Ekonomi
( 40512 )Setengah dari Target Wisman Diharapkan Masuk Melalui Bali
Pemerintah menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun 2023 mencapai 8,5 juta kunjungan. Setengah dari total target itu diharapkan masuk melalui Bali. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga S Uno, Selasa (11/7/2023), di Jakarta, mengatakan, jumlah kunjungan wisman pada periode Januari-Mei 2023 adalah 4,2 juta dan 45 persen di antaranya masuk melalui pintu masuk Bali. (Yoga)
Peternak Jateng Didorong Aktif Cegah Antraks
Para peternak didorong aktif mencegah terjadinya penularan antraks di Jateng. Kecepatan pelaporan gejala mampu mempercepat penanganan demi mengantisipasi paparan penyakit tersebut.Vaksinasi ternak juga digencarkan guna memberikan perlindungan lebih bagi ternak yang ada di daerah tersebut. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, keaktifan masyarakat menjadi kunci dalam pencegahan antraks. Kejelian peternak mengamati kondisi ternak masing-masing akan membuat penanganan penyakit lebih cepat dilakukan. Dengan demikian, ancaman penyebaran juga bisa dicegah sesegera mungkin.
”Kalau sapi terkena penyakit antraks, segera dilaporkan. Lapor itu ada dokter hewan cukup banyak. Kalau itu segera di laporkan, maka kita bisa cepat menangani seperti hari ini,” kata Ganjar, di sela-sela vaksinasi antraks, di Desa Karanganyar, Kecamatan Weru, Sukoharjo, Jateng, Selasa (11/7). Ganjar juga menyoroti pemicu penularan antraks, yakni tradisi brandu, di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, beberapa waktu lalu. Ia meminta masyarakat Jateng belajar dari pengalaman itu dan hal serupa tidak terjadi di Jateng. Tradisi brandu merujuk pada kebiasaan warga mengumpulkan iuran untuk diserahkan kepada pemilik ternak yang mati atau sakit. Daging hewan tersebut selanjutnya dibagikan kepada orang-orang yang mengumpulkan iuran. (Yoga)
OPTIMASI KOPERASI SEKTOR RIIL, PERKUAT PEREKONOMIAN MASYARAKAT
Perjalanan 76 tahun koperasi sebagai organisasi ekonomi yang dimiliki dan dioperasikan oleh seseorang demi kepentingan bersama membuktikan bahwa keberadaannya dapat meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat sebagaimana fungsi utamanya. Terlebih pada masa pandemi Covid-19 yang sempat membuat perekonomian masyarakat terpuruk, koperasi membuktikan keberadaannya yang disebut sebagai ”soko guru” perekonomian nasional. Hingga akhir 2021 jumlah koperasi aktif tercatat menjadi 127.846 dan menjadi tumpuan harapan bagi 27.100.372 anggotanya yang tersebar di 34 provinsi. Tak hanya jumlah, dari sisi keuangan, performa koperasi juga mengalami peningkatan. Volume usaha koperasi pada tahun 2021 mencapai Rp 182,35 triliun atau naik 17,9 % dibandingkan dengan tahun 2019. Capaian performa koperasi yang semakin baik dan dampak positifnya bagi kesejahteraan masyarakat perlu terus diperkuat dengan mengembangkan usaha yang lebih menguntungkan dan memiliki nilai bisnis, dengan mengoptimalkan sektor riil. Koperasi sektor riil adalah usaha yang bersentuhan langsung dengan kegiatan ekonomi masyarakat di sektor riil atau jasa nonkeuangan.
Koperasi sektor riil dipandang prospektif untuk dikembangkan karena bersentuhan langsung dengan kegiatan ekonomi di masyarakat yang keberadaannya dapat dijadikan tolok ukur untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi. Dari sisi peluang, koperasi sektor riil memiliki banyak potensi dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan, jasa, pariwisata, dan banyak macam usaha lainnya dengan meng optimalkan potensi keunggulan daerah. Apalagi sektor riil banyak terkait dengan UMKM yang semakin masif pertumbuhannya. Pemerintah pun saat ini fokus pada pengembangan koperasi sektor riil guna membangun ekonomi anggota dan masyarakat yang lebih luas. Sebagai bagian dari pemerintah, Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi UMKM (LPDB-KUMKM) terus meningkatkan pembiayaan koperasi dalam rangka mendukung program pemerintah, meliputi semua sektor riil yang bergerak pada bidang usaha per tanian, perkebunan, perikanan,dan hortikultura. Optimasi koperasi sektor riil juga harus mengikuti perkembangan teknologi saat ini. Dengan demikian, koperasi akan menjadi semakin kuat dan semakin baik dalam menopang perekonomian nasional. (Yoga)
Membedah Fenomena Tiket Konser dengan Ilmu Ekonomi
Penjualan tiket untuk tur Swift di Australia, lebih mulus dibandingkan dengan di Amerika Serikat yang sudah semacam bencana, sampai-sampai melahirkan tuntutan untuk memperkuat regulasi pertiketan di AS. Meski begitu, tetap saja ratusan ribu, bahkan mungkin jutaan “Swifties” (sebutan untuk fan Swift) di Australia berpotensi gagal mengamankan tiket atau harus membayar ratusan atau ribuan dolar lebih mahal daripada harga aslinya. Hal ini merupakan buah dari keunikan industri tiket konser, yang turut diperkuat oleh Taylor Swift sendiri sebagai sebuah fenomena budaya. Lebih dari 1 juta orang dikabarkan mendaftar untuk mendapatkan kode presale (pra-penjualan) dalam kurun 12 jam setelah tanggal konser di Australia diumumkan. Ketika tiket mulai dijual pada Rabu, 28 Juni 2023, lebih dari 4 juta orang dikabarkan antre.
Namun hanya tersedia tak lebih dari 450 ribu tiket untuk total lima pertunjukan konser Taylor Swift di Australia (tiga di Accor Stadium, Sydney; dan dua di Melbourne Cricket Ground, Melbourne). Hitung-hitungannya sederhana. Mayoritas orang yang menginginkan tiket tak akan kebagian. Namun perhitungan secara ilmu ekonomi perihal skenario ini sedikit lebih rumit. Umumnya, ketika permintaan melebihi pasokan, untuk memaksimalkan keuntungan, pemasok akan melakukan dua hal: menambah suplai atau menaikkan harga. Namun, dibanding sektor lain, penyelenggara konser memiliki lebih sedikit kapasitas untuk merespons sinyal-sinyal permintaan.
Untuk tur Taylor Swift di AS, sebanyak 17 konser ditambahkan dari rencana awal yang sejumlah 35 pertunjukan. Namun, mengingat begitu kolosalnya tur Swift, dengan lebih dari 100 konser di 18 negara, pertambahan jumlah konser menjadi rumit secara logistik. Tampaknya, hal inilah yang menyebabkan Brisbane tak kebagian jatah konser Swift. Meskipun manajemen Stadion Lang Park di kota itu (kapasitas 52.500) dilaporkan telah mengamankan sejumlah tanggal demi tur tersebut, penyelenggara menganggapnya tidak praktis, mengingat tur Australia “terjepit” antara jadwal di Jepang dan Singapura. (Yetede)
Diakui Internasional, The Banker Kembali Nobatkan BRI Sebagai Bank Nomor Wahid di Indonesia
