;

JALAN BENIH ”BONGO” DEMI MENJAGA ”DUTU

Ekonomi Yoga 29 Sep 2023 Kompas
JALAN BENIH ”BONGO”
DEMI MENJAGA ”DUTU

Tradisi dutu atau upacara antar harta dalam upacara peminangan memuat sejumlah hasil bumi yang wajib dibawa oleh calon mempelai pria, salah satunya kelapa yang ada tunasnya (tumula). Bagi  masyarakat Gorontalo, tunas kelapa memiliki makna filosofi kehidupan baru sekaligus menjadi teladan bagi kedua calon mempelai agar dapat hidup di mana pun dan memberikan banyak manfaat kepada siapa pun. Sebagai masyarakat asli Gorontalo, Mohamad S Hulopi atau akrab disapa Adi tak mau tradisi yang telah diturunkan dari generasi pendahulunya pudar. Kelapa menjadi salah satu hantaran yang amat penting dan bahkan dibicarakan secara serius dalam adat tolobango atau upacara musyawarah saat hendak melangsungkan pernikahan.

”Saya senang bisa menyediakan tunas kelapa untuk kebutuhan adat. Tak jarang, mereka yang butuh tunas kelapa untuk lamaran, biasanya enam butir, tidak saya patok harga. Berapa pun saya terima,” katanya, Sabtu (23/9).  Pada 1999, Adi mendirikan CV Hati Mas sebagai badan usaha pembibitan kelapa. Di lahan seluas 3 hektar, pria paruh baya itu membudidayakan tiga varietas kelapa lokal, yakni molowahu, kramat, dan panua. Dalam setahun, Adi mampu membibitkan 300.000 bibit kelapa. Rata-rata harga bibit kelapa tersebut dijual Rp 18.000- Rp 32.500 per bibit, bergantung varietasnya. CV Hati Mas merupakan satu-satunya produsen bibit kelapa lokal di Provinsi Gorontalo yang tercantum dalam e-katalog. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :