BI: Transaksi Berjalan Defisit Lagi, Rupiah Tetap Aman
JAKARTA,ID-Neraca transaksi berjalan kembali mengalami defisit pada kuartal II-2023, yaitu US$ 1,9 miliar (0,5% dari PDB), setelah terus surplus selama tujuh kuartal atau sejak kuartal III-2021. Defisit tersebut terjadi di tengah penurunan harga komoditas dan perlambatan ekonomi global serta permintaan domestik. Akibat defisit transaksi berjalan itu, neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal II-2023 juga kembali defisit sebesar sebsara US$ 7,4 miliar. Pemicu defisit NPI lainnya adalah transaksi finansial yang defisit Rp4,97 miliar seiring dampak tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. Sedangkan transaksi modal tercatat hanya surplus US$ 5 juta. NPI terakhir defisit pada kuartal I-2023, transaksi berjalan masih surplus US$ 3 miliar (0,9% dari PDB). Sementara itu, defisit transaksi berjalan, (current account deficit/ CAD) terakhir sebelumnya yang terjadi pada kuartal II-2021 adalah sebesar US$ 1,93 miliar. Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Wahyu Agung Nugroho mengatakan, kondisi defisit transaksi berjalan yang terjadi pada kuartal II-2023 masih termasuk rendah. Defisit tersebut diperkirakan tidak akan memberikan dampak negatif kepada perekonomian domestik. (Yetede)
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023