;
Kategori

Ekonomi

( 40789 )

Serba Salah Dampak Perlambatan Cina

26 Aug 2023

JAKARTA – Krisis properti Cina berpotensi merambat pada kinerja perdagangan internasional Indonesia. Terlebih, ketika raksasa pengembang properti Cina tersungkur ke jurang kebangkrutan seperti yang terjadi pada grup Evergrande. Perusahaan tersebut mengumumkan pailit pada 17 Agustus 2023 setelah mengalami krisis likuiditas berkepanjangan dan gagal bayar utang sebesar US$ 330 miliar atau setara dengan Rp 4.950 triliun (asumsi kurs 15 ribu per dolar Amerika Serikat).

Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia, Toto Dirgantoro, mengatakan krisis sektor properti Negeri Tirai Bambu berpotensi menekan kinerja ekspor, khususnya ekspor komoditas utama serta ekspor bahan baku bangunan, seperti batu bara, besi, baja, dan kayu. "Cina adalah konsumen terbesar komoditas Indonesia. Penurunan permintaan juga akan berdampak pada pelemahan harga komoditas dan kinerja ekspor secara keseluruhan," ujarnya kepada Tempo, kemarin, 25 Agustus 2023. 

Pelaku usaha, kata dia, mulai merasakan kelesuan permintaan dalam dua bulan terakhir, yang disebabkan oleh banyaknya perusahaan Cina yang menutup operasi atau mengurangi kapasitas produksi dan pembangunan. Toto berujar, pelaku usaha pun kelimpungan mencari pasar alternatif untuk menyerap suplai yang dimiliki karena kondisi krisis perekonomian itu tengah menjalar ke berbagai negara. "Posisinya serba salah. Ke Cina krisis, ke Amerika Serikat dan Eropa juga sedang krisis."  (Yetede)

Mengembalikan Langit Biru Jakarta

26 Aug 2023

Kualitas udara Jakarta semakin buruk. Pada Rabu, 23 Agustus lalu, situs IQAir mencatat indeks kualitas udara Jakarta anjlok ke angka 157. Warga Jakarta terpaksa menghirup udara tidak sehat. Pemerintah pun mengeluarkan imbauan untuk kembali wajib menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Hal itu dimaksudkan untuk mengurasi risiko gangguan kesehatan serius terhadap pernapasan, jantung, dan ancaman kanker. Di Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, misalnya, jumlah pasien dengan gejala batuk dan sesak napas meningkat sekitar 50 persen dari biasanya. Dari biasanya sekitar 30 pasien, kini yang memeriksakan kesehatannya di Poli Batuk dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mencapai 60 orang.

Berbagai Langkah dilakukan untuk mengembalikan udara Jakarta menjadi lebih layak. Kebijakan bekerja dari rumah (WFH) kembali diberlakukan untuk 50 persen aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama dua bulan sejak Senin lalu. Selain itu, berbagai instansi pemerintahan turut berupaya mengurangi polusi udara Ibu Kota. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar uji emisi kendaraan bermotor. Adapun untuk mengurangi debu dan menjaga kelembapan udara, tim gabungan Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya melakukan penyiraman sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan M.H. Thamrin, serta Jalan Jenderal Sudirman. (Yetede)

Rumah Apresiasi untuk Petani dan Pemetik Teh

25 Aug 2023

Kehadiran Rumah Teh Indonesia yang menyajikan dan memberi edukasi tentang specialty tea memberikan angin segar dan harapan bagi pemetik juga petani teh. Pasar lokal penikmat teh berkualitas pun diharapkan tumbuh. Tidak ingin pamor dan potensi teh terus layu, Redha T Ardias dan Iriana Ekasari mendirikan Rumah Teh Indonesia di Kota Bogor, Jabar, 8 Agustus 2023. Ini menjadi rumah teh pertama di Indonesia sebagai wadah untuk mengumpulkan teh-teh terbaik dari seluruh Indonesia. Senin (21/8) di sebuah meja panjang, Iriana menyiapkan sajian teh hitam (black tea) dari pucuk teratas (pucuk 1 sampai 4). Jenis black tea ini tercipta karena pengeringan dengan suhu tinggi, karena itu, saat penyajian jangan diseduh dengan air mendidih karena akan merusak rasa dan aroma teh. ”Rasa pahitnya dominan karena kafeinnya keluar terlalu banyak. First brew maksimal 95° C, lalu air tehnya dibuang, second brew pakai 90 ° C.

