;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

LPS: Special Rate KBMI 2 Tertinggi

30 Sep 2023
JAKARTA,ID-Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memantau pergerakan suku bunga simpanan perbankan nasional, baik yang berdenominasi rupiah maupun valuta asing (valas). Berdasarkan kelompoknya, kelompok bank berdasarkan model inti (KBMI) 2 tercatat menawarkan suku bunga spesial (special rate) tertinggi dibandingkan kelompok bank lainnya. Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, meskipun suku bunga global dalam tren meningkat, namun suku bunga pasar, belum naik terlalu signifikan. Dengan begitu, perbankan belum merasa tertekan dari sisi likuiditas yang mengharuskan bank untuk mengerek bunga simpanan lebih tinggi. Oleh karena itu, likuiditas ke depannya masih tetap mengalir dengan deras untuk mendukung pertumbuhan kredit perbankan. "Untuk special rate, per September terbesar itu ada di KBMI 2 sebesar 5,46%. KBMI 4 sebesar 5,46%. Secara rata-rata industri  4,18%, jadi masih di bawah tingkat bunga penjaminan LPS untuk industri," ujar Purbaya dalam konferensi pers, di Jakarta, Jumat (29/9/2023). (Yetede)

Government Shutdown Tampak Tak Terelakkan

30 Sep 2023
WASHINGTON,ID-Government shutdown atau terhentinya sebagian layanan pemerintah federal Amerika Serikat (AS) tampaknya tak terelakkan lagi terjadi akhir pekan waktu setempat. Walau mengaku masih punya waktu untuk menghindarkannya, tapi Ketua DPR AS Kevin McCarthy pada Kamis (28/9/2023) bersumpah untuk menjaga pemerintah federal tetap berjalan.  Pada saat yang sama, para Anggota DPR dari Partai Republik kesulitan untuk satu suara mencari alternatif solusi pendanaan pemerintah. Kongres AS menemui jalan buntu hanya beberapa hari sebelum shutdown yang akan menghentikan gaji bagi sekitar 2 juta pegawai pemerintah federal serta 2 juta tentara aktif dan cadangan. Namun DPR dan Senat AS tetap bersebrangan jalan untuk menghindari konsekuensi tersebut. Meskipun waktu hampir habis sebelum dana pemerintah berakhir setelah tengah malam Sabtu (30/9/2023) waktu setempat. (Yetede)

Upaya Gojek Menambah Pengguna Ojol

30 Sep 2023
JAKARTA – Gojek berencana memperluas fitur GoRide Transit yang mengintegrasikan layanan ojek online (ojol) dengan transportasi publik. Setelah menggandeng PT Kereta Commuter Indonesia, perusahaan ini mengincar kerja sama dengan operator moda transportasi lainnya. Presiden Unit Bisnis On-Demand Services PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Catherine Hindra Sutjahyo, mengatakan fitur GoRide Transit menyasar masyarakat pengguna transportasi massal yang memanfaatkan ojol sebagai moda transportasi first mile dan last mile mereka. First mile berarti perjalanan dari tempat asal menuju lokasi transit angkutan umum. Sedangkan last mile adalah perjalanan dari tempat transit angkutan umum ke tujuan akhir.

"Satu dari empat pengguna kami melakukan perjalanan dari dan ke stasiun maupun halte transportasi publik," tutur Catherine, kemarin.  KRL menjadi moda transportasi pertama yang terintegrasi sejak fitur ini diluncurkan pada 2021. Pengguna bisa memesan ojek dari tempat asal, mendapatkan tiket KRL, serta melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir dengan ojek dalam satu klik. Gojek bakal memberikan kode quick response (QR) lewat aplikasi untuk dipindai saat masuk dan keluar stasiun. Layanan ini bisa diakses di 82 stasiun KRL di Jabodetabek serta di stasiun KRL di Yogyakarta dan Solo. 

Catherine mengatakan fitur ini telah meningkatkan transaksi tiket digital kereta komuter sampai tiga kali lipat sejak diluncurkan. Gojek pun berencana memperluas efek tersebut dengan menjajaki diskusi bersama beberapa perusahaan transportasi. "Kami lagi diskusi dengan Transjakarta, ngomong juga dengan KCIC yang baru launching kereta cepat, dan LRT," ujarnya. Dia berharap kerja sama dengan tiga perusahaan tersebut bisa segera terwujud.  Menurut Catherine, perusahaan tidak memperoleh keuntungan dari penjualan tiket KRL selama ini. Ke depan pun, kerja sama penjualan tiket digital transportasi publik lainnya tak bakal dikenai biaya. Gojek juga tidak mengenai biaya tambahan per kilometer untuk ojol yang dipesan lewat fitur GoRide Transit. (Yetede)

Siap Ekspansi Usai Berlayar di Bursa

30 Sep 2023
Grup Humpuss kian ekspansif di bisnis transportasi laut. Perusahaan yang dimiliki oleh Tommy Soeharto ini kembali membawa satu anak usahanya menjaring dana di bursa saham, yakni PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI). Humpuss adalah pemain lama yang bergerak di bisnis transportasi laut, petrokimia, perdagangan dan tambang. Perusahaan ini memiliki bisnis gas alam cair atau LNG sejak tahun 1986. Bisnis LNG itu akhirnya dikelola lewat PT Humpuss Intermoda Tbk (HITS). Setelah bisnis HITS semakin terintegrasi, bisnis pengapalan LNG, minyak, dan kimia digarap melalui HUMI. Manajemen HUMI melihat, kondisi bisnis transportasi laut saat ini cukup positif, baik secara regional ataupun global. Direktur Utama HUMI, Tirta Hidayat mengatakan, tahun ini pihaknya akan berupaya untuk terus meningkatkan bisnis di dalam negeri. Sebab, pasar dalam negeri masih memiliki potensi pertumbuhan yang cukup besar. Salah satu yang sudah terealisasi adalah, anak usaha HUMI, yakni PT MCS Internasional (MCSI) dan perusahaan asal Jepang Mitsui OSK Lines Ltd (MOL) menggarap joint venture, yang akan berfokus pada industri penyediaan awak kapal. Dengan upaya itu, HUMI berharap dalam kurun waktu tiga hingga lima ke depan, porsi bisnis global HUMI bisa berkontribusi 30% terhadap total pendapatan. Saat ini, bisnis global HUMI baru berkontribusi 10%, sedangkan sisanya masih berasal dari pasar dalam negeri. HUMI juga akan melakukan ekspansi penambahan armada kapal. Tirta mengatakan, di sisa tiga bulan ini, HUMI tengah berencana menambah dua hingga tiga kapal lagi untuk menambah pendapatan. Sepanjang 2023, HUMI menargetkan belanja modal atau capital expenditure (capex) US$ 50 juta hingga US$ 60 juta. Hingga separuh pertama tahun ini, HUMI menyerap capex US$ 25 juta. HUMI tengah mengkaji rencana penerbitan medium term notes (MTN) sekitar Rp 500 miliar untuk tiga tahun ke depan. Menurut Tirta, ada tiga program besar pemerintah yang selama ini mereka layani. Pertama, program kelistrikan PLN dengan menyediakan layanan angkutan gas dan batubara buat pembangkit listrik. Kedua, layanan angkutan bahan bakar minyak (BBM) Pertamina ke seluruh wilayah di Indonesia. Ketiga, program kepelabuhan yang dijalankan Pelindo.

Adu Taji Saham Bank BUMN

30 Sep 2023
Kompetisi bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kian ketat. Tak hanya dari sisi fundamental keuangan, bank BUMN juga adu moncer kinerja saham. Menilik data RTI, Rabu (27/9), sejumlah emiten bank BUMN mampu mencatat return atau imbal hasil dobel digit di sepanjang tahun berjalan ini. Sebut saja, misalnya, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Pada penutupan perdagangan saham Rabu (27/9), saham BMRI mencetak return 20,91% sejak awal tahun ini. Tak mau kalah dengan sang induk, saham anak usaha Bank Mandiri, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), juga membukukan return dobel digit. Rabu (27/9), saham bank syariah dengan kode BRIS ini mencatat return 25,19% sejak awal tahun. Imbal hasil saham BRIS paling tinggi di antara saham bank-bank BUMN. Sayangnya, tak semua kinerja saham bank BUMN kinclong. Ambil contoh saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Di sepanjang tahun berjalan ini, saham BBTN masih terkoreksi. Jika dihitung sejak awal tahun, saham BBTN turun 9,26%. Secara historis, return saham BBTN terus turun dalam periode 5 tahun terakhir. Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu berdalih, salah satu pemicu jebloknya saham BBTN adalah restrukturisasi kredit yang masih cukup besar, meskipun trennya turun. Kini, lanjutnya, fokus kerja BTN untuk mendongkrak fundamental adalah mempercepat proses transformasi digital. Nixon menargetkan sampai akhir tahun ini, BTN bisa menyambungkan satu juta nasabah di aplikasi digital. Associate Director of Research & Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus melihat, koreksi saham BBTN merupakan efek kenaikan suku bunga tinggi. "Kalau fundamentalnya masih baik," ujarnya. Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto mencermati, secara valuasi saham BBTN masih relatif murah. Saham BTN diperdagangkan dengan PER 5,77 kali dan PBV 0,58 kali.

TikTok Wajib Ajukan Ulang Izin E-Commerce

30 Sep 2023
Pemerintah memberikan tenggat waktu satu minggu bagi Tiktok Indonesia untuk memisahkan TikTok Shop dengan TikTok sosial media. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 tentang perizinan berusaha, periklanan, pembinaan dan pengawasan pelaku usaha dalam perdagangan melalui sistem elektronik. Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Usman Kansong mengungkapkan, saat ini yang berlaku adalah Peraturan Menteri Perdagangan No 31 Tahun 2023. Usman mengakui, TikTok Indonesia sudah memiliki dua izin dari Kemkominfo. "Izinnya ada dua, sebagai sosial media dan sebagai e-commerce. Tapi, dengan adanya Permendag No 31 Tahun 2023 maka Tiktok harus memisahkan sosial media dengan e-commerce-nya," ujarnya. Ia melanjutkan, jika nanti TikTok Indonesia sudah memisahkan e-commerce-nya (TikTok Shop) dari platform sosial media, maka TikTok harus mengajukan izin kembali untuk layanan e-commerce-nya ke Kemkominfo sesuai dengan Peraturan Menteri Kominfo No 5/2020 Tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat. Jika Kemdag menyatakan TikTok melanggar, maka Kominfo akan segera melakukan tindakan penertiban dengan menjatuhkan sanksi sesuai peraturan yang berlaku. Sementara itu, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan, akan mengambil beberapa langkah konkrit jika Tiktok Indonesia tidak segera memisahkan antara aplikasi sosial media dengan aplikasi e-commerce (Tiktok Shop). "Media sosial-nya tidak masalah, yang tidak boleh social e-commerce-nya. Jadi, harus izin sendiri. Kalau masih (melanggar) akan kami surati dari Kominfo, tentunya peringatan dulu. Lalu kalau masih juga, kami surati lagi dari Kominfo, ini masih peringatan kedua," jelas Mendag saat ditemui di Pusat Grosir Tekstil Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta Pusat, Kamis (28/9).

PROSPEK KUAT PASAR SAHAM

30 Sep 2023

Kendati tertatih menggapai level 7.000 pada kuartal III, penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) bakal lebih solid pada sisa tahun ini. IHSG cenderung menguat sepanjang kuartal III/2023 berkat sokongan investor domestik yang optimistis terhadap prospek pasar saham, meskipun sentimen eksternal cenderung kurang bersahabat. Dalam 3 bulan terakhir, IHSG tercatat menguat 4,32% hingga akhirnya ditutup di level 6.939,89 pada hari terakhir perdagangan kuartal III/2023, Jumat (29/9). Sepanjang tahun berjalan, IHSG bertahan di teritori hijau dengan penguatan 1,3% Year-to-Date (YtD). IHSG sempat kembali menyentuh level psikologis 7.000 akhir pekan lalu, tetapi gagal bertahan pekan ini akibat sentimen suku bunga the Fed yang masih bertahan di level tinggi, bahkan disinyalir bakal naik sekali lagi tahun ini. Akan tetapi, dengan kinerja yang terbatas tersebut, IHSG masih berada di posisi kedua terkuat di antara indeks komposit Asean. Padahal, investor asing agresif melepas aset mereka dengan net sell Rp21,18 triliun sepanjang 3 bulan terakhir. Secara YtD, net sell asing mencapai Rp4,44 triliun. Kondisi ini menjadikan pasar keuangan AS lebih memikat bagi investor global. Jika the Fed kembali menaikkan suku bunga acuan tahun ini, maka Fed Fund Rate dan BI 7 Day Reverse Repo Rate akan sama tingginya, padahal peringkat investasi Indonesia jauh lebih rendah dibandingkan dengan AS. Meskipun demikian, melihat penguatan IHSG sepanjang kuartal III/2023 dengan sokongan investor domestik, masih cukup beralasan untuk meyakini potensi penguatan lanjutan pada sisa tahun ini. Apalagi, pasar akan ditopang oleh sentimen positif dalam negeri berupa persiapan Pemilu 2024. Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Roger MM menilai sulitnya IHSG menembus level 7.000 pekan ini akibat adanya risiko kenaikan kembali suku bunga the Fed. Hal ini tidak terlepas dari faktor inflasi AS yang belum jinak.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan sentimen the Fed memang menjadikan pasar cenderung wait and see. Kendati begitu, dia sependapat IHSG memiliki peluang lebih besar menghijau karena fundamental ekonomi Indonesia yang baik.“Panin AM menilai level wajar IHSG di akhir tahun 2023 adalah 7.400,” ujarnya. Sementara itu, Head of research NH Korindo Sekuritas Liza Camelia Suryanata mengatakan dalam skenario terbaik, IHSG dapat parkir di level 7.350 hingga 7.400 di akhir tahun. Namun, pada skenario terburuk, IHSG kemungkinan tertahan di kisaran 7.050 hingga 7.100. Meski begitu, Equity & Fixed Income Analyst KGI Sekuritas Rovandi memberi catatan sentimen pelemahan rupiah, serta penurunan cadangan devisa akibat aktivitas dagang yang menurun dan harga ekspor batu bara yang belum pulih akan menjadi penekan IHSG. Oleh karena itu, KGI Sekuritas memperkirakan level IHSG yang lebih rendah di akhir tahun 2023, yaitu sekitar 7.175. Head of Investment Reswara Gian Investa Kiswoyo Adi Joe juga meyakini sentimen Pemilu bakal menjadi alasan yang kuat bagi investor untuk melakukan window dressing jelang pergantian tahun. Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Maximilianus Nico Demus sepakat potensi window dressing yang berimbas pada penguatan signifikan IHSG pada tahun ini cukup besar. Adapun, window dressing merupakan strategi manajer investasi mempercantik kinerja portofolio agar menampilkan laporan kinerja yang lebih cantik di akhir tahun. 

Berharap dari Window Dressing

30 Sep 2023

Sepanjang tahun ini, Indeks Harga Saham Gabungan menghijau hanya sekitar 1,3%, disertai aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp4,44 triliun, sedangkan dalam 3 bulan terakhir naik 4,32% dengan aksi jual bersih investor asing sebesar Rp21,18 triliun. Sepanjang tahun ini, IHSG juga sulit untuk menembus level psikologis 7.000. Data Bloomberg mencatat indeks sempat menembus level 7.000 pada akhir pekan lalu. Melihat data-data tersebut agak berat rasanya bagi IHSG untuk bertengger di level 7.000. Penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah sinyal kebijakan suku bunga The Fed yang tetap hawkish, inflasi AS yang belum jinak hingga tren kenaikan harga minyak yang berkelindan menjadi satu. Investor di pasar modal pun kemudian memanfaatkan kondisi tersebut dengan berbelanja saham yang pada gilirannya mengangkat kinerja sejumlah saham dan tentu saja IHSG. Namun, perlu dicatat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap tinggi di tengah tren perlambatan ekonomi global. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II/2023 tercatat sebesar 5,17% (YoY), meningkat dari pertumbuhan pada kuartal yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,04% (YoY). Pertumbuhan ekonomi yang tinggi didukung oleh peningkatan permintaan domestik. Konsumsi rumah tangga tumbuh tinggi sebesar 5,23% (YoY), seiring dengan naiknya mobilitas, membaiknya ekspektasi pendapatan, terkendalinya inflasi, dan dampak positif dari pemberian gaji ke-13 kepada Aparatur Sipil Negara.

Tantangan Kartu Kredit vs Paylater

30 Sep 2023

Kini kartu kredit mulai tertikam oleh laju paylater satu model pembayaran “membeli dulu, membayar kemudian” (buy first, pay later) yang semakin digandrungi masyarakat luas. Apa tantangan kartu kredit dalam melawan tikaman paylater? Mungkinkah bank akan menerbitkan paylater ke depan sehingga berhadapan head to head dengan paylater? Sejauh mana pertumbuhan kartu kredit? Statistik Sistem Pembayaran dan Infrastruktur Keuangan (SPIP) yang diterbitkan oleh Bank Indonesia (BI) pada 18 September 2023 menunjukkan bahwa jumlah kartu kredit naik 5,74 persen dari 16,73 juta unit per Juli 2022 menjadi 17,69 juta unit per Juli 2023. Volume transaksi kartu kredit naik 22,75 persen dari 28.130 juta menjadi 34.530 juta. Volume transaksi itu meliputi transaksi tunai yang naik 6,21 persen dari 435.000 transaksi menjadi 462.000 transaksi dan transaksi belanja yang naik 23,01 persen dari 27.695.000 transaksi menjadi 34.068.000 transaksi. Sementara itu, nilai transaksi kartu kredit naik 30,60 persen dari Rp26,45 triliun menjadi Rp36,13 triliun. Nilai transaksi itu terdiri dari nilai transaksi tunai yang naik 10,67 persen dari Rp656 miliar menjadi Rp726 miliar. Sebaliknya, nilai transaksi belanja naik signifikan 37,41 persen dari Rp25,77 triliun menjadi Rp35,41 triliun.

Lantas, apa saja tantangan kartu kredit ke depan supaya tidak semakin hanyut ditelan paylater?. Pertama, sudah barang tentu, paylater lebih praktis karena tanpa kartu sehingga makin mudah bagi masyarakat untuk memeluknya dengan segera. Sebaliknya, kartu kredit mengenakan biaya penggantian kartu misalnya karena hilang atau rusak Rp100.000, biaya cetak tagihan Rp20.000/tagihan dan biaya pelampauan batas kredit Rp150.000. Di sisi lain, kartu kredit tetap unggul dalam bunga pembelanjaan sekitar 1,75 persen per bulan, biaya penarikan tunai 1,75 persen per bulan dan biaya keterlambatan pembayaran 1 persen dari total tagihan atau minimal Rp100.000. Sebaliknya, paylater mengenakan biaya pembelanjaan lebih tinggi sekitar 2,95% dan biaya keterlambatan pembayaran sekitar 5 persen per bulan dari seluruh tagihan. Kedua, paylater sering promosi berupa diskon (cashback) atau gratis biaya kirim sehingga nasabah merasa semakin dimanjakan. Ketiga, oleh karena itu, penerbit kartu kredit yakni bank dan LKBB harus berani berubah (adaptif), kreatif untuk mengerek nilai (value creation) dan mengubah produk dan jasa berbasis digital. Keempat, sekalipun kelak kartu kredit tanpa kartu dan paylater sama-sama menyediakan limit pembayaran, namun kartu kredit tanpa kartu tetap dapat ditarik tunai sebaliknya paylater tidak. Hal itu menjadi fitur baru sama sekali!. Kelima, bahkan kartu kredit, paylater dan aneka dompet digital dapat menjerat utang bagi pemegangnya ketika utang telah melebihi kemampuan membayar kembali (repayment capacity). Keenam, apalagi, penerbit kedua fasilitas pembayaran itu kurang gencar dalam melakukan sosialisasi dan edukasi kepada nasabah mereka. 

KREDIT MACET : BANK PERLU SELEKTIF BIAYAI FINTECH

30 Sep 2023

Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia memprediksi, bank bakal lebih selektif memberikan pembiayaan kepada financial technology peer-to-peer lending menyusul peningkatan kredit macet di industri itu. Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan mengatakan, masalah kredit macet dalam industri financial technology (fintech) peer-to-peer lending memang menjadi perhatian serius dalam beberapa tahun terakhir. “Ke depannya bank akan lebih selektif dan ketat dalam memberikan pembiayaan ke fintech,” ujarnya pada Bisnis, Jumat (29/9). Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit macet di pinjaman online (pinjol) atau industri peer-to-peer (P2P) lending terpantau masih mengalami peningkatan. Data OJK per Juli 2023, tingkat kredit macet pinjol atau tingkat wanprestasi 90 hari (TWP 90) naik dari 3,29% pada Juni 2023 menjadi 3,47% pada Juli 2023. Per Juli 2023, jumlah outstanding pinjol dari fintech lending mencapai Rp55,98 triliun dengan sebanyak Rp1,94 triliun merupakan kredit macet yang melebihi 90 hari. Trisoka menjelaskan sejumlah pinjol merupakan saluran perbankan untuk menyalurkan pinjaman kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), misalnya, yang telah menyalurkan pembiayaan ke P2P lending senilai hingga akhir Juni 2023 sebesar Rp2,2 triliun atau tumbuh 77% secara tahunan (Year-on-Year/YoY). Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengatakan BRI berhasil menjaga kualitas kredit yang disalurkan kepada P2P lending. Hal tersebut tecermin dari rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) yang sebesar 1,5%. Adapun, strategi menjaga kualitas NPL untuk segmen ini, Hendy menyebut BRI selektif dalam pemilihan mitra dan borrower. Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. membukukan total penyaluran kredit melalui kerja sama dengan perusahaan digital dan fintech P2P lending mencapai Rp3,09 triliun kepada lebih dari 227.000 debitur. Dalam kerja sama tersebut ditandatangani oleh SVP SME Banking Bank Mandiri Alexander Dippo, Bank Mandiri berharap kerja sama itu bisa memperluas akses pembiayaan sektor UMKM dan mengakselerasi inklusi keuangan dan ekosistem digital antarpelaku usaha. Berbeda dengan BRI dan Bank Mandiri, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) justru terus meninjau kembali kerja sama penyaluran kredit P2P lending. Hingga Juni 2023, belum ada data portofolio aktif P2P lending. EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menjelaskan, BCA senantiasa berkomitmen mengutamakan prinsip kehati-hatian dan selaras dengan risk appetite di setiap pengambilan keputusan dalam menyalurkan kredit. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya OJK Agusman mengatakan regulator terus memantau 23 penyelenggara tersebut.