Ekonomi
( 40512 )Ironi Nelayan Gurem Berjibaku di Maluku
Sekitar 658.294 kilometer persegi atau 92,4 % luas Maluku berupa laut dan kaya akan komoditas perikanan. Namun, kehidupan nelayan di Maluku masih jauh dari sejahtera. Gelombang tinggi penanda musim timur terjadi mulai Mei hingga awal September. ”Kalau musim timur, kami lebih banyak parkir. Kami tidak berani melaut karena ukuran perahu kami terlalu kecil,” ujar Alan (40), salah seorang nelayan di Buru. Perahu kecil yang didorong mesin berkekuatan 15 HP tidak mampu mengarungi gelombang setinggi di atas 1 meter. Perahu berisiko tenggelam. Namun, terkadang tuntutan kebutuhan memaksa mereka mengambil risiko itu. Peristiwa hilangnya nelayan yang terjadi hampir setiap tahun menjadi buktinya.
Alan punya mimpi memiliki perahu minimal berukuran 3 gros ton dengan mesin 40 HP. Ia harus menabung hingga beberapa tahun ke depan karena butuh modal Rp 100 juta untuk mendapatkannya. Jika tangkapan bagus, satu bulan sudah bisa balik modal. Ruang pertarungan nelayan Buru berada di Laut Banda yang kaya hasil laut. ”Di Laut Banda, kami bisa dapat tuna yang beratnya sampai 50 kg,” ujarnya. Potret nelayan gurem juga banyak dijumpai di Dobo, ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru. Di sana berjejer permukiman nelayan yang mayoritas dihuni keluarga berpendapatan rendah. Kebanyakan dari mereka menyewa perahu dan meminjam modal. Hasil tangkap dibagi sesuai kesepakatan.
Jumain (41) nelayan, menggunakan perahu motor bermesin 15 HP yang melaut hingga 30 mil laut dan sering bermalam di daratan terdekat. Jika penjualannya mencapai Rp 1 juta, ia hanya kebagian separuhnya setelah dibagi dengan pemilik perahu motor. Bahan bakar dan makanan pun menjadi tanggungannya. Jumain menjadi gambaran nelayan di daerah kaya sumber daya perikanan. Kepulauan Aru berada di tengah Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI) 718, dengan potensi perikanan di 2,64 juta ton per tahun atau 21 % keseluruhan potensi ikan nasional. Kapal berukuran di atas 30 gros ton yang menangkap ikan di Aru kebanyakan milik korporasi nasional dan perusahaan modal asing. Tak terhitung pula banyaknya pelanggaran, seperti penangkapan ilegal, tidak terlapor, dan tidak sesuai regulasi. (Yoga)
Investasi Hilirisasi Mesti Adil dan Menyejahterakan Rakyat
Sebagai pemegang keketuaan ASEAN, Indonesia mendorong investasi yang berorientasi pada hilirisasi. Penanaman modal untuk hilirisasi harus berkeadilan dan mampu menyejahterakan masyarakat. Hal ini tecermin lewat kapasitas SDM dan kemampuan pemain domestik memproduksi barang yang bisa digunakan langsung. Ketika membuka pertemuan Dewan Kawasan Investasi ASEAN (ASEAN Investment Area/AIA Council Meeting) Ke-26, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan, ASEAN perlu lebih mendorong investasi bernilai tambah, khususnya pada hilirisasi sumber daya alam, sebagai kunci transformasi ekonomi kawasan.
”Sudah bukan lagi saatnya investor datang untuk mengeruk kekayaan alam dan menguasai nilai tambahnya, sementara rakyat kita hanya jadi penonton. Investasi ke ASEAN harus menjadikan perekonomian kita lebih produktif, inovatif, dan kompetitif,” ujarnya di hadapan menteri-menteri ekonomi dan delegasi negara anggota ASEAN serta Timor Leste sebagai pengamat di Semarang, Jateng, Sabtu (19/8).
Pertemuan Dewan AIA tersebut termasuk dalam pertemuan ASEAN Economic Ministers (AEM) Ke-55 di Semarang yang berlangsung 17-22 Agustus 2023. Kemendag menjadi penyelenggara pertemuan AEM itu dalam rangka keketuaan Indonesia di ASEAN. Secara spesifik, Bahlil menyatakan, investasi hilirisasi harus berkeadilan agar dapat menyejahterakan masyarakat. Oleh sebab itu, realisasi investasi perlu berkolaborasi dengan pelaku UMKM serta perusahaan daerah. (Yoga)
Kementerian ESDM Dorong Penggunaan Transportasi Hijau
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong pemanfaatan transportasi hijau yang menggunakan bahan bakar nabati atau listrik. Hal itu diyakini dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan polusi udara. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Yudo Dwinanda Priaadi, Minggu (20/8/2023), mengatakan, Indonesia telah menggunakan campuran biodiesel 35 persen dengan solar (B35). Sementara campuran bioetanol 5 persen dengan bensin (E5) mulai diterapkan di beberapa stasiun pengisian bahan bakar di Surabaya dan Jakarta. (Yoga)
BURSA KRIPTO Pemerintah Pertimbangkan Insentif
Pemerintah melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti akan mempertimbangkan pemberian insentif pajak perdagangan aset kripto setelah bursa beroperasi. Pengenaan pajak serta biaya operasional dikhawatirkan membuat investor tak tertarik bertransaksi di bursa domestik. Bursa kripto dikelola oleh tiga lembaga, yakni PT Bursa Komoditi Nusantara (CFX) selaku penyelenggara bursa, PT Tennet Depository Indonesia selaku pengelola tempat penyimpanan, dan PT Kliring Berjangka Indonesia selaku lembaga penjaminan dan penyelesaian perdagangan pasar fisik aset kripto. Konsekuensinya, transaksi melalui bursa akan dikenai biaya tambahan.
Biaya tambahan tersebut kini masih dalam proses negosiasi antara pihak bursa dan para pedagang aset kripto. Sementara ini bursa menetapkan biaya tambahan 0,02 %. Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko, Minggu (20/8) mengatakan, pihaknya mempertimbangkan insentif pajak terhadap aset kripto, mengingat sejumlah pedagang merasa biaya tambahan dan pajak yang dibebankan terlalu besar. ”Untuk insentif, terbuka kemungkinan diberikan. Tentu perlu ada kajian terlebih dulu,” kata Didid. Bappebti menyebut bursa kripto akan mulai beroperasi begitu 30 calon pedagang fisik aset kripto (CPFAK) mendaftar ulang ke Bappebti paling lambat 17 Agustus 2023. Sejauh ini terdapat 27 dari total 30 CPFAK yang telah mendaftarkan diri. (Yoga)
Volume Ekspor Kopra Jambi Naik 875 Persen
Karantina Pertanian Jambi mendata kenaikan pesat ekspor sejumlah komoditas pertanian pada semester I tahun 2023. Kenaikan tertinggi dicetak komoditas kopra yang volume ekspornya naik hampir 900 persen. Berdasarkan data terintegrasi karantina IQFast pada semester I tahun 2023, ekspor kopra mencapai 2.800 ton. Periode yang sama tahun lalu, volume ekspor kopra masih 287 ton. ”Peningkatan volume ekspor kopra mencapai delapan kali lipat atau 875,6 persen,” kata Kepala Karantina Pertanian Jambi Prayatno Ginting, Minggu (20/8/2023). (Yoga)
Sentimen Negatif Marak, Pelemahan IHSG Berlanjut
JAKARTA,ID-Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi bergerak sideways dengen kecenderungan melemah di kisaran 6.815-6.910 pada pekan ini. Hal ini dipicu maraknya sentimen negatif, terutama dari kembali munculnya sikap hawkish The Fed dalam pertemuan FOMC terakhir, potensi kenaikan inflasi domestik, dan pelemahan tukar rupiah terhadap dolar AS. Pekan lalu, indeks melemah 0,28% ke level 6.859, dengan market cap 10.060 triliun. Tekanan jual saham-saham unggulan sangat besar, begitulah risalah pertemuan FOMC, Juli 2023. Dalam catatan itu, The Fed kembali memberikan sinyal hawkish, setelah inflasi Amerika Serikat naik menjadi 3,2 % Juli 2023, dibandingkan bulan sebelumnya. Financial expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih menuturkan, pekan ini, ada beberapa sentimen yang bisa memengaruhi pergerakan indeks. Salah satunya, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Meski inflasi Juli 2023 berada dalam target BI sebesar 3,08%, dia menyatakan, suku bunga BI7-Day Reserve Repo Rate diperkirakan tetap di level 5,75%. Suku bunga sebesar itu telah berlangsung sejak Januari 2023. (Yetede)
Agustus, Penyaluran Kredit Baru Akan Menggeliat
JAKARTA,ID-Perlambatan kredit yang terjadi pada paruh pertama 2023 tampaknya akan berakhir. Pasalnya, penyaluran kredit baru pada Agustus 2023 diperkirakan kembali menggeliat di seluruh katagori bank dan seluruh jenis kredit. Hal ini tercermin dari Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI). Memasuki paruh kedua tahun ini, utamanya pada Juli, memang masih terlihat perlambatan yang disebabkan korporasi akibat melakukan pelunasan kredit lebih awal. namun, memasuki Agustus 2023, permintaan kredit mulai meningkat. Adapun penyaluran kredit baru pada Juli 2023 terindikasi melambat dibanding Juni, dengan Saldo Bersih Tertimbang (STB) sebesar 45,1% lebih rendah dari Juni sebesar 81,7%. Dari katagori bank, perlambatan penyaluran kredit baru pada Juli diperkirakan terjadi pada seluruh katagori bank. Berdasarkan jenis penggunaan, penyaluran kredit baru pada Juli terindikasi melambat pada seluruh jenis kredit. Faktor utamanya yaitu permintaan pembiayaan dari nasabah, prospek kondisi moneter dan ekonomi kedepan, serta tingkat persaingan usaha dari bank lain. (Yetede)
Ada Dorongan untuk Evaluasi Proyek PDN
