;
Kategori

Ekonomi

( 40789 )

INDUSTRI PARIWISATA : Arus Wisman Belum Samai 2019

03 Oct 2023
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara selama 8 bulan pertama 2023 tercatat belum bisa menyamai rekor arus kunjungan selama periode yang sama prapandemi Covid-19. Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Januari—Agustus 2023 mencapai 7,44 juta orang, atau baru 70,02% daripada pencapaian pada periode yang sama 2019. Namun, dia menegaskan arus kunjungan turis asing pada 8 bulan 2023 itu melonjak 126,39% dibandingkan total kunjungan wisman pada periode yang sama 2022. Khusus Agustus 2023, Amalia mengungkapkan arus kunjungan turis asing yang mencapai 1,13 juta kunjungan atau naik 68% secara tahunan dengan didominasi wisman asal Malaysia yang mencapai 174.000 kunjungan atau berkontribusi 15,4%. Jumlah kunjungan turis Malaysia ke Indonesia pada Agustus 2023 itu mengalami kenaikan 12,79% secara bulanan. Pada posisi kedua, turis asal Australia yang datang ke Indonesia pada Agustus 2023 yang mencapai 129.100 kunjungan dengan pangsa sebesar 11,4%. Namun, Amalia menegaskan jumlah kunjungan turis Australia pada Agustus 2023 justru menurun 9,79% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Posisi ketiga ditempati oleh wisman asal Singapura dengan jumlah mencapai 105.500 kunjungan, mencakup pangsa sebesar 9,3% dari total jumlah kunjungan turis asing pada Agustus 2023. 

SUARA PENGUSAHA, Berharap Pemilu Tanpa Gejolak

02 Oct 2023

Di tengah persaingan antarcalon peserta Pemilu 2024 yang sangat kompetitif, para pengusaha berharap penyelenggaraan pemilu berjalan aman dan damai. Siapa pun yang terpilih nanti diharapkan bisa membawa perbaikan bagi Indonesia. Para penyelenggara pemilu juga harus memastikan persiapan hingga penyelenggaraan pemilu berjalan sesuai dengan rencana. Di sisi lain, pemilih juga harus diedukasi agar memilih pemimpin yang kuat gagasan sekaligus mampu memunculkan langkah-langkah konkret, serta memiliki rekam jejak yang baik. Harapan itu, antara lain, mengemuka dari sejumlah peserta diskusi Kompas Collaboration Forum-Afternoon Tea#15 bertajuk ”Peta Politik 2024” yang digelar harian Kompas di Jakarta, Jumat (29/9). Diskusi dipandu Pemimpin Redaksi Harian Kompas Sutta Dharmasaputra.

Sekitar 20 pengusaha menghadiri acara ini, di antaranya CEO Sintesa Group Shinta Widjaja Kamdani, CEO Citibank Indonesia Batara Sianturi, Komisaris Utama PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk Antonius J Supit, Presdir PT AKR Corporindo Tbk Haryanto Adikoesoemo, Komisaris Independen Bank OCBC NISP Betti S Alisjahbana, dan Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Franciscus Welirang. Dalam diskusi tersebut Shinta Widjaja Kamdani menyampaikan sejumlah harapan pengusaha terkait Pemilu 2024. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia itu mengungkapkan, salah satunya pemilu bisa berlangsung tenang dan tak ada gejolak dari sisi keamanan. Para peserta pemilu juga diharapkan bisa berkompetisi secara jujur, adil, serta saling menghargai hasil pemilu. Artinya, yang kalah harus menghargai siapa pun yang keluar menjadi pemenang. ”Yang penting, dari hasilnya, jangan ribut-ributlah. Silakan bertanding kalian, tetapi don’t make the winner takes it all, silakan berbagi sehingga ini jadi pemilu yang siapa pun pemenangnya, yang penting semua bisa baik untuk negeri,” ujar Shinta. (Yoga) 

