Ekonomi
( 40733 )Puluhan Triliun Rupiah di Balik Pernak-pernik Gim
Theo Christiawan (25), karyawan swasta, masih ingat betul
saat pertama mengunduh gim Mobile Legends di gawainya lima tahun silam. Bermula
dari mengikuti tren yang menjamur di kalangan tongkrongan sebayanya, perlahan
Theo mulai akrab dan kerap menghabiskan waktunya mencari hiburan melalui bermain
gim. Dalam beberapa kesempatan, ia rela merogoh kocek hingga jutaan rupiah demi
mendapatkan kostum karakter (skin) edisi khusus ataupun pernak-pernik yang
dijual oleh pengembang gim tersebut, Shanghai Moonton Technology Co Ltd,
perusahaan asal China. ”Setiap kali ada event penjualan skin unlimited (terbatas),
biasanya butuh uang sampai Rp 3 juta. Selain itu, rata-rata sebulan bisa keluar
Rp 1,2 juta. Kalau ditotal, selama ini sudah habis lebih dari Rp 20 jutalah,”
katanya saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (11/10).
Mutiara Ayu (26), karyawati swasta, rela mengeluarkan uang separuh
penghasilannya demi gim berbasis gawai itu. ”Awalnya cuma keluar uang Rp
150.000-Rp 200.000, tetapi lama-lama tidak terasa sebulan habis Rp 1,1 juta.
Rasanya jadi bangga gitu karena enggak semua orang punya. Bahkan, selama
sebulan itu rela nahan jajan dan beli makan yang murah biar bisa top up gim,”
tuturnya. Dilansir dari data Statista.com, total pendapatan di pasar mobile
game atau gim yang dimainkan dari gawai di Indonesia diproyeksikan mencapai
0,71 miliar USD atau Rp 11,15 triliun pada 2023. Jumlah ini diperkirakan terus
tumbuh rata-rata 6,4 % per tahun hingga mencapai 0,91 miliar USD atau Rp 14,29
triliun pada 2027.
Tren ini linier dengan jumlah pengguna mobile game yang juga
diproyeksikan meningkat hingga 76,9 juta orang pada 2027. Saat ini, sebagian
besar pemain mobile game didominasi penduduk berusia 25-34 tahun. Outlook
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2023/2024 oleh Kemenparekraf menyebutkan,
Indonesia menjadi pangsa pasar mobile game terbesar ketiga di dunia berdasarkan
unduhan aplikasi Google Play. Pengeluaran para pemain mobile game di Indonesia
yang dilihat dari in-app purchase (IAP) diperkirakan mencapai 0,37 miliar USD
atau Rp 5,6 triliun pada 2023. Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and
Law Studies (Celios) Nailul Huda berpendapat, besarnya potensi tersebut perlu
dioptimalkan oleh pengembang gim (game developer) lokal mengingat para pemain
gim memiliki loyalitas yang besar sehingga dapat memberikan dampak ekonomi. (Yoga)
BUMN Buka Depo Peti Kemas di Bitung
Peluang bisnis dari rencana pembukaan rute pelayaran langsung (direct call) kapal kargo antara Sulawesi Utara dan Shanghai, China, disambut perusahaan pelat merah. Salah satu anak perusahaan PT Pelayaran Nasional Indonesia menyewa lahan PT Industri Kapal Indonesia di Bitung, Sulawesi Utara, untuk penumpukan peti kemas. Melalui siaran pers, Minggu (15/10/2023), Direktur Utama PT Pelni Logistics Edward Tobing mengatakan, pengadaan depo tersebut didedikasikan untuk muatan tol laut. (Yoga)
Petani Lembata Tinggalkan Budidaya Sorgum
Petani di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, meninggalkan budidaya sorgum karena kesulitan mesin perontok. Harga sorgum pun hanya Rp 7.000 per kg. Mereka berencana akan beralih menanam jagung. Ketua Ikatan Petani Sorgum Lembata Petrus Daton, Jumat (13/10/2023), mengatakan, petani membutuhkan sembilan mesin perontok sesuai dengan jumlah kecamatan, dimana nantinya mesin itu akan dipergunakan oleh para petani secara bergilir. (Yoga)
Berebut Pasar Warisan Rp 60 T
Perbankan Kantongi Laba Bersih Rp 141,11 T
IMF Gagal Sepakati Peningkatan Pendanaan
Global Bergejolak, Fondasi Ekonomi Diperkuat
Pemilu Lancar dan Aman Harapan Pasar
Masih Ada Dana Kas Besar, BUKA Tetap Fokus di Bisnis Ini
Emiten saham e-commerce, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), masih mencari peluang investasi dan akuisisi potensial. Hal tersebut sembari terus memperkuat bisnis inti emiten tersebut. "Kami selalu ingin berinvestasi di suatu bisnis, tapi harus sesuai dengan strategi jangka panjang dan bisa mengakselerasi produk Bukalapak," kata Carl Reading, Head of Investor Relations Bukalapak Tbk, Jumat (13/10). Saat ini, BUKA masih memiliki kas internal yang lumayan tebal. Total kas setara kas dan investasi lancar BUKA per 30 Juni 2023 mencapai Rp 19,8 triliun. Carl menjelaskan, dana tersebut diinvestasikan di dalam produk yang aman, termasuk di obligasi pemerintah dan instrumen pasar uang. Sehingga BUKA akan memperoleh pendapatan bunga. Sebagian dana kas ini berasal dari initial public offering (IPO) sebesar Rp 9,23 triliun yang belum digunakan. Hingga tengah tahun 2023, BUKA telah menyerap dana IPO sebesar Rp 12,08 triliun. Sisa dana IPO disimpan di berbagai instrumen keuangan. Rinciannya, di deposito sebesar Rp 6,43 triliun. Dana IPO BUKA juga tersimpan di giro mencapai Rp 575,95 miliar.
KEBIJAKAN LARANGAN TERBATAS : SIAP-SIAP DWELLING TIME MELONJAK
Waktu inap peti kemas di pelabuhan atau dwelling time dikhawatirkan makin lama seiring dengan rencana pemerintah mengubah sistem pengawasan lalu lintas barang impor dari pengawasan di luar pabean menjadi di area pabean. Rencananya, pemerintah memperketat syarat teknis dan standardisasi produk impor antara lain mainan anak, elektronik, alas kaki, kosmetik, barang tekstil sudah jadi lainnya, obat tradisional dan suplemen kesehatan; pakaian jadi dan aksesori pakaian jadi, dan produk tas. Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakrie mengatakan bahwa Aprisindo mengkhawatirkan lonjakan dwelling time saat pemerintah mengubah sistem lalu lintas barang impor dari pengawasan di luar kawasan pabean (post border) menjadi area pabean atau (border). Sejauh ini, produk alas kaki menjadi salah satu produk yang akan diperketat standardisasi terhadap syarat teknis masuknya barang impor ke pasar domestik. Bila pemerintah ingin menghambat produk impor tertentu, dia menyarankan mekanisme lain berupa memperketat Persetujuan Impor (PI). Kebijakan PI sudah cukup untuk menahan volume barang berdasarkan izin impor. Selama ini, dugaan impor ilegal marak terjadi sehingga pemerintah menempuh kebijakan perpindahan mekanisme pengawasan impor diubah dari post border menjadi border. Alasannya, kondisi banjir impor tak akan berhenti jika pengalihan pengawasan ke border ditujukan menghambat impor ilegal. Hal ini lantaran data selisih BPS dan ITC telah terjadi sejak pemeriksaan impor masih dijalankan dengan skema border pada beberapa tahun lalu. Oleh karena itu, Firman meminta pemerintah tidak hanya fokus pada masalah pengawasan, tetapi juga penegakan hukum. Bahkan, dia meminta perlunya dibentuk komisi independen pemberantasan tindak impor ilegal yang langsung bertanggung jawab kepada Presiden. Bila Aprisindo mengkhawatirkan lonjakan dwelling time di pelabuhan, Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel) justru merespons positif rencana larangan terbatas (lartas) impor barang lewat skema pengawasan border untuk melindungi pasar domestik dari banjir produk asing. Sekretaris Jenderal Gabel Daniel Suhardiman mengatakan aturan pembatasan impor bisa meningkatkan minat investasi, khususnya industri elektronik dalam negeri. Direktur Perdagangan Melalui Sistem Elektronik dan Perdagangan Jasa Kementerian Perdagangan (Kemendag) Rifan Ardianto menyampaikan rencana perubahan sistem lalu lintas barang merupakan salah satu upaya mencegah produk impor bebas ke Indonesia.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