JAKARTA,ID-Kinerja cemerlang PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, kembali mendapatkan apresiasi dari dunia internasional. Media keuangan dan ekonomi ternama dunia yang bermarkas di London, The banker menobatkan BRI sebagai bank terbaik di Indonesia dalam daftar Top 1000 World Banks 2023 yang dipublikasikan pada 5 Juli 2023. Secara global, The Banker yang telah menjadi sumber informasi perbankan yang kredibel sejak tahun 1926 tersebut menempatkan BRI pada peringkat ke-109 dunia pada Top 1000 World Banks 2023, dimana peringkat tersebut menjadi peringkat bank tertinggi di Indonesia. Dalam situs resminya The Banker melakukan pemeringkatan Top 1000 World Banks 2023 mengacu pada pencapaian kinerja keuangan pada 2022. Adapun aspek menilaian diantaranya terdiri dari sisi balance sheet, income statement, dan capital adequacy. Terkait pencapaian tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan BRI berhasil menjaga menjaga kinerja positif dan terus bertumbuh di tengah kondisi ekonomi yang menantang ditengah tantangan pandemi Covid-19. Hal tersebut, lanjut dia, menunjukkan bahwa BRI berhasil memberi makna kepada seluruh stakeholders-nya melalui penciptaan economic dan social value. (Yetede)
Agripreneur Dorong Pengembangan Hilirisasi Pertanian
JAKARTA,ID-Indonesia memiliki keunggulan dari sektor pertanian dan perlu dikembangkan lebih lanjut. Hal ini dilakukan melalui penciptaan wirausaha berbasis agripreneur, yang berpotensi mendorong berkembangnya hilirisasi pertanian sekaligus menciptakan wirausaha unggulan. "Kita bisa menciptakan lapangan kerja berkualitas dengan menghadirkan enterpreneur baru dengan produk berbasis riset. Selain membangun infrastruktur, modernisasi birokrasi, SDM, pembangunan demokrasi, dan paling penting Indonesia perlu menyiapkan enterpreneur," jelas Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan dalam pernyataan resmi yang diterima pada Selasa (11/7/2023). Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap PDB pada triwulan I-2023 sebesar 11%, dengan tren pertumbuhan yang positif sebesar 4,73% per kuartal. Selain itu, Global Food Security Index (GFSI) mencatat bahwa indeks ketahanan pengan Indoensia tahun 2022 berada di peringkat 69 dari 113 negara dengan mengalami peningkatan di level 6,2 atau naik 1,69% dibandingkan tahun 2021. (Yetede)
UU Kesehatan Dongkrak Saham Emiten Rumah Sakit
JAKARTA,ID-Pengesahan Undang-Undang Kesehatan bakal mendongkrak saham emiten rumah sakit dalam jangka pendek hingga panjang. Sebab, UU itu akan mempermulus ekspansi para pemain RS ke kota lapis kedua dan ketiga nasional, yang dapat mengerek kinerja keuangan sekaligus harga saham. Imbas pengesahan UU Kesehatan langsung terasa ke pergerakan harga saham emiten RS. Kemarin, saham sektor kesehatan melesat dan menjadi motor utama pendongkrak indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan data BEI, indeks saham sektor kesehatan melambung 2,88% atau tertinggi dibandingkan sektor lainnya, sedangkan IHSG melesat 65,88 poin (0,98%) ke level 6.796,9. IHSG hari ini bergerak dalam rentang 6.730-66,796,9 dengan nilai transaksi Rp7,87 triliun. Lonjakan harga saham emiten RS tertinggi dicetak PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) sebesar Rp180 atau 9,89% ke posisi Rp 2.00. Hal serupa juga melanda saham PT Bundamedik Tbk (BMHS) yang menguat 5,03% menjadi Rp 376, PT Medialoka Hermina Tbk (HEAL) 3,94% menjadi Rp 1.450, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) 2,78% menjadi Rp370, dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MILA) 1,92% menjadi Rp 2.650. (Yetede)
Royaltama Mulia Bidik Dana IPO 112 Miliar
JAKARTA,ID-PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO IJ) berencana menggelar penawaran umum perdana (Initial public offering/IPO) saham dan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan akan melepas 250 juta saham atau maksimal 20% melalui IPO dengan target dana Rp 122,5 miliar. Perseroan melaksanakan penawaaran awal atau bookbuilding IPO 10-13 Juli 2023, dengan harga penawaran Rp350-450. Pemesanan saham dapat dilakukan di website www,e-ipo.co.id. Perseroan akan menggunakan dana dari hasil IPO untuk modal kerja dalam mendukung kode saham RMKO dalam keperluan perdagangan saham di,setelah diterimanya izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi dalam IPO perseroan adalah PT Victoria Sekuritas Indonesia. RMKO merupakan perusahaan dengan spesialisasi bisnis jasa batu bara terintegrasi yang menyediakan jasa penunjang pertambangan dan jasa penyewa alat-alat berat. Jasa yang ditawarkan oleh MRKO di antaranya persiapan infrastruktur pertambangan, penambangan batu bara, persiapan dan pembangunan jalan pengangkutan, jasa pengangktan batu bara, persiapan infratsruktur emplasemen sampai pemuatan batu bara, serta penyewaan alat-alat berat. (Yetede)
Akuisisi 14 % Saham Vale Tak Menambah Nilai Strategis MIND.ID
JAKARTA,ID-MIND ID belum memiliki hak pengendali dengan mengakuisisi 14% saham divestasi PT Vale Indonesia Tbk. Berdasarkan Investor Rights Agreement (IRA), dengan menambah kepemilikan 14% maka MIND ID akan menambah kuota perwakilan pada dewan komisaris Vale Indonesia. Keputusan strategis seperti penentuan proyek hilirisasi, struktur pendanaan dividen kepada pemegang saham, diluar kendali MIND ID. "Akuisisi penambah kepemilikan 14% di PT Vale Indonesia tanpa adanya perubahan struktur tata kelola, tidak menambah nilai strategis bagi MIND ID," kata Kadiv Institusional Relation MIND ID selly Adriatika kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (11/07/2023). Sellly mengatakan akuisisi 14% tidak sebanding antara nilai yang dibayarkan dengan manfaatnya. Menurutnya porsi 14% itu tidak akan menambah kendali MIND ID atas keputusan strategis sehingga dari investasi akuisisi 14% saham Vale Indonesia. Pelepasan saham 14% Vale diungkapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, akhir pekan lalu. Arifin menuturkan kewajiban divestasi Vale sebenarnya hanya 11% guna memenuhi ketentuan kepemilikan nasional 51%. (Yetede)
Anggaran Wajib Terlempar dari UU Kesehatan
Diiringi aksi demonstrasi ribuan tenaga medis dari berbagai profesi dan daerah, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani mengetok palu tanda menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan jadi UU, kemarin (11/7).
Sebagian besar fraksi DPR menyetujui beleid omnibus law kesehatan yang terdiri dari 458 pasal itu. Hanya Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) dan Fraksi Partai Demokrat (FPD) yang menolak tegas. Sedang Fraksi Partai Nasdem menyetujui dengan memberi catatan.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena menjelaskan, Fraksi Nasdem menyetujui RUU Kesehatan dilanjutkan ke pembicaraan tingkat 2 atau paripurna dengan catatan anggaran wajib atau
mandatory spending
bidang kesehatan di angka minimal 10% dari APBN dan APBD.
Sebab, dalam omnibus law kesehatan tersebut, pemerintah pusat dan pemerintah daerah sudah tidak punya lagi kewajiban mematok anggaran dana kesehatan saban tahun.
"Fraksi Partai Demokrat terus berkomitmen memperjuangkan peningkatan anggaran kesehatan, sebagai bentuk konkret keberpihakan terhadap kesehatan rakyat melalui kebijakan fiskal," kata Dede Yusuf, Anggota FPD dalam Rapat Paripurna, kemarin.
"Fraksi PKS berpendapat bahwa mandatory spending penting untuk menyediakan pembiayaan, pelayanan kesehatan yang berkesinambungan, dengan ketersediaan jumlah anggaran yang cukup," jelas Anggota Komisi IX Fraksi PKS Netty Prasetiyani.
Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhilah juga menolak tegas beleid tersebut. Dibolehkannya tenaga medis asing berpraktik di Indonesia bisa mengancam tenaga perawat domestik. Apalagi setiap tahun ada 75.000 perawat baru.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin beralasan penghapusan kewajiban anggaran kesehatan pemerintah tidak menjamin bisa meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