BEI Bersiap Catatkan Rekor Baru

02 Oct 2023
Jumlah perusahaan yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencapai rekor tertinggi. Pekan ini, akan ada dua emiten baru yang masuk bursa sehingga sampai awal Oktober 2023 bakal ada 68 perusahaan baru di BEI. ”Dengan demikian, jumlah itu telah melampaui jumlah listing terbanyak sepanjang sejarah BEI pada 1990, yaitu 66 perusahaan,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna di Jakarta, Sabtu (30/9/2023). (Yoga)

Beban Ganda Perdagangan Maritim Dunia

02 Oct 2023

Industri perdagangan maritim global tengah menghadapi dua tantangan besar. Di satu sisi, pertumbuhannya masih lambat kendati berangsur pulih. Di sisi lain, sektor tersebut perlu mewujudkan pelayaran hijau bebas karbon. Kedua poin itu menjadi bahasan pokok Ulasan Perdagangan Maritim 2023 Konferensi Perdagangan dan Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCTAD). Laporan bertajuk ”Menuju Transisi Hijau dan Adil” tersebut dirilis UNCTAD pada 27 September 2023, di Geneva, Swiss, waktu setempat. Pada 2022, volume perdagangan maritim terkontraksi atau tumbuh minus 0,4 %. Namun, tahun ini, perdagangan tersebut dapat tumbuh lebih baik meski masih lambat. UNCTAD memperkirakan pertumbuhan volume perdagangan maritim global pada 2023 sebesar 2,4 %. Untuk jangka menengah, 2024-2028, perdagangan maritim diperkirakan tumbuh lebih dari 3 %. Angka itu masih di bawah rata-rata pertumbuhan perdagangan maritim tiga dekade sebelumnya, di 7 %. Hal itu terjadi lantaran pasokan dan permintaan global belum seimbang. Perang Rusia dan Ukraina menjadi hambatan pelayaran barang. Sebagian alur perdagangan maritim berubah dan bertambah panjang.

Industri pelayaran global dituntut pula berkontribusi mengatasi perubahan iklim dengan mempercepat dekarbonisasi. Industri tersebut menyumbang 3 % dari total emisi global. UNCTAD mencatat, pada periode 2012-2022, kontribusi kapal-kapal angkutan barang milik 29 negara terhadap emisi karbon meningkat. ”Transportasi laut perlu mempercepat dekarbonisasi sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi. Langkah itu penting guna menyeimbangkan kelestarian lingkungan, kepatuhan terhadap peraturan, dan tuntutan ekonomi untuk masa depan transportasi laut yang adil dan berkelanjutan,” kata Sekjen UNCTAD Rebeca Grynspan. UNCTAD menyebutkan, dekarbonisasi sektor itu membutuhkan biaya besar karena banyak kapal yang terlalu tua untuk diperbaiki atau terlalu muda untuk dibongkar. Pada awal Januari 2023, rata-rata usia kapal-kapal tersebut 22,2 tahun dengan separuhnya berusia lebih dari 15 tahun. Sebanyak 98,8 % armada itu masih menggunakan bahan bakar fosil kendati bahan bakar alternatif sangat menjanjikan. UNCTAD mencatat, diperlukan tambahan 8-28 miliar USD per tahun untuk mendekarbonisasi kapal-kapal di dunia hingga 2050. (Yoga) 

