;
Kategori

Ekonomi

( 40789 )

Dokumen JETP Dinegosiasikan Ulang

24 Aug 2023

Pemerintah membutuhkan waktu untuk menegosiasikan isi dokumen perencanaan investasi pada Kerja Sama Transisi Energi yang Adil atau JETP. Masih banyak isu mendasar yang perlu dinegosiasikan ulang, termasuk upaya untuk mendapat porsi dana hibah yang lebih besar dari total komitmen pendanaan senilai 20 miliar USD. Sebelumnya, pemerintah sempat menunda peluncuran Dokumen Perencanaan dan Kebijakan Investasi Komprehensif (CIPP) JETP, dari seharusnya pada 16 Agustus 2023 menjadi jelang akhir 2023. Dokumen itu berisi keterangan terkait skema pendanaan, rekomendasi kebijakan, daftar proyek investasi dan transisi energi yang adil, serta kajian dampak transisi energy di Indonesia.

Wakil Ketua Sekretariat JETP Paul Butarbutar, Rabu (23/8) mengatakan, dana yang sejauh ini terkumpul untuk pengakhiran dini PLTU sesuai rencana masih sangat terbatas. Dari total pendanaan publik 10 miliar USD yang dijanjikan, hanya sedikit yang benar-benar dialokasikan untuk penghentian dini PLTU batubara. Oleh karena itu, pemerintah masih membutuhkan waktu untuk mematangkan berbagai aspek dalam dokumen CIPP JETP, termasuk aspek pendanaan yang dinilai masih kurang, baik dari segi jumlah total maupun porsi hibah yang terlalu kecil. ”Setelah evaluasi dari tim teknis yang dipimpin International Energy Agency (IEA), kita melihat bahwa target itu sebenarnya bisa dieksekusi, tetapi itu akan membutuhkan jumlah uang yang substansial dan usaha luar biasa dari semua pihak, sampai membuat rencana ini hampir mustahil diterapkan,” kata Paul dalam seminar yang digelar saat Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN (AFMGM) Ke-2 di Jakarta. (Yoga)


F8 Dibuka, Pemkot Targetkan Puluhan Miliar

24 Aug 2023

Festival Delapan atau F8 dibuka di kawasan Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (23/8/2023). Pemerintah Kota Makassar menargetkan perputaran uang puluhan miliar dari acara lima hari ini. Sebanyak 16 negara berpartisipasi. Wali Kota Makassar M  Ramdhan Pomanto mengatakan, acara ini ingin menghidupkan ekonomi melalui pariwisata dan UMKM. Tahun lalu, perputaran uang di F8 mencapai Rp 50 miliar. (Yoga)

Pengusaha Tunggu Regulasi Tepat WFH

24 Aug 2023

Pihak swasta menunggu regulasi dari pemerintah untuk ikut menerapkan bekerja dari rumah (work from home/WFH). ”Dari hasil diskusi dengan pemerintah, regulasi yang tepat terus dikaji, termasuk skema yang diterapkan. Namun, kami memperkirakan, jika ASN DKI bisa  terlibat 50 persen, mungkin dunia usaha sulit mencapai itu,” kata Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan Jaminan Sosial dan K3 Asosiasi Pengusaha Indonesia DKI Jakarta Nurjaman, Rabu (23/8/2023). (Yoga)

Pendidikan Perlu Investasi Jangka Panjang

24 Aug 2023

Pendidikan menjadi faktor penting dalam menopang produktivitas suatu negara. Pendidikan membutuhkan investasi jangka panjang untuk menghasilkan ilmuwan-ilmuwan kredibel yang mumpuni mengembangkan riset sehingga dapat meningkatkan daya saing bangsa. Ekosistem riset perlu dibangun di berbagai lini, mulai dari perguruan tinggi hingga industri. Oleh karena itu, pengembangan kapital intelektual menjadi faktor krusial, salah satunya lewat pendidikan. Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) 2018-2023 Prof Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan, pemerintah sebaiknya berinvestasi jangka panjang dalam pendidikan, baik tingkat dasar, menengah, maupun tinggi.

”Pendidikan itu investasi, bukan biaya. Seharusnya berinvestasi di pendidikan untuk mendapatkan orang-orang terbaik untuk negara ini,” ujar Satryo dalam seminar daring ”Perlukah Indonesia Memiliki Scientist Ketika Tempat Kerja Belum Terbangun”, Rabu (23/8). Kebijakan afirmatif lain yang dibutuhkan adalah berinvestasi jangka panjang dalam bidang riset dan pengembangan (research and development/R&D). Selain itu,  menghapus regulasi yang menghambat investasi pendidikan dan R&D. Satryo  menyebutkan, pengembangan kapital intelektual akan mendongkrak nilai tambah. Riset dan pengembangan merupakan dasar kekuatan dari industri manufaktur berbasis pengetahuan. ”Dibutuhkan para ahli diberbagai bidang untuk mewujudkannya, yang dipersiapkan lembaga perguruan tinggi yang kredibel dan bereputasi,” ucapnya. (Yoga)


Menawarkan Yield Tinggi, SBN Ritel Masih Memikat

24 Aug 2023

Pemerintah semakin getol menerbitkan surat berharga negara (SBN) ritel. Dari tahun ke tahun nilai penerbitan SBN ritel terus meningkat. Porsi kepemilikan ritel terhadap total SBN juga cenderung meningkat. Pada akhir 2022, kepemilikan investor individual mencapai Rp 344,30 triliun yang setara 6,48% total SBN Rp 5.309,43 triliun. Hingga Senin (21/8), kepemilikan ritel naik menjadi Rp 382,50 triliun setara 6,97% SBN. "Karena utang itu untuk menutup defisit, maka kebutuhan utang sangat dinamis sesuai perkembangan kinerja APBN. Ketika kinerja APBN bagus, pendapatan bagus dari yang direncanakan," tutur Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemkeu, Suminto, kemarin. Presiden Joko Widodo dalam Pidato RAPBN 2024 dan Nota Keuangan memproyeksikan rata-rata suku bunga SBN 10 tahun di level 6,7%. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2024, pembiayaan utang yang bersumber dari SBN neto direncanakan Rp 666,4 triliun. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, imbal hasil dari SBN ritel masih tetap menarik di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Dia mencatat, pada tahun ini instrumen keuangan dengan imbal hasil tertinggi adalah obligasi pemerintah bila dibandingkan instrumen keuangan lainnya. Staf Riset Ekonomi, Industri dan Global Markets Bank Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto juga sepakat daya tarik investor ritel akan menggeliat pada tahun depan.

Laba Emiten Tambang Batubara Meredup

24 Aug 2023

Sepanjang semester pertama 2023, laba bersih mayoritas emiten tambang batubara menyusut. Penyebabnya tak lain adalah harga jual rata-rata yang lebih rendah, akibat penurunan harga komoditas ini. Terbaru, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) melaporkan penurunan laba bersih sebesar 27,94% year on year (yoy) menjadi US$ 873,83 juta. Penurunan laba bersih ini sejalan dengan pendapatan ADRO yang juga tergerus hampir 2% menjadi senilai US$ 3,47 miliar. Nasib serupa dialami oleh PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang laba bersihnya merosot 33,39% menjadi US$ 306,94 juta. Sedangkan laba bersih PT Indika Energy Tbk (INDY) menambah tergerus 55,24% menjadi US$ 89,81 juta. Salah satu faktor penekan margin emiten batubara adalah penurunan harga jual rata-rata alias average selling price (ASP). Realisasi ASP ITMG misalnya, hanya sebesar US$ 130,6 per ton, turun 25,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 175,1 per ton.Sedangkan ASP ADRO turun hingga 18% yoy. Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Richard Suherman memangkas asumsi harga batubara Newcastle untuk tahun 2023 dan 2024 menjadi US$ 140 dan US$ 100 per ton, dari sebelumnya US$ 250 dan US$ 150 per ton. Revisi turun ini seiring dengan minimnya katalis di sektor ini. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rizkia Darmawan menyematkan rating netral terhadap sektor batubara Indonesia Dia mempertahankan rekomendasi trading buy ITMG dengan target harga Rp 30.400.

Rezeki Emiten Kabel Masih Panjang

24 Aug 2023

Emiten kabel tersengat sejumlah katalis positif hingga membawa mayoritas sahamnya bergerak di zona hijau. Seperti, PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) mencetak kinerja paling moncer. Saham IKBI memimpin top gainers di sektor industri, dengan penguatan 230,95% year to date (YtD). IKBI juga membukukan kinerja keuangan positif semester I-2023. PT Voksel Electric Tbk (VOKS) membuntuti dengan kenaikan harga 40,29% sejak awal tahun. Gerak saham VOKS disinyalir dipicu rencana masuknya Hengtong Optic-Electric International untuk mengakuisisi emiten yang juga dimiliki konglomerat Low Tuck Kwong ini. Selain IKBI dan VOKS, gerak saham PT Kabelindo Murni Tbk (KBLM), PT Supreme Cable Manufacturing Commerce Tbk (SCCO), dan PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI) juga masih di zona hijau secara YtD. Meski di level kenaikan yang tidak signifikan. Pengamat Pasar Modal & Founder WH Project William Hartanto menilai pelaku pasar menangkap sinyal positif prospek bisnis emiten kabel. Tak hanya keperluan listrik, masih banyaknya pembangunan kawasan dan proyek infrastruktur bisa meningkatkan permintaan kabel. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani menimpali, secara valuasi saham emiten kabel terbilang undervalued dengan rata-rata price to book value (PBV) di bawah 1 kali. Arjun memandang kondisi ini menjadi penopang kenaikan harga saham emiten kabel. Maka Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai emiten kabel ini cocok untuk investasi medium to long. Ia melirik saham IKBI yang berada pada fase downtend dan MACD sudah mengalami deadcross. Namun pergerakan IKBI masih tertahan di MA20, sehingga masih layak mencermati momentum trading buy.

RMK Energy Terus Menggenjot Kinerja Hingga Akhir Tahun

24 Aug 2023

Di tengah tren penurunan harga, geliat produksi batubara ternyata masih terus terjadi. Terlihat dari hasil kinerja perusahaan jasa tambang PT RMK Energy Tbk (RMKE). Perusahaan ini sudah membawa sebanyak 887.500 ton batubara ke kapal tongkang di periode Juli 2023. Hasil tersebut melonjak 48,1% dibanding bulan sebelumnya. Direktur Operasional RMKE, William Saputra menjelaskan, total angkutan batubara di periode tersebut merupakan yang tertinggi sejak RMKE beroperasi. Sepanjang tahun ini sampai Juli kemarin RMKE sudah memuat 664 tongkang dengan kapasitas 5,2 juta metrik ton batubara. Hasil ini naik 31,4% dari periode serupa tahun lalu. Sepanjang periode terebut, RMKE sudah membongkar sebanyak 2.867 gerbong kereta dengan muatan 7,5 juta MT atau meningkat 20,5% secara tahunan. Peningkatan kinerja operasional dari segmen jasa batubara ini tidak terlepas dari on-time performance (OTP) bongkar kereta yang jauh lebih cepat 40 menit. Yakni menjadi 3 jam 25 menit per kereta dibandingkan waktu bongkar kereta pada periode yang sama tahun lalu 4 jam 6 menit. Dengan hasil tersebut, Direktur Keuangan, Vincent Saputra optimistis dengan kinerja perusahaan jasa tambang ini.

Efek Bersih-Bersih KPR Bermasalah

24 Aug 2023

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencetak kinerja datar di semester I-2023. Sejumlah langkah dan strategi akan mendongkrak kinerja emiten ini di separuh kedua 2023. Analis Sinarmas Sekuritas, Arief Machrus menilai, bank yang fokus di kredit properti ini tidak mau ketinggalan dari bank besar lain. Meskipun menghadapi tantangan, BBTN berupaya membalikkan keadaan di semester II 2023. BBTN juga bakal meningkatkan kemampuan pada layanan digital perbankan (e-channel), meningkatkan kualitas aset, mengupayakan profitabilitas, serta memanfaatkan pendanaan dari perusahaan yang kuat. Kepala Riset Aldiracita Sekuritas, Agus Pramono menyoroti, BBTN telah melakukan beberapa perbaikan. Biaya dana atau cost of fund stabil dan pertumbuhan pendapatan non bunga solid. Pada semester I-2023, laba bersih BBTN sebesar Rp 1.47 triliun baru mencapai 42.6% dari ekspektasi laba setahun penuh karena cost of fund lebih tinggi dan pertumbuhan pinjaman yang lebih rendah. Secara rinci, pertumbuhan pinjaman dengan KPR bersubsidi meningkat 10,9% secara tahunan. Sedangkan pinjaman perumahan non subsidi tumbuh sebesar 6,5% yoy. Analis UOB Kay Hian Sekuritas, Posmarito Pakpahan menambahkan BBTN tengah berupaya menyelesaikan penjualan aset bermasalah secara massal sebesar Rp 2,8 triliun di semester kedua 2023.

Ide Konsolidasi Maskapai Udara BUMN Bangkit Lagi

24 Aug 2023

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah menyiapkan rencana untuk menggabungkan atau merger tiga perusahaan maskapai penerbangan milik negara. Ketiga maskapai penerbangan pelat merah itu adalah PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Citilink Indonesia dan PT Pelita Air Service. Nah, ketiga maskapai penerbangan itu akan dilebur dalam satu perusahaan. Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, rencana merger ini bertujuan agar ada konsolidasi di antara ketiga maskapai tersebut. Sehingga, BUMN maskapai hanya terfokus pada satu perusahaan saja di sektor transportasi udara. Selain itu, merger ini juga diharapkan akan menguatkan pangsa pasar mereka di industri penerbangan Tanah Air. Dalam skenario merger yang disiapkan Kementerian BUMN, nantinya setiap maskapai akan fokus menggarap kelas penerbangan yang berbeda. Di segmen premium akan dilayani Garuda Indonesia, medium to premium digarap Pelita Air, dan layanan berbiaya rendah (low cost carrier /LCC) akan dilayani Citilink. Setali tiga uang, Wakil Menteri BUMN I Kartika Wirjoatmodjo sebelumnya mengatakan, jika rencana ini berhasil dieksekusi, Citilink akan tetap difokuskan menggarap pasar LCC. Sementara Pelita Air merambah pangsa pasar medium to premium dan Garuda di kelas premium. Pengamat BUMN Toto Pranoto menilai, rencana merger ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing maskapai negara dengan kompetitor. "Kalau merger terjadi maka kapasitas pesawat juga meningkat pesat," kata Toto, kemarin.