;

Kurs Rupiah Ambrol, Industri Terancam Tekor

Ekonomi Hairul Rizal 12 Oct 2023 Kontan
Kurs Rupiah Ambrol, Industri Terancam Tekor

Dunia usaha sedang dalam kondisi sulit. Bertubi-tubi masalah menghadang dunia usaha  jelang akhir tahun ini. Bukan saja pelemahan daya beli masyarakat, para pebisnis dari berbagai sektor usaha kini  menghadapi banyak tantangan lain yang tak kalah beratnya. Selain tren pelemahan rupiah yang terus berlanjut, fenomena El Nino hingga kebijakan pembatasan impor produk lewat e-commerce adalah sejumlah persoalan yang menghadang kinerja dunia usaha. Ada banyak sektor bisnis yang mewaspadai tren pelemahan mata uang Garuda ini. Salah satunya sektor otomotif. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan, pelemahan rupiah bisa berdampak naiknya harga jual produk mobil. Pasalnya, sebagian komponen mobil masih diimpor dari negara prinsipal. Gaikindo berharap, tren pelemahan rupiah tidak berlangsung lama. "Ketika rupiah kembali ke level normal, maka tidak perlu ada kenaikan harga jual mobil di Indonesia," ujar Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto, Selasa (10/10). Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala mengatakan, pabrikan motor masih mengevaluasi dampak pelemahan rupiah sebelum menentukan kebijakan harga jual produk. Secara umum, AISI masih optimistis penjualan motor bisa mencapai 6 juta unit sampai akhir 2023. Industri elektronik juga terdampak pelamahan rupiah. Pasalnya, sekitar 50% biaya produksi elektronik dipengaruhi pergerakan kurs dollar AS. Dengan kata lain, masih ada beberapa komponen produk elektronik yang diimpor. Menaikkan harga jual produk menjadi alternatif pilihan, selain melakukan efisiensi. "Produsen dengan rasio ekspor tinggi, biasanya dapat menahan kenaikan harga produk di pasar domestik," ujar Sekjen Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel), Daniel Suhardiman, Rabu (11/11). Bukan saja manufaktur, sektor perkebunan juga terdampak pelemahan rupiah. "Harga pupuk lebih mahal karena sebagian besar pupuk masih diimpor," ujar Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono, kemarin. Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad bilang, El Nino juga berpotensi mendongkrak harga bahan baku pangan. Namun, biasanya produsen makanan dan minuman cenderung berhati-hati menyesuaikan harga jual produk. Terlebih daya beli masyarakat sedang lemah.

Download Aplikasi Labirin :