;

Impor Gula Cadangan Pemerintah Rendah

Lingkungan Hidup Yoga 13 Oct 2023 Kompas
Impor Gula Cadangan
Pemerintah Rendah

Realisasi impor gula kristal putih dan mentah untuk cadangan gula pemerintah masih rendah, hanya 24,69 % dari 1,01 juta ton kuota tahun ini. Jika sisa kuota impor tidak segera direalisasikan, stok gula konsumsi akan menipis dan harganya akan semakin melonjak tinggi. Kepala Bapanas (NFA) Arief Prasetyo Adi mengatakan, produksi gula nasional pada tahun ini diperkirakan turun akibat dampak El Nino. Pemerintah sebenarnya sudah mengantisipasinya dengan penugasan impor gula konsumsi dan mentah sebanyak 1,01 juta ton tahun ini kepada 16 perusahaan milik negara dan swasta. ”Namun, realisasinya masih rendah. Per 5 Oktober 2023, gula konsumsi yang didatangkan dari luar negeri baru 249.781 ton atau 24,69 % dari total kuota,” ujarnya ketika dihubungi di Jakarta, Kamis (12/10).

NFA mencatat, terdapat 16 perusahaan yang mendapatkan persetujuan impor gula konsumsi dan gula mentah yang akan diolah menjadi gula konsumsi. Dua perusahaan mendapatkan kuota impor gula konsumsi sebanyak 215.800 ton dan 14 perusahaan memperoleh kuota impor gula mentah 796.000 ton. Dari 16 perusahaan itu, 10 perusahaan sama sekali belum mengimpor gula. Salah satu perusahaan yang mendapatkan penugasan tersebut, yakni ID Food, telah menyiapkan dana Rp 1,5 triliun untuk mendatangkan gula sisa kuota impor sebanyak 125.675 ton paling lambat Desember 2023. Sejak awal tahun hingga 5 Oktober 2023, ID Food sudah merealisasikan impor gula konsumsi sebanyak 107.900 ton. Arief menjelaskan, total realisasi impor 16 perusahaan itu masih rendah karena banyak perusahaan yang mempertimbangkan faktor harga gula dunia yang tinggi dan pelemahan rupiah. Ditengah kondisi itu, NFA tetap meminta perusahaan-perusahaan itu segera merealisasikan impor agar pemerintah memiliki cadangan gula cukup hingga tahun depan. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :