;
Kategori

Ekonomi

( 40789 )

Ekonomi Loyo, Target Saham China Disunat

27 Aug 2023

Morgan Stanley dan Goldman Sachs memangkas target harga saham pada indeks saham utama di China. Ini kedua kalinya Morgan Stanley melakukan pemangkasan dalam tiga bulan terakhir. Perusahaan keuangan ini berhati-hati masuk ke saham perusahaan China. Dalam skenario dasar, Morgan Stanley memprediksi indeks MSCI China akan ada di 60 pada Juni 2024, lebih rendah 14% dari proyeksi sebelumnya, Dalam skenario bearish, indeks ini bisa turun hingga level 40. Analis Morgan Stanley Laura Wang dalam riset menulis, target berubah karena pertumbuhan ekonomi China melambat. "Penurunan target kami didorong kombinasi estimasi pendapatan yang jauh lebih rendah untuk tahun 2023 dan beberapa asumsi penilaian," kata dia, sebagaimana dikutip Bloomberg, kemarin. Awal bulan ini, Morgan Stanley menyarankan investor melakukan profit taking saat pasar saham melesat berkat janji stimulus pemerintah China. Morgan Stanley sebelumnya memperbanyak kepemilikan saham China pada Desember, ketika ekonomi negara tersebut dibuka. Enam bulan setelahnya, bank ini justru memangkas target acuan. Sebelumnya, Goldman Sachs Group Inc memangkas target saham China sebesar 4% pada awal pekan ini. Goldman juga mengurangi eksposur pada saham teknologi informasi, mengingat perlambatan makroekonomi dan ketidakpastian geopolitik.

Menghidupkan Literasi dari Pinggir Kali

27 Aug 2023

Saban akhir pekan, suasana Taman Eco Park di Jalan Pintu Air, Neglasari, Tangerang, selalu meriah dipenuhi anak-anak, dari usia balita (di bawah lima tahun) hingga remaja. Di taman yang dibangun Pemerintah Kota Tangerang itu, anak-anak berbaur dan bersukacita. Mereka "melahap" buku-buku yang disediakan Komunitas Wara-wiri Mengajar.

Tak hanya para bocah, ibu-ibu juga membacakan cerita dari buku dongeng untuk anak-anaknya yang belum mampu membaca. Suasana meriah dan akrab terjadi. Selain membaca buku, anak-anak bermain permainan tradisional dan cerdas cermat. Pemandangan belajar di taman pinggir Kali Cisadane itu telah berlangsung sejak 2018.

"Di Taman Eco Park, malam penuh bintang, lingkaran kecil menjadi lingkaran besar, saling sapa tukar cerita semua guru dan murid. Dalam sirkulasi diskusi yang bertenaga dan menginspirasi adalah mereka yang muda, peduli, dan kreatif," kata Panji Bahri Majiid, penggagas Wara-wiri Mengajar, menggambarkan suasana epik dari program Wara-wiri Mengajar Sapa Anak Indonesia, Kamis lalu. (Yetede)

Inisiatif Mengenalkan Foraging

27 Aug 2023

Kegiatan mencari tumbuhan liar sebagai kebutuhan pangan sekarang punya istilah kekinian: foraging. Sebelumnya, kegiatan ini lazim disebut "meramban", yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya mencari daun-daunan muda untuk makanan kambing dan sebagainya. Namun Thobib Hasan Al Yamini, anggota Yayasan Generasi Biologi Indonesia (Genbinesia), lebih suka mempopulerkan istilah foraging. Istilah ini diketahui Thobib pada 2016 ketika ia bekerja di Malang. Di luar negeri, foraging sudah dikenal luas. Di Indonesia, ujar Thobib, praktik itu sudah dilakukan masyarakat perdesaan setiap hari. Misalnya, mengambil tanaman liar lamtoro atau petai cina. "Bahkan dari zaman dulu sebelum masyarakat mengenal istilah foraging," kata Thobib kepada Tempo, Selasa, 22 Agustus lalu.

Sebagai ahli botani, kegiatan pria berusia 31 tahun itu tak jauh-jauh dari tumbuhan. Saat hendak mengangkat potensi tumbuh-tumbuhan di daerah tempat kerjanya, Thobib pun menemukan istilah foraging yang merujuk pada kegiatan mencari tumbuhan di sekitar. Akhirnya, ia pun memperdalam ilmu foraging dan mulai mengenalkan tumbuhan liar berguna untuk kebutuhan pangan ke sekolah-sekolah hingga mengadakan lokakarya. Lewat Genbinesia, Thobib bersama rekan-rekannya di divisi botani membuat program dengan konsep foraging. Kegiatan bernama Botani Adventure ini telah terselenggara di beberapa daerah, seperti Mojokerto, Malang, dan Yogyakarta, sejak 2018. Di awal, kegiatan eksplorasi tumbuhan liar berguna ini diikuti sekitar 20 orang. Seiring dengan berjalannya waktu, minat masyarakat kian bertambah. Puncaknya, pada Maret 2019, ketika diadakan di Yogyakarta, ada 50 peserta yang ikut. Mereka datang dari berbagai latar, seperti siswa, mahasiswa, peneliti, dosen, pencinta alam, dan masyarakat umum. (Yetede)

