;

Menggerus Tabungan

Ekonomi Yoga 24 Aug 2023 Kompas
Menggerus Tabungan

Tabungan atau simpanan menjadi penyangga saat terjadi guncangan ekonomi atau situasi darurat. Apa jadinya jikalau tabungan tergerus hingga tak bersisa. Konsumsi rumah tangga menjadi andalan dalam PDB Indonesia. Jumlah penduduk yang banyak membuat peran konsumsi menjadi signifikan. Pada awal pandemi Covid-19, triwulan II-2020, konsumsi rumah tangga tumbuh minus 5,51 % secara tahunan. PDB triwulan II-2020 tumbuh minus 5,32 % secara tahunan.  Kini, triwulan II-2023, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,23 % secara tahunan. Perannya terhadap PDB sebesar 53,31 %.  Perekonomian Indonesia tumbuh 5,17 % karena daya beli masyarakat dan mobilitas meningkat seiring pandemi yang mereda. Masyarakat kembali bepergian, berwisata, dan berkegiatan di luar rumah dengan leluasa. Kafe dan restoran kembali ramai. Kegiatan pendidikan luar jaringan (luring) kembali aktif sehingga rumah kos terisi.

Di satu sisi, aktivitas masyarakat yang kembali bergairah itu memacu konsumsi rumah tangga. Konsumsi bahan bakar meningkat, ongkos transportasi dialokasikan lagi setelah pada masa pandemi bekerja dan bersekolah dari rumah, intensitas makan di kafe dan restoran kembali naik setelah pada masa pandemi membawa bekal makanan dari rumah. Di sisi lain, masyarakat kelompok bawah merogoh tabungan untuk menopang lonjakan belanja berupa kebutuhan sehari-hari, seperti makanan. Mandiri Spending  Index menunjukkan, belanja masyarakat kelompok bawah (yang memiliki tabungan dengan rata-rata saldo di bawah Rp 1 juta) pada Juli 2023 tumbuh 66,2 % secara tahunan. Dana pihak ketiga atau tabungan masyarakat kelompok bawah pun anjlok ke level 83,0 atau terendah sejak Januari 2022. Tabungan bisa habis jika terus-menerus digunakan untuk menambal kekurangan biaya konsumsi. Situasi ini mesti diwaspadai agar tidak menjadi persoalan di kemudian hari. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :