;

Potensi Jumlah Penumpang dan Alih Teknologi Kereta Cepat

Potensi Jumlah Penumpang dan Alih Teknologi Kereta Cepat
Pemerintah menciptakan euforia atas kehadiran kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) untuk menutupi amburadulnya masalah pembiayaan yang akan membebani PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dan nihilnya alih teknologi dalam proyek tersebut. Di tengah euforia kereta cepat itu, justru mencuat pertanyaan siapa penumpang yang nantinya secara intens atau teratur menggunakan kereta cepat? Kemudian, faktor apa yang bisa menyebabkan masyarakat mau berganti moda transportasi ke KCJB? Bagaimana pula peran bermakna pemerintah daerah yang ditempati stasiun KCJB karena peran pemda selama tahap pembangunan kurang signifikan? Bahkan postur pekerja terampil dan ahli sebagian besar bukan penduduk lokal, melainkan tenaga kerja asing. Hanya beberapa jenis pekerjaan, seperti satuan pengamanan (satpam), sopir, petugas kebersihan, dan kuli, yang menjadi jatah penduduk lokal.

Data di negara yang telah mengoperasikan kereta cepat menyatakan jumlah penumpang (ridership) moda tersebut di negara-negara maju sering dibandingkan dengan jumlah penumpang moda transportasi udara. Jumlah penumpang layanan kereta cepat biasanya lebih tinggi dibanding pesawat terbang jika waktu tempuhnya 3-4 jam. Sedangkan jika waktu tempuh di atas empat jam, moda transportasi udara lebih tinggi tingkat penggunaannya dibanding kereta cepat. (Yetede)
Tags :
#Transportasi
Download Aplikasi Labirin :