JAKARTA,ID-Pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), merencanakan pembangunan empat pusat data nasional (PDN), yakni PDN di Bekasi (Jawa Barat), Batam (Kepulaun Riau), Ibu Kota Negara/IKN Nusantara (Kalimantan Timur), dan Labuan Bajo, (Nusa Tenggara Timur/NTT). Namun, ada juga dorongan untuk mengevaluasinya, terutama untuk PDN di IKN dan Labuan Bajo. Pembangunan empat PDN itu direncanakan mulai periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) dan Wapres KH Ma'ruf Amin (2019-2024) yang dieksekusi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (kemenkominfo). Pada 2020, total investasinya sempat diproyeksikan sekitar US$ 400 juta, dan diperkirakan kini terus membengkak karena ada penundaan pembangunan. Kehadirannya diharapkan bisa mengintegrasikan 2.700-an pusat data (data center) di Kementerian/Lembaga (K/L) dan pemerintah daerah serta mewujudkan Satu Data Nasional. Integrasikan perlu dilakukan karena telah berdampak kepada pemborosan anggaran, terutama terkait opersional dan pemeliharaan. (Yetede)
Presiden: Kuasai Kemajuan Iptek
Presiden Jokowi menyebut anak muda generasi Y dan Z di Indonesia adalah generasi unggul karena lahir di era digital. Maka, generasi muda harus terus menyiapkan diri untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang cepat, sekaligus tetap memiliki moral dan budi pekerti yang baik. Presiden menyampaikan hal itu saat membuka Muktamar XXIII Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di Gedung Serbaguna Sumut, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu(19/8). ”Saya harap pelajar Muhammadiyah menjadi teladan, generasi muda Muslim yang berkemajuan, penguasaan ipteknya hebat, sekaligus memiliki moral, budi pekerti, dan mental yang hebat,” kata Presiden.
Presiden mengatakan, dunia sedang dilanda disrupsi teknologi, terutama digital. Oleh karena itu, sekarang adalah zamannya generasi Y (kelahiran 1981-1996) dan generasi Z (kelahiran 1997-2012). ”Apa-apa serba digital. Mau lihat menu di restoran, (pakai) digital lewat QR code. Mau belanja juga digital, lewat market place. Mau pesan kendaraan juga lewat digital, lewat aplikasi,” katanya. Teknologi kecerdasan buatan (AI) juga berkembang pesat dan diperkaya generative AI. Ia mencontohkan aplikasi ChatGPT, yang akrab digunakan pelajar untuk mengerjakan tugas sekolah, jurnal, serta membantu menyusun tugas akhir dan skripsi di peguruan tinggi. Presiden berpesan agar generasi muda tetap memiliki moral, budi pekerti, dan mental yang hebat. ”Buat saya, itulah sosok pelajar Muhammadiyah idaman,” katanya. (Yoga)
Menjaga Mutu Ikan Asin Ciweru
Para pekerja hilir mudik membawa nampan dari plastik berisi ikan jenis ”lemet” yang sudah digarami untuk dijemur di halaman seukuran setengah lapangan sepak bola. Kotak bambu berbentuk persegi panjang yang diberi kawat pada bagian tengahnya menjadi tempat ikan dikeringkan. Ratusan kotak bambu itu diletakkan di atas dudukan, yang juga dari bambu, sepanjang 50 meter, berjumlah lima banjar. Matahari siang itu begitu terik di sebuah usaha pembuatan ikan asin milik M Sugih (51) di Desa Ciwaru, Kabupaten Sukabumi, Jabar, pertengahan Juli 2023. Penjemuran yang maksimal membuat ikan dapat bertahan tiga hingga lima bulan, bahkan bisa sampai satu tahun jika disimpan di dalam lemari pendingin. Sugih mempekerjakan tiga tetangganya untuk membantu memproduksi ikan asin. Sebelum dijemur, ikan terlebih dahulu direndam air garam, kemudian direbus menggunakan kayu bakar. Sekitar direbus lima hingga sepuluh menit, ikan diangkat untuk ditiriskan sebelum dijemur.
Saat musim kemarau, penjemuran berlangsung selama satu hari. Namun, saat musim hujan, durasinya lebih lama lagi. Sugih dan semua pembuat ikan asin di kawasan ini menjaga mutu dengan tidak menggunakan formalin dalam proses pembuatan ikan asin sehingga aman untuk dikonsumsi. Ketika musim ikan lemet seperti ini, dalam satu hari, usaha pembuatan ikan asin milik Sugih mampu memproduksi 1 ton ikan asin. Namun, jika musim hujan atau pasokan ikan minim, produksinya berkisar 5 kuintal hingga 7 kuintal. Harga jualnya mulai Rp 10.000 hingga Rp 45.000 per kg tergantung ukuran dan kualitas ikan. Ia menyetor produksinya ke pengepul di Bogor, Jabar. Selain ikan lemet, ikan jenis teri, udang kecil, rebon, dan deles paling sering digunakan Sugih. Sebab, siklus musiman ikan selalu berjalan dan para nelayan menyesuaikan tangkapannya. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









