;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

Penjualan Obat ISPA KAEF Naik 20%

03 Oct 2023

Tingginya polusi udara di Jakarta dan sekitarnya telah memicu meningkatnya jumlah pasien penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kementerian Kesehatan (Kemkes) melaporkan, jumlah pasien ISPA melonjak dari kondisi normal sekitar 50.000 orang per bulan menjadi 200.000 orang pada Agustus lalu. Salah satunya adalah PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang mencatat adanya  peningkatan permintaan obat ISPA dalam beberapa waktu terakhir. Sekretaris Perusahaan Kimia Farma, Ganti Winarno menyampaikan, sejak Juni-Agustus 2023 permintaan obat-obatan ISPA di apotek Kimia Farma tumbuh sekitar 20%. Obat-obatan tersebut dibutuhkan sebagian masyarakat yang terpapar dampak negatif polusi udara di tengah musim kemarau berkepanjangan atau El Nino yang terjadi di banyak daerah di Indonesia. Ia memprediksi, potensi peningkatan permintaan obat-obatan ISPA masih tetap tinggi ke depannya. Karena itu, pihak KAEF berusaha tetap menjaga stok bahan baku, produk obat, dan alat kesehatan untuk penanganan ISPA. Sebagai gambaran, sepanjang semester I-2023 lalu, KAEF mencatatkan pendapatan Rp 4,94 triliun, naik 11,78% year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 4,42 triliun. Melihat tingginya permintaan masyarakat terhadap obat ISPA dan juga obat-obatan untuk penyakit lainnya, KAEF berencana untuk terus ekspansif menambah jaringan apoteknya tahun ini. Rencananya, KAEF akan membangun apotek baru di berbagai kota Indonesia. Sepanjang 2023 berjalan, KAEF telah membuka 51 gerai apotek baru di seluruh Indonesia. Tahun ini KAEF menargetkan membuka 100 gerai baru di berbagai daerah. Direktur Utama KAEF, David Utama mengatakan, pihaknya akan mendorong jaringan apotek melalui anak usaha PT Kimia Farma Apotek (KFA). Ekspansi itu diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan penjualan lebih dari 15%.

NORMALISASI ‘SEMU’ INFLASI RI

03 Oct 2023
Rekor inflasi terendah sepanjang tahun ini yang tercatat pada September 2023, tak serta merta membuat pengendalian inflasi ke depan makin gampang. Pasalnya, bila ditelaah lebih dalam normalisasi inflasi yang tergambar pada aktivitas sepanjang bulan lalu itu tidak sehat. Kemarin, Senin (2/10), Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan tingkat inflasi pada September 2023 sebesar 2,28% (year-on-year/YoY), atau berada di bawah outlook pemerintah yang sebesar 3,3%—3,7%. Namun jika dilihat secara bulanan, inflasi pada September 2023 sebesar 0,19% masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan Agustus 2023 yang tercatat deflasi 0,02%. Apalagi, sejatinya penurunan inflasi secara tahunan lebih disebabkan oleh tingginya basis pembanding pada September 2022. Maklum, kala itu ekonomi nasional tertekan oleh besarnya impak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dieksekusi pada 3 September 2022. Kebijakan tak populis itulah yang kemudian mengatrol harga barang dan jasa. Situasi tersebut tentu akan mengancam daya beli dan konsumsi masyarakat. Apalagi, PMI Manufaktur turun 1,6 poin dari 53,9 pada Agustus 2023 menjadi 52,3 pada September 2023, yang dipicu oleh tertahannya permintaan masyarakat. Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan inflasi pangan memang menjadi salah satu isu yang patut dicermati oleh pemerintah. Namun sejauh ini tingkat inflasi pangan nasional masih relatif lebih baik dibandingkan dengan negara lain. Pemerintah pun menyadari betul adanya aneka risiko tersebut, terutama dari sisi inflasi pangan. Respons pemerintah pun diwujudkan dengan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 93/2023 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan No. 153/PMK.05/2022 tentang Tata Cara Pemberian Subsidi Bunga Pinjaman dalam Rangka Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah. Dalam beleid itu, ada perubahan beberapa substansi yang cukup fundamental. Mulai dari lembaga yang ditugaskan melakukan pengadaan cadangan pangan pemerintah (CPP), besaran bunga yang disubsidi, hingga tenor atau periode pinjaman. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Deni Surjantoro, menegaskan bahwa beleid baru ini bertujuan memperluas kapasitas pembiayaan dari semula hanya Bank Himbara ke bank dan lembaga keuangan bukan bank secara umum. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani, mengatakan Satgas Pangan perlu bekerja ekstra pada akhir tahun hingga paruh pertama 2024, karena adanya risiko inflasi pangan yang tinggi. "Kita ingin agar stok, ketersediaan, suplai dan harga pangan pokok di dalam negeri bisa lebih stabil dan mencukupi kebutuhan masyarakat," ujarnya. Ekonom Bank Danamon Irman Faiz, mengatakan dampak El Nino terhadap harga bahan pangan domestik yang bergejolak tidak terlalu besar. Namun pergerakan harga minyak perlu diwaspadai oleh pemerintah.

PEMBIAYAAN SINDIKASI : POSISI KUAT BANK BUMN

03 Oct 2023

Permintaan kredit korporasi melalui skema sindikasi masih cukup konsisten dan berada dalam fase meningkat. Sampai dengan kuartal III/2023, total pembiayaan secara grup oleh bank dan lembaga keuangan senilai US$21,74 miliar. Bank pelat merah, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. masih perkasa sebagai bank lokal Tanah Air yang menggelontorkan kredit sindikasi dengan nilai mencapai US$1,34 miliar. Jumlah itu mewakili pangsa pasar sebesar 14,41%. Dalam kurun 5 tahun terakhir, dominasi bank pelat merah terlihat kuat. Bank Mandiri memimpin pangsa sindikasi dalam 3 tahun terakhir sejak 2020. Sebelumnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. juga sempat berada dalam posisi teratas penguasa pasar sindikasi pada 2019 dan 2020. Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Susana Indah Kris Indriati mengatakan bahwa permintaan kredit sindikasi cukup potensial. Kondisi itu ditopang masih kuatnya likuiditas bank dan tingkat suku bunga saat ini. Secara total, emiten bank dengan kode saham BMRI itu mencatat penyaluran kredit hingga akhir Agustus 2023 secara bank only mencapai Rp996,86 triliun atau tumbuh 12,34% year-on-year (YoY). “ akan terus mempertajam sinergi anak perusahaan untuk menciptakan ekosistem bisnis Mandiri Group yang terintegrasi,” ujar Direk­tur Utama Bank Mandiri dalam keterangan resmi, Senin (2/10). Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Agustya Hendy Bernadi menuturkan kredit sindikasi masih menjadi alternatif skema pembiayaan BRI di dalam sektor korporasi seiring dengan kondisi ekonomi Indonesia yang terus membaik. Sementara, pembiayaan kepada beberapa sektor downstream pertambangan, smelter mineral seperti copper, alumina dan nikel merupakan bentuk upaya BRI turut serta dalam mendukung kebijakan penghiliran dari pemerintah. Adapun, Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication PT Bank Central Asia Tbk. Hera F. Haryn menuturkan, hingga Agustus 2023, tren penyaluran kredit sindikasi BCA masih tercatat tumbuh positif. BCA telah mengelola kredit sindikasi sebesar Rp136,4 triliun per Agustus 2023 dan porsi partisipasi BCA dalam kredit sindikasi mencapai Rp25,55 triliun.

INDUSTRI PARIWISATA : Arus Wisman Belum Samai 2019

03 Oct 2023
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara selama 8 bulan pertama 2023 tercatat belum bisa menyamai rekor arus kunjungan selama periode yang sama prapandemi Covid-19. Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Januari—Agustus 2023 mencapai 7,44 juta orang, atau baru 70,02% daripada pencapaian pada periode yang sama 2019. Namun, dia menegaskan arus kunjungan turis asing pada 8 bulan 2023 itu melonjak 126,39% dibandingkan total kunjungan wisman pada periode yang sama 2022. Khusus Agustus 2023, Amalia mengungkapkan arus kunjungan turis asing yang mencapai 1,13 juta kunjungan atau naik 68% secara tahunan dengan didominasi wisman asal Malaysia yang mencapai 174.000 kunjungan atau berkontribusi 15,4%. Jumlah kunjungan turis Malaysia ke Indonesia pada Agustus 2023 itu mengalami kenaikan 12,79% secara bulanan. Pada posisi kedua, turis asal Australia yang datang ke Indonesia pada Agustus 2023 yang mencapai 129.100 kunjungan dengan pangsa sebesar 11,4%. Namun, Amalia menegaskan jumlah kunjungan turis Australia pada Agustus 2023 justru menurun 9,79% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Posisi ketiga ditempati oleh wisman asal Singapura dengan jumlah mencapai 105.500 kunjungan, mencakup pangsa sebesar 9,3% dari total jumlah kunjungan turis asing pada Agustus 2023. 

SUARA PENGUSAHA, Berharap Pemilu Tanpa Gejolak

02 Oct 2023

Di tengah persaingan antarcalon peserta Pemilu 2024 yang sangat kompetitif, para pengusaha berharap penyelenggaraan pemilu berjalan aman dan damai. Siapa pun yang terpilih nanti diharapkan bisa membawa perbaikan bagi Indonesia. Para penyelenggara pemilu juga harus memastikan persiapan hingga penyelenggaraan pemilu berjalan sesuai dengan rencana. Di sisi lain, pemilih juga harus diedukasi agar memilih pemimpin yang kuat gagasan sekaligus mampu memunculkan langkah-langkah konkret, serta memiliki rekam jejak yang baik. Harapan itu, antara lain, mengemuka dari sejumlah peserta diskusi Kompas Collaboration Forum-Afternoon Tea#15 bertajuk ”Peta Politik 2024” yang digelar harian Kompas di Jakarta, Jumat (29/9). Diskusi dipandu Pemimpin Redaksi Harian Kompas Sutta Dharmasaputra.

Sekitar 20 pengusaha menghadiri acara ini, di antaranya CEO Sintesa Group Shinta Widjaja Kamdani, CEO Citibank Indonesia Batara Sianturi, Komisaris Utama PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk Antonius J Supit, Presdir PT AKR Corporindo Tbk Haryanto Adikoesoemo, Komisaris Independen Bank OCBC NISP Betti S Alisjahbana, dan Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Franciscus Welirang. Dalam diskusi tersebut Shinta Widjaja Kamdani menyampaikan sejumlah harapan pengusaha terkait Pemilu 2024. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia itu mengungkapkan, salah satunya pemilu bisa berlangsung tenang dan tak ada gejolak dari sisi keamanan. Para peserta pemilu juga diharapkan bisa berkompetisi secara jujur, adil, serta saling menghargai hasil pemilu. Artinya, yang kalah harus menghargai siapa pun yang keluar menjadi pemenang. ”Yang penting, dari hasilnya, jangan ribut-ributlah. Silakan bertanding kalian, tetapi don’t make the winner takes it all, silakan berbagi sehingga ini jadi pemilu yang siapa pun pemenangnya, yang penting semua bisa baik untuk negeri,” ujar Shinta. (Yoga) 

BEI Bersiap Catatkan Rekor Baru

02 Oct 2023
Jumlah perusahaan yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencapai rekor tertinggi. Pekan ini, akan ada dua emiten baru yang masuk bursa sehingga sampai awal Oktober 2023 bakal ada 68 perusahaan baru di BEI. ”Dengan demikian, jumlah itu telah melampaui jumlah listing terbanyak sepanjang sejarah BEI pada 1990, yaitu 66 perusahaan,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna di Jakarta, Sabtu (30/9/2023). (Yoga)

Beban Ganda Perdagangan Maritim Dunia

02 Oct 2023

Industri perdagangan maritim global tengah menghadapi dua tantangan besar. Di satu sisi, pertumbuhannya masih lambat kendati berangsur pulih. Di sisi lain, sektor tersebut perlu mewujudkan pelayaran hijau bebas karbon. Kedua poin itu menjadi bahasan pokok Ulasan Perdagangan Maritim 2023 Konferensi Perdagangan dan Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCTAD). Laporan bertajuk ”Menuju Transisi Hijau dan Adil” tersebut dirilis UNCTAD pada 27 September 2023, di Geneva, Swiss, waktu setempat. Pada 2022, volume perdagangan maritim terkontraksi atau tumbuh minus 0,4 %. Namun, tahun ini, perdagangan tersebut dapat tumbuh lebih baik meski masih lambat. UNCTAD memperkirakan pertumbuhan volume perdagangan maritim global pada 2023 sebesar 2,4 %. Untuk jangka menengah, 2024-2028, perdagangan maritim diperkirakan tumbuh lebih dari 3 %. Angka itu masih di bawah rata-rata pertumbuhan perdagangan maritim tiga dekade sebelumnya, di 7 %. Hal itu terjadi lantaran pasokan dan permintaan global belum seimbang. Perang Rusia dan Ukraina menjadi hambatan pelayaran barang. Sebagian alur perdagangan maritim berubah dan bertambah panjang.

Industri pelayaran global dituntut pula berkontribusi mengatasi perubahan iklim dengan mempercepat dekarbonisasi. Industri tersebut menyumbang 3 % dari total emisi global. UNCTAD mencatat, pada periode 2012-2022, kontribusi kapal-kapal angkutan barang milik 29 negara terhadap emisi karbon meningkat. ”Transportasi laut perlu mempercepat dekarbonisasi sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi. Langkah itu penting guna menyeimbangkan kelestarian lingkungan, kepatuhan terhadap peraturan, dan tuntutan ekonomi untuk masa depan transportasi laut yang adil dan berkelanjutan,” kata Sekjen UNCTAD Rebeca Grynspan. UNCTAD menyebutkan, dekarbonisasi sektor itu membutuhkan biaya besar karena banyak kapal yang terlalu tua untuk diperbaiki atau terlalu muda untuk dibongkar. Pada awal Januari 2023, rata-rata usia kapal-kapal tersebut 22,2 tahun dengan separuhnya berusia lebih dari 15 tahun. Sebanyak 98,8 % armada itu masih menggunakan bahan bakar fosil kendati bahan bakar alternatif sangat menjanjikan. UNCTAD mencatat, diperlukan tambahan 8-28 miliar USD per tahun untuk mendekarbonisasi kapal-kapal di dunia hingga 2050. (Yoga) 

Pukulan Bertubi-Tubi Harga Beras Hingga BBM

02 Oct 2023
Tekanan dan risiko ekonomi dalam negeri datang bertubi-tubi. Belum habis ditekan efek kenaikan harga beras dan pelemahan rupiah, kini harga minyak mentah di pasar dunia melesat lagi, sehingga harga bahan bakar minyak (BBM) bisa terkerek lagi. Pada perdagangan Jumat (29/9), harga minyak jenis WTI untuk kontrak November 2023 di level US$ 90,97 per barel. Bahkan dua hari sebelumnya sempat menyentuh posisi tertinggi dalam setahun terakhir, yakni US$ 93,68 per barel (lihat tabel). Ke depan, harga minyak dunia berpeluang naik terus akibat gangguan geopolitik maupun hambatan produksi. "Skenario terburuk, harga minyak akan sampai US$ 150 per barel jika Rusia benar-benar menghentikan pasokan BBM ke Eropa," kata Ibrahim Assuaibi, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, kemarin. Kenaikan harga minyak mentah berarti konsumen harus menanggung mahalnya harga BBM. Yang jelas, Pertamina menaikkan harga Pertamax series mulai 1 Oktober 2023. Harga Pertamax 92, misalnya, naik 1% dari Rp 13.850 per liter menjadi Rp 14.000 per liter. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mewanti-wanti efek kenaikan harga minyak terhadap APBN. Jika harga minyak melejit, anggaran subsidi yang harus digelontorkan pemerintah semakin besar. Adapun kenaikan harga beras bisa berefek ke inflasi. Setiap kenaikan 1% harga beras, kata Josua, akan menyumbang inflasi 0,03%-0,04%. Dus, "Pemerintah perlu konsisten menjaga daya beli masyarakat dan memitigasi potensi kenaikan inflasi sehingga konsumsi tetap solid," kata dia, kemarin. Direktur Riset Indef, Berly Martawardaya menyebutkan, untuk menjaga rupiah tetap aman, nilai ekspor harus tetap terjaga lebih tinggi dibanding impor. Selain itu, bisa juga mendorong capital inflow jika suku bunga Indonesia lebih tinggi dari bunga global. Kepala Pusat Kebijakan APBN Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Wahyu Utomo tak menampik dinamika harga minyak dan tekanan kurs berdampak pada APBN. Namun, "Sejauh ini tetap terkendali," kata dia. 

Gejolak Harga Pangan & Komoditas Kerek Inflasi

02 Oct 2023
Ancaman inflasi masih mengintai Indonesia memasuki kuartal keempat tahun ini. Selain krisis pangan, harga barang berpotensi naik lantaran harga komoditas energi kembali menanjak.Sejumlah ekonomi memberikan catatan, fenomena El Nino dan kenaikan harga komoditas bisa memicu inflasi di pengujung tahun 2023. Sebagai gambaran, sejumlah ekonom juga melihat selama bulan September 2023 Indonesia akan mencatatkan inflasi, dari posisi bulan sebelumnya yang mengalami deflasi 0,02%. Namun secara tahunan atau year-on-year (yoy), inflasi nasional berpotensi turun. Kepala Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI), Banjaran Surya Indrastomo, memproyeksikan inflasi tahunan pada September tahun ini berada di level 2,78% yoy. Ekonom Bank Danamon Irman Faiz menghitung, inflasi indeks harga konsumen (IHK) pada bulan September 2023 sebesar 0,17% month on month (mom). Dia menyiratkan, salah satu penyebab inflasi pada bulan September adalah kenaikan bahan bakar nonsubsidi. Bukan karena harga pangan. Banjaran juga mewanti-wanti soal kenaikan harga pangan ke depan. Menurut dia, mengacu data harga pangan Bank Indonesia (BI) menunjukkan adanya kenaikan harga beras yang cukup signifikan sepanjang bulan lalu. Ini dipicu fenomena kekeringan atau El Nino. Bahkan, El Nino berpotensi berlanjut hingga kuartal I-2024. "Sehingga tekanan dari harga bergejolak kemungkinan masih besar dan berlangsung hingga tahun depan," terang Banjaran. Di sisi lain, harga minyak mentah juga masih melanjutkan tren kenaikan sejak Juli 2023. Kondisi ini membuat badan usaha kembali menyesuaikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi untuk mengimbangi kenaikan harga minyak mentah. Nah, hal ini berpotensi mengerek inflasi dari sisi inflasi harga bergejolak pada September 2023. Segendang sepenarian, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual juga mengingatkan, memasuki kuartal IV-2023 masih ada hal yang mungkin bisa mengungkit tingkat inflasi. 

Saham Penggerak Berpotensi Mendaki

02 Oct 2023
Menutup kuartal III-2023, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di area 6.939,89. Fluktuasi IHSG sepanjang sembilan bulan ini tak lepas dari rotasi yang terjadi di deretan saham penggerak (mover) indeks. Empat bank big caps yakni BMRI, BBRI, BBCA dan BBNI masih kompak mengisi jajaran 10 besar saham dengan kinerja unggul (leader). Di samping itu, menyeruak saham dari sektor barang baku yang telah mencatatkan lonjakan harga signifikan, yakni AMMN dan BRPT. Research & Consulting Manager Infovesta Utama Nicodimus Kristiantoro memprediksi, secara sektoral saham teknologi masih akan laggard pada kuartal IV ini. Di sisi lain, Nico melihat ada potensi rotasi di jajaran saham leader. Nico mengunggulkan sektor keuangan, barang dan jasa konsumsi, serta telekomunikasi. Katalis pendorongnya adalah konsumsi akhir tahun yang berbarengan dengan musim kampanye pemilu dan pilpres. Sektor energi dan barang baku masih berpotensi melaju. Hanya saja, setelah menguat cukup signifikan sebulan terakhir, kenaikan harganya diprediksi akan terbatas dan rawan profit taking. Head of Research Mega Capital, Cheril Tanuwijaya mengamati, sektor consumer cyclical khususnya saham ritel berpeluang melandai terhadang potensi lonjakan inflasi. Begitu pula prospek sektor teknologi yang bisa tertahan oleh suku bunga acuan The Fed yang berpotensi naik lagi. Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project, William Hartanto menyoroti, para penggerak IHSG yang diisi oleh saham-saham big cap lebih berpotensi menanjak di periode akhir tahun ini. Pendorongnya adalah siklus tahunan dan antisipasi terhadap window dressing.