Ekonomi
( 40600 )INTP Membidik Pasar Semen di IKN
Proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur mendatangkan banyak peluang di berbagai sektor usaha. Peluang inilah yang ditangkap oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP). INTP siap memasok kebutuhan semen untuk mendukung pembangunan proyek IKN. Corporate Secretary INTP, Dani Handajani mengatakan, untuk mendukung pembangunan IKN, Indocement telah memiliki fasilitas terminal semen di Samarinda, Kalimantan Timur. Fasilitas silo semen yang baru dibangun itu memiliki kapasitas 4 silo x 2.500 ton berikut packer-nya. Selain dipenuhi dari pabrik semen di pulau lain, Indocement juga bisa mengirimkan semen langsung dari pabrik di Kompleks Pabrik Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan. Sementara untuk proyek di sekitar Sulawesi, perseroan ini memasok kebutuhan semen dari pabrik yang disewa di Maros, Sulawesi Selatan. Sejauh ini, sejumlah proyek infrastruktur dan hunian di IKN sudah mulai bergulir. Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono mengatakan, dalam waktu dekat akan dilakukan lagi groundbreaking sejumlah proyek di IKN. Secara umum, penjualan INTP hingga Agustus 2023 mencatat pertumbuhan 8,4%. Volumen penjualan tercatat sebanyak 10,8 juta ton semen sepanjang delapan bulan pertama tahun ini.
BURSA KARBON DI INDONESIA : ENERGI BARU BAGI KORPORASI
MENANGKAL GEMPURAN EKSTERNAL
Indonesia tercatat sebagai satu dari sedikit negara yang berhasil pulih dengan cepat dari terpaan pandemi Covid-19, dampak perang Rusia-Ukraina yang memicu krisis pangan dan energi, hingga hantaman inflasi.Buktinya, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional berhasil bertengger di kisaran 5% dalam tujuh kuartal berturut-turut. Namun, ekonomi di negeri ini kembali dihadapkan pada sederet momok yang berisiko membalik arah panah pemulihan. Mulai dari kelangkaan pangan akibat anomali cuaca dan pembatasan ekspor beras oleh India, terancamnya ekspor akibat pelemahan ekonomi China yang menjadi mitra dagang utama, hingga hiruk-pikuk Pemilihan Presiden 2024 yang mendorong investor wait and see. Termutakhir, ancaman instabilitas muncul dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Hamas dan Israel. Jika situasi tersebut meluas, maka dikhawatirkan memicu kenaikan harga minyak dunia. Faktanya, per Rabu (11/10) pukul 19.00 WIB harga minyak Brent telah menyentuh US$87 per barel. Angka tersebut jauh di atas prognosis Asumsi Dasar Ekonomi Makro dalam APBN 2023 yang senilai US$75—US$80 per barel.
adan Energi Internasional (IEA) bahkan meramal bahwa pasar minyak akan mengalami defisit pasokan yang signifikan pada semester II/2023. Dus, harga minyak pun berisiko terus menanjak.Selain risiko kenaikan harga minyak, vo latilitas rupiah yang tinggi juga dapat me micu kenaikan harga barang karena mayoritas bahan baku dan penolong manufaktur nasional masih didatangkan dari luar negeri sehingga memacu inflasi atas barang impor.
Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal Arief Wibisono, mengatakan APBN tetap dijadikan sebagai jangkar untuk merespons aneka dinamika tersebut. Dia pun tak memungkiri masih besarnya risiko yang membayangi PDB nasional, baik perlambatan ekonomi dunia maupun memanasnya tensi politik dan fragmentasi ekonomi.
Optimime senada disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang meyakini tekanan dari eksternal itu masih terkelola dengan baik.
Hal itu dipertegas dengan proyeksi dari International Monetary Fund (IMF) yang dalam World Economic Outlook October 2023 mempertahankan proyeksi pertumbuhan PDB Indonesia 5%.
Salah satu strategi yang bakal dipacu pemerintah untuk menjaga ekonomi adalah menggeliatkan aktivitas manufaktur di dua sektor unggulan, yakni padat karya dan penghiliran.
Staf Khusus Menteri Investasi/Ke pala Badan Koordinasi Penanaman Mo dal (BKPM) Bidang Hubungan Daerah Tina Talisa, mengatakan investasi akan diprioritaskan pada sektor berkualitas. Sektor yang dimaksud adalah industri pengolahan atau manufaktur dan penghiliran sumber daya alam terutama mineral dan batu bara serta perkebunan.Ekonom Utama Makroekonomi, Perdagangan, dan Investasi World Bank Habib Nasser Rab, memandang hal terpenting yang perlu dilakukan Indonesia adalah menjaga stabilitas, terutama pada tahun politik
Jokowi: KTT AIS Forum 2023 Sepakati Kesetaraan dan Inklusivitas
Sisa 2,5 Bulan, Pertumbuhan Kredit Perbankan Diyakini Capai 12%
Bapanas Tugasi Bulog Impor jagung Pakan 500 Ribu Ton
Berharap Dana Pariwisata Terealisasi
JAKARTA – Para pelaku usaha jasa pariwisata berharap rencana pembentukan dana pariwisata atau tourism fund bisa segera terealisasi. Pasalnya, rancangan pembentukan pundi-pundi untuk membiayai operasi pariwisata domestik itu sudah lama bergulir. Rencana pembentukan dana pariwisata ini kembali mencuat dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, awal Oktober lalu. Dalam rapat itu, Presiden Joko Widodo menginstruksikan bawahannya mempercepat pembentukan tourism fund.
Mengulangi arahan Jokowi itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan dana tersebut bisa menyokong agenda pariwisata bertaraf internasional. Baik agenda kebudayaan; kegiatan meeting, incentive, convention, exhibition (MICE); maupun perhelatan olahraga yang ditargetkan untuk menarik turis. Menurut Sandiaga, konsep tersebut sudah dipakai lebih dulu oleh Singapura dan Arab Saudi. "Jadi, sumber pendanaannya ini nanti ditelaah sehingga governance (pengelolaannya) terjaga," ucapnya. "Tapi tidak akan membebani APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) terlalu besar, juga tak bakal membebani wisatawan."
Sandiaga menyatakan pemerintah akan membentuk tim khusus untuk mengkaji sumber dana yang cocok untuk tourism fund. Selain berupa dana abadi, devisa pariwisata bisa menjadi alternatif sumber dana. Yang pasti, kata dia, nilai awal yang ditargetkan pemerintah dalam kantong dana itu mencapai Rp 1 triliun. (Yetede)
Hilirisasi Musiman Bisa Gagalkan RI Maju
Inkonsistensi kebijakan hilirisasi sebagai bagian dari
industrialisasi akan membuyarkan mimpi Indonesia menjadi negara maju.
Pengalaman menunjukkan, pergantian rezim selama 30 tahun terakhir selalu
berdampak pada kebijakan teknokratis jangka panjang, termasuk industrialisasi
yang merupakan kunci mencapai kemajuan. ”Hilirisasi bagus. Tapi, yang saya
khawatirkan, (pengalaman) dalam industri itu, minim konsistensi. Perlu komitmen
dari pemerintah berikutnya. Sejarah kita menunjukkan, gonta-ganti (kebijakan)
terus,” kata Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Teguh Dartanto dalam paparanya
pada sesi ke-2 Indonesia Mining Summit 2023 di Badung, Bali, Selasa (10/10).
Urusan konsistensi kebijakan industrialisasi pemerintah
tersebut menjadi perhatian sekaligus harapan yang mencuat pada pertemuan
tersebut. Acara kolaborasi antara Indonesian Mining Association (IMA) dan harian
Kompas itu mengusung tema ”Sustainable Downstream”. Sekitar 400 pemimpin dan
perwakilan industri pertambangan nasional hadir dalam kesempatan itu. Menteri PPN
/Kepala Bapenas Suharso Monoarfa mengakui, selama ini Indonesia terlalu terlena
menjalankan hilirisasi yang sebatas mengolah komoditas menjadi bentuk setengah
jadi. ”Kita seharusnya bisa mengembangkan produk-produk turunan. Kebertautan
hulu-hilir ini yang akan terus kita kejar,” kata Suharso. (Yoga)
Indonesia-Jerman Kerja Sama di Sektor Energi
Kerja sama Pemerintah Indonesia-Pemerintah Jerman di sektor energi diperkuat dan ditingkatkan melalui fasilitas dialog, pendanaan, hingga penyediaan para ahli. Energy Hub Team Lead Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Indonesia Gitafajar Septyani, di Jakarta, Selasa (10/10/2023), mengatakan, kerja sama bertujuan mencapai target nasional penurunan emisi dan mendukung promosi penggunaan energi terbarukan bersama pemerintah daerah. (Yoga)
El Nino Berpotensi Pengaruhi MT I Padi
BMKG memprakirakan, El Nino akan memuncak pada Oktober 2023
dan berakhir pada Maret 2024. Namun, musim kemarau akibat dampak fenomena pemanasan
suhu muka laut di atas kondisi normal itu akan berakhir secara bertahap pada November
2023. Hal itu terjadi lantaran ada pergantian angina yang membawa uap air yang
bakal memicu hujan pada November 2023. Kementan memperkirakan awal musim tanam
(MT) I padi di sejumlah daerah lumbung beras akan dimulai pada November dan Desember
2023. Sementara itu, di daerah aliran irigasi Waduk Kedungombo, Jateng, yakni Demak,
Kudus, dan Grobogan, MT I berlangsung sejak awal Oktober 2023. El Nino masih berpotensi
memengaruhi MT I padi di sejumlah daerah.
Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten
Demak Hery Sugihartono, Selasa (10/10) mengatakan, petani di Kecamatan Gajah,
Dempet, dan Karanganyar, Kabupaten Demak, mulai menanam padi sejak awal Oktober
2023 sehingga panen diperkirakan terjadi pada Januari 2024. Kondisi serupa juga
terjadi di Kecamatan Undaan di Kabupaten Kudus, serta Kecamatan Purwodadi, Klambu,
dan Godong, Kabupaten Grobogan. ”Untuk menghemat dan meratakan pembagian air,
aliran air irigasi dari Bendung Klambu (salah satu infrastruktur jaringan
irigasi Waduk Kedongombo) digilir tiga kali sehari. Namun, kami tetap khawatir
sumber air irigasi bisa habis karena hujan masih belum terjadi hingga kini,”
ujarnya ketika dihubungi dari Jakarta. Untuk mengoptimalkan MT I, Hery berharap
pemerintah perlu mengantisipasinya dengan hujan buatan. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









