;
Kategori

Ekonomi

( 40600 )

Proton-Geely Berminat Buat Pabrik di Thailand

12 Oct 2023

Perusahaan otomotif Malaysia, Proton, dan mitranya dari China, Geely, mempertimbangkan membangun pabrik di Thailand untuk memproduksi mobil listrik. Hal itu disampaikan Perdana Menteri Thailand Srettha Thavisin, Rabu (11/10/2023), setelah menggelar pertemuan dengan PM Malaysia Anwar Ibrahim di Putrajaya, Malaysia. Geely memegang 49,9 persen saham Proton. Srettha tiba di Malaysia, Rabu, dan akan melanjutkan lawatan ke Singapura, Kamis (12/10). (Yoga)

Harga Gula Melambung

12 Oct 2023

Asosiasi Gula Indonesia memperkirakan produksi gula kristal putih nasional pada tahun ini turun 8-9 % akibat dampak El Nino. Hal itu menyebabkan harga gula konsumsi di tingkat konsumen melambung di atas HET yang ditetapkan pemerintah Rp 14.500 per kg. Tanpa upaya menstabilkan stok dan harga, harga gula bisa tembus Rp 16.000 per kg. Tenaga Ahli Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Yadi Yusriyadi mengatakan, kekeringan panjang akibat dampak El Nino menyebabkan produksi tebu turun. Per 15 September 2023, tebu yang digiling pabrik-pabrik gula di Indonesia hanya 28,5 juta ton. Hingga akhir musim giling, yakni pada pekan ketiga Oktober 2023, tebu yang digiling diperkirakan hanya 33-34 juta ton.

Produksi tebu tersebut lebih rendah daripada produksi 2022 yang mencapai 36,5 juta ton. ”Hal itu otomatis akan mengurangi produksi gula kristal putih pada tahun ini. Kami memperkirakan produksi gula berkurang 8-9 % dibandingkan produksi tahun lalu, yakni sebanyak 2,386 juta ton,” ujarnya di Jakarta, Rabu (11/10). AGI mencatat, per 15 September 2023, produksi gula kristal putih yang dilaporkan pabrik-pabrik gula di seluruh Indonesia sebanyak 2,046 juta ton. Hingga akhir musim giling, produksinya diperkirakan hanya bertambah sedikit menjadi 2,25 juta ton. Padahal, pemerintah menargetkan produksi gula tahun ini dapat mencapai 2,7 juta ton dengan rata-rata rendemen nasional sebesar 8 %. (Yoga)

HILIRISASI, Porsi Lokal Ditingkatkan

12 Oct 2023

Ketergantungan pada tenaga kerja asing dalam pengembangan smelter yang mengolah produk mentah pertambangan, seperti bijih nikel, perlu diakhiri secara bertahap. SDM lokal asal Indonesia, seperti pada bidang metalurgi, dinilai sudah mampu bersaing. Tinggal bagaimana transfer of knowledge dan alih operasi berjalan dengan optimal. Ketua Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Rizal Kasli, saat dihubungi Rabu (11/10) mengatakan, banyaknya tenaga kerja asal China dalam pengembangan pabrik pengolahan bijih nikel tak terlepas dari negosiasi pemerintah. Sebab, dalam pembangunan smelter-smelter, dibutuhkan modal, teknologi, dan pasar yang kini dikuasai China.

”Dalam hilirisasi nikel, (investasi) mayoritas dari China sehingga mereka meminta sebagian atau  mayoritas tenaga kerja berasal dari negara mereka. Harus kita akui, dalam hal  produktivitas, mereka lebih unggul, terutama di bidang konstruksi. Namun, situasi itu harus bisa segera tergantikan. Perlu lebih banyak tenaga kerja dari dalam negeri,” kata Rizal. Dalam mendukung itu, perlu didorong agar manual mesin dan peralatan dibuatkan dalam bahasa Indonesia atau bahkan bisa multibahasa, yakni China, Inggris, dan Indonesia. ”Sedari awal (negosiasi) seharusnya sudah kita tekankan bahwa penggunaan tenaga kerja nasional saat konstruksi minimal 70 %. Kemudian meningkat lagi setelah operasional atau pada tahun ke sekian. Misalnya, menjadi 98 %. Itu yang harus ditekankan agar (dalam hilirisasi) manfaat untuk bangsa ini lebih besar,” kata Rizal. (Yoga)

Bank Muamalat Bukukan Aset Rp 63,9 Triliun

12 Oct 2023

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatatkan total aset sebesar Rp 63,9 triliun atau tumbuh 6,7 persen secara tahunan pada semester I-2023. ”Di tengah situasi bisnis yang menantang, Bank Muamalat mampu mewujudkan  pertumbuhan bisnis yang sehat dan profit berkesinambungan,” kata Direktur Utama Bank Muamalat Indra  Falatehan saat berkunjung ke Redaksi Kompas, Rabu (11/10/2023). (Yoga)

Pasar Apartemen untuk Asing Masih Terganjal

12 Oct 2023

Pemerintah telah memberikan kemudahan kepemilikan properti bagi warga asing. Namun, pemasaran produk properti bagi warga asing terganjal persoalan, di antaranya indikasi pungutan liar dalam perizinan. Pengawasan diperlukan guna memastikan pasar properti terus bergerak. Kemudahan regulasi kepemilikan properti bagi asing di antaranya warga asing yang sudah mengantongi paspor dan visa tidak wajib memiliki kartu izin tinggal tetap/terbatas (Kitas/Kitap) untuk bisa membeli hunian. Selain itu, hak kepemilikan satuan rumah susun/apartemen bagi warga asing diperluas dari status hak pakai menjadi hak guna bangunan (HGB), dengan jangka waktu yang diberikan hingga 80 tahun. Aturan itu tertuang dalam PP No 18 Tahun 2021 tentang Hak Pengelolaan, Hak Atas Tanah, Satuan Rumah Susun, dan Pendaftaran Tanah.

Adapun batasan minimal harga jual hunian bagi warga asing diatur dalam KepmenATR / Kepala BPN No 1241/SK-HK.02/IX/2022 tentang Perolehan dan Harga Rumah Tempat Tinggal/Hunian untuk Orang Asing. Harga minimal satuan hunian bagi warga asing ditetapkan beragam menurut wilayah, yakni di kisaran Rp 1 miliar hingga Rp 5 miliar per unit. CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengemukakan, kemudahan kepemilikan properti asing terganjal adanya indikasi biaya-biaya tambahan yang merupakan pungutan liar perizinan oleh oknum pemda. Di kawasan penyangga Jakarta, besaran pungutan liar untuk properti asing itu mencapai Rp 30 juta hingga Rp 100 juta. ”Ketika warga asing mau beli (properti), seharusnya tidak dipersulit lagi dengan uang siluman perizinan,” ujar Ali, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (11/10). Kepemilikan properti bagi warga asing potensial untuk mengisi pasar apartemen mewah atau supermewah yang saat ini masih memiliki tingkat kekosongan cukup tinggi. Di Jakarta, kekosongan apartemen mewah mencapai 49 %. (Yoga)

ALIH FUNGSI LAHAN MENGANCAM PRODUKSI PADI NASIONAL

12 Oct 2023

Di tengah ancaman perubahan iklim, faktor non-alam terus menghantui sektor pertanian padi di Indonesia. Salah satunya adalah alih fungsi lahan sawah yang hingga saat ini terus terjadi. Merujuk data analisis Direktorat Pengendalian dan Pemantauan Pertanahan Kementerian ATR / BPN tahun 2019, rata-rata konversi lahan sawah menjadi nonsawah di Indonesia mencapai 100.000 hektar per tahun. Sementara itu, rata-rata kemampuan mencetak sawah hanya 60.000 hektar setahun. Artinya,terjadi selisih alih fungsi lahan sawah 40.000 hektar per tahunnya. Lebih luas daripada total area Kota Surabaya. Padahal, lahan menjadi salah satu faktor penting tercapainya target produksi padi di Indonesia. Hasil pengolahan regresi data panel yang dilakukan Litbang Kompas menunjukkan, setiap penambahan seribu hektar area lahan sawah akan mendorong peningkatan produksi padi sekitar 4.370 ton. Jadi, dengan alih fungsi lahan sawah di Indonesia saat ini, diperkirakan menurunkan produksi padi 174.800 ton setahun.

Daerah yang diperkirakan memiliki tren penurunan produksi padi terbesar secara nasional ini adalah Provinsi Kalbar, Kalteng, dan Kalsel. Dengan fenomena yang hingga saat ini tak terbendung, target produksi padi 62 juta ton ditahun ini dan 65,4 juta ton pada tahun depan agaknya tidak mudah dicapai. Pasalnya, capaian sebelumnya pun meleset dari target yang ditetapkan pemerintah. Jajak pendapat harian Kompas pada 18-20 September 2023 menemukan hal serupa. Sepertiga responden berpendapat alih fungsi sawah menjadi lahan terbangun menjadi salah satu penyebab turunnya produksi padi di Indonesia, selain faktor iklim. ”Kalau dikaitkan dengan pembangunan, seharusnya ada relokasi. Berdasarkan UU Perlindungan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan), setiap lahan pertanian yang dialihfungsikan untuk pembangunan harus ada relokasi baru. Tapi, dalam praktiknya (di Kalsel) itu tidak terjadi, otomatis lahan tersebut berkurang,” ungkap Dwi Putra Kurniawan, Ketua Serikat Petani Indonesia wilayah Kalsel, saat ditemui di Banjarbaru, Minggu (1/10). (Yoga)

Kurs Rupiah Ambrol, Industri Terancam Tekor

12 Oct 2023

Dunia usaha sedang dalam kondisi sulit. Bertubi-tubi masalah menghadang dunia usaha  jelang akhir tahun ini. Bukan saja pelemahan daya beli masyarakat, para pebisnis dari berbagai sektor usaha kini  menghadapi banyak tantangan lain yang tak kalah beratnya. Selain tren pelemahan rupiah yang terus berlanjut, fenomena El Nino hingga kebijakan pembatasan impor produk lewat e-commerce adalah sejumlah persoalan yang menghadang kinerja dunia usaha. Ada banyak sektor bisnis yang mewaspadai tren pelemahan mata uang Garuda ini. Salah satunya sektor otomotif. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan, pelemahan rupiah bisa berdampak naiknya harga jual produk mobil. Pasalnya, sebagian komponen mobil masih diimpor dari negara prinsipal. Gaikindo berharap, tren pelemahan rupiah tidak berlangsung lama. "Ketika rupiah kembali ke level normal, maka tidak perlu ada kenaikan harga jual mobil di Indonesia," ujar Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto, Selasa (10/10). Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala mengatakan, pabrikan motor masih mengevaluasi dampak pelemahan rupiah sebelum menentukan kebijakan harga jual produk. Secara umum, AISI masih optimistis penjualan motor bisa mencapai 6 juta unit sampai akhir 2023. Industri elektronik juga terdampak pelamahan rupiah. Pasalnya, sekitar 50% biaya produksi elektronik dipengaruhi pergerakan kurs dollar AS. Dengan kata lain, masih ada beberapa komponen produk elektronik yang diimpor. Menaikkan harga jual produk menjadi alternatif pilihan, selain melakukan efisiensi. "Produsen dengan rasio ekspor tinggi, biasanya dapat menahan kenaikan harga produk di pasar domestik," ujar Sekjen Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel), Daniel Suhardiman, Rabu (11/11). Bukan saja manufaktur, sektor perkebunan juga terdampak pelemahan rupiah. "Harga pupuk lebih mahal karena sebagian besar pupuk masih diimpor," ujar Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono, kemarin. Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad bilang, El Nino juga berpotensi mendongkrak harga bahan baku pangan. Namun, biasanya produsen makanan dan minuman cenderung berhati-hati menyesuaikan harga jual produk. Terlebih daya beli masyarakat sedang lemah.

Ramalan 2024, Ekonomi Indonesia Akan Stagnan

12 Oct 2023

Ancaman geopolitik dan ketidakpastian global masih akan membayangi perekonomian Indonesia pada tahun depan. Di tahun politik 2024, sejumlah lembaga internasional memproyeksikan ekonomi Indonesia cenderung stagnan. Beberapa lembaga dunia melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2024 belum bisa melampaui pencapaian di tahun ini. Terbaru, Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2024 sebesar 5,0% year-on-year (yoy) atau sama dengan perkiraan tahun 2023. Dalam laporan World Economic Outlook edisi Oktober 2023, lembaga itu mewanti-wanti masih ada dampak ketidakpastian global yang salah satunya datang dari kebijakan moneter Amerika Serikat (AS). Hanya saja, IMF bilang efek terhadap negara berkembang lebih terukur, seiring dengan tingkat inflasi yang lebih teregulasi, juga komponen harga komoditas dalam perhitungan inflasi inti yang tak terlalu besar. Tak jauh berbeda, Bank Dunia (World Bank) juga melihat adanya potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan dibandingkan tahun ini. Bank Dunia mengingatkan salah satu hal yang perlu dicermati Indonesia adalah perlambatan ekonomi China, sehubungan dengan berbagai peristiwa yang terjadi di negara Tembok Raksasa itu. Dalam Asian Development Outlook yang terbit bulan lalu, Senior Country Economic ADB Henry Ma menyebutkan, salah satu hal yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi stagnan adalah tahun politik yang akan menghambat kinerja investasi. Jika melihat pola musiman, biasanya menjelang pemilu atau sebelum ada kepastian politik, para pelaku usaha cenderung mengerem ekspansi. Henry melihat, pertumbuhan investasi yang akan tersendat adalah investasi bangunan. "Kalau investasi mungkin akan lemah, dan khususnya investasi di bangunan akan lemah selama setahun ke depan.," kata dia. Agak berbeda, Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) cukup optimistis memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,2% yoy tahun depan, atau lebih tinggi dari perkiraan pertumbuhan 2023 yang sebesar 4,9% yoy.

Pemerintah Tambah Barang Impor yang Kena Pajak

12 Oct 2023

Pemerintah terus memperketat pergerakan arus barang impor. Kabar terbaru, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambah jenis barang kiriman yang terkena tarif pembebanan umum atau most favoured nation (MFN) untuk bea masuk dan pajak dalam rangka impor. Salah satunya melalui kebijakan pengenaan bea masuk. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 96 Tahun 2023 tentang Ketentuan Kepabeanan, Cukai dan Pajak atas Impor dan Ekspor Barang Kiriman. Direktur Teknis Kepabeanan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemkeu) Fadjar Donny mengemukakan, dengan adanya PMK Nomor 96 Tahun 2023, maka jenis barang kiriman yang terkena tarif MFN bertambah menjadi delapan jenis barang. Dia menyampaikan, alasan pemerintah menambah jenis barang kiriman yang terkena tarif MFN lantaran empat komoditas seperti sepeda, jam tangan, komestik serta besi dan baja merupakan barang yang volume impornya cukup tinggi.

Pasar Ekspor Jaga Kantong MYOR

12 Oct 2023

Sebagai perusahaan consumers goods, kinerja bisnis dan saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) tergantung pada kekuatan daya beli konsumen dan penetrasi pasarnya. Oleh karena itu, Analis Phillip Sekuritas Helen Vincentia menilai, pemulihan pasar ekspor, penjajakan pasar baru, peluncuran produk baru, dan harga bahan baku yang lebih stabil akan menjadi katalis bagi bisnis MYOR. MYOR berencana memperluas jangkauan pasar regional ke Afrika dan Timur Tengah. Saat ini, MYOR dalam proses mendirikan kantor pemasaran dan menyiapkan izin tenaga kerja di kawasan tersebut. Selain itu, MYOR meluncurkan produk baru dalam kategori coklat setelah menunda peluncuran produk baru pada kuartal II-2023 karena lemahnya daya beli konsumen. MYOR merilis produk coklat dengan merek Dark Wonder. Produk baru ini masih dalam uji pasar dan saat ini hanya tersedia di gerai ritel tertentu di Jakarta. Dalam riset yang dirilis pada  27 September 2023, Analis Ciptadana Sekuritas Putu Chantika Putri mengatakan, berdasarkan pengecekan harga eceran produk tersebut yang Rp 29.900 per kemasan, harga tersebut lebih rendah dari kompetitornya, yakni Ritter Sport. Penjualan GT tersebut menghasilkan pertumbuhan lebih dari 20% secara tahunan pada Juli 2023 dan kenaikan secara bulanan yang kuat pada Agustus 2023. Pertumbuhan penjualan didorong efek restocking, dimulainya kembali kegiatan sekolah, dan liburan yang lebih singkat. Momentum penjualan domestik yang kuat akan tetap terjaga dengan potensi kenaikan konsumsi di kuartal IV. "Secara musiman, kuartal IV selalu mencatatkan tingkat pencapaian pendapatan tertinggi, sekitar 28%-29% dari pendapatan setahun penuh," ucap Putu.