Ekonomi
( 40733 )Berharap Asing Masih Masuk Bursa
Investor asing kembali mencatatkan aksi beli (net buy) di awal Oktober ini. Investor asing net buy Rp 314,45 miliar pada perdagangan Senin (2/10). Secara year to date, investor asing memang masih melakukan aksi jual (net sell) sebanyak Rp 4,92 triliun. Meski begitu, peluang bagi dana asing kembali mengalir ke bursa Indonesia (capital inflow) masih terbuka di pengujung tahun ini. Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan mengamati deras atau surutnya aliran dana investor asing akan dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Pada kuartal IV-2023 ini, Valdy memandang arah kebijakan moneter bank sentral terutama Bank Sentral Amerika Serikat (AS) alias The Fed bakal menjadi faktor yang dominan. Kondisi ini sudah tercermin dari akumulasi net sell investor asing yang cenderung terjadi dalam satu bulan terakhir. Di tengah bayangan ketidakpastian eksternal, beruntung kondisi ekonomi domestik masih relatif solid. Situasi ini menjadi katalis penting yang dapat meredam aksi jual, bahkan bisa mendorong aksi net beli. Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina menjelaskan, peluang terjadinya capital inflow maupun outflow di kuartal IV 2023 ini sama-sama terbuka. Potensi asing net buy akan terbatas menimbang kemungkinan kenaikan suku bunga acuan The Fed. Begitu juga sebaliknya. Head of Research NH Korindo Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata menyoroti efek dari rilis data ekonomi di AS. Pelaku pasar mengharapkan The Fed kembali menahan kenaikan suku bunga acuan. Jika terjadi, ini bisa memicu aliran dana ke emerging market. Apalagi pada kuartal IV-2023 ini ada faktor musim kampanye pemilu di Indonesia yang bisa menjadi katalis bagi pasar. Dalam 10 tahun terakhir, peluang kenaikan bagi IHSG pada bulan Oktober mencapai 80%. Terlebih ada katalis laporan kinerja di kuartal III. Valdy memprediksi, transaksi investor asing secara umum masih akan didominasi oleh saham-saham blue chips atau konstituen LQ45.
Tahun Politik Bisa Memicu Daya Beli
Sektor konsumer sepertinya tetap menjadi idola investor. Di tahun pemilu yang menyebabkan kondisi politik memanas, sektor konsumen justru semakin terlihat seksi. Pemerintah mengucurkan dana Rp 76,6 triliun untuk pemilu serentak di tahun 2024. Anggaran tersebut naik tiga kali lipat dibandingkan anggaran tahun 2019 yang sebesar Rp 25,7 triliun. Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan menuturkan, pada umumnya pelaksanaan pemilu berpotensi mendorong pertumbuhan konsumsi masyarakat. Di sisi lain daya beli masyarakat relatif terjaga. Tercermin dari kondisi inflasi tahunan Indonesia relatif stabil di kisaran 3%. Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis meramal konsumsi domestik berpotensi tumbuh, tapi konsumsi masyarakat menengah ke bawah masih belum tumbuh signifikan. Namun, ia nilai emiten konsumer di segmen food & beverage (F&B), rokok hingga distribusi konsumen akan diuntungkan adanya anggara pemilu. Tim Riset CGS-CIMB Sekuritas Indonesia melaporkan, dari 40 emiten konsumer pada pemilu 2014 dan 2019, ternyata segmen menengah dan bawah mengalami pertumbuhan pendapatan. Valdy menyebut, emiten konsumer di segmen F&B, households products, hingga ritel akan mendapat sentimen. Seperti INDF, ICBP, UNVR, MAPI, ACES, ERAA, AMRT. Rut Yesika Simak, Equity Research Analyst Mirae Asset Sekuritas mengatakan, selain perputaran uang selama pemilu, emiten konsumer akan diuntungkan dari normalisasi harga soft commodity.
Saham Bank Lapis Kedua Masih Tampil Mempesona
Saham emiten perbankan masih menunjukkan kinerja moncer. Tak hanya saham bank berkapitalisasi pasar besar (big cap), kinerja saham bank lapis kedua juga masih ciamik. Ambil contoh kinerja saham Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). Mengutip data RTI, harga saham BNGA pada penutupan pasar Senin (2/10) menclok di level Rp 1.690 per saham, tidak berubah dibandingkan hari sebelumnya. Namun, jika diakumulasi sejak awal tahun ini, harga saham BNGA terbang 42,62%. Kemarin, saham BNGA yang ditransaksikan sebanyak 2,58 juta saham dengan frekuensi 1.091 kali. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani melihat, menterengnya kinerja saham bank lapis kedua disokong fundamentalnya yang kuat. Valuasi saham emiten bank lapis kedua juga murah. Ini tercermin dari price to earning ratio (PER) dan price to book value (PBV) yang masih di bawah industri. Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus melihat, saham BNGA menarik dilirik. Sebab, pertumbuhan kinerja BNGA kian solid. "Ini terlihat dari return on equity (ROE) BNGA yang mencapai 15,4% dan yang penting ada perbaikan kualitas aset," ujarnya. Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta mengingatkan, saham-saham bank lapis kedua mayoritas dalam tahap sideways atau tren menurun. Dia bilang, saham bank lapis kedua sudah tumbuh tinggi sejak awal tahun hingga paruh pertama tahun 2023.
Penjualan Obat ISPA KAEF Naik 20%
Tingginya polusi udara di Jakarta dan sekitarnya telah memicu meningkatnya jumlah pasien penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kementerian Kesehatan (Kemkes) melaporkan, jumlah pasien ISPA melonjak dari kondisi normal sekitar 50.000 orang per bulan menjadi 200.000 orang pada Agustus lalu. Salah satunya adalah PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang mencatat adanya peningkatan permintaan obat ISPA dalam beberapa waktu terakhir. Sekretaris Perusahaan Kimia Farma, Ganti Winarno menyampaikan, sejak Juni-Agustus 2023 permintaan obat-obatan ISPA di apotek Kimia Farma tumbuh sekitar 20%. Obat-obatan tersebut dibutuhkan sebagian masyarakat yang terpapar dampak negatif polusi udara di tengah musim kemarau berkepanjangan atau El Nino yang terjadi di banyak daerah di Indonesia. Ia memprediksi, potensi peningkatan permintaan obat-obatan ISPA masih tetap tinggi ke depannya. Karena itu, pihak KAEF berusaha tetap menjaga stok bahan baku, produk obat, dan alat kesehatan untuk penanganan ISPA. Sebagai gambaran, sepanjang semester I-2023 lalu, KAEF mencatatkan pendapatan Rp 4,94 triliun, naik 11,78% year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 4,42 triliun. Melihat tingginya permintaan masyarakat terhadap obat ISPA dan juga obat-obatan untuk penyakit lainnya, KAEF berencana untuk terus ekspansif menambah jaringan apoteknya tahun ini. Rencananya, KAEF akan membangun apotek baru di berbagai kota Indonesia. Sepanjang 2023 berjalan, KAEF telah membuka 51 gerai apotek baru di seluruh Indonesia. Tahun ini KAEF menargetkan membuka 100 gerai baru di berbagai daerah. Direktur Utama KAEF, David Utama mengatakan, pihaknya akan mendorong jaringan apotek melalui anak usaha PT Kimia Farma Apotek (KFA). Ekspansi itu diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan penjualan lebih dari 15%.
NORMALISASI ‘SEMU’ INFLASI RI
PEMBIAYAAN SINDIKASI : POSISI KUAT BANK BUMN
Permintaan kredit korporasi melalui skema sindikasi masih cukup konsisten dan berada dalam fase meningkat. Sampai dengan kuartal III/2023, total pembiayaan secara grup oleh bank dan lembaga keuangan senilai US$21,74 miliar. Bank pelat merah, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. masih perkasa sebagai bank lokal Tanah Air yang menggelontorkan kredit sindikasi dengan nilai mencapai US$1,34 miliar. Jumlah itu mewakili pangsa pasar sebesar 14,41%. Dalam kurun 5 tahun terakhir, dominasi bank pelat merah terlihat kuat. Bank Mandiri memimpin pangsa sindikasi dalam 3 tahun terakhir sejak 2020. Sebelumnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. juga sempat berada dalam posisi teratas penguasa pasar sindikasi pada 2019 dan 2020. Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Susana Indah Kris Indriati mengatakan bahwa permintaan kredit sindikasi cukup potensial. Kondisi itu ditopang masih kuatnya likuiditas bank dan tingkat suku bunga saat ini. Secara total, emiten bank dengan kode saham BMRI itu mencatat penyaluran kredit hingga akhir Agustus 2023 secara bank only mencapai Rp996,86 triliun atau tumbuh 12,34% year-on-year (YoY). “ akan terus mempertajam sinergi anak perusahaan untuk menciptakan ekosistem bisnis Mandiri Group yang terintegrasi,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri dalam keterangan resmi, Senin (2/10). Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Agustya Hendy Bernadi menuturkan kredit sindikasi masih menjadi alternatif skema pembiayaan BRI di dalam sektor korporasi seiring dengan kondisi ekonomi Indonesia yang terus membaik. Sementara, pembiayaan kepada beberapa sektor downstream pertambangan, smelter mineral seperti copper, alumina dan nikel merupakan bentuk upaya BRI turut serta dalam mendukung kebijakan penghiliran dari pemerintah. Adapun, Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication PT Bank Central Asia Tbk. Hera F. Haryn menuturkan, hingga Agustus 2023, tren penyaluran kredit sindikasi BCA masih tercatat tumbuh positif. BCA telah mengelola kredit sindikasi sebesar Rp136,4 triliun per Agustus 2023 dan porsi partisipasi BCA dalam kredit sindikasi mencapai Rp25,55 triliun.
