Ekonomi
( 40733 )Pacu Budidaya Lobster Dalam Negeri
Pengembangan budidaya lobster di dalam negeri hingga
kini dinilai masih lambat. Upaya pembangkitkan budidaya lobster perlu didukung peta jalan agar komoditas unggulan itu bisa
berdaya saing. Rencana pemerintah membuka kembali keran ekspor benih bening lobster
lewat skema kerja sama investasi menuai sorotan.
Alih-alih membuka peluang budidaya lobster di luar negeri oleh investor yang
juga melakukan budidaya lobster di Indonesia, rencana itu dikhawatirkan menyebabkan budidaya lobster di
Indonesia semakin tertinggal. Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas
Teknologi Muhammadiyah Jakarta Suhana berpendapat, Kementerian Kelautan dan
Perikanan hingga kini belum memiliki arah jelas terkait pengembangan
budidaya lobster. Padahal, lobster telah digaungkan sebagai komoditas unggulan perikanan
budidaya. Kebijakan terkait lobster bahkan cenderung berubah-ubah, antara lain
buka-tutup keran ekspor benih bening lobster.
”Kalau pemerintah serius untuk mengembangkan
usaha lobster di dalam negeri, jangan ada ekspor benih bening lobster. Perlu disusun peta jalan lobster Indonesia supaya jelas arah dan
kebijakan yang harus ditempuh,” ujar Suhana, saat dihubungi, Senin (2/10). Berdasarkan draf
Rancangan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang Penangkapan, Pembudidayaan,
dan Pengelolaan
Lobster (Panulirus spp), Kepiting (Scylla spp), dan Rajungan (Portunus spp),
pada Pasal 6, pembudidayaan benih bening lobster di
luar RI dilakukan oleh investor yang juga melakukan pembudidayaan di Indonesia. Investor merupakan pelaku usaha
budidaya lobster yang telah teregistrasi di negara asal investor dan
melakukan kerja sama dengan badan layanan umum di bidang perikanan budidaya. Menurut Suhana,
rancangan regulasi yang melegalkan ekspor benih bening lobster ke negara asal
investor berpotensi melanggar Pasal 33 Ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan, ”Bumi dan air dan
kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk
sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”. Dibolehkannya ekspor benih bening lobster cenderung
berpihak kepada investor karena terbuka kemungkinan benih lobster lebih dominan
dipasok ke negara asal investor. Sebaliknya, budidaya lobster di Indonesia akan sulit
berkembang. (Yoga)
Beras Melambung, Inflasi Tak Terbendung
Mulai Offering, Barito Renewables Pasang Harga IPO Premium
Dukung Stabilitas Ekonomi, Pembiayaan Syariah Terus Dipacu
Pariwisata Pulih, Jumlah Kunjungan Wisma Melesat Signifikan
Bengkak Biaya Pengadaan Kereta
5 Perbedaan Social Commerce dan E-Commerce, Beserta Pengertiannya
Seret Penyaluran Kredit Usaha Rakyat
Lonjakan Harga Menahan Ekspansi Manufaktur
Ekspansi industri manufaktur Indonesia melambat pada September tahun ini, setelah mencatatkan kenaikan dalam beberapa bulan berturut-turut. S&P Global mencatat, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada September 2023 di level 52,3. Angka ini melorot 1,6 poin dibandingkan realisasi Agustus 2023 yang berada di level 53,9. Hal itu menunjukkan kondisi sektor manufaktur membaik selama 25 bulan berturut-turut. Namun dengan laju paling lambat sejak Mei 2023. "Data PMI S&P Global terbaru mengindikasikan bahwa sektor manufaktur Indonesia terus berekspansi pada akhir triwulan ketiga," ucap Economics Associate Director S&P Global Market Intelligence, Jingyi Pan dalam keterangan resminya, Senin (2/10). Ekspansi PMI Manufaktur pada bulan September didorong peningkatan permintaan dan perbaikan kinerja vendor. Terlebih lagi, permintaan baru dari luar negeri terus naik dan dengan laju yang sedikit lebih cepat pada September 2023 di tengah menguatnya permintaan di seluruh pasar ekspor utama. Selain itu, perusahaan sangat optimistis sejak Oktober 2022 sehingga sentimen bisnis di seluruh sektor manufaktur secara umum membaik. Sektor manufaktur berharap kondisi pasar membaik dan turut mendukung pertumbuhan penjualan selama 12 bulan ke depan. "Kepercayaan diri berbisnis naik pada September. Ini membuktikan bahwa kondisi sektor akan semakin membaik dalam waktu dekat," tambah Jingyi. Meski demikian, sejumlah pelaku industri mengakui permintaan saat ini menurun. Ketua Umum Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim) Triyono Prijosoesilo tak heran jika indeks manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada periode tersebut. Pasalnya, sektor ini mulai merasakan penurunan volume penjualan sejak awal tahun. Wakil Ketua Umum Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) Edi Rivai mengatakan, dalam waktu tiga bulan terakhir ini pihaknya mengalami penurunan utilitas produksi pabrik sekitar 30% hingga 40%.
Kemkeu Cairkan PMN Rp 42,62 Triliun
Suntikan dana kepada sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) melalui penyertaan modal negara (PMN) akhirnya bakal cair. Pasalnya, Komisi XI DPR RI telah menyetujui PMN tunai dan nontunai tahun anggaran 2023 sebesar Rp 42,62 trilun. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan suntikan modal negara tersebut akan memperkuat perusahan pelat merah dalam menjalankan berbagai tugas pembangunan nasional. Dana PMN Rp 42,62 triliun tersebut meliputi PMN tunai sebesar Rp 36,84 triliun dan PMN nontunai sebesar Rp 5,78 triliun. PMN tunai akan disuntik kepada PT Hutama Karya sebesar Rp 28,84 triliun, Airnav Indonesia Rp 659,19 miliar, serta PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia Rp 3 triliun. Lalu untuk PT Sarana Multigriya Finansial sebesar Rp 1,53 triliun, PT Len Industri Rp 1,75 triliun dan PT Aviasi Pariwisata Indonesia senilai Rp 1,01 triliun. Sementara itu, pemerintah juga akan menyuntikkan PMN nontunai berupa konversi utang kepada PT Rajawali Nusantara Indonesia sebesar Rp 2,56 triliun. Kemkeu juga akan memberikan PMN nontunai berupa barang milik negara (BMN) kepada Airnav Indonesia senilai Rp 892 miliar, PT ASDP Indonesia Ferry Rp 388,56 miliar, PT Brantas Abipraya Rp 211,98 miliar. Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia Teuku Riefky, mengatakan bahwa tujuan penyertaan modal negara adalah membantu BUMN yang mengalami masalah produktivitas atau finansial.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









