;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

Tarif Khusus BisKita Trans Pakuan Rp 2.000

22 Sep 2023

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menetapkan tarif khusus pada layanan angkutan perkotaan melalui skema buy the service BisKita Trans Pakuan sebesar Rp 2.000. Direktur Angkutan BPTJ Tatan Rustandi, Kamis (21/9/2023), mengatakan, tarif khusus itu berlaku bagi kelompok pelajar, warga lansia, dan disabilitas. Mereka dapat mendaftarkan diri pada situs web BPTJ (bptj.dephub.go.id). Tautan registrasi tarif khusus terdapat di halaman aplikasi dan layanan daring. (Yoga)

Harga Minyak Panas Membikin WasWas

22 Sep 2023
Pemerintah dan parlemen kemarin mengesahkan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024. Melihat ekonomi global yang masih tak pasti, pemerintah diminta mewaspadai sejumlah faktor yang bisa mengacaukan kalkulasi anggaran negara, terutama pergerakan harga minyak mentah global. Jika harga minyak terus menanjak, APBN bisa terbebani oleh pembengkakan anggaran subsidi energi pada 2024. Pada Kamis (21/9), harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman November 2023 di posisi US$ 89,29 per barel, sudah naik 12% dalam sebulan terakhir. Harga minyak Brent juga sudah menyentuh US$ 93,53 per barel. Masih ada potensi kenaikan harga minyak. Mengacu data Trading Economics, harga minyak mentah global jenis Brent diperkirakan terus menguat hingga US$ 99 per barel pada kuartal keempat tahun ini. Harga ini masih akan menanjak ke US$ 101,6 pada kuartal I-2024 dan menjadi US$ 104,2 di kuartal II-2024. Proyeksi itu tak lepas dari ketatnya pasokan minyak mentah global. Arab Saudi, salah satu produsen minyak terbesar dunia, berkomitmen memangkas produksi 1 juta barel per hari mulai pertengahan tahun ini hingga 2024. Pergerakan harga minyak selalu menampilkan dua sisi berlawanan. Mengacu analisis sensitivitas RAPBN 2024 terhadap perubahan asumsi dasar ekonomi makro, setiap kenaikan ICP US$ 1 per barel akan menyumbang tambahan pendapatan negara Rp 3,6 triliun. Namun di saat bersamaan, belanja negara juga menanjak Rp 10,1 triliun. Alhasil, setiap kenaikan ICP berpotensi menyumbang defisit anggaran Rp 6,5 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui, harga minyak dunia ke depan tidak bisa diprediksi. Dalam tiga pekan terakhir saja, harga minyak jenis Brent sudah naik hingga 11%. "Ke depan tidak ada yang tahu mengenai proyeksi (harga minyak)," kata Menkeu, Selasa (19/9). Kepala Pusat Kebijakan APBN Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemkeu Wahyu Utomo  mengklaim, dampak kenaikan harga minyak global terhadap ICP masih terkendali. Hal itu tecermin dari realisasi APBN yang masih mencetak surplus hingga Agustus 2023. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah menyebut, asumsi ICP sebesar US$ 82 per barel pada 2024 sudah mempertimbangkan keputusan sejumlah negara OPEC yang akan mengurangi produksi minyak bumi karena faktor geopolitik dan dampak perlambatan ekonomi China. Ekonom Indef M Rizal Taufikurahman meramal, rerata ICP tahun depan US$ 85 per barel, lebih tinggi dari asumsi 2024. "(APBN) pastinya akan jebol karena ICP di atas target APBN 2024," estimasi dia. 

Aturan Main dan Cuan di Bursa Karbon

22 Sep 2023
Implementasi bursa karbon di Indonesia tinggal menghitung hari. Melalui penyelenggara Bursa Efek Indonesia (BEI), bursa karbon bakal meluncur pada 26 September 2023. BEI telah membuat unit baru yang khusus menggarap bursa karbon, yakni IDXCarbon. Tak hanya itu, BEI telah menyusun aturan turunan terkait transaksi unit karbon. Ada empat aturan baru soal bursa karbon dalam bentuk Surat Keputusan Direksi Bursa Efek Indonesia yang dikeluarkan dan berlaku pada 20 September 2023. Ignatius Denny Wicaksono, Kepala Divisi Pengembangan Bisnis 2 BEI menjelaskan, dalam perdagangan karbon ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI akan fokus di perdagangan sekunder. "BEI hanya ada di secondary market. Sementara primary market ada di kementerian terkait dan yang penting terdaftar di Sistem Registri Nasional Perubahan Iklim (SRN-PPI)," jelas dia, Kamis (21/9). Bursa Karbon hanya menerima dua produk, yakni Persetujuan Teknis Batas Atas Emisi Pelaku Usaha (PTBAE-PU) dan Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK). Pakar Investasi dan Sustainability Rio Christiawan menjelaskan, perbedaan satuan karbon di Indonesia akibat metodologi perhitungan dari pemerintah.

Akan IPO, KOKA Incar Pendapatan Naik 40%

22 Sep 2023
Calon emiten yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) membidik pertumbuhan pendapatan sekitar 30%-40% hingga akhir tahun 2023. KOKA adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang kontraktor umum, proyek konstruksi, teknik mesin, teknik geoteknik, desain interior dan furnitur. Direktur Keuangan Koka Indonesia, Michael Albert mengatakan, pendapatan itu berasal dari enam kontrak baru KOKA pada tahun 2023. Keenam kontrak tersebut didominasi oleh bisnis infrastruktur pertambangan. "Kontrak itu sesuai dengan kapasitas perseroan ini. Pendapatan kami incar naik 40% dan laba bersih lebih besar dari itu," ujar Michael, Kamis (21/9). Saat ini, KOKA telah memegang sejumlah kontrak proyek strategis di Indonesia, terutama dari klien yang berasal dari China. Sejauh ini, KOKA memiliki kualifikasi pada bidang konstruksi bangunan, konstruksi industri pabrik, jembatan dan terowongan selama lebih dari 10 tahun. Beberapa portofolio KOKA di antaranya, pembangunan PT Hua Ching Aluminium Indonesia, Pabrik Oppo di Tangerang, PT Chengtong Lithium, serta PT Kinsiang. Saat ini, pemegang saham utama KOKA adalah Gao Jing asal China. Gao Jing yang juga menjabat sebagai direktur utama KOKA menguasai 57% saham atau 42,75% setelah IPO. Lalu, PT Kreatif Konstruksi Indonesia memegang 33% atau 24,75% setelah IPO. Kemudian, Gao Jinfeng menguasai 7,20% (5,40% usai IPO) dan Pei Yaxing 2,80% (2,10% setelah IPO). Head of Corporate Finance UOB Kay Hian Sekuritas, Daud Gunawan mengatakan, valuasi harga IPO KOKA mencerminkan price earning ratio (PER) sebesar 9,9 kali. Angka ini lebih murah ketimbang PER perusahaan konstruksi rata-rata sebesar 15 kali sampai 20 kali.

Prospek Menjanjikan dari Luar Jawa

22 Sep 2023
Kinerja keuangan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) diprediksikan tetap solid hingga akhir tahun 2023. Analis Samuel Sekuritas, Daniel Aditya Widjaja memperkirakan, pendapatan INTP setahun penuh 2023 dapat mencapai sebesar Rp 17,1 triliun dengan laba bersih Rp 1,9 triliun. Proyeksi tersebut menunjukkan potensi kenaikan pendapatan sebesar 4,8% secara tahunan atau year on year (yoy) dan pertumbuhan laba bersih 3,3% yoy. Tahun 2022, INTP membukukan pendapatan Rp 16,32 triliun dengan laba bersih Rp 1,84 triliun. Sementara itu, pada semester I-2023, INTP sudah mencatatkan pendapatan Rp 7,9 triliun dan laba bersih Rp 698,4 miliar. Lebih lanjut, permintaan dari proyek-proyek pemerintah, terutama Ibu Kota Nusantara (IKN), akan turut mendorong volume penjualan emiten ini. Daniel memprediksikan, pertumbuhan permintaan semen masih terjadi hingga tahun 2024, terutama dari jenis bulk cement. Dalam riset 4 Agustus 2023, Analis Ciptadana Sekuritas Muhammad Gibran memperkirakan, volume penjualan semen INTP tahun 2023 hanya tumbuh 2% menjadi 15,6 juta ton. Per semester I-2023, volume penjualan semen INTP tumbuh 5,5% yoy menjadi 7,5 juta ton di tengah penurunan volume penjualan industri yang sebesar 6,5% yoy. Sejalan dengan itu, pangsa pasar INTP meningkat menjadi 27,4% pada Juni 2023, dari 24,7% pada Juni 2022. Ada kenaikan pangsa pasar di Luar Jawa secara signifikan dari 14,5% menjadi 20,6%, sementara pangsa pasar di Jawa relatif stabil di 33,9%. Dalam riset tanggal 22 Agustus 2023, Analis MNC Sekuritas, Muhammad Rudy Setiawan menambahkan, volume penjualan INTP diperkirakan akan mencapai 17 juta-18 juta ton. INTP juga berencana memperluas penetrasi pasar Maros ke Indonesia bagian timur dan meningkatkan pangsa pasar ekspor. Di sisi lain, konsumsi batubara di musim dingin yang lebih tinggi diperkirakan akan memperketat pasokan dan menaikkan harga komoditas tersebut. Ini akan jadi tekanan biaya untuk produsen semen yang  mengandalkan batubara sebagai sumber energi. Ketiga analis tersebut merekomendasikan buy INTP. Daniel menetapkan target harga  INTP di posisi Rp 12.625 per saham, Gibran memasang target harga Rp 12.500, dan Rudy memberikan target harga  Rp 12.700 per saham. 

Asing Masih Akan Hati-Hati di Pasar Obligasi Negara

22 Sep 2023
kebijakan moneter ketat yang diberlakukan bank sentral di sejumlah negara maju telah menyedot keluar dana asing dari obligasi atau Surat Berharga Negara (SBN) di Tanah Air. Aliran dana keluar (outflow) sudah terjadi selama dua bulan terakhir. Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA secara virtual menyebutkan, sentimen global suku bunga tinggi yang ditahan lebih lama atau higher for longer dan laju inflasi yang relatif tetap tinggi mempengaruhi seluruh negara berkembang. Pasar SBN domestik mencatat outflow hingga mencapai Rp 17,7 triliun. Pada bulan Agustus, outflow sebesar Rp 8,9 triliun dan outflow sebanyak Rp 8,8 triliun per tanggal 14 September 2023. "Kita lihat pengaruh suku bunga di AS dan Eropa yang tinggi secara historis merespons inflasi yang terburuk dalam 40 tahun terakhir," ujar Sri Mulyani. Walaupun demikian, Sri Mulyani menilai pasar SBN setahun ini masih solid di tengah kondisi suku bunga tinggi di sejumlah negara maju. Chief Dealer Fixed Income & Derivatives Bank BNI, Fudji Rahardjo menilai, sikap hawkish The Fed masih menjadi pemicu utama atas berkurangnya minat investasi asing terhadap pasar surat utang Indonesia. Fudji berujar, meskipun fed funds rate (FFR) masih dipertahankan sesuai perkiraan pasar, namun potensi kenaikan suku bunga Bank Sentral AS masih sangat terbuka. Proyeksi penurunan suku bunga pun masih sangat kecil terjadi di tahun depan.

Harga Naik, Saham Energi Mendaki

22 Sep 2023
Setelah sempat lesu, harga komoditas energi seperti batubara dan energi mulai bergairah.  Batubara misalnya. Harga batubara Newcastle untuk kontrak pengiriman November 2023 senilai US$ 167,90 per ton pada perdagangan Rabu (20/9). Harga batubara sudah naik 3,32% sejak awal bulan. Demikian juga harga minyak mentah yang cenderung menguat di bulan ini. Harga minyak jenis West Texas Intermediate untuk pengiriman November 2023 stabil di atas US$ 80, tepatnya di US$ 88,70 per barel. Harga minyak WTI sudah menguat 6,91% sejak awal bulan. Penguatan harga komoditas energi menyulut pergerakan harga sejumlah saham berbasis energi, yang tercermin dari pelemahan indeks sektor energi (IDX energi) yang semakin menipis. Per Rabu (20/9), indeks yang berisi saham-saham komoditas energi ini hanya melemah 5,83% sejak awal tahun. Bandingkan  IDX Healthcare yang turun 7,31%  sementara IDX teknologi loyo hingga sekitar 16,65%. Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas menilai, kenaikan saham-saham ini sejalan dengan penguatan harga komoditas batubara dan minyak. Ia memperkirakan, kenaikan harga komoditas bisa berlanjut, terutama harga minyak seiring dengan pengetatan produksi. Senada, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rizkia Darmawan menilai, penguatan harga minyak kini lebih dikarenakan pemangkasan supply minyak oleh OPEC+. Alhasil Mirae Asset Sekuritas menyematkan hold saham ADRO, PTBA, dan ITMG dengan target harga masing-masing Rp 2.795, Rp 2.875, dan Rp 30.400. HRUM buy dengan target Rp 2.150. Sedang analis Samuel Sekuritas Indonesia Muhammad Farras Farhan merekomendasi buy MEDC dengan target harga 2.200. Prediksi harga minyak hingga akhir tahun US$ 85 per barel.

SRBI Terjual Rp 2,13 Triliun di Pasar Sekunder

22 Sep 2023
Instrumen baru milik Bank Indonesia (BI) yang bernama Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tampaknya disambut baik para investor. Tak hanya di pasar perdana, instrumen tersebut sudah mulai diperdagangkan di pasar sekunder. Sebagai catatan, instrumen baru tersebut sudah dilelang dua kali dan hasilnya selalu melebihi target. Pada lelang pertama, targetnya Rp 7 triliun, tetapi permintaan mencapai Rp 29,9 triliun. Selanjutnya, pada lelang kedua, BI menargetkan permintaan hanya Rp 5 triliun. Tetapi penawaran yang masuk mencapai Rp 15,6 triliun. Ini berarti, oversubscribed mencapai 3,12 kali lipat. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menyebut, dari yang sudah dilelang di pasar perdana, transaksi di pasar sekunder sudah mencapai Rp 2,13 triliun. Sekitar 82% pembeli di pasar sekunder tersebut merupakan investor asing. "Bahkan di pasar sekunder, kami melihat non bank sudah mulai melakukan pembelian," ungkap Destry di Jakarta, Kamis (21/9). Bank DBS Indonesia jadi salah satu bank yang sudah berpartispasi dalam lelang SRBI. Hanya saja, Executive Director, Head of Trading, Treasury & Markets Bank DBS Indonesia Ronny Setiawan tak mau menyebutkan berapa nominal yang diserap bank tersebut. EVP Treasury Division Head Bank BTN Sindhu Rahadian menyebutkan, BTN juga sudah berpartisipasi dalam lelang tersebut. Tujuan BTN terlibat dalam lelang instrumen baru ini adalah sebagai upaya melakukan rekomposisi portofolio pasar uang yang dimiliki. "Ini diharapkan meningkatkan imbal hasil investasi," kata dia.

SIAGA JAGA RUPIAH

22 Sep 2023

Pelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan inflasi karena lonjakan harga beras membuat Bank Indonesia (BI) tak cukup punya ruang untuk segera menurunkan suku bunga. Kemarin, Kamis (21/9), BI untuk kedelapan kalinya mempertahankan BI-7 Day Reverse Repo Rate tetap di 5,75%, sesuai dengan ekspektasi pasar. Keputusan itu merespons kekhawatiran tentang stabilitas rupiah setelah Federal Reserve melempar sinyal akan menaikkan sekali lagi suku bunga pada tahun ini dan selanjutnya suku bunga akan tetap 'lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama'. Ini akan membuat suku bunga di AS dan Indonesia setara. Berdasarkan data transaksi 11–14 September 2023 yang dicatat BI, nonresiden di pasar keuangan domestik melakukan jual neto Rp4,45 triliun, yang terdiri atas jual neto Rp3,98 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan jual neto Rp0,47 triliun di pasar saham. Akibatnya, kekuatan rupiah terus berkurang dengan hanya menguat 1,2% year-to-date per 20 September dibandingkan dengan apresiasi 1,78% hingga 23 Agustus. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan kebijakan moneter saat ini tetap difokuskan untuk mengendalikan stabilitas nilai tukar rupiah, sebagai langkah antisipasi atas efek berantai ketidakpastian pasar keuangan global. “Tekanan nilai tukar di negara berkembang meningkat, sehingga memerlukan penguatan respons kebijakan untuk memitigasi risiko rambatan global tersebut, termasuk di Indonesia,” katanya dalam konferensi pers seusai Rapat Dewan Gubernur BI, Kamis (21/9). BI bulan lalu meluncurkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang mendulang dana sekitar Rp37 triliun pada dua kali lelang yang berlangsung pada 15 September dan 20 September. Bank sentral juga mencatat posisi Term Deposit Valas Devisa Hasil Ekspor US$1,33 miliar bulan ini, meningkat dua kali lipat dari outstanding bulan lalu, setelah aturan DHE SDA diperbarui melalui PP No 36/2023. Ekonom Bank Danamon Irman Faiz melihat BI akan mengoptimalkan upayanya di pasar valas untuk mendukung rupiah, dengan menggunakan instrumen yang sudah ada dan instrumen baru untuk mengatasi tantangan eksternal secara efektif. Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan perseroan harus merogoh kocek lebih dalam untuk mengimpor bahan baku, terlebih lagi, hampir 90% bahan baku obat Kalbe Farma bergantung pada impor. Perseroan akan mengkaji penaikan harga produk jika rupiah terus melemah. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Kimia Farma Lina Sari mengatakan perusahaan melakukan kontrak kesepakatan dengan pemasok tentang estimasi kebutuhan bahan baku dengan harga yang telah disepakati.

Utak-Atik Formula Gaharkan Rupiah

22 Sep 2023

Volatilitas rupiah terhadap mata uang asing pada kuartal III/2023 terus disorot. Sepanjang bulan ini, pergerakannya bahkan mulai mirip dengan pelari amatir yang ngos-ngosan karena makin lunglai mengejar keperkasaan dolar AS.Rupiah memang berada dalam tekanan cukup serius karena bakal terus diintimidasi oleh potensi kenaikan suku bunga acuan The Fed hingga akhir tahun ini. Apalagi, kenaikan tajam harga minyak dunia masih menjadi ancaman paling nyata, yang korelasinya sangat besar ke rupiah. Kemarin, rupiah kembali ditutup melemah 0,02% menjadi Rp15.370 per dolar AS dibandingkan dengan sehari sebelumnya Rp15.368. Posisi rupiah kemarin merupakan yang terlemah sepanjang bulan berjalan ini. Pada 1 September, rupiah masih di posisi Rp15.225. Posisi rupiah pada 21 September 2023 memang bukanlah yang paling terpuruk sepanjang tahun berjalan 2023 (year-to-date/YtD). Rupiah pernah menyentuh titik nadir terhadap dolar AS pada 5 Januari 2023 senilai Rp15.627,50 dan posisi terkuatnya pada 30 April 2023 senilai Rp14.670. Sejumlah analis berbeda pendapat ihwal posisi rupiah terkini. Sebagian menyatakan bahwa nilai rupiah saat ini masih cocok dengan posisi fundamental ekonomi nasional kalau diukur dari level transaksi berjalan (current account) dan inflasi.  Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 20—21 September, BI tetap mempertahankan suku bunga acuan, yang berarti sudah 8 bulan beruntun sejak Januari 2023. Dengan demikian, suku bunga Deposit Facility juga tetap di level 5%, dan suku bunga Lending Facility juga tak ber ubah di posisi 6,5%. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan keputusan mempertahankan suku bunga acuan tersebut sebagai langkah konsisten dengan stance kebijakan moneter untuk memastikan inflasi tetap rendah dan terkendali berkisar 3+/- 1% pada 2023 dan menurun jadi 2,5 +/- 1% pada 2024.  Padahal, di tengah gejolak ekonomi global, sektor-sektor seperti penghiliran industri, properti, pariwisata, dan konsep green economy berkembang cukup baik. Semua itu bisa makin terakselerasi bila ditopang kredit perbankan. Dinamika sektor riil akan membuat ekonomi dan tenaga kerja bergerak sehingga rakyat bisa memiliki pendapatan.