Ekonomi
( 40512 )Tanda Bahaya Pelemahan Ekonomi Cina
JAKARTA — Efek pelemahan ekonomi Cina mulai merambat ke perekonomian Indonesia. Ketua Umum Gabungan Pelaku Usaha Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno mengatakan bahwa pelaku usaha mulai mengalami keresahan yang diawali dengan terjadinya gangguan suplai bahan baku untuk kebutuhan industri manufaktur dengan tujuan ekspor.
“Ini khususnya terjadi di industri tekstil di mana perusahaan-perusahaan pemasok dari Cina mengalami masalah keuangan, sehingga kami harus mencari alternatif penggantinya,” kata dia kepada Tempo, kemarin, 20 Agustus 2023. Bahan baku yang dimaksudkan antara lain kain jadi, sehingga eksportir harus melakukan penyesuaian kepada konsumen. “Akhirnya mencari pemasok pengganti yang sudah disetujui oleh branded buyer dari negara pengimpor.”
Menurut Benny, kendala rantai pasok berkepanjangan berpotensi terjadi karena sebagian besar bahan baku manufaktur untuk tujuan ekspor maupun domestik bergantung pada Cina. Selain sebagai tujuan ekspor utama, di sisi lain, Cina memang merupakan negara asal impor terbesar bagi Indonesia. “Sehingga apa yang terjadi di Cina pasti berpengaruh pada perdagangan Indonesia maupun global,” ujarnya. (Yetede)
Alarm Penurunan Penjualan Hunian
JAKARTA – Kinerja moncer para pengembang properti dianggap belum menjadi jaminan pertumbuhan bisnis hunian hingga akhir tahun ini. Tren penjualan residensial di pasar primer masih melemah secara tahunan. Pada kuartal kedua tahun ini, penjualan produk tersebut menurun 12,30 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY), begitupun pada kuartal pertama yang terkontraksi 8,26 persen.
“Kinerja marketing sales sebagian besar emiten properti diperkirakan cenderung menurun,” ucap ekonom dari PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede, kepada Tempo, kemarin, 20 Agustus 2023. Menurut Josua, penjualan rumah tipe kecil dan tipe menengah masing-masing tertekan sebesar 15,81 persen dan 15,17 persen secara tahunan pada triwulan kedua 2023. Adapun penjualan segmen rumah besar tumbuh 15,11 persen, itu pun setelah sempat turun 6,82 persen year-on-year pada kuartal pertama tahun ini. Tingginya suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) menjadi salah satu hambatan utama penjualan hunian primer. “Belum lagi proporsi uang muka dalam pengajuan KPR juga tinggi.”
Walau penjualan tertahan, dia meneruskan, volume KPR rumah tapak sebenarnya tumbuh 10,82 persen secara tahunan pada Juni 2023, unggul dari angka pertumbuhan pada 2022 yang berkisar 7,82 persen. Masalahnya, kredit macet (NPL) kredit pemilikan rumah tapak juga naik hingga 2,51 persen selama paruh pertama tahun ini.
Kinerja mengkilap bisnis properti belakangan ini terusik oleh kabar tumbangnya Evergrande, entitas pengembang asal Cina yang mengelola lebih dari 1.300 proyek real estate. Grup usaha asal Shenzhen, Cina, yang memiliki delapan entitas itu tercatat berutang hingga US$ 340 miliar atau lebih dari Rp 4.400 triliun. Evergrande diketahui sudah menjual saham dengan diskon besar-besaran sejak November 2021. Efisiensi itu disusul dengan penutupan lebih dari 30 bangunan akomodasi mereka sepanjang 2022. (Yetede)
Getol Cari Pasar Ekspor Alternatif
JAKARTA — Pelemahan perekonomian Cina membuat pelaku usaha harus memutar otak mencari pasar ekspor alternatif. Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI), Toto Dirgantoro, berujar, upaya pencarian pasar baru terus dilakukan dari kawasan Asia Selatan, Amerika Selatan, Timur Tengah, hingga Afrika. Meski demikian, menurut dia, hasil perdagangan yang dilakukan belum signifikan jika dibandingkan dengan hasil perdagangan dengan negara mitra tujuan ekspor utama, khususnya Cina.
“Situasi saat ini cukup berat karena krisis yang terjadi sebenarnya multidimensi, krisis global, semua ikut memikul dampaknya. Kami mencoba buka pasar baru, tapi hasilnya belum seberapa,” ujar Toto kepada Tempo, kemarin, 20 Agustus 2023. Menurut dia, ada sejumlah faktor yang menyebabkan diversifikasi pasar tidak semudah yang dibayangkan. Pertama, terkait dengan biaya logistik yang relatif lebih mahal dan menimbulkan beban biaya tambahan bagi pelaku usaha. “Syarat produk suatu negara bisa menguasai negara lain itu kalau bisa menguasai logistiknya.” Biaya logistik yang dimaksudkan tak hanya untuk angkutan laut, tapi juga udara dan darat.
Di satu sisi, kondisi psikologis konsumen di berbagai negara dunia cenderung dalam kondisi menunggu dan memilih menahan belanja. Terlebih, tingkat inflasi secara global terkerek naik. “Jadi, daya beli ikut merosot di tengah situasi krisis ini sehingga benar-benar sulit bagi produk kita untuk bisa bersaing dan berekspansi.” (Yetede)
Mewaspadai Efek Selisih Bunga yang Kian Sempit
Arah suku bunga sejumlah bank sentral masih akan menjadi penentu pergerakan pasar keuangan dalam beberapa pekan ke depan. Yang jadi perhatian pasar dalam negeri, kini selisih suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dan bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve semakin menyempit.
Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang digelar pada 23-24 Agustus 2023, sejumlah ekonom dan analis keuangan memproyeksikan BI tetap mempertahankan bunga acuan. Alhasil, jarak bunga acuan Fed dan BI 7-
days reverse repo rate
cuma berselisih tipis antara 0,25%-0,5%. Saat ini suku bunga acuan BI ada di posisi 5,75%, sementara bunga Fed ada di level 5,25%-5,50%. Situasi ini dikhawatirkan memicu arus keluar dana asing dari pasar keuangan Indonesia. Dalam sepekan terakhir, misalnya, sekitar Rp 3,6 triliun dana asing keluar dari bursa saham dalam negeri.
Toh,
Associate Director of Research and Investment
Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, menyempitnya
spread
bunga Fed dan BI Rate karena fundamental Indonesia menguat, Tapi, peringkat Indonesia masih BBB. Sedangkan peringkat AS di posisi AAA.
Research & Education Coordinator
Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin sepakat, kenaikan bunga Fed yang kemungkinan terjadi pada September atau November bisa membuat investor kian memburu dollar AS. Sehingga rupiah dan IHSG mengalami tekanan. Namun, Nanang menilai kondisi ini hanya bersifat sementara. Pasar melihat ruang kenaikan suku bunga akan berakhir dan terbuka ruang terjadi pemangkasan pada tahun depan.
Anggaran Belanja Populis Melejit di Tahun Politik
Dorongan anggaran belanja pemerintah pusat ke perekonomian Indonesia tahun depan, tampaknya akan lebih minim. Sebab, dorongannya terhadap konsumsi rumahtangga tak signifikan. Sementara kontribusi terhadap investasi malah turun.
Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024, alokasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp 2.446,54 triliun, tumbuh 6,5% dari
outlook
2023 sebesar Rp 2.298,24 triliun.
Dari jumlah itu, alokasi terbesar untuk belanja pegawai mencapai Rp 481,42 triliun, selain untuk pembayaran bunga utang sebesar Rp 497,32 triliun. Bahkan, belanja pegawai tumbuh dua digit mencapai 11,32% dibanding
outlook
2023. Kenaikan ini sejalan dengan usulan kenaikan gaji aparatur sipil negara (ASN) dan pensiunan ASN yang pemerintah usulkan 8%.
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemkeu) Isa Rachmatawarta bilang, anggaran belanja pegawai tahun depan meningkat karena kebijakan kenaikan gaji dan pensiun ASN.
Di sisi lain, Isa menyatakan, anggaran belanja barang dan belanja modal pada 2024 meningkat dari alokasi dalam APBN 2023. Menurutnya, tingginya outlook belanja barang 2023 lantaran memperhitungkan peningkatan pagu penggunaan penerimaan negara bukan pajak dan badan layanan umum (PNBP/BLU).
Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Yusuf Rendy menilai, lebih rendahnya anggaran belanja modal berarti akan memberikan efek berganda yang lebih kecil ke komponen investasi dibanding tahun ini. Sementara komponen belanja pegawai, belanja bansos, dan subsidi yang masing-masing mencatatkan peningkatan, akan berdampak positif terhadap konsumsi rumah tangga.
Penjualan Semen Mulai Kokoh Lagi
Permintaan semen domestik pada Juli 2023 berhasil bertumbuh. Merujuk pada data Asosiasi Semen Indonesia, penggunaan semen pada Juli 2023 mencapai sebanyak 5,8 juta ton. Jumlah tersebut meningkat sebesar 9,7% secara bulanan dan tumbuh 12,6% secara tahunan.
Penjualan semen curah tumbuh sebesar 19,3% secara tahunan alias
year on year
(yoy). Kontribusi pertumbuhan terbesar dari Kalimantan, terdorong oleh pelaksanaan proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di wilayah ini.
Sementara itu, penjualan semen kantung tumbuh sebesar 10,2% secara tahunan yang disokong oleh pertumbuhan penjualan dari luar Jawa. Tapi kalau secara kumulatif, penjualan semen dari Januari hingga Juli 2023 mencapai 33,2 juta ton, masih turun 2,3% yoy.
Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Daniel A Widjaja mengatakan, permintaan akan semen nasional mulai membaik di awal paruh kedua 2023 ini. Di sisi lain, harga semen kantong di Pulau Jawa sudah cukup stabil dan tidak ada perang harga antara pemain tier-1 dan tier-2.
Penjualan semen nasional yang tumbuh juga tercermin pada kinerja PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP). Penjualan semen INTP pada Juli 2023 mencapai 1,7 Juta ton, naik sebesar 25% secara tahunan.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Andreas Saragih menyematkan
rating overweight
di sektor semen, dengan saham INTP sebagai pilihan utama alias
top picks.
Emiten Kesehatan Semakin Pulih
Saham-saham sektor kesehatan masih punya prospek yang positif meski Indonesia sudah terlepas dari pandemi Covid-19. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, kinerja sektor kesehatan akan ditopang oleh beberapa faktor.
Pertama, stabilitas perekonomian domestik yang terjamin sehingga dapat menopang permintaan di sektor kesehatan. Kedua, gangguan polusi udara di Jabodetabek mendorong masyarakat memanfaatkan jasa kesehatan untuk mencegah maupun mengobati penyakit yang timbul dari kondisi udara yang tidak sehat ini.
Ketiga, penggunaan BPJS Kesehatan juga akan memberikan keuntungan bagi emiten sektor kesehatan karena membuat masyarakat lebih mampu mengakses fasilitas kesehatan. Keempat, pengesahan Omnibus Law UU Kesehatan dapat mendorong masyarakat untuk tidak berobat ke luar negeri.
UU Kesehatan tersebut salah satunya dirancang untuk mengatasi masalah utama di sektor kesehatan, yakni kekurangan jumlah dokter spesialis di Indonesia. Saat, ini masih terdapat sejumlah WNI yang memilih berobat ke Malaysia dan Singapura ketimbang dalam negeri.
Dalam riset tanggal 7 Agustus 2023, Analis Samuel Sekuritas Jonathan Guyadi dan Brandon Boedhiman mengatakan, ketiga emiten kesehatan yang mereka analisa yakni Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), Siloam International Hospitals Tbk (SILO), dan Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) membukukan pendapatan gabungan Rp 4,9 triliun di kuartal II-2023. Jumlah tersebut turun 0,9% secara kuartalan, tetapi meningkat 16,3% tahunan.
Dalam riset tanggal 18 Juli 2023, Analis Ciptadana Sekuritas Erni Marsella Siahaan dan Nicko Yosafat menilai, UU Kesehatan menghilangkan banyak hambatan terkait kekurangan tenaga dokter serta memperluas distribusi dokter spesialis.
BERKELIT DARI SITUASI SULIT
Setumpuk utang oleh BUMN Karya berdampak pada nasib mitra kerja atau subkontraktor perusahaan-perusahaan pelat merah. Bahkan, tak sedikit dari para mitra itu yang memilih menempuh jalur pengadilan untuk meminta kepastian hukum. Seiring dengan masifnya proyek infrastruktur yang diikuti dengan alokasi belanja negara dalam porsi yang besar, mestinya keberadaan proyek-proyek itu tidak hanya berdampak pada terbangunnya konektivitas, tetapi turut berdampak pada pelaku ekonomi di daerah. Pemerintah melalui Kementerian BUMN perlu menempuh solusi jitu agar perusahaan pelat merah sektor konstruksi mampu kembali memeperbaiki performa keuangannya.
