Menimbang Saham BUMN Unggulan
Belum lama ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengocok ulang indeks BUMN20, yang berisi saham-saham pelat merah paling likuid. Dalam
rebalancing
terbaru, saham emiten jasa konstruksi PT Waskita Karya Tbk (WSKT) didepak dan digantikan oleh PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON).
Keluarnya WSKT dari indeks BUMN20 tak lepas dari masalah utang yang tengah membayangi emiten itu. Imbasnya, BEI menggembok sementara alias mensuspensi perdagangan saham WSKT sejak 8 Mei 2023. Terlepas dari sentimen negatif tersebut, kinerja indeks BUMN20 masih positif. Sejak awal tahun 2023 ini, indeks BUMN20 memberikan
return
sebesar 1,45%, lebih tinggi ketimbang
return
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan indeks IDX30. Sejak awal tahun IHSG baru menguat 0,23% ke level 6.866,03. Sedangkan IDX30 tumbuh 1,28%.
Associate Director of Research and Investment
Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan, kendati beberapa saham BUMN jasa konstruksi tengah dilanda sentimen negatif akibat utang tinggi dan arus kas yang seret, sejumlah saham BUMN lain masih menarik dicermati. Misalnya, saham BUMN sektor infrastruktur non-jasa konstruksi.
Fajar Dwi Alfian, Investment Analyst
Infovesta Kapital Advisori, mengatakan performa positif indeks BUMN20 masih bisa dijadikan acuan dalam menyusun portofolio investasi.
Sampai saat ini, Fajar mengatakan emiten perbankan yang tergabung dalam Himbara masih menjadi pilihan karena memiliki fundamental yang kuat serta prospek yang menjanjikan. Misalnya saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) masih bisa dikoleksi dengan target harga masing-masing di Rp 1.810 dan Rp 5.975 per saham.
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023