Koalisi Semu

27 Aug 2023

Semakin dekat jadwal pendaftaran calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), semakin tampak bahwa koalisi partai politik hanyalah keterpaksaan. Ini koalisi semu. Pasal 6A Undang-Undang Dasar 1945 amendemen ketiga, pada ayat 2, jelas berbunyi: Pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan pemilihan umum.

Kenapa partai harus berkoalisi? Ada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 di era Presiden Joko Widodo. Pasal 222 mengatur cara mengajukan capres dan cawapres. Bunyinya: Pasangan calon diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen (dua puluh persen) dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen (dua puluh lima persen) dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.

Ini biang keroknya. Ada yang khawatir, jika semua partai peserta pemilu bisa mencalonkan pasangan capres dan cawapres, akan ada sepuluh atau lebih pasangan calon. Kekhawatiran ini berlebihan jika melihat fakta yang terjadi. PDI Perjuangan (PDIP) saja, yang bisa mencalonkan sendiri, masih membutuhkan partai lain untuk berkoalisi. Alasannya, membangun bangsa perlu gotong-royong. Yang terjadi sebenarnya adalah kader yang langka dan biaya kampanye yang mahal. Perlu gotong-royong logistik dari orang kaya yang berburu jabatan. Ada pula ketakutan pasti kalah melihat calon di pihak lawan. Lebih baik bergabung. Lumayan mendapat jatah menteri dibanding menjadi oposisi. Syukur-syukur mendapat cawapres. (Yetede)


Peluang Pemulihan Perdagangan Terbatas

26 Aug 2023

Peluang pemulihan perdagangan dunia hingga akhir tahun ini terbatas. Namun, target pertumbuhan perdagangan dunia sebesar 1,7 % masih dapat dicapai jika pertumbuhan perdagangan meningkat pada paruh kedua tahun ini. Hal itu mengemuka dalam laporan Barometer Perdagangan Barang yang dirilis Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Kamis (24/8). Barometer atau indeks volume perdagangan barang dunia pada Agustus 2023 sebesar 99,1. Meskipun membaik dari barometer Mei 2023 di 95,6, indeks tersebut masih di bawah ambang batas 100. Hal itu mengindikasikan perdagangan mulai sedikit pulih, tetapi masih terbatas. Mayoritas komponen indeks, seperti permintaan ekspor, pelayaran peti kemas, kargo udara, dan bahan baku, masih berada di bawah 100. Hanya komponen produk otomotif yang trennya tumbuh dengan indeks 110,8. Adapun indeks komponen elektrik justru berada di bawah tren, yakni 91,5.

Secara umum, volume perdagangan barang telah turun 1 % secara tahunan. Jika dibandingkan antara triwulan II-2023 dan triwulan I-2023, volume itu turun 0,3 %. Hal itu memperpanjang penurunan yang dimulai pada triwulan IV-2022. WTO menyebutkan factor penyebabnya adalah permintaan global masih lemah dan terbebani lesunya pertumbuhan ekonomi di negara-negara maju, termasuk Uni Eropa dan China. Konflik di Ukraina juga memengaruhi perlambatan permintaan. ”Pada April 2023, WTO memproyeksikan perdagangan dunia tahun ini bisa tumbuh 1,7 %. Target itu masih dapat dicapai jika pertumbuhan perdagangan meningkat pada paruh kedua tahun ini,” sebut laporan itu.  Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal, Jumat (25/8) mengatakan, permintaan global, khususnya dari dua ekonomi besar dunia, yakni China dan AS, masih lemah. Hal itu menyebabkan perdagangan global akan tumbuh lambat hingga akhir tahun ini, bahkan tahun depan. (Yoga)


Bisnis Waralaba Akan Terus Meningkat

26 Aug 2023

Direktur Bina Usaha Perdagangan Kementerian Perdagangan Septo Soepriyatno, Jumat (25/8/2023), di Tangerang, Banten, menyatakan, pada 2021 ada 5.599 gerai beroperasi dengan sistem waralaba yang mengantongi omzet Rp 20,8 triliun. Bidang usaha itu menyerap tenaga kerja hingga 53.670 orang. ”Kami yakin, tren pertumbuhan bisnis waralaba di Indonesia akan terus meningkat,” ujarnya. (Yoga)