BSI dan Putri Ariani: “Wujudkan Mimpimu untuk Indonesia Maju”
Perayaan Hari Ulang Tahun ke-78 Kemerdekan Repubik Indonesia menjadi panggung spesial bagi penyanyi Putri Ariani. Setelah tampil menghibur di Istana Negara pada perayaan Hari Ulang Tahun ke-78 Kemerdekaan Repubik Indonesia, Putri Ariani yang juga brand ambassador PT Bank Syariah Indonesia Tbk. memukau ribuan masyarakat yang tumpah ruah memadati Kawasan Bundaran HI pada Minggu (20/8). PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) bersama Putri Ariani menyapa masyarakat lewat ajang “Level Up with BSI & Putri Ariani: Tunjukkan Nilaimu, Wujudkan Mimpimu.”Pada ajang tersebut, Putri Ariani berkesempatan meminta restu masyarakat dari berbagai penjuru Tanah Air sebelum kembali mengikuti final America’s Got Talent yang juga telah mengharumkan Indonesia di ranah dunia.Corporate Secretary BSI Gunawan Arief Hartanto mengatakan bahwa acara tersebut merupakan bentuk komitmen BSI untuk mendorong semangat anak muda untuk terus meningkatkan kapasitas diri, menjadi versi terbaik dari diri masing-masing dan punya daya juang tinggi untuk mencapai cita-cita.
Sementara itu, SVP Digital Banking BSI Riko Wardhana mengemukakan bahwa BSI memiliki slogan menjadi Sahabat Finansial, Sahabat Sosial,danSahabat Spiritual. Melalui acara Level Up with BSI & Putri Ariani, lanjut Riko, BSI juga ingin menjadi Sahabat Sehat yang mendorong masyarakat untuk memiliki gaya hidup yang sehat. Sehat dari sisi spiritual, sehat dari sisi jasmani dan sehat secara finansial.
Seperti diketahui, hingga Mei 2023, transaksi di BSI didominasi oleh BSI Mobile dengan jumlah transaksi mencapai lebih dari 140 juta transaksi.
Jerat Utang BUMN
Bagi perusahaan, pendanaan yang bersumber dari utang merupakan hal yang lumrah saja. Ia menjadi salah satu alternatif dalam menopang operasional maupun mengakselerasi bisnis. Utang bakal menjadi masalah, manakala perusahaan mulai kepayahan dalam melunasinya. Amat disayangkan, gelagat itu muncul dari kalangan korporasi pelat merah alias badan usaha milik negara (BUMN), khususnya sektor konstruksi. Teranyar, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. menjadi sorotan lantaran tak dapat membayar bunga dan pokok obligasi berkelanjutan IV senilai Rp135,5 miliar yang jatuh tempo pada 6 Agustus 2023. Perseroan pun kini melakukan reviu master restructuring agreement (MRA) sebagai salah satu upaya menangani persoalan tersebut. Selaras dengan hal itu, manajemen Waskita Karya juga menjamin tetap berusaha untuk memastikan penyelesaian proyek-proyek yang berjalan tidak terganggu walaupun pembayaran obligasi tertunda. (Bisnis, 16/8). Sejumlah perusahaan pelat merah pun akan turut membantu meringankan masalah yang menimpa Waskita Karya baik secara langsung maupun tidak langsung. Bank-bank BUMN pemberi kredit akan terlibat dalam upaya restrukturisasi. Ada pula rencana Kementerian BUMN untuk melakukan inbreng atau pengalihan saham pemerintah dari Waskita Karya ke PT Hutama Karya yang ditarget rampung awal 2024. Persoalan utang BUMN memang telah menjadi perhatian berbagai kalangan sejak lama. Malah dalam pidato di Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I tahun Sidang 2023—2024 pekan lalu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani kembali menguak adanya persoalan tersebut. Jika ditelusuri, utang obligasi dari tiga BUMN Karya yakni PT Waskita Karya (Persero) Tbk.; PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.; dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.; yang akan jatuh tempo pada 2023, tembus Rp1,56 triliun. Menteri BUMN Erick Thohir bahkan mengeklaim sejatinya rasio utang BUMN terhadap ekuitas saat ini masih berada pada posisi sehat. Menurutnya, total utang BUMN saat ini mencapai Rp1.600 triliun, dengan total ekuitas Rp3.200.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









