Bengkak Biaya Pengadaan Kereta
JAKARTA – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) harus mengeluarkan biaya pengadaan armada yang jauh lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Musababnya, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI ini hanya diperbolehkan membeli kereta baru, baik yang dibuat PT Industri Kereta Api (Persero) alias Inka maupun dalam bentuk impor, serta kereta hasil modifikasi ulang atau retrofit.
Vice President Corporate Secretary KCI, Anne Purba, mengatakan sebagian ongkos pengadaan kereta rel listrik Jakarta dan sekitarnya atau KRL Jabodetabek itu diusulkan sebagai penyertaan modal negara (PMN). “Kemudian dipenuhi juga lewat pinjaman sesuai dengan kemampuan KCI,” ujarnya kepada Tempo, kemarin, 3 Oktober 2023.
Berdasarkan presentasi Grup KAI, termasuk perwakilan KCI, di ruang Komisi Badan Usaha Milik Negara Dewan Perwakilan Rakyat, pada 19 September lalu, jumlah penumpang KRL Jabodetabek akan terus melonjak dari kisaran 274 juta orang pada 2023 menjadi 345 juta pada tahun depan. Agar bisa menampung volume tahunan pengguna KRL yang mencapai 410 juta orang pada 2027, operator kereta pelat merah ini harus mengoperasikan 117 rangkaian KRL setiap hari. Saat ini perusahaan hanya bisa mengoperasikan 101 rangkaian dan akan berkurang secara bertahap karena tenggat pensiun armada tua. (Yetede)
Tags :
#TransportasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023