;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

Persaingan Sengit Kurir E-Commerce

25 Sep 2023
JAKARTA – Berbelanja daring melalui platform e-commerce menjadi andalan Fitri Setyarini, 31 tahun, untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari. Dari bahan makanan dan minuman, perlengkapan rumah tangga, produk perawatan tubuh dan kosmetik, hingga busana, dia beli dari lokapasar alias marketplace. Karyawan perusahaan swasta itu memiliki dua akun lokapasar favorit yang paling sering dikunjungi, selain platform social commerce dengan fitur live shopping yang juga mulai menarik perhatiannya.

"Alasan utama berbelanja online karena sangat memudahkan, lebih efisien, lebih murah, dan dalam pengirimannya juga banyak ditawarkan gratis ongkir (ongkos kirim)," ujar Fitri kepada Tempo. Terlebih ia tinggal di lokasi yang cukup jauh dari Jakarta, yaitu di Semarang, Jawa Tengah. Fitur gratis ongkir sering dia gunakan. Namun, dalam setahun terakhir, dia tak lagi bisa memilih jasa ekspedisi yang diinginkan. Sebab, platform e-commerce ataupun social commerce sudah menentukan sedari awal ekspedisi yang bertugas mengantar kirimannya. "Seringnya tidak bisa diubah atau ditulis kurir rekomendasi sehingga hanya bisa pasrah saja dengan yang dipilihkan."

Padahal selama ini dia memiliki preferensi kurir yang terbiasa dan memiliki jangkauan yang lebih dekat dengan lingkup daerah tempat tinggalnya. "Ada kurir ekspedisi yang memang sudah familiar dan biasanya lebih cepat kalau pakai itu di Semarang. Sedangkan sering kali kurir yang dipilihkan e-commerce barangnya malah lebih lama tiba," kata Fitri. (Yetede)

Berfokus di Segmen Usaha Kecil

25 Sep 2023
JAKARTA — Ketatnya persaingan bisnis ekpedisi dan pos, terutama dalam penguasaan pasar dari platform lokapasar, menuntut perusahaan logistik untuk terus berinovasi. Berfokus ke segmen pasar tertentu juga menjadi strategi agar mereka bisa bertahan.

Salah satu perusahaan yang menjalankan strategi tersebut adalah Ninja Xpress. Chief Marketing Officer Ninja Xpress, Andi Djoewarsa, mengatakan, perusahaan kini berfokus melayani segmen usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) yang menjadi penjual di platform lokapasar. “Kami menekankan prinsip sederhana, yaitu pertumbuhan UMKM akan memicu perkembangan logistik,” kata Andi kepada Tempo, kemarin, 24 September 2023.

Tak hanya dari segi jumlah, perusahaan menargetkan pertumbuhan skala konsumen yang dilayani. Dari semula masih merupakan seller kecil menjadi menengah, kemudian besar, hingga dapat melakukan ekspansi secara nasional dan global. Andi mengatakan, satu inisiatif Ninja Xpress yang terus dipacu adalah program Ninja Xpress Seller Booster, yang berupa layanan tambahan untuk membantu setiap tahapan bisnis UMKM. (Yetede)

Maskapai Tersibuk di Asia Tenggara

25 Sep 2023
JAKARTA – PT Lion Mentari Airlines atau Lion Air justru menjadi maskapai penerbangan tersibuk se-Asia Tenggara di tengah penyusutan jumlah pesawat domestik. Penyedia data perjalanan udara di London, OAG Aviation, mencatat Lion Air melayani 2,97 juta penumpang pada September.

Menurut data OAG Aviation yang diakses Tempo, kemarin, 24 September 2023, angka itu sedikit di bawah torehan 3 juta kursi Lion Air pada Agustus lalu. Di bawah Lion, ada AirAsia yang menjual 2,31 juta kursi dalam daftar 10 Maskapai Teratas Berdasarkan Kursi di Asia Tenggara pada September 2023. Peringkat ketiga ditempati Vietnam Airlines dengan 2,07 juta kursi. Adapun Batik Air menduduki ranking kelima dengan 1,77 juta kursi setelah Vietjet di posisi keempat dengan 2 juta kursi.

Konsultan sekaligus pengamat penerbangan dari CommunicAvia, Gerry Soejatman, mengatakan jumlah armada yang dikelola Lion Air berkurang, dari 140 unit sebelum masa pandemi menjadi sekitar 100 unit pada saat ini. Namun penguasaan pasar maskapai berlambang singa merah tersebut menjadi yang terbesar di Indonesia bila dilihat sebagai grup usaha. "Hasil keputusan dan negosiasi cepat mereka di era pandemi 2020-2021," kata dia kepada Tempo, kemarin. (Yetede)

MUSIK, Meretas Asa Menembus Pasar Global

24 Sep 2023

Kirill Kuzmin dengan mata berbinar menyimak penjelasan Ketua Sora, Yadi Mulyadi, soal angklung. Rentetan pertanyaan lantas meluncur deras. ”Asalnya dari budaya apa? Mungkin lagu- lagumu terhubung dengan puisi? Apakah kamu memainkan musik spiritual?” tanyanya, Sabtu (23/9). Koordinator Proyek Musik Bactria Cultural Centre, Tajikistan, itu bahkan meminta buku yang ditulis Yadi dan menanyakan latar belakang pendidikan personel-personel Sora. Kuzmin tengah mengurasi 13 peserta Indonesian Music Expo (Imex) 2023. Di sela kesejukan Ubud, Bali, empat delegasi terlihat antusias bertanya kepada para musisi, satu per satu. Pakar musik, produser, dan perwakilan asosiasi musik dunia tersebut didampingi penerjemah. Setelah 10 menit, setiap delegasi bertukar peserta untuk bertatap muka. Para peserta tersebut bertekad merebut kemungkinan diundang berkonser di mancanegara, menempuh pelatihan, atau digandeng produser untuk rekaman. Mereka juga berkesempatan unjuk kebolehan di hadapan tim delegasi sekaligus meramaikan Imex yang berlangsung pada 21-24 September 2023.

Setelah masing-masing peserta menuntaskan giliran berinteraksi dengan calon buyers atau pengguna karyanya, mereka dievaluasi. Ternyata belum satu pun kemitraan untuk menembus pasar global terealisasi, tetapi bukan tak mungkin kelak tawaran disorongkan. ”Belum terjadi deal (kesepakatan). Sebenarnya, Sora sudah beberapa kali ke luar negeri, tapi kami tetap senang soalnya menambah jaringan,” kata Yadi. Sora yang memainkan jaz progresif etnik sudah melanglang ke Korsel, Belanda, Singapura, Romania, Inggris, dan Selandia Baru. ”Kami mendiskusikan manajemen musik, termasuk finansial. Dukungan dari dalam negeri ikut dibahas,” ucap gitaris Sora, Whayan Christiana. Semua delegasi juga tertarik menelaah musikalitas kawanan asal Bandung, Jabar, itu, tetapi tetap mengacu kepada pertunjukan untuk menilai performanya. (Yoga) 

Perdagangan Intra-Asia Perluas Kesempatan Bisnis

24 Sep 2023

Nilai perdagangan dunia  pada 2022 mencapai 32 triliun USD. Nilai perdagangan barang global, tak termasuk jasa, sebesar 25 triliun USD. Kontribusi Asia sebesar 39,4 % terhadap total ekspor barang global dan 35,8 % terhadap impor global. Dari sisi tujuan ekspor dan asal impor, perdagangan Asia mengarah ke sesama Asia. Faktor geopolitik turut meningkatkan pola perdagangan intra-Asia. Sebanyak 59 % ekspor-impor Asia tertuju ke Asia dibandingkan dengan total ekspor-impor Asia ke seluruh dunia berdasarkan data tahun 2021. Fenomena ini melanjutkan prospek abad Asia. Mesin pertumbuhan global juga berpusat di Asia. Kontribusi Asia terhadap pertumbuhan global sebesar 67,4 % pada 2023, dengan kontribusi China 34,9 %.

Kenaikan jumlah kelas menengah Asia akan menopang prospek Asia dari sisi permintaan. Seperti dilansir World Economic Forum, diperkirakan jumlah warga kelas menengah Asia menjadi 3,5 miliar jiwa pada 2030, naik dari 2 miliar jiwa pada 2020. Pertumbuhan Asia juga didorong reformasi yang dilakukan pemerintahan, kemajuan teknologi digital, serta kolaborasi ekonomi di kawasan dalam kerja sama ekonomi. Perdagangan intra-Asia akan melejit dari 6 triliun USD pada 2020 menjadi 13 triliun USD pada 2030, melebihi nilai perdagangan intrakawasan mana pun di dunia. Para pebisnis hingga perusahaan kaliber raksasa multinasional semakin menancapkan kuku bisnis di Asia. ”Perusahaan perkapalan dan logistik melihat perdagangan intra-Asia yang meningkat sebagai kesempatan besar,” tulis situs TAPA, forum perusahaan manufaktur, penyedia jasa logistik, jasa angkutan barang global, dan jasa terkait, pada 27 April 2023. (Yoga) 

Siasat Terakhir Peladang Dayak Hadapi Gagal Panen

24 Sep 2023

Untuk kesekian kalinya, Ardianto (46), petani di Desa Pilang, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, tidak bisa menikmati panen di sawah seluas dua hektar yang dikelolanya. Ia lagi-lagi gagal panen. Ardianto adalah satu dari banyak petani di Pulang Pisau yang mengikuti program lahan perluasan baru lumbung pangan atau food estate Kalteng. Ia harus belajar cara dan metode pertanian yang berbeda dengan yang dilakoni selama ini. Sebagai orang Dayak Ngaju, Ardianto hidup berladang. Ia membersihkan ladang dengan memotong kayu yang tumbuh di lading, lalu dibakar sampai menjadi abu. Ladang dibiarkan sehari sebelum ditanami. Keesokan harinya, peladang melubangi tanah yang bercampur abu dengan  kayu atau manugal dalam masyarakat Dayak Ngaju. Dalam satu petak, peladang bisa menanam berbagai jenis padi lokal. Di sela-sela padi, mereka menanam beragam sayuran. Sistem tanam itu terbukti menghasilkan panen yang baik. Ardianto, misalnya, bisa memanen 2-3 ton per sekali tanam selama 6 bulan. Situasi itu berubah ketika program food estate diterapkan pada 2021. Ardianto dan peladang lainnya diminta berganti cara tanam. Dia terpaksa menerima program itu. Peladang menilai program itu sebagai jalan keluar dari kebijakan larangan membakar lahan untuk membuka ladang, tahun 2015. Dengan mengikuti food estate, Ardianto dan keluarga dapat kembali beraktivitas di ladang. ”Namanya juga masih coba-coba. Orang bilang, sawah ini bisa berhasil setelah 7-10 kali masa tanam,” ujarnya.

Pengolahan lahan dalam food estate menggunakan alat berat untuk meratakan tanah dan mengubah ladang menjadi sawah. Sawah juga harus dibajak untuk menggemburkan tanah. Benih padi juga tidak langsung dimasukkan ke lubang, tetapi disemaikan dulu di rumah sebelum ditanam di sawah. Hal lain yang harus dipelajari ialah pengelolaan air. Karena tidak ada saluran irigasi, sawah mereka menggunakan air dari Sungai Kahayan. Untuk memastikan air mencukupi, peladang harus memperhatikan pasang surut sungai. Aksesibilitas menuju sawah juga menjadi persoalan. Untuk bisa ke sawah, Ardianto harus menggunakan kelotok atau perahu kayu bermesin, 20-25 menit dari rumah ke sawah. Segala hal baru ini menjadi tantangan bagi peladang. Tidak heran, mereka berkali-kali gagal panen. Gagal panen berkali-kali ini tidak pernah dialami ketika ia berladang. ”Tapi nanti dimarahi kalau kami membakar (berladang tradisional),” kata Mariana (41), istri Ardianto. Ironisnya, saat panen tidak kunjung memberi bahagia, justru tradisi lama yang menyelamatkan. Ardianto dan Mariana menanam singkong, cabai rawit, hingga tomat di pematang sawah. Ada juga sayur khas Dayak, seperti kelakai (Stenochlaena palustris) dan rimbang (Solanum torvum). Selain padi, mereka menanam sayur, buah, hingga membuat kolam ikan, di lahannya. Ada pula cabai rawit, singkong, dan tomat, pisang, dan semangka untuk dijual. (Yoga) 

Dunia Usaha Pacu Pembangunan IKN

24 Sep 2023

Presiden Jokowi mengajak kalangan dunia usaha, terutama para investor Tanah Air, turut membangun Nusantara. Keterlibatan para pengusaha itu diyakini dapat menjadi motor yang memacu pembangunan di ibu kota negara baru tersebut. ”Kita hanya ingin menyampaikan kepada dunia usaha bahwa pembangunan di Ibu Kota Nusantara ini tidak hanya dilakukan pemerintah saja, tetapi dunia usaha juga sudah masuk,” kata Presiden Jokowi saat melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking Hotel Vasanta di kawasan IKN, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim, Sabtu (23/9). (Yoga) 

Bantu Perusahaan Hemat Biaya Besar

24 Sep 2023
Bunker membantu perusahaan besar untuk bisa mengurangi biaya operasional. Dengan teknologi yang mereka miliki, Bunker membantu perusahaan bisa menghemat miliaran rupiah untuk urusan analisa dan memproses data keuangan. Dan, dengan pendanaan baru, Bunker bakalan lebih kencang lagi melakukan ekspansi di Indonesia. Penggunaan teknologi menjadi salah satu agenda efisiensi yang berbagai perusahaan lakukan dalam mengarungi bisnis. Salah satunya, teknologi analisis dan perencana keuangan. Peluang ini yang kemudian Bunker tangkap. Startup ini membantu menganalisis dan mengatur ribuan data milik perusahaan di tingkat transaksional dan buku besar, lalu menjadi kumpulan informasi mendalam. Dengan teknologi yang Bunker miliki, data-data itu menjadi lebih sederhana dimengerti dengan tingkat akurasi sempurna, serta proses pengolahan yang cepat. Founder dan CEO Bunker Shivom Sinha menyebutkan, perusahaan yang menggunakan layanan platformnya bisa mempertebal margin, dengan memangkas hingga 20% operational expenditure (opex). Menurut dia, software rancangan Bunker bisa menelusuri data melalui pemindaian ribuan baris transaksi serta data lainnya. Perusahaan yang menggunakan platform Bunker bisa dimudahkan mendapatkan shortcut. Misalnya, menemukan biaya khusus vendor hingga mengelola hubungan investor atau melakukan penggalangan dana dengan proses yang lebih lancar. Shivom mengatakan, Bunker telah terintegrasi dengan software seperti Xero, NetSuite, QuickBooks, Jurnal, Accurate, SAP.

Pemerintah Upayakan Tambahan Impor Beras

23 Sep 2023

Pemerintah akan mengupayakan tambahan impor beras, untuk mengamankan cadangan beras pemerintah atau CBP. Berbarengan dengan itu, pemanfaatan CBP untuk menstabilkan harga beras melalui operasi pasar dan program bantuan pangan terus dioptimalkan. Kepala Bapanas (NFA) Arief Prasetyo Adi mengatakan, NFA melalui Perum Bulog akan mengupayakan menambah beras impor dari sejumlah negara, termasuk China. Namun, saat ini, prioritasnya adalah menyelesaikan kuota impor beras tahun ini yang sebanyak 2 juta ton terlebih dahulu.

”Semua sedang diupayakan. Akan sangat mudah jika sudah siap semua dengan semua negara, termasuk China,” ujarnya ketika dihubungi, Jumat (22/9). Arief menjelaskan, pemerintah membutuhkan tambahan  beras karena CBP pemerintah di Bulog akan terus berkurang. Bulog akan mengeluarkan 640.000 ton beras untuk bantuan pangan bagi 21,35 juta keluarga berpenghasilan rendah pada September, Oktober, dan November 2023. Dari target tersebut, Bulog sudah menyalurkan sekitar 50.000 ton. Bulog juga Menyiapkan 300.000 ton beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Sebagian  beras tersebut telah digelontorkan ke ritel modern, pasar tradisional di sejumlah daerah, dan Pasar Beras Induk Cipinang (PIBC), Jakarta. (Yoga) 

Pengembangan Industri Kelapa Berkelanjutan Butuh Peta Jalan

23 Sep 2023

Pengembangan industri pengolahan kelapa berkelanjutan di daerah terkendala kualitas SDM dan akses pasar. Perumusan peta jalan mengenai pengolahan kelapa berkelanjutan diharapkan dapat menjadi panduan bagi pemangku kepentingan dalam mengembangkan komoditas kelapa. Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan, ada dua tantangan yang dihadapi pemda dalam mengembangkan industri pengolahan kelapa, yakni SDM dan penyerapan produk oleh pasar. Padahal, kelapa menjadi salah satu produk unggulan daerah.

”Teknologi kita mungkin sudah punya, tinggal bagaimana SDM dan akses ke pasarnya untuk menyerap produksi kami. Lalu, seperti halnya komoditas kelapa sawit, kelapa juga butuh badan otoritas khusus yang mengatur harga sehingga dapat menjamin kesejahteraan petani,” tuturnya dalam konferensi pers seusai Forum Group Discussion tentang Business and Partnership Matching sebagai bagian dari rangkaian acara World Coconut Day 2023 di Gorontalo, Jumat (22/9). Forum diskusi tersebut bertujuan untuk merumuskan usulan peta jalan mengenai industri pengolahan kelapa berkelanjutan. (Yoga)