;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

Saatnya Industri Pelayaran Nasional Unjuk Gigi

29 Sep 2023
JAKARTA,ID-Peran industri pelayaran nasional dalam kegiatan ekspor impor (perdagangan internasional) di wilayah perairan di Indonesia masih relatif kecil yakni hanya 37% dan sisanya yakni 63% dilakukan oleh asing. Upaya melakukan kiprah industri pelayaran nasional harus dilakukan secara terpadu. Pelayaran nasional sangat perlu mendapatkan kebijakan yang equal atau setara dengan internasional, yang selama ini dianggap berat sebelah. "Kendala utamanya adalah daya saing kita yang lemah terhadap pelayaran internasional. Dimana untuk investasi pengadaan kapal, pinjaman dua digit dengan loan tenure yang pendek, serta jaminan kolateral. Dibandingkan dengan pendanaan internasional yang hanya 1 atau 2 persen diatas libor/sibor, loan tenure yang panjang dan hanya kapalnya saja sebagai jaminan," kata ketua Umum DPP Indonesia National Shippowners Association (INSA) Carmelita Hartoto kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (28/09/2023). (Yetede)

Saatnya UMKM Mulai Tingkatkan Kualitas Produk

29 Sep 2023
JAKARTA,ID-Pemerintah telah secara resmi menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 sebagai payung hukum bagi upaya melindungi UMKM dan membangun ekosistem  niaga elektronik (e-commerce) yang adil, sehat, dan bermanfaat. Namun, secara bersamaan, pelaku UMKM juga diminta untuk meningkatkan kualitas produk mereka agar mampu bersaing dengan produk-produk impor. "Tidak ada pemerintah yang UMKM-nya itu gulung tikar diam aja, enggak ada. Pemerintah harus hadir, karena di negara manapun kalau UMKM enggak berkembang negaranya enggak akan maju," ujar Menteri Perdagangan  (Mendag) Zlkifli Hasan kepada awak media usai mengunjungi area Blok A, Pasar Tanah Abang di Jakarat Pusat, Kamis. (28/9/2023). Namun Mendag menekankan, disamping pemerintah membuat kebijakan untuk melindungi UMKM dari derasnya impor produk  yang diperjual belikan secara online. (Yetede)

Meneropong Kesiapan LPS untuk Penjamin Polis

29 Sep 2023
JAKARTA,ID-Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tengah melakukan berbagai persiapan untuk menyelenggarakan program penjamin polis (PPP), yang mulai berlaku pada Januari 2028. Tugas baru yang akan dijalankan LPS merupakan mandat Undang-Undang (UU) Nomor 4/2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor keuangan (P2SK). Persiapan unutk perlengkapan PPP melingkupi antara lain perubahan organisasi, pengembangan sumber saya manusia (SDM), dan penyusunan peraturan turunan dari UU P2SK terkait PPP. "UU P2SK memberikan waktu 5 tahun untuk  masa transisi sejak UU ini ditetapkan sampai dengan PPP dimulai, yaitu dari Januari 2023 sampai dengan Januari 2028," kata Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Lana Soelistianingsih kepada Investor Daily. (Yetede)

Ancaman di Destinasi Wisata Prioritas

28 Sep 2023
Kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru karena penggunaan flare saat pengambilan foto pre-wedding baru-baru ini tak hanya menimbulkan pertanyaan soal etika pengunjung di tempat wisata. Isu ini juga menunjukkan semakin maraknya fenomena gentrifikasi pariwisata di Indonesia, termasuk di kawasan konservasi. Gentrifikasi merupakan perubahan karakteristik wilayah akibat penetrasi kapital dan mobilitas masyarakat kelas menengah atas yang berpotensi menaikkan standar hidup wilayah tersebut di atas jangkauan masyarakat setempat. Gentrifikasi terjadi akibat komodifikasi ruang, yaitu ketika nilai guna ruang diuangkan demi mengejar keuntungan.

Dalam perkembangannya, isu gentrifikasi juga tidak terbatas pada fenomena yang terjadi di wilayah urban, tapi juga di perdesaan, ruang kosong, dan kawasan lindung. Isu gentrifikasi makin mendesak untuk dibahas mengingat makin besarnya perhatian dan dukungan pemerintah terhadap pariwisata sebagai sektor prioritas yang dianggap salah satu sumber pertumbuhan baru ekonomi Indonesia. Secara kasat mata, gentrifikasi pariwisata memang terlihat menyejahterakan. Destinasi wisata diubah menjadi lebih modern, indah, dan tertata rapi. Namun, seperti halnya industri lain, gentrifikasi pariwisata juga berisiko merusak alam dan menimbulkan kesenjangan. (Yetede)

Transaksi Dagang Terlarang

28 Sep 2023
DALAM sepekan ke depan, perusahaan media sosial TikTok harus mulai menghentikan kegiatan jual-beli melalui platformnya di Indonesia. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan bakal menyurati perseroan agar operasi TikTok Shop—layanan jual-beli di aplikasi tersebut atau social commerce--disetop. "Sudah enggak boleh lagi jualan mulai kemarin (Selasa, 26 September 2023), tapi kami kasih waktu seminggu. Ini kan sosialisasi namanya. Besok saya suratin," kata dia di kantornya, kemarin. 

Tak hanya kepada TikTok, surat serupa juga akan dilayangkan kepada para pelaku niaga elektronik dan social commerce lainnya. Langkah tersebut dilakukan setelah Zulkifli meneken Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023  tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE). Aturan anyar yang diundangkan pada 26 September lalu tersebut merupakan hasil revisi Permendag Nomor 50 Tahun 2020. Aturan baru tersebut mendefinisikan model bisnis penyelenggaraan perdagangan melalui sistem elektronik, antara lain lokapasar atau marketplace dan social commerce. Masing-masing model bisnis ini memiliki aturan main yang berbeda. (Yetede)

Konsekuensi Hilirisasi Tekan Bea Keluar

27 Sep 2023

Penerapan kebijakan hilirisasi komoditas mineral dengan sepenuhnya melarang ekspor produk mentah mulai menekan penerimaan negara dari pos bea keluar. Untuk mengganti potensi hilangnya pendapatan dari larangan itu, pemerintah mengkaji opsi penerapan pajak atas ekspor produk turunan setengah jadi dengan tetap mempertimbangkan keberlanjutan industri. Data Kemenkeu menunjukkan, sepanjang tahun 2023, penerimaan bea keluar mengalami kontraksi. Pada Januari-Agustus 2023, penerimaan bea keluar ”terjun bebas” atau terkontraksi 80,3 %. Jatuhnya penerimaan dari pos bea keluar itu merupakan imbas kebijakan perpajakan untuk mendukung hilirisasi sumber daya alam (SDA) dan melandainya harga sejumlah komoditas andalan. Sejauh ini sudah ada beberapa komoditas mineral yang dikenakan larangan ekspor bentuk mentah, seperti nikel dan bauksit.

Ada lima komoditas yang masih diizinkan ekspor dalam bentuk mentah sampai Mei 2024, yaitu tembaga, besi, timbal, seng, dan lumpur anoda hasil pemurnian tembaga. Direktur Penerimaan dan Perencanaan Strategis Ditjen Bea Cukai Kemenkeu Mohammad Alfah Farobi, Selasa (26/9) mengatakan, sampai Agustus 2023, penerimaan bea cukai baru mencapai 56,59 % dari target APBN. Ia memperkirakan, hingga akhir tahun, penerimaan kepabeanan dan cukai hanya akan sebesar Rp 300,1 triliun, lebih rendah daritarget awal Rp 317,8 triliun. ”Kondisi bea cukai sedang menantang. Kemungkinan target tahun initidak bisa tercapai. Selain harga komoditas menurun, tantangan lain yang perlu diantisipasi tahun depan adalah dampak hilirisasi SDA mineral dan progres penyelesaian sejumlah smelter mineral terhadap pemasukan bea keluar,” kata Alfah dalam diskusi APBN 2024 di Cipanas, Jabar. (Yoga) 

Proyek Patungan PT TCL Diluncurkan

27 Sep 2023
PT Tigaraksa Satria Tbk dan PT Proteindotama Cipta Pangan (Grup Japfa) meluncurkan PT Tira Cipta  Logistik (TCL), Selasa (26/9/2023). Proyek patungan itu bergerak di bidang penyediaan fasilitas pergudangan berpendingin dan pengelolaan logistik untuk produk-produk beku/dingin. Pertumbuhan rata-rata bisnis makanan beku/dingin diproyeksikan 8,48 persen per tahun selama 2021-2026. (Yoga)

