warna yang kami hasilkan sangat eksotik. Mirip dari surga,” ujar Hendrika sambil tersenyum. (Yoga)


Mendamba QRIS yang Bebas Tarif

14 Jul 2023

Rabu (12/7) sore, Rahmat (45), pedagang gorengan yang mangkal di pinggir Jalan Margasatwa, Cilandak, Jaksel, melayani pembeli yang memesan lima gorengan dengan total harga Rp 10.000. Karena tidak membawa uang pas atau uang pecahan kecil, si pembeli ingin membayar menggunakan QRIS, tapi Rahmat menjawab tidak bisa. Akhirnya, pembeli memilih pergi ke toko ritel modern terdekat untuk membeli sebotol air mineral dan memperoleh kembalian pecahan uang kecil yang digunakannya untuk membayar gorengan. Saat ditanya Kompas mengapa ia tidak menggunakan QRIS, Rahmat mengatakan, sebelumnya, ia selalu memasang kode unik untuk pembayaran QRIS yang ditempel di kaca gerobak-nya. Namun, sepekan terakhir dia mencabutnya. Penyebabnya, mulai 1 Juli 2023, pembayaran menggunakan QRIS dikenai tarif 0,3 % dari nilai transaksi yang dibebankan kepada pedagang.

”Ya, mending suruh pembeli bayar pakai uang tunai. Enggak ada potongannya,” ujarnya terkekeh. Rahmat menjelaskan, dia bisa berjualan 200-300 potong gorengan dengan omzet berkisar Rp 400.000-Rp 600.000 dalam sehari. Andaikan semua transaksi menggunakan QRIS, maka dia akan kehilangan Rp 1.200-Rp 1.800 per hari. Dengan asumsi serupa, maka dalam sebulan dia kehilangan pendapatan Rp 36.000-Rp 54.000. ”Bagi kami, uang segitu besar lho, setara bisa buat beli minyak goreng,” ujarnya. Rahmat berharap pembayaran QRIS kembali  dibebaskan dari biaya. Apalagi, omzet penjualannya belum sebaik seperti sebelum pandemi.

Dihubungi Kamis (13/7), Ketua Umum Asosiasi Industri UMKM Indonesia (Aku-mandiri) Hermawati Setyorinny mengatakan, keputusan memberikan tarif QRIS sebesar 0,3 % dari nilai transaksi jelas mem- beratkan pelaku usaha mikro dan ultramikro. Hermawati memahami penyelenggara jasa pembayaran (PJP) mungkin memerlukan biaya pemeliharaan jaringan atau infrastruktur agar layanan QRIS tetap berjalan. Namun, menurut dia, 0,3 % itu terlalu besar bagi pelaku UMKM.  (Yoga)


Sumbangan Positif Industri Pulp dan Kertas

14 Jul 2023

Pertumbuhan penjualan industri kertas dan bubur kertas atau pulp berdampak positif bagi perekonomian nasional dan regional, tercermin pada serapan tenaga kerja yang berasal dari aktivitas industri di hulu hingga hilir atau di tingkat konsumen. Sejumlah pemain industri kertas dan pulp menunjukkan pertumbuhan penjualan pada 2022. Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Dhenny Yuartha Junifta, saat dihubungi, Kamis (13/7) menilai, penyerapan tenaga kerja jadi salah satu indikator dampak ekonomi strategis dari industri kertas dan pulp lantaran aktivitas rantai pasok dari pengelolaan dan pengolahan hutan tanaman industri hingga hilirnya. Dengan menggandeng Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (LPEM FEB UI), perusahaan penghasil pulp dan kertas APRIL Group memodelkan penggandaan (multiplier) kontribusi perusahaan terhadap ekonomi nasional sepanjang 2016-2022, termasuk aspek ketenagakerjaan.

Kepala Grup Kajian Ekonomi Regional dan Kebijakan Sumber Daya Negeri LPEM FEB UI Uka Wikakarya menyatakan, hasil pemodelan itu menunjukkan, sepanjang 2016-2022, peningkatan penjualan kertas dan pulp sebanyak Rp 1 juta berdampak pada perekonomian nasional senilai Rp 3,48 juta dan perekonomian Riau, provinsi lokasi perusahaan beroperasi, Rp 2,27 juta. Di segi ketenagakerjaan, penambahan 10 lapangan kerja di APRIL Group setara dengan terbukanya kesempatan kerja bagi 57,6 orang di tingkat nasional dan 40,4 pekerja di tingkat provinsi. Uka memaparkan, nilai penggandaan itu muncul dari perputaran aktivitas ekonomi dalam rantai pasok APRIL Group. ”Ketika produksi (kertas dan pulp) tumbuh, permintaan terhadap log kayu, energi, dan bahan penolong ikut meningkat. Kegiatan ekonomi lainnya yang ikut bergerak ialah transportasi, pergudangan, perdagangan, dan pemotongan kertas,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (13/7). Dari angka pemodelan, kontribusi perusahaan terhadap PDB Indonesia sepanjang 2016-2022 mencapai Rp 484,3 triliun. Perusahaan juga menambah PDB Riau Rp 245,6 triliun. (Yoga)


Literasi Digital untuk Naikkan Kelas UMKM

14 Jul 2023

Program literasi digital oleh perbankan berpotensi menaikkan kelas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Direktur Mikro Bisnis PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Supari, Kamis (13/7/2023), mengatakan, pihaknya memiliki program tahunan yang memuat pemberdayaan UMKM, yakni Pekan Rakyat Simpedes (PRS) 2023. Beda dengan sebelumnya, PRS kali ini lebih fokus pada literasi digital guna mendorong UMKM naik kelas. Dengan mengusung tema ”Pede Raih Peluang”, PRS 2023 akan digelar di 362 titik di 20 kota di Indonesia pada Juli-September 2023. PRS akan dimulai di Kota Bandung, Jawa Barat. (Yoga)