Pukulan Bertubi-Tubi Harga Beras Hingga BBM

02 Oct 2023
Tekanan dan risiko ekonomi dalam negeri datang bertubi-tubi. Belum habis ditekan efek kenaikan harga beras dan pelemahan rupiah, kini harga minyak mentah di pasar dunia melesat lagi, sehingga harga bahan bakar minyak (BBM) bisa terkerek lagi. Pada perdagangan Jumat (29/9), harga minyak jenis WTI untuk kontrak November 2023 di level US$ 90,97 per barel. Bahkan dua hari sebelumnya sempat menyentuh posisi tertinggi dalam setahun terakhir, yakni US$ 93,68 per barel (lihat tabel). Ke depan, harga minyak dunia berpeluang naik terus akibat gangguan geopolitik maupun hambatan produksi. "Skenario terburuk, harga minyak akan sampai US$ 150 per barel jika Rusia benar-benar menghentikan pasokan BBM ke Eropa," kata Ibrahim Assuaibi, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, kemarin. Kenaikan harga minyak mentah berarti konsumen harus menanggung mahalnya harga BBM. Yang jelas, Pertamina menaikkan harga Pertamax series mulai 1 Oktober 2023. Harga Pertamax 92, misalnya, naik 1% dari Rp 13.850 per liter menjadi Rp 14.000 per liter. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mewanti-wanti efek kenaikan harga minyak terhadap APBN. Jika harga minyak melejit, anggaran subsidi yang harus digelontorkan pemerintah semakin besar. Adapun kenaikan harga beras bisa berefek ke inflasi. Setiap kenaikan 1% harga beras, kata Josua, akan menyumbang inflasi 0,03%-0,04%. Dus, "Pemerintah perlu konsisten menjaga daya beli masyarakat dan memitigasi potensi kenaikan inflasi sehingga konsumsi tetap solid," kata dia, kemarin. Direktur Riset Indef, Berly Martawardaya menyebutkan, untuk menjaga rupiah tetap aman, nilai ekspor harus tetap terjaga lebih tinggi dibanding impor. Selain itu, bisa juga mendorong capital inflow jika suku bunga Indonesia lebih tinggi dari bunga global. Kepala Pusat Kebijakan APBN Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Wahyu Utomo tak menampik dinamika harga minyak dan tekanan kurs berdampak pada APBN. Namun, "Sejauh ini tetap terkendali," kata dia. 

Gejolak Harga Pangan & Komoditas Kerek Inflasi

02 Oct 2023
Ancaman inflasi masih mengintai Indonesia memasuki kuartal keempat tahun ini. Selain krisis pangan, harga barang berpotensi naik lantaran harga komoditas energi kembali menanjak.Sejumlah ekonomi memberikan catatan, fenomena El Nino dan kenaikan harga komoditas bisa memicu inflasi di pengujung tahun 2023. Sebagai gambaran, sejumlah ekonom juga melihat selama bulan September 2023 Indonesia akan mencatatkan inflasi, dari posisi bulan sebelumnya yang mengalami deflasi 0,02%. Namun secara tahunan atau year-on-year (yoy), inflasi nasional berpotensi turun. Kepala Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI), Banjaran Surya Indrastomo, memproyeksikan inflasi tahunan pada September tahun ini berada di level 2,78% yoy. Ekonom Bank Danamon Irman Faiz menghitung, inflasi indeks harga konsumen (IHK) pada bulan September 2023 sebesar 0,17% month on month (mom). Dia menyiratkan, salah satu penyebab inflasi pada bulan September adalah kenaikan bahan bakar nonsubsidi. Bukan karena harga pangan. Banjaran juga mewanti-wanti soal kenaikan harga pangan ke depan. Menurut dia, mengacu data harga pangan Bank Indonesia (BI) menunjukkan adanya kenaikan harga beras yang cukup signifikan sepanjang bulan lalu. Ini dipicu fenomena kekeringan atau El Nino. Bahkan, El Nino berpotensi berlanjut hingga kuartal I-2024. "Sehingga tekanan dari harga bergejolak kemungkinan masih besar dan berlangsung hingga tahun depan," terang Banjaran. Di sisi lain, harga minyak mentah juga masih melanjutkan tren kenaikan sejak Juli 2023. Kondisi ini membuat badan usaha kembali menyesuaikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi untuk mengimbangi kenaikan harga minyak mentah. Nah, hal ini berpotensi mengerek inflasi dari sisi inflasi harga bergejolak pada September 2023. Segendang sepenarian, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual juga mengingatkan, memasuki kuartal IV-2023 masih ada hal yang mungkin bisa mengungkit tingkat inflasi. 