PLN Teken Kerja Sama Pendanaan

27 Sep 2023
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menandatangani kemitraan pembiayaan dengan Bank Investasi  infrastruktur Asia (AIIB) dan PT SMI (Persero) guna mendukung transisi energi di Indonesia. Kegiatan itu dilakukan di sela-sela acara 2023 AIIB Annual Meeting di Mesir, Selasa (26/9/2023). Menurut Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, kolaborasi menjadi kunci percepatan transisi energi. (Yoga)

Hilirisasi Rumput Laut Jadi Proyek Strategis Nasional

27 Sep 2023

Pemerintah terus menggenjot industri hilir atau hilirisasi rumput laut dengan tujuan meningkatkan nilai tambah. Hilirisasi rumput laut akan dimasukkan dalam Proyek Strategis Nasional. Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mengemukakan, program hilirisasi industri semakin digaungkan karena memberikan peluang bagi komoditas yang awalnya diekspor dalam bentuk mentah atau bahan baku untuk dikapalkan dalam bentuk barang setengah jadi atau produk jadi sehingga mempunyai nilai jual lebih tinggi. ”Hilirisasi telah menciptakan sejumlah dampak positif bagi perekonomian Indonesia, di antaranya membuka kesempatan kerja secara signifikan,” kata Agus dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (26/9). Salah satu sektor yang kini sedang dipacu hilirisasinya adalah rumput laut.

Industri rumput laut dinilai mampu menghasilkan banyak produk turunan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah. Saat ini, Indonesia menjadi penghasil rumput laut terbesar nomor dua di dunia, negara eksportir karagenan keenam di dunia, dan negara eksportir agar ketujuh di kancah global. Negara tujuan ekspor produk olahan rumput dari Indonesia, antara lain, China, AS, dan Korsel. Untuk mendukung kebijakan hilirisasi industri rumput laut, Kemenperin berupaya meningkatkan diversifikasi produk yang diminati pasar global, serta SDM. Data KKP menunjukkan, nilai pasar rumput laut dunia pada tahun 2022 mencapai 3,7 miliar USD atau meningkat 32 % dibandingkan tahun 2021. Sementara nilai ekspor rumput laut Indonesia sebesar 600 juta USD atau 16 % terhadap nilai pasar rumput laut dunia. Perdagangan rumput laut ke luar negeri didominasi dalam bentuk bahan mentah. (Yoga) 

Komoditas Ekspor Terdampak

27 Sep 2023

Kekeringan panjang akibat dampak El Nino tidak hanya memengaruhi produksi beras. Fenomena pemanasan suhu muka laut di atas kondisi normal itu juga akan menyebabkan penurunan produksi dan harga komoditas ekspor Indonesia, seperti CPO, karet, dan kopi. Berdasarkan kajian Tim Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, El Nino dapat memengaruhi sejumlah komoditas perkebunan yang diekspor Indonesia dan Malaysia. Untuk CPO, misalnya, El Nino ekstrem dapat menurunkan produksi komoditas itu pada 3-6 bulan ke depan. ”Dengan asumsi dasar tidak ada faktor lain yang memengaruhi (cateris paribus), produksi CPO diperkirakan dapat turun 3-7 % dan harganya dapat naik sekitar 4-10 %,” kata Vice President for Industry and Regional Research Bank Mandiri Dendi Ramdani, Selasa (26/9) di Jakarta.

Selain CPO, El Nino juga akan memengaruhi 60 % tanaman kopi Indonesia. BPS mencatat, pada 2022, perkebunan dan produksi kopi di Indonesia masing-masing seluas 1,25 juta hektar dan sebanyak 794.800 ton. Begitu juga karet. Merujuk data BPS dan Statista, luas perkebunan dan produksi karet Indonesia pada 2022 masing-masing 3,83 juta hektar dan 3,14 juta ton. Menurut Dendi, penurunan produksi kopi diperkirakan bisa mencapai 15-20 % karena lebih sensitif terhadap cuaca. Adapun karet, penurunan produksinya relatif kecil, diperkirakan sekitar 2 %. ”Harga karet alam pada 2023 dan 2024 akan relatif stabil, masing-masing diperkirakan 1,5 USD per kg dan 1,6 USD per kg. Sementara harga kopi bisa meningkat sekitar 15 %,” ujarnya. (Yoga)