INDUSTRI PARIWISATA : Arus Wisman Belum Samai 2019
SUARA PENGUSAHA, Berharap Pemilu Tanpa Gejolak
Di tengah persaingan antarcalon peserta Pemilu 2024 yang
sangat kompetitif, para pengusaha berharap penyelenggaraan pemilu berjalan aman
dan damai. Siapa pun yang terpilih nanti diharapkan bisa membawa perbaikan bagi
Indonesia. Para penyelenggara pemilu juga harus memastikan persiapan hingga
penyelenggaraan pemilu berjalan sesuai dengan rencana. Di sisi lain, pemilih
juga harus diedukasi agar memilih pemimpin yang kuat gagasan sekaligus mampu
memunculkan langkah-langkah konkret, serta memiliki rekam jejak yang baik. Harapan
itu, antara lain, mengemuka dari sejumlah peserta diskusi Kompas Collaboration
Forum-Afternoon Tea#15 bertajuk ”Peta Politik 2024” yang digelar harian Kompas
di Jakarta, Jumat (29/9). Diskusi dipandu Pemimpin Redaksi Harian Kompas Sutta
Dharmasaputra.
Sekitar 20 pengusaha menghadiri acara ini, di antaranya CEO
Sintesa Group Shinta Widjaja Kamdani, CEO Citibank Indonesia Batara Sianturi,
Komisaris Utama PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk Antonius J Supit, Presdir PT AKR
Corporindo Tbk Haryanto Adikoesoemo, Komisaris Independen Bank OCBC NISP Betti
S Alisjahbana, dan Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Franciscus Welirang. Dalam
diskusi tersebut Shinta Widjaja Kamdani menyampaikan sejumlah harapan pengusaha
terkait Pemilu 2024. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia itu mengungkapkan,
salah satunya pemilu bisa berlangsung tenang dan tak ada gejolak dari sisi
keamanan. Para peserta pemilu juga diharapkan bisa berkompetisi secara jujur,
adil, serta saling menghargai hasil pemilu. Artinya, yang kalah harus menghargai
siapa pun yang keluar menjadi pemenang. ”Yang penting, dari hasilnya, jangan
ribut-ributlah. Silakan bertanding kalian, tetapi don’t make the winner takes
it all, silakan berbagi sehingga ini jadi pemilu yang siapa pun pemenangnya,
yang penting semua bisa baik untuk negeri,” ujar Shinta. (Yoga)
BEI Bersiap Catatkan Rekor Baru
Beban Ganda Perdagangan Maritim Dunia
Industri perdagangan maritim global tengah menghadapi dua tantangan
besar. Di satu sisi, pertumbuhannya masih lambat kendati berangsur pulih. Di sisi
lain, sektor tersebut perlu mewujudkan pelayaran hijau bebas karbon. Kedua poin
itu menjadi bahasan pokok Ulasan Perdagangan Maritim 2023 Konferensi
Perdagangan dan Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCTAD). Laporan
bertajuk ”Menuju Transisi Hijau dan Adil” tersebut dirilis UNCTAD pada 27 September
2023, di Geneva, Swiss, waktu setempat. Pada 2022, volume perdagangan maritim
terkontraksi atau tumbuh minus 0,4 %. Namun, tahun ini, perdagangan tersebut
dapat tumbuh lebih baik meski masih lambat. UNCTAD memperkirakan pertumbuhan volume
perdagangan maritim global pada 2023 sebesar 2,4 %. Untuk jangka menengah,
2024-2028, perdagangan maritim diperkirakan tumbuh lebih dari 3 %. Angka itu
masih di bawah rata-rata pertumbuhan perdagangan maritim tiga dekade sebelumnya,
di 7 %. Hal itu terjadi lantaran pasokan dan permintaan global belum seimbang.
Perang Rusia dan Ukraina menjadi hambatan pelayaran barang. Sebagian alur
perdagangan maritim berubah dan bertambah panjang.
Industri pelayaran global dituntut pula berkontribusi mengatasi
perubahan iklim dengan mempercepat dekarbonisasi. Industri tersebut menyumbang
3 % dari total emisi global. UNCTAD mencatat, pada periode 2012-2022, kontribusi
kapal-kapal angkutan barang milik 29 negara terhadap emisi karbon meningkat. ”Transportasi
laut perlu mempercepat dekarbonisasi sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi.
Langkah itu penting guna menyeimbangkan kelestarian lingkungan, kepatuhan
terhadap peraturan, dan tuntutan ekonomi untuk masa depan transportasi laut
yang adil dan berkelanjutan,” kata Sekjen UNCTAD Rebeca Grynspan. UNCTAD
menyebutkan, dekarbonisasi sektor itu membutuhkan biaya besar karena banyak
kapal yang terlalu tua untuk diperbaiki atau terlalu muda untuk dibongkar. Pada
awal Januari 2023, rata-rata usia kapal-kapal tersebut 22,2 tahun dengan
separuhnya berusia lebih dari 15 tahun. Sebanyak 98,8 % armada itu masih menggunakan
bahan bakar fosil kendati bahan bakar alternatif sangat menjanjikan. UNCTAD
mencatat, diperlukan tambahan 8-28 miliar USD per tahun untuk mendekarbonisasi
kapal-kapal di dunia hingga 2050. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