Saham Penggerak Berpotensi Mendaki

02 Oct 2023
Menutup kuartal III-2023, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di area 6.939,89. Fluktuasi IHSG sepanjang sembilan bulan ini tak lepas dari rotasi yang terjadi di deretan saham penggerak (mover) indeks. Empat bank big caps yakni BMRI, BBRI, BBCA dan BBNI masih kompak mengisi jajaran 10 besar saham dengan kinerja unggul (leader). Di samping itu, menyeruak saham dari sektor barang baku yang telah mencatatkan lonjakan harga signifikan, yakni AMMN dan BRPT. Research & Consulting Manager Infovesta Utama Nicodimus Kristiantoro memprediksi, secara sektoral saham teknologi masih akan laggard pada kuartal IV ini. Di sisi lain, Nico melihat ada potensi rotasi di jajaran saham leader. Nico mengunggulkan sektor keuangan, barang dan jasa konsumsi, serta telekomunikasi. Katalis pendorongnya adalah konsumsi akhir tahun yang berbarengan dengan musim kampanye pemilu dan pilpres. Sektor energi dan barang baku masih berpotensi melaju. Hanya saja, setelah menguat cukup signifikan sebulan terakhir, kenaikan harganya diprediksi akan terbatas dan rawan profit taking. Head of Research Mega Capital, Cheril Tanuwijaya mengamati, sektor consumer cyclical khususnya saham ritel berpeluang melandai terhadang potensi lonjakan inflasi. Begitu pula prospek sektor teknologi yang bisa tertahan oleh suku bunga acuan The Fed yang berpotensi naik lagi. Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project, William Hartanto menyoroti, para penggerak IHSG yang diisi oleh saham-saham big cap lebih berpotensi menanjak di periode akhir tahun ini. Pendorongnya adalah siklus tahunan dan antisipasi terhadap window dressing.

AGROFORESTRI DAN HARAPAN SEJAHTERA DI BATUTEG

02 Oct 2023

Dari jalan setapak, isi Hutan Lindung Batutegi, Lampung, mulai tersingkap. Tanaman kopi robusta berjajar di sela-sela pepohonan. Bunganya bermekaran dan wangi semerbak, pertanda kopi siap berbuah. Di gubuk perkumpulan berdinding kayu, sejumlah petani anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Makmur berkumpul, Jumat (15/9). Mereka bersiap mengikuti sekolah lapangan yang difasilitasi Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI). Beberapa petani menunjukkan hasil pupuk organik yang telah dibuat. Pupuk siap digunakan, tetapi mereka harus menunggu hujan untuk memupuk tanaman. Bahan untuk membuat pupuk organik salah satunya adalah kotoran dan air seni kambing. Petani juga menyiapkan lahan persemaian secara mandiri. Salah satu bibit yang disiapkan adalah pinang dan pala.

Uniknya, mereka tidak menggunakan plastik polybag untuk menaruh bibit semai, melainkan bambu yang banyak tumbuh di sekitar hutan untuk membuat wadah. Kantong bibit dari bahan bambu itu bisa ikut ditanam karena ramah lingkungan. Sri Atmiatun (43) bahkan menyiapkan buku khusus untuk mencatat materi pelajaran, terutama bahan-bahan untuk membuat formula pupuk organik dan pestisida nabati. Sri membawa beberapa contoh pupuk cair dan pestisida nabati buatannya. ”Saya sudah pernah menggunakan pupuk organik dan sudah mulai kelihatan bedanya. Daun tanaman jadi lebih mengilap. Pohon kopi yang terserang hama penyakit juga sembuh setelah diberi pestisida nabati dan pupuk organik,” kata Sri. Menurut Sri, hasil panen kopi robusta di lahan yang ia garap merosot tajam dalam dua tahun terakhir karena cuaca ekstrem. Banyak tanaman yang mati akibat terserang hama. Hasil panen kopi yang biasanya bisa mencapai 1 ton per hektar anjlok menjadi hanya 2-3 kuintal.

YIARI mengadakan kegiatan sekolah lapang sejak September 2022. Petani diajarkan membuat pupuk organik dan pestisida nabati dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar hutan. Selain murah dan mudah, petani juga menjadi lebih mandiri. Penerapan pola tanam agroforestri juga membuat petani tak lagi bergantung pada tanaman kopi. Saat panen kopi terpuruk seperti tahun lalu, petani tetap mendapat penghasilan dari menjual pisang, pala, jengkol, durian, atau kemiri. Salah satu petani yang telah menikmati hasil agroforestri di kawasan hutan lindung Batutegi adalah Purwanto (43). Di lahan yang ia garap, ada 500 batang pohon kemiri. Setiap bulan, ia bisa menjual 3-4 kuintal kemiri. Hasilnya paling sedikit Rp 3 juta dari satu jenis tanaman. Selain kemiri, Purwanto juga mengandalkan pohon jengkol, durian, pisang, dan kopi. Ia juga memelihara kambing dan tertarik memanfaatkan kotorannya untuk pupuk seperti petani lain di hutan itu. (Yoga) 

OJK Wajibkan Bank Blokir Rekening Mencurigakan

02 Oct 2023
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempertegas aturan transaksi perbankan di Tanah  Air. Kali ini, lewat Peraturan OJK (POJK) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Tata Kelola Bank Umum, OJK mewajibkan bank untuk memerangi pencucian uang, pencegahan pendanaan teroris dan pencegahan pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal. Ketentuan itu tercantum dalam Pasal 86 POJK 17/2023. Dalam beleid ini, OJK menitahkan kepada bank untuk menerapkan program anti pencucian uang (APU), pencegahan pendanaan terorisme (PPT), dan pencegahan pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal dalam melaksanakan kegiatan usaha. Dalam Pasal 86 POJK Tata Kelola Bank juga disebutkan, bagi bank yang melanggar ketentuan, dikenakan sanksi administratif berupa denda minimal Rp 2 miliar dan paling banyak Rp 50 miliar. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menegaskan, bank memiliki tanggung jawab untuk mengidentifikasi, menilai, memahami, dan mengurangi risiko yang terkait dengan tindak pidana APU dan PPT. Pada transaksi yang mencurigakan, bank harus secara aktif memantau dan menganalisis setiap transaksi nasabah. Sejumlah bank mengaku telah menerapkan pemblokiran rekening mencurigakan. Contoh PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Direktur Human Capital, Compliance and Legal BTN, Eko Waluyo mengatakan, BTN telah melakukan pemblokiran rekening transaksi mencurigakan. Setali tiga uang, Direktur Kepatuhan Bank Danamon Indonesia Tbk Rita Mirasari bilang, pihaknya telah menyusun upaya pencegahan dan mitigasi risiko melalui penerapan program APU PPT. Salah satunya, pemantauan dan analisa secara berkesinambungan untuk mengidentifikasi kesesuaian transaksi nasabah dengan profilnya. Ini termasuk pemutusan hubungan usaha dan penolakan transaksi dalam rangka penerapan program APU.

TERJERAT PINJAMAN CEPAT

02 Oct 2023

Lagi-lagi urusan pinjaman cepat berbasis digital atau pinjaman online, memantik polemik. Kemudahan yang ditawarkan oleh platform pinjaman digital, membuat banyak kelompok masyarakat, terutama kalangan muda terjerembab dalam utang dan repotnya ngemplang alias tidak bayar cicilan. Tanpa disadari, perkembangan industri digital keuangan menjadikan semua data dan informasi peminjam mudah terekam. Hal yang dikhawatirkan terkait dengan tunggakan utang di kelompok muda yakni pengaruhnya terhadap masa depan perekonomian Indonesia.