;

Transaksi BI-Fast Menggilas Bisnis Switching

Ekonomi Hairul Rizal 29 Sep 2023 Kontan
Transaksi BI-Fast Menggilas Bisnis Switching
Transaksi transfer antar bank dengan menggunakan infrastruktur BI-Fast meningkat pesat. Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI), transaksi transfer sepanjang paruh pertama 2023 sudah mencapai 1,51 miliar. BI-Fast lebih diminati karena biayanya lebih murah, yakni maksimal Rp 2.500 per transaksi. Frekuensi transaksi BI-Fast ini menjadi gambaran besarnya tekanan yang diberikan infrastruktur pembayaran anyar itu ke perusahaan switching di Tanah Air. Oleh karena itu, perusahaan switching harus segera berbenah jika ingin tetap bertahan. Asal tahu saja, dari biaya BI-Fast itu BI hanya memungut Rp 19 dan Rp 2.481 jadi pendapatan peserta BI-Fast yang bertindak sebagai issuer. Jika bank berinvestasi sendiri untuk membangun jaringan penghubung layanan ke infrastruktur BI-Fast, maka nominal Rp 2.481 itu sepenuhnya jadi pendapatan issuer. SVP Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri, Thomas Wahyudi mengatakan, transaksi BI-Fast sudah menyumbang 65% terhadap transaksi transfer antar bank.  "Sampai akhir tahun, transaksi BI-Fast ditargetkan bisa mendekati 400 juta," kata dia pada KONTAN, Rabu (27/9). EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn sebelumnya mengungkapkan, transaksi BI-Fast yang diproses BCA juga sangat besar, yakni 457 juta transaksi pada semester I-2023 senilai Rp 1.369 triliun. Itu artinya, BCA sudah mengantongi pendapatan Rp 1,13 triliun. Sedangkan BTN memproses transaksi BI-Fast 3 juta-4 juta setiap bulannya. Direktur IT & Digital Bank BTN Andi Nirwoto bilang, transaksinya rata-rata naik 20% setiap bulannya sejak diimplementasikan pada Desember 2021.
Tags :
#Keuangan
Download Aplikasi Labirin :