Suhu ini pas untuk mendeteksi varian rasa tehnya, seperti caramel, sitrus, honey,” kata Iriana yang sekaligus pendiri Sila Tea House itu. Redha pun turut menyajikan teh artisan atau  teh racikan dengan campuran berbagai bunga, rempah, dan herbal. Ia memastikan standar rasa asli teh tidak hilang atau tenggelam oleh berbagai campuran yang digunakan sebagai pelengkap dan penambah daya tarik orang untuk bisa menikmati teh yang disertai narasi di dalamnya. Mojang Geulis, misalnya, menggunakan pucuk pertama atau silver needle, yang harganya Rp 2,7 juta per kg dicampur dengan pandan, mawar, melati, dan amaran (bayam) sehingga menghasilkan cita rasa yang kaya. Saat ini, Rumah Teh Indonesia oleh Sila Tea House memiliki 50 varian teh yang dikumpulkan dari seluruh Indonesia, sebagai bagian dari strategi untuk menaikkan pamor teh Indonesia dan menarik masyarakat untuk mencoba cita rasa teh kualitas terbaik. (Yoga)


India Stop Ekspor Gula Mulai Oktober

25 Aug 2023

Pemerintah India melarang ekspor gula ke pasar global mulai Oktober 2023. Sedikitnya curah hujan dan upaya menjaga stabilitas harga dalam negeri jadi alasannya. Rencana ini disampaikan tiga sumber di kalangan Pemerintah India kepada kantor berita Reuters, Rabu (23/8/2023). Pada Juli 2023, Pemerintah India mengeluarkan larangan ekspor beras nonbasmati. (Yoga)

Jepang Buang Limbah Fukushima, China Stop Impor Hasil Laut

25 Aug 2023

Jepang mulai melepaskan air radioaktif olahan dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi ke Samudra Pasifik. Pembuangan tahap pertama sebanyak 7.800 meter kubik, setara air yang memenuhi tiga kolam renang ukuran olimpiade. Hasil tes operator PLTN Fukushima, Tokyo Electric Power Company (Tepco), menunjukkan hasil tes air olahan itu mengandung 63 becquerel (satuan radioaktivitas) tritium per liter, jauh di bawah batas air minum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 10.000 becquerel per liter. Tepco pada Kamis (24/8) mengumumkan pelepasan air olahan itu dimulai pukul 13.03 waktu setempat dan tidak ditemukan adanya kelainan.

Negara-negara tetangga Jepang, seperti Korsel, Korut, dan China, memprotes dan mendesak Jepang menghentikannya. China, Hong Kong, dan Makau bahkan melarang impor hasil laut dari Jepang karena sangat khawatir dengan risiko kontaminasi radioaktif. China berpandangan, Jepang belum membuktikan air olahan yang dibuang itu benar-benar aman. China, Hong Kong, dan Makau melarang impor hasil laut Jepang dari 10 wilayah di Jepang. ”Tindakan Jepang membuang air yang terkontaminasi itu tidak bertanggung jawab, ilegal, dan tak bermoral. Tak ada yang bisa membuktikan limbah dan bahan-bahan nuklir itu aman,” kata Jacay Shum (73), aktivis Hong Kong, yang menentang pembuangan air olahan itu. (Yoga)


Pemanfaatan Dana Pandemi Diperluas

25 Aug 2023

Berbagai sumber pendanaan kesehatan untuk pandemi di kawasan ASEAN perlu diintegrasikan secara efektif. Pemanfaatan dana tersebut perlu diperluas tidak hanya untuk menangani Covid-19. Dengan begitu, dana kesehatan yang tersedia bisa dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan dan respons terhadap risiko pandemi di masa depan. Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dana penanganan pandemi di kawasan ASEAN saat ini bersumber dari berbagai modalitas, baik dari sektor publik, swasta, maupun filantropi. Dana itu dinilai perlu diintegrasikan ke dalam satu dana kesehatan yang lebih terkoordinasikan.

