Ekonomi
( 40512 )Tarif Khusus BisKita Trans Pakuan Rp 2.000
Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menetapkan tarif khusus pada layanan angkutan perkotaan melalui skema buy the service BisKita Trans Pakuan sebesar Rp 2.000. Direktur Angkutan BPTJ Tatan Rustandi, Kamis (21/9/2023), mengatakan, tarif khusus itu berlaku bagi kelompok pelajar, warga lansia, dan disabilitas. Mereka dapat mendaftarkan diri pada situs web BPTJ (bptj.dephub.go.id). Tautan registrasi tarif khusus terdapat di halaman aplikasi dan layanan daring. (Yoga)
Harga Minyak Panas Membikin WasWas
Aturan Main dan Cuan di Bursa Karbon
Akan IPO, KOKA Incar Pendapatan Naik 40%
Prospek Menjanjikan dari Luar Jawa
Asing Masih Akan Hati-Hati di Pasar Obligasi Negara
Harga Naik, Saham Energi Mendaki
SRBI Terjual Rp 2,13 Triliun di Pasar Sekunder
SIAGA JAGA RUPIAH
Pelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan inflasi karena lonjakan harga beras membuat Bank Indonesia (BI) tak cukup punya ruang untuk segera menurunkan suku bunga. Kemarin, Kamis (21/9), BI untuk kedelapan kalinya mempertahankan BI-7 Day Reverse Repo Rate tetap di 5,75%, sesuai dengan ekspektasi pasar. Keputusan itu merespons kekhawatiran tentang stabilitas rupiah setelah Federal Reserve melempar sinyal akan menaikkan sekali lagi suku bunga pada tahun ini dan selanjutnya suku bunga akan tetap 'lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama'. Ini akan membuat suku bunga di AS dan Indonesia setara. Berdasarkan data transaksi 11–14 September 2023 yang dicatat BI, nonresiden di pasar keuangan domestik melakukan jual neto Rp4,45 triliun, yang terdiri atas jual neto Rp3,98 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan jual neto Rp0,47 triliun di pasar saham. Akibatnya, kekuatan rupiah terus berkurang dengan hanya menguat 1,2% year-to-date per 20 September dibandingkan dengan apresiasi 1,78% hingga 23 Agustus. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan kebijakan moneter saat ini tetap difokuskan untuk mengendalikan stabilitas nilai tukar rupiah, sebagai langkah antisipasi atas efek berantai ketidakpastian pasar keuangan global. “Tekanan nilai tukar di negara berkembang meningkat, sehingga memerlukan penguatan respons kebijakan untuk memitigasi risiko rambatan global tersebut, termasuk di Indonesia,” katanya dalam konferensi pers seusai Rapat Dewan Gubernur BI, Kamis (21/9). BI bulan lalu meluncurkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang mendulang dana sekitar Rp37 triliun pada dua kali lelang yang berlangsung pada 15 September dan 20 September. Bank sentral juga mencatat posisi Term Deposit Valas Devisa Hasil Ekspor US$1,33 miliar bulan ini, meningkat dua kali lipat dari outstanding bulan lalu, setelah aturan DHE SDA diperbarui melalui PP No 36/2023. Ekonom Bank Danamon Irman Faiz melihat BI akan mengoptimalkan upayanya di pasar valas untuk mendukung rupiah, dengan menggunakan instrumen yang sudah ada dan instrumen baru untuk mengatasi tantangan eksternal secara efektif. Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan perseroan harus merogoh kocek lebih dalam untuk mengimpor bahan baku, terlebih lagi, hampir 90% bahan baku obat Kalbe Farma bergantung pada impor. Perseroan akan mengkaji penaikan harga produk jika rupiah terus melemah. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Kimia Farma Lina Sari mengatakan perusahaan melakukan kontrak kesepakatan dengan pemasok tentang estimasi kebutuhan bahan baku dengan harga yang telah disepakati.
Utak-Atik Formula Gaharkan Rupiah
Volatilitas rupiah terhadap mata uang asing pada kuartal III/2023 terus disorot. Sepanjang bulan ini, pergerakannya bahkan mulai mirip dengan pelari amatir yang ngos-ngosan karena makin lunglai mengejar keperkasaan dolar AS.Rupiah memang berada dalam tekanan cukup serius karena bakal terus diintimidasi oleh potensi kenaikan suku bunga acuan The Fed hingga akhir tahun ini. Apalagi, kenaikan tajam harga minyak dunia masih menjadi ancaman paling nyata, yang korelasinya sangat besar ke rupiah. Kemarin, rupiah kembali ditutup melemah 0,02% menjadi Rp15.370 per dolar AS dibandingkan dengan sehari sebelumnya Rp15.368. Posisi rupiah kemarin merupakan yang terlemah sepanjang bulan berjalan ini. Pada 1 September, rupiah masih di posisi Rp15.225. Posisi rupiah pada 21 September 2023 memang bukanlah yang paling terpuruk sepanjang tahun berjalan 2023 (year-to-date/YtD). Rupiah pernah menyentuh titik nadir terhadap dolar AS pada 5 Januari 2023 senilai Rp15.627,50 dan posisi terkuatnya pada 30 April 2023 senilai Rp14.670.
Sejumlah analis berbeda pendapat ihwal posisi rupiah terkini. Sebagian menyatakan bahwa nilai rupiah saat ini masih cocok dengan posisi fundamental ekonomi nasional kalau diukur dari level transaksi berjalan (current account) dan inflasi.
Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 20—21 September, BI tetap mempertahankan suku bunga acuan, yang berarti sudah 8 bulan beruntun sejak Januari 2023. Dengan demikian, suku bunga Deposit Facility juga tetap di level 5%, dan suku bunga Lending Facility juga tak ber ubah di posisi 6,5%. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan keputusan mempertahankan suku bunga acuan tersebut sebagai langkah konsisten dengan stance kebijakan moneter untuk memastikan inflasi tetap rendah dan terkendali berkisar 3+/- 1% pada 2023 dan menurun jadi 2,5 +/- 1% pada 2024.
Padahal, di tengah gejolak ekonomi global, sektor-sektor seperti penghiliran industri, properti, pariwisata, dan konsep green economy berkembang cukup baik. Semua itu bisa makin terakselerasi bila ditopang kredit perbankan. Dinamika sektor riil akan membuat ekonomi dan tenaga kerja bergerak sehingga rakyat bisa memiliki pendapatan.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









