;
Kategori

Ekonomi

( 40789 )

Indonesia Pilihan Pertama Investasi dan Relokasi Korsel

24 Aug 2023

JAKARTA,ID-Indonesia bakal menjadi negara pilihan pertama bagi investor Korea Selatan (Korsel) sebagai tujuan investasi mau pun relokasi industri ke depan, mengalahkan negara-negara seperti Vietnam dan India yang selama ini menjadi favorite bagi banyak investor global. Diantara alasan dipilihnya Indonesia adalah ketersediaan bahan baku industri yang melimpah dan stabilitas politik yang terjaga.  Sementara pemerintah berjanji akan terus meningkatkan kepastian hukum sebagai salah satu kunci agar realisasi investasi di tanah Air makin meningkat. Dalam hal ini, Kementerian Investasi/Badan Koordinasi  Penanaman Modal (BKPM) bakal mengoptimalkan peran Sistem Online Single Submission (OSS) sebagai upaya mempermudah proses pengurusan izin bagi pelaku usaha. hal tersebut mengemuka dalam diskusi Investor Daily Roundtable (IDR) seri 3 yang digelar Investor Daily dan B-Universe di Plataran Senayan. "Bagaimana Meningkatkan Investasi Indonesia di Tengah Kelesuan?" Seperti pada dua seri sebelumnya, diskusi Inevestor Daily Roundtable seri 3 tersebut kembali dipandu oleh Komisaris Utama B-Universe, Engartiasto Lukita. Lee mengatakan, kegigihan pemerintah Indonesia untuk meyakinkan bahwa Indonesia  adalah negara tepat untuk berinvestasi membuat investasi Korsel di Indonesia terus meningkat. (Yetede)

Laba Bersih Adaro Lampaui Estimasi

24 Aug 2023

JAKARTA,ID-Laba bersih PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) semester I-2023 merosot 27,94% menjadi US$ 873,83, dibandingkan semester 1 tahun lalu. Jumlah itu melampaui estimasi konsensus analis yang direkap Bloomberg sekaligus estimasi Mandiri Sekuritas (Mansek). Sementara itu, pendapatan raksasa batu bara Indonesia ini turun 2% menjadi US$ 3,47 miliar, sedangkan beban pokok pendapatan naik hingga 34% menjadi US$ 2,03 miliar. Semester I-2023, volume produksi dan penjualan seluruh entitas bisnis Adaro naik 19% masing-masing menjadi 33,41 juta ton dan 32,62 juta ton. Namun, harga jual rata-rata batu bara Adaro turun 18%. Adapun keuangan perseroan tetap sehat dengan posisi kas bersih US$ 1,32 miliar hingga akhir Juni 2023. "Semester I-2023 menunjukkan kekuatan operasional Adaro di tengah fluktuasi  harga dan kenaikan biaya. Walaupun ada tantangan-tantangan ini, kami berhasil mencatat margin yang sehat dengan menghasilkan laba inti US$ 1,024," kata Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Adaro Energy Garibaldi Thohir, Rabu (23/08/2023). (Yetede)

Berbenah NPL, Perbankan Jual Aset Kredit Macet

24 Aug 2023

JAKARTA,ID-Memasuki akhir kuartal III-2023, sejumlah bank melakukan bersih-bersih macet (non-performing loan/NPL), salah satunya dengan melakukan penjualan aset debitur bermasalah. Dengan aksi tersebut, diharapkan dapat menekan NPL bank tahun ini. Merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada Juni 2023 NPL gross industri perbankan berada di level 2,44%, membaik dari posisi  Desember 2022 tercatat sama di level 2,44%. Sementara secara tahunan, NPL gross bank ini menurun, dari 2,86% pada juni 2022. Terkait langkah perbangkan dalam penjualan aset dari debitur bermasalah, OJK mengingatkan agar tetap memperhatikan risiko dan tata kelola yang baik. "OJK selalu meminta agar langkah-langkah bank, dalam rangka penyelesaian kredit bermasalah, harus tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku, kewajaran transaksi, termasuk aspek manajemen resiko dan tata kelola yang baik," jelas Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, dikutip Rabu (23/08/22023). (Yetede)

Derasnya Arus Mudik Modal Asing

24 Aug 2023

JAKARTA – Selisih suku bunga acuan Bank Indonesia, BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI Rate), dengan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, makin tipis setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan secara agresif sepanjang tahun ini. Akibatnya, arus modal asing deras meninggalkan Tanah Air atau capital outflow. Suku bunga acuan Amerika atau Fed Fund Rate saat ini berada di level 5,25-5,50 persen, hanya terpaut 0,25 persen dari BI Rate yang berada di level 5,75 persen. Adapun The Fed menaikkan bunga acuan untuk meredakan tekanan inflasi.

Kenaikan suku bunga The Fed yang menyebabkan selisih dengan suku bunga di Indonesia menipis membuat aset di Amerika tersebut lebih menarik investor. Para investor pun menjual aset di Indonesia untuk dialihkan ke Negeri Abang Sam. Pergerakan arus modal keluar berturut-turut terjadi di Tanah Air sejak The Fed memutuskan kenaikan suku bunganya akhir Juli lalu. Pada pekan ketiga Agustus, capital outflow yang terjadi sebesar Rp 6,79 triliun, yang terdiri atas jual neto di pasar surat utang atau Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 3,65 triliun serta jual neto di pasar saham sebesar Rp 3,14 triliun. Secara akumulasi, sepanjang bulan ini, investor asing tercatat membukukan jual bersih hingga lebih dari Rp 17,55 triliun. (Yetede)

Dilema Suku Bunga

24 Aug 2023

JAKARTA — Langkah bank sentral menetapkan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia 7-Days Reverse Repo Rate (BI Rate) bulan ini diproyeksi tak akan mudah. Selisih BI Rate yang makin tipis dengan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) atau Fed Fund Rate menimbulkan dilema antara menaikkan bunga untuk memperlebar gap atau tetap mempertahankan level suku bunga saat ini untuk mendukung upaya pemulihan pertumbuhan ekonomi tetap ekspansif. Fed Fund Rate saat ini berada di level 5,25-5,50 persen, hanya terpaut 0,25 persen dari BI Rate yang berada di level 5,75 persen. Adapun hasil kebijakan ketetapan suku bunga acuan akan diumumkan Bank Indonesia dalam hasil Rapat Dewan Gubernur hari ini.

Ekonom dari LPEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Teuku Riefky, menilai, Bank Indonesia masih perlu menahan suku bunga acuan di level saat ini guna menahan tekanan eksternal terhadap rupiah dan adanya potensi kenaikan lanjutan Fed Fund Rate sebelum akhir tahun. “Kami melihat BI perlu mempertahankan suku bunga acuan 5,75 persen dengan tetap memantau stabilitas rupiah dan menjaga inflasi,” ujarnya, kemarin, 23 Agustus 2023. Adapun tingkat bunga tersebut sudah dipertahankan bank sentral setidaknya dalam delapan bulan terakhir atau sejak Januari 2023. (Yetede)

Menjaga Bara Bisnis Ventura

24 Aug 2023

JAKARTA – Para pengelola modal ventura dianggap masih memiliki peluang untuk bertahan di tengah tekanan bisnis digital. Direktur Center of Economics and Law Studies, Bhima Yudhistira Adhinegara, mengatakan bahwa sektor harus konsisten menghimpun dan menyalurkan dana agar tetap sehat.

Salah satu strategi yang bisa dilakukan jika usaha rintisan atau startup yang dibiayai terus merosot, kata Bhima, perusahaan modal ventura bisa menawarkan kepemilikan saham kepada investor lain (private offering). “Cara ini menjadi salah satu alternatif. Para pengelola modal ventura pun bisa mendorong startup potensial segera melantai di pasar modal,” tuturnya kepada Tempo, kemarin, 23 Agustus 2023.

Menurut Bhima, inkubasi atau program pendampingan yang disediakan para penyokong modal ventura menjadi lebih ketat sejak masa pandemi. Saat ini, dia meneruskan, para penyokong dana hanya melirik startup yang dibutuhkan oleh pasar. Model bisnis penggenjot promosi—sering diistilahkan sebagai bakar uang—juga dianggap tak lagi menarik bagi investor. (Yetede)

Reformasi Birokrasi dan Revisi Undang-Undang ASN

24 Aug 2023

Salah satu indikator untuk mengukur kualitas reformasi birokrasi adalah indeks efektivitas pemerintahan, yang mencerminkan kualitas pelayanan publik, kualitas aparatur sipil negara (ASN) dan independensinya, serta kualitas perumusan kebijakan hingga kredibilitas komitmen pemerintah. Bank Dunia mencatat efektivitas pemerintahan Indonesia berada di peringkat ke-62 dengan skor 0,38 pada 2021 dalam skala -2,5 yang terendah hingga 2,5 yang tertinggi. Tetangga kita di ASEAN, Singapura, adalah negara dengan birokrasi terbaik di dunia. Adapun Fiji, salah satu negara yang pernah belajar dari Indonesia, memiliki peringkat lebih baik dari kita dengan posisi di urutan ke-52.

Setelah 25 tahun reformasi berlangsung, target indeks efektivitas birokrasi masih jauh dari kata sukses. Misalnya, target pemerintah untuk mendapatkan skor 0,5 pada 2014 gagal dicapai. Dalam dua periode pemerintahan Joko Widodo, indeks ini seakan-akan tenggelam dan pemerintah lebih memilih instrumen buatan sendiri untuk mengukur kesuksesannya. Alih-alih memperkuat reformasi birokrasi, eksekutif dan legislatif malah sibuk membahas revisi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN. Ini termasuk eksistensi Komisi ASN dan “operasi penyelamatan” tenaga honorer non-ASN, yang semula hanya untuk honorer kategori dua (K2) yang berjumlah 300 ribuan tapi kini meledak hingga 2 jutaan orang. Beragam kebijakan eksotis pun belum secara tuntas dan kontekstual menjawab tuntutan menuju birokrasi yang efektif. Orientasi agenda reformasi birokrasi tampaknya semakin jauh dari harapan. (Yetede)

Retribusi Wisman ke Bali Mulai Februari 2024

23 Aug 2023

Pengenaan retribusi 10 dollar AS atau sekitar Rp 150.000 kepada setiap wisatawan mancanegara yang masuk ke Bali akan diberlakukan mulai Februari 2024. ”Peraturan daerah mengenai penerapan retribusi sudah selesai. Tinggal menunggu peraturan gubernur Bali mengenai tata cara pemungutan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Bali Tjok Bagus Pemayun, Senin (21/8/2023) malam, di Jakarta. (Yoga)

Inklusi Keuangan Ciptakan Kesejahteraan

23 Aug 2023

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Selasa (22/8/2023), di Jakarta mengatakan, inklusi keuangan yang makin luas diharapkan akan mendorong kesejahteraan masyarakat. Dengan mengakses layanan jasa keuangan, masyarakat bisa mendapat permodalan. (Yoga)

ASEAN Didorong Memakai Bauran Moneter-Fiskal

23 Aug 2023

Negara-negara ASEAN didorong untuk menyusun dan mengimplementasikan kerangka kerja bauran kebijakan moneter dan fiskal. Berkat bauran kebijakan selama pandemi Covid-19, perekonomian Indonesia lebih tahan terhadap gejolak eksternal dan tetap tumbuh. Hal itu mengemuka dalam High-Level Seminar on Frame- works for Integrated Policy: Experiences and The Way Forward yang merupakan bagian dari rangkaian acara pertemuan Menteri-menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Negara Asia Tenggara atau ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (AFMGM) Ke-2 di Jakarta, Selasa (22/8).

Kepala Departemen Internasional BI Rudy Brando Hutabarat mengatakan, upaya menekankan pentingnya bauran kebijakan untuk stabilitas ekonomi di kawasan ASEAN menjadi salah satu dari tiga agenda utama dalam keketuaan Indonesia pada jalur keuangan ASEAN tahun ini. Dua agenda utama lainnya adalah mendorong konektivitas sistem pembayaran antarnegara Asia Tenggara dan mendorong penggunaan penyelesaian transaksi dengan mata uang lokal (local currency transaction). (Yoga)