Perdagangan dengan Arab Saudi Diintensifkan

26 Aug 2023

Hubungan Indonesia dan Arab Saudi yang terjalin baik diharapkan dapat meningkatkan kinerja ekspor Indonesia. Kerja sama perdagangan terus diintensifkan dengan para pengusaha Arab Saudi. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyampaikan hal itu pada pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Arab Saudi Majid bin Abdullah al-Qasabi, Kamis (24/8/2023), di Jaipur, India. (Yoga)

Perencanaan Keuangan bagi Keluarga Muda

26 Aug 2023

Perencanaan keuangan bagi keluarga muda sangat penting untuk dilakukan. Keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran bisa terjaga. Jika diperlukan, utang pun dapat dikelola dengan baik melalui perencanaan sehingga tidak menjadi beban keuangan keluarga. Tujuan keuangan setiap keluarga tentu berbeda-beda sesuai keadaan ekonomi, sosial, latar belakang budaya, rencana memiliki keturunan, umur, dan sebagainya. Perencanaan keuangan yang dilakukan tentu harus mempertimbangkan aspek-aspek di atas.

Tips yang dapat dilakukan untuk merencanakan keuangan keluarga muda, antara lain: 1) Sikap terbuka antara suami dan istri untuk menyusun perencanaan keuangan. Kondisi keuangan, termasuk pendapatan yang dimiliki, pola pengelolaan keuangan, tujuan keuangan yang ingin dicapai. 2) Alokasi pendapatan yang diperoleh setiap bulan harus dikomunikasikan sejak dini. Alokasi pendapatan bagi suami dan istri yang sama-sama bekerja berbeda dengan keluarga dengan suami bekerja dan istri fokus menjadi ibu rumah tangga atau sebaliknya.

Alokasi pendapatan membantu keluarga agar tidak terjadi over-spending atau belanja berlebihan. 3) Mempersiapkan dana darurat dan asuransi. Dana darurat ini akan berguna jika terjadi hal yang tidak diinginkan dan membutuhkan dana yang dapat dicairkan dengan cepat. Misalnya, terjadi PHK. 4) Menabung dan berinvestasi. 5) Mempersiapkan prioritas kebutuhan. 6) Kelola utang. (Yoga)


Incar Peran Penyelenggara Bursa Karbon

26 Aug 2023

JAKARTA – Pendirian bursa karbon di dalam negeri menarik minat Indonesia Commodity & Derivatives Exchange Group. Lewat anak usahanya, yaitu Indonesia Climate Exchange (ICX), perusahaan pengelola bursa komoditas ini berencana mendaftar menjadi penyelenggara bursa karbon.

CEO ICX, Megain Widjaja, menuturkan pihaknya sudah bersiap sejak jauh-jauh hari untuk melayani perdagangan karbon. "Kami telah melakukan berbagai persiapan, baik dari sisi teknologi, infrastruktur, maupun sumber daya manusia," kata dia kepada Tempo, kemarin. Saat ini pun ICX telah mewadahi perdagangan karbon dengan memfasilitasi perdagangan sukarela perdana Renewable Energy Certificate (REC).

Sertifikat tersebut bersumber dari pembangkit listrik tenaga panas bumi dan pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Megain menuturkan bahwa transaksi REC yang sudah berjalan berjumlah 1.050 MWh dengan harga pembukuan lelang Rp 35 ribu dan penutupan lelang Rp 38 ribu atau naik 8,57 persen. (Yetede)

Setelah Gugatan Kreditor Waskita Ditolak

26 Aug 2023

JAKARTA – Pemerintah diminta memberikan kepastian mengenai pelunasan utang-utang obligasi PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Pasalnya, badan usaha milik negara (BUMN) bidang karya itu telah menunda pembayaran pokok dan bunga beberapa obligasi yang jatuh tempo. "Kreditor butuh jaminan piutang mereka bisa selamat. Maka dukungan pemerintah terhadap BUMN karya bisa menjadi isu positif," kata peneliti BUMN dari Universitas Indonesia, Toto Pranoto, kepada Tempo, kemarin. Per semester I 2023, Waskita tercatat memiliki utang senilai Rp 84,31 triliun, tertinggi di antara semua BUMN karya. Tidak adanya kepastian pembayaran obligasi membuat salah satu pemegang surat utang Waskita, Donny Hartarto Lasmana, mengajukan permohonan penundaan pembayaran kewajiban utang (PKPU) ke Pengadilan Niaga Jakarta. Pada Kamis lalu, majelis hakim memutuskan menolak permohonan tersebut dengan alasan pengajuan tagihan melalui jalur hukum harus melalui wali amanat. Donny adalah pemegang Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap II Tahun 2018 Seri B dengan nilai pokok Rp 5 miliar. Berdasarkan catatan Tempo, pembayaran bunga dan pokok obligasi tersebut semestinya dilakukan pada 23 Februari 2023, tapi ditunda menjadi 16 Juni 2023 setelah ada persetujuan dari para pemegang obligasi. (Yetede)