”Dana yang ada di kawasan ASEAN sebaiknya menjadi satu dana kesehatan yang bisa menggabungkan, mengintegrasikan, sinkronisasikan tiap modalitas dan pendanaan. Dengan begitu, kita bisa membentuk skema pendanaan nasional, regional, dan global agar penyaluran dana lebih efektif dan efisien,” ujar Budi dalam konferensi pers terkait acara ”ASEAN Finance and Health Ministerial Meeting”, Kamis (24/8) di Jakarta. Sebelumnya, ASEAN membentuk dana darurat khusus untuk Covid-19, yang telah terkumpul 17,7 juta USD. Sebagian dana tersebut digunakan untuk pengadaan vaksin Covid-19. (Yoga)


ASEAN Masih Menghadapi Kesenjangan Pembiayaan

25 Aug 2023

Tantangan pembiayaan infrastruktur yang dihadapi negara-negara Asia Tenggara semakin kompleks seiring ancaman perubahan iklim dan kapasitas fiskal pemerintah yang tertekan akibat pandemi. Upaya menarik minat sektor swasta untuk ikut berinvestasi di proyek pembangunan infrastruktur juga tidak mudah. Kajian Bank Pembangunan Asia (ADB) mengestimasi, negara-negara ASEAN membutuhkan total dana investasi 2,8 triliun USD sampai 3,1 triliun USD hingga tahun 2030 untuk  mengembangan infrastruktur. Artinya, setiap tahun dibutuhkan 184 miliar USD sampai 210 miliar USD untuk membiayai pembangunan infrastruktur. Untuk kasus Indonesia, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dibutuhkan total dana Rp 6.445 triliun untuk penyediaan infrastruktur.

Dari nilai tersebut, pemerintah melalui APBN dan APBD hanya mampu menyediakan dana Rp 2.385 triliun, BUMN/BUMD menanggung Rp 1.353 triliun, sisanya diharapkan bisa dipenuhi dari investasi sektor swasta, yakni Rp 2.707 triliun. Pada acara High Level Dialogue on Promoting Sustainable Infrastructure Development dalam rangka Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN (AFMGM) Ke-2 yang digelar di Jakarta, Kamis (24/8) Menkeu Sri Mulyani mengatakan, total dana investasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan infrastruktur di ASEAN tidak kecil. Masih ada problem klasik berupa kesenjangan pembiayaan infrastruktur yang nyata alias selisih antara kebutuhan pendanaan untuk penyediaan infrastruktur dan realisasi dana yang tersedia. ”Kesenjangan ini berdampak pada daya saing dan produktivitas suatu negara. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran khusus untuk infrastruktur, tetapi itu tidak bisa ditanggung sendiri. Perlu dukungan pendanaan yang signifikan dari sektor swasta,” kata Sri Mulyani. (Yoga)


BI Terbitkan Instrumen Moneter Baru

25 Aug 2023

Bank Indonesia (BI) akan mengeluarkan instrumen moneter baru bernama Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mulai 15 September 2023. Gubernur BI Perry Warjiyo, Kamis (24/8/2023), menjelaskan, SRBI merupakan instrumen moneter untuk mengelola likuiditas, mendukung pendalaman pasar uang, dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. (Yoga)

Dunia Usaha Minta Ada Kebijakan Selain WFH

25 Aug 2023

Kalangan dunia usaha meminta agar pemerintah menerapkan juga kebijakan-kebijakan lain untuk mengurangi polusi udara selain bekerja dari rumah (WFH). Sebab, pascapandemi, kini kalangan usaha sedang berusaha bangkit. ”Apakah tepat bila sudah kembali diterapkan WFH, khususnya bagi kalangan swasta? Saat ini, pelaku usaha tengah berjuang untuk membenahi lini bisnisnya,” kata Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Diana Dewi, Kamis (24/8/2023). (Yoga)

Bersiap Menadah Rezeki dari Bursa Karbon

25 Aug 2023

Indonesia bakal segera memiliki bursa karbon, seiring terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 14/2023 tentang Bursa Karbon. Penyelenggara bursa karbon tidak cuma satu. Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik menyatakan, BEI segera mendaftar sebagai salah satunya. Calon pemain lain, ICX, anak usaha Indonesia Commodity and Derivatives Exchange. Bahkan, ICX sudah memfasilitasi perdagangan perdana salah satu produk bursa karbon, yakni Renewable Energy Certificate (REC). Sejumlah emiten diperkirakan bakal menuai berkah dari kehadiran bursa karbon, salah satunya PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). Manager Corporate Communication & Stakeholder Management PGEO, Muhammad Taufik bilang, PGEO siap berkontribusi di bursa karbon. Analis Saham Rakyat by Samuel Sekuritas, Billy Halomoan membagi emiten yang bisa menuai berkah dari bursa karbon. Pertama, emiten yang fokus ke ekonomi hijau, seperti PGEO, PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) dan PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN). Kedua, emiten yang mengejar efisiensi energi dan reduksi emisi, serta diversifikasi ke energi hijau. Emiten di kelompok ini adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO).