Ekonomi
( 40789 )Persaingan Ketat, Butuh Upaya Kuat Tarik Investasi
Ketegangan hubungan antara China dan Amerika Serikat (AS) masih menjadi perhatian khusus dunia, termasuk di kawasan ASEAN. Kondisi ini berpeluang membawa berkah bagi negara ASEAN. Namun, Indonesia masih perlu upaya ekstra untuk memetik berkah tersebut.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan ketegangan dua negara besar itu berpeluang memberikan dampak positif khususnya pada investasi yang masuk ke ASEAN. "ASEAN dan India menjadi dua kawasan yang dipandang sebagai kawasan yang bisa mendapatkan manfaat dari situasi ini," kata dia, Jumat (25/8).
Ia mengatakan, keuntungan kawasan ASEAN dari kondisi yang terjadi di China di antaranya potensi relokasi industri ke negara-negara kawasan serta keluarnya aliran modal dari China ke negara kawasan. Alhasil, aliran modal asing yang akan masuk ke ASEAN berpotensi membesar di masa mendatang.
Selain itu, ada pula kajian dari Bank Dunia, Asean+3 Macroeconomic Research Office (AMRO), serta Economic Research Institute for ASEAN (ERIA) yang menunjukkan adanya kesempatan persaingan geopolitik bagi ASEAN, terutama dari
capital flows, manufaktur yang akan realokasi ke negara ASEAN.
Sayangnya, Sri Mulyani tidak menyebutkan besaran potensi dari relokasi hingga aliran modal yang masuk ke ASEAN, termasuk ke Indonesia. Namun dia menekankan agar Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN bisa mengkaji dan memanfaatkan serta melanjutkan peluang tersebut.
Namun demikian, Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listyanto menilai, konflik AS dan China menjadi peluang bagi ekonomi ASEAN, namun RI masih akan kesulitan menariknya. Terutama investasi asing langsung (foreign direct investment
/FDI) manufaktur.
Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Yusuf Rendy Manilet juga mengatakan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Indonesia, terutama konektivitas infrastruktur dan sumber daya manusia. Selain itu, iklim investasi yang berkelanjutan hingga stabilitas politik dan keamanan juga masih perlu dibenahi.
Era Suku Bunga Tinggi Belum Usai
Indonesia harus bersiap-siap. Pasalnya, era suku bunga tinggi masih akan bertahan setidaknya hingga pertengahan tahun depan. Kondisi tersebut akan berdampak terhadap perekonomian Indonesia.
Ekonom Senior Bank Mandiri Faisal Rachman memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga di level 5,75% hingga akhir tahun ini. BI kemungkinan baru memangkas bunga acuan pada tahun depan atau paling cepat kuartal II-2024.
Bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) yang memiliki tingkat pengaruh tinggi juga diyakini baru akan mengerem pengetatan kebijakan moneter pada tahun depan. Pun bank sentral global lainnya diyakini menerapkan kebijakan suku bunga lebih tinggi. Bahkan untuk jangka waktu yang lebih lama dari perkiraan.
Bahkan, situasi ini semakin memperkuat ancaman bahwa ekonomi global akan melambat dari semester II-2023. Indonesia pun kini sudah mulai merasakan dampaknya.
Terlihat dari pasar keuangan, bahwa ada aliran keluar modal asing baik di pasar surat berharga negara (SBN) maupun obligasi. Alhasil, nilai tukar rupiah pun melemah bila dibandingkan dengan dolar AS.
Era suku bunga tinggi juga menjadi perhatian bagi pemerintah. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya mengatakan kenaikan suku bunga acuan akan lebih lama dari perkiraan.
Tren suku bunga tinggi bahkan membuat pemerintah mematok target pertumbuhan ekonomi 2024 yang lebih rendah dari 2023. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024, pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun depan hanya 5,2%, melambat dari
outlook
pertumbuhan 2023 yang di kisaran 5,3% hingga 5,7%.
Leasing Masih Andalkan Bank
Kebijakan Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan di level 5,75% untuk periode Agustus 2023, menjadi angin segar bagi industri
multifinance
Tanah Air. Maklum, saat ini sumber pendanaan
multifinance
mayoritas dari perbankan atau dari penerbitan obligasi.
Ambil contoh PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF). Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan, dukungan terbesar pendanaan dari bank berasal dari induk usaha, yakni PT CIMB Niaga Tbk (BNGA), baik pembiayaan bersama (
joint financing
) dan
executing loan.
Selain dari induk usaha, saat ini sudah ada sekitar 20 bank yang telah bekerjasama dengan CNAF dalam memberikan pendanaan, baik konvensional maupun syariah.
Berbeda, PT BNI Multifinance, yang mengaku seluruh sumber pendanaan berasal dari bank. Antara lain, dari induk usaha, yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan sejumlah bank kreditur lainnya. "Bunganya berkisar 6% sampai 8% per bulan. Posisi pendanaan dari bank per Juni 2023 sebesar Rp 1,3 triliun," ujar Legendariah Rasuanto,
Chief Financial Officer
BNI Multifinance.
Sementara itu, Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) menerapkan diversifikasi sumber pendanaan untuk meminimalisir risiko. Direktur Keuangan Adira Finance Sylvanus Gani Mendrofa bilang, hampir 50% pendanaan dari induk perusahaan, yakni Bank Danamon.
Kala Cadangan Devisa Susut Daya
JAKARTA,ID-Cadangan devisa (cadev) Indonesia mengalami penyusutan daya atau kemampuan yang signifikan untuk mencukupi kebutuhan pembiayaan yang membutuhkan valuta asing (valas). Sekitar 2,5 tahun lalu, cadangan devisa masih memiliki kemampuan setara dengan pembiayan 10,5 bulan impor atau 10,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Namun, per akhir Juli tahun ini, kemampuan tersebut turun drastis menjadi hanya sekitar enam bulan pembiayaan. Meski masih diatas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan pembiayaan impor, namun rasio kemampuan cadangan devisa yang kian mepet akan membuat para pelaku spekulan di pasar uang yang makin meluas memainkan rupiah. Mereka berani beraksi karena melihat amunisi BI kian menipis, sementara kebutuhan valas untuk impor tetap tinggi seiring dengan perbaikan ekonomi dan kewajiban yang harus diselesaikan pemerintah terkait utang luar negeri yang jatuh tempo. Karena itu, sejumlah kebijakan yang telah digagas pemerintah dan otoritas untuk memupuk cadangan devisa yang lebih besar, harus serius dilakukan, seperti upaya membuat devisa hasil ekspor SDM lebih betah didalam negeri. (Yetede)
Ekonomi Tumbuh Solid, FFR Harus Tetap Naik
JACKSON HOLE,ID-Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell memastikan suku bunga acuan Amerika Serikat akan tetap dinaikkan untuk menjinakkan laju inflasi. Dalam pidatonya di Jackson Hole, Wyoming, ahir pekan lalu. Powell mencatat bahwa ekonomi AS tumbuh lebih cepat dari perkiraan dan belanja konsumen juga terus meningkat. kedua tren itu yang menjadikan laju inflasi akan tetap tinggi. Atas dasar itu, dalam pidato di simposium tahunan The Fed Kansas City tersebut Powell menegaskan bahwa tekad The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan tetap tinggi sampai inflasi turun ke target 2%. "Meskipun inflasi telah turun dari puncaknya, namun inflasi masih terlalu tinggi. Kami memperhatikan tanda-tanda bahwa ekonomi tidak melambat seperti yang diharapkan. kami siap untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut jika diperlukan dan mempertahankan pengetatan kebijakan sampai kami yakin bahwa inflasi bergerak turun secara berkelanjutan menuju sasaran kami," tutur Powel dalam pidato utamanya itu, seperti dikutp CNBC. (Yetede)
BI Catat Modal Asing Keluar Rp 4,51 T
JAKARTA,ID- Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan domestik sebesar Rp 4,51 triliun pada periode 21-24 Agustus 2023. Dalam keterangan tertulis, akhir pekan lalu, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan, nilai tersebut terdiri atas modal asing keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp2,31 triliun dan modal asing keluar dari pasar saham senilai Rp2,2 triliun. Degan perkembangan tersebut, jelas dia, maka modal asing bersih yang masuk Indonesia sejak 1 Januari hingga 24 agustus 2023 adalah senilai Rp85,83 triliun di pasar SBN dan Rp0,63 triliun di pasar saham. Data Bank Indonesia juga menunjukkan, premi resiko investasi atau premi credit defaut swaps (CDS) Indonesia lima tahun sebesar 84,21 basis poin (bps) per 24 Agustus 2023, turun jika dibandingkan data 18 Agustus 2023 yang tercatat sebesar 89,52 bps. Di sisi lain, nilai tukar rupiah melemah pada Jumat (25/08/2023) padi di level 15.265 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.240 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis. (Yetede)
Pembayaran Bunga Utang Naik Jadi Beban Fiskal 2024
JAKARTA,ID-Pemerintah menargetkan pembayaran bunga utang akan mencapai Rp 497,3 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024. Angka ini meningkat 12,7% dari alokasi pembayaran bunga hutang pada APBN tahun 2023. Kenaikan beban bunga utang ini dikhawatirkan akan memberatkan kinerja fiskal pada tahun depan. Bila dirinci dalam beberapa tahun terahir bunga utang terus meningkat. Pada 2019, realisasi bunga utang sebesar Rp 275,5 triliun, lalu berlanjut pada 2020 sebesar Rp 314,1 triliun. Pada 2021 sebesar Rp 343,5 triliun, tahun 2022 sebesar Rp386,3 triliun, dan tahun 2023 sebesar Rp 437,4 triliun. "Dengan kenaikan beban bunga utang yang harus dibayar tahun 2024, artinya akan menekan kapasitas fiskal. Padahal sebenarnya bisa digunakan untuk belanjua. Logikanya kalau bayar bunga lebih besar, menekan belanja kalau pendapatan kurang ya defisitnya ditambah," kata Direktur Eksekutif for Development of Economics and Finance (Indef Tauhid Ahmad. Tauhid mengungkapkan, kenaikan belanja utang berasal dari kinerja belanja. Apalagi saat terjadi pandemi Covid-19 pemerintah meningkatkan jumlah utang untuk belanja. Pasca pandemi Covid-19, era suku bunga rendah juga berakhir. (Yetede)
Penghiliran Industri dan Pengalaman Empat Negara
Kementerian Perindustrian terus meningkatkan kinerja sektor industri manufaktur melalui penghiliran atau hilirisasi industri sebagai motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam Konferensi Tingkat Tinggi BRICS (Brasil, Rusia, India, Cina, Afrika Selatan) di Johannesburg, Afrika Selatan, pekan lalu, Presiden Joko Widodo alias Jokowi juga menegaskan bahwa penghiliran industri setiap negara tak boleh dihalang-halangi dan diskriminasi perdagangan harus ditolak. Penghiliran industri itu membutuhkan strategi yang tepat. Belajar dari pengalaman negara-negara Asia Timur yang mengalami kemajuan ekonomi secara cepat, seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Cina, sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia pun semestinya berbasis pada ekspor serta investasi, selain menjaga level konsumsi rumah tangga di tingkat moderat.
Jika memakai pendekatan Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan (biasa dikenal dengan pendekatan developmental state), industrialisasi berjalan bersamaan dengan penghiliran, ketika pemerintah memberikan dukungan penuh kepada pelaku ekonomi domestik (membatasi investasi asing). Ini termasuk dukungan infrastruktur dan modal (capital), kemudahan akses pembiayaan perbankan (represi finansial), kemudahan regulasi, aneka rupa insentif, serta sokongan pembiayaan penelitian dan pengembangan (pembiayaan bersama) untuk menghasilkan produk-produk baru yang berdaya saing di pasar global (ekspor). (Yetede)
Belum Mulus Menjelang Operasi Penuh
SEJAK pagi hari, Luwandiko sudah bergegas menuju stasiun light rail transit (LRT) di Dukuh Atas, Jakarta Pusat, pada Sabtu lalu. Semalam sebelumnya, Niko—sapaan akrab Luwandiko—mendapat pesan pemberitahuan bahwa ia bisa mengikuti uji coba moda transportasi baru yang melayani wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi tersebut. Niko yang tinggal di Jakarta Timur ini penasaran dengan LRT Jabodebek dan ingin menjajal sebelum kereta ringan tersebut resmi beroperasi pada hari ini, Senin, 28 Agustus 2023. Alih-alih terkesan, Niko justru merasa pengoperasian LRT Jabodebek masih belum mulus. "Jeda antar-kereta masih berantakan. Jadwalnya juga enggak jelas," kata dia kepada Tempo setelah mengikuti uji coba pada akhir pekan lalu.
Dalam pemberitahuan kegiatan uji coba yang diterima Niko, ia dijadwalkan menjajal LRT dari Dukuh Atas pada pukul 09.25 WIB. Namun rupanya kereta berangkat lebih awal dari waktu yang ditentukan. Untungnya, Niko datang lebih awal. Dalam perjalanan di rute Stasiun Jatimulya, Bekasi, pun, ia merasa ada beberapa kali gangguan. "Keretanya beberapa kali berhenti secara acak di beberapa titik sebelum masuk stasiun." Menjelang tiba di Jatimulya pun, kereta yang ditumpangi Niko tertahan cukup lama. "Berhenti sekitar 30 menit, kayaknya gantian peron," ujar pria yang getol memperhatikan perkembangan transportasi publik itu. "Kelihatan banget operasinya masih sporadis, padahal seharusnya headway (waktu tunggu antar-kereta)-nya lebih jelas, misalnya sepuluh menit sekali ada kereta.". Dari pengalaman itu, Niko merasa pengoperasian LRT Jabodebek masih jauh dari sempurna, terutama jika dibandingkan dengan moda sejenis yang telah beroperasi, misalnya LRT Jakarta dan LRT Palembang. Masalah lain yang ia soroti adalah soal informasi yang belum cukup jelas di stasiun Dukuh Atas. (Yetede)
Siasat Diskon di Awal Operasi
JAKARTA – Kementerian Perhubungan menyiapkan potongan harga tiket untuk memancing minat masyarakat pada masa awal pengoperasian light rail transit Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi atau LRT Jabodebek. Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan menetapkan diskon sebesar 78 persen untuk seluruh jalur layanan sepur berteknologi tanpa masinis tersebut. Juru bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, mengatakan bahwa diskon itu menghasilkan rata sebesar Rp 5.000 per kilometer. Diskon tarif LRT Jabodebek ini akan berlaku sejak hari ini hingga akhir September mendatang. "(Pemberlakuan diskon) diharapkan akan mendorong masyarakat beralih menggunakan angkutan massal ketimbang kendaraan pribadi,” ujar Adita melalui keterangan tertulis, kemarin, 27 Agustus 2023. Diskon tersebut dibiayai dengan subsidi public service obligation (PSO) sebesar Rp 66 miliar yang disiapkan untuk kebutuhan operasional LRT Jabodebek selama empat bulan ke depan atau sejak peluncurannya sampai akhir 2023. Jumlah itu belum termasuk subsidi untuk kebutuhan prasarana sepur tersebut. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









