;

HUBUNGAN BILATERAL : MENDAG PACU PERDAGANGAN KE KORSEL

Ekonomi Hairul Rizal 22 Aug 2023 Bisnis Indonesia
HUBUNGAN BILATERAL : MENDAG PACU PERDAGANGAN KE KORSEL

Pemerintah menargetkan total perdagangan Indonesia-Korea Selatan bisa mencapai US$80 miliar per tahun atau melonjak 233% dibandingkan dengan nilai perdagangan pada tahun lalu sebesar US$24 miliar. Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan target itu bakal tercapai seiring dengan pengoptimalan perjanjian perdagangan bebas bilateral Indonesia–Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IKCEPA).“Kemarin [tahun lalu] naiknya kira-kira 10%, tapi kita akan mengejar ke arah sana,” katanya seusai pertemuan bilateral dengan Korea Selatan di sela-sela Asean Economic Ministers Meeting (AEM) ke-55 di Semarang, Senin (21/8).Zulkifli beralasan nilai perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan masih bisa dipacu dari tahun lalu mencapai US$24 miliar. Alasannya, Total perdagangan Vietnam-Korea Selatan dan Thailand-Korea Selatan lebih tinggi dibandingkan Indonesia-Korea Selatan. Zulkifli yang juga merupakan Ketua AEM ke-55 itu mengungkapkan target total perdagangan RI-Korea Selatan sebesar US$80 miliar per tahun tidak dapat tercapai pada tahun depan. Namun, nilai perdagangan ditargetkan naik secara bertahap.Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Djatmiko Bris Witjaksono menambahkan produk yang menjadi andalan untuk mendongkrak total perdagangan Indonesia–Korea Selatan adalah manufaktur dan kendaraan elektrifikasi atau electric vehicle (EV). Sebelumnya, pemerintah juga mendorong kerja sama ekonomi sub-regional salah satunya melalui Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East Asean Growth Area (BIMP-EAGA). Sejauh ini, telah dilakukan pertemuan Senior Officials Meeting (SOM) dan disahkan 11 proyek kerja sama melalui kerangka pendanaan BIMP-EAGA-Republic of Korea Cooperation Fund (BKCF).Asisten Deputi Kerjasama Ekonomi Regional dan Subregional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Netty Muharni menyampaikan pentingnya penguatan mekanisme implementasi proyek BKCF, terutama melalui penguatan monitoring, dan peningkatan sinergi dengan pemangku kepentingan BIMP-EAGA lainnya seperti Cluster/Working Groups (CWGs), BIMP-EAGA Business Council (BEBC), akademisi, serta pemerintah daerah di kawasan sub-regional.

Tags :
#Bilateral
Download Aplikasi Labirin :