Ekonomi
( 40498 )Hilirisasi Tambang Harita Nickel Bisa jadi Acuan Perusahaan Lain
Perang Memperlemah Prospek Ekonomi Global
Jaga Denyut Nadi UMKM dengan Pengetatan Impor Barang Konsumsi
Simalakama Larangan Impor Barang Murah
DERASNYA arus impor barang-barang murah menjadi dilema yang tak berkesudahan. Di satu sisi, barang impor dengan harga terjangkau menguntungkan konsumen dan menggerakkan sektor perdagangan. Namun, di lain pihak, masifnya penjualan barang impor di retail konvensional ataupun lokapasar (marketplace) digital merugikan pengusaha kecil dan menengah nasional karena mayoritas dari mereka tak mampu bersaing dengan produsen asing.
Inilah masalah yang menghantui industri berskala kecil-menengah di Indonesia selama bertahun-tahun. Para pelaku industri tekstil, sepatu, hingga kerajinan merugi karena barang-barang yang mereka buat kalah murah dari barang impor sehingga tak laku di pasar. Pengusaha merasa persaingan ini berat sebelah karena barang impor yang masuk di pasar online lolos dari bermacam kewajiban, seperti pemenuhan Standar Nasional Indonesia hingga sertifikasi halal.
Selain itu, transaksi barang kiriman lintas batas atau cross border via platform perdagangan online memungkinkan masuknya produk impor tanpa melewati prosedur kepabeanan biasa. Melalui mekanisme ini, barang impor dengan harga di bawah US$ 3 (sekitar Rp 45 ribu) tak dikenai bea masuk sehingga mengancam produk lokal. (Yetede)
Faktor Iklim Tekan Produksi Padi
Hingga dasarian III September 2023, level El Nino di
Indonesia berada di level moderat dengan nilai indeks 1,68. Level El Nino akan mencapai
level kuat jika indeksnya mencapai 2,0. BMKG memprediksi kondisi kering ini
bertahan hingga Februari 2024 dan melemah pada bulan-bulan berikutnya. Kondisi
El Nino saat ini bersamaan dengan puncak musim kemarau sehingga berpotensi
memicu kekeringan areal tanam padi yang menyebabkan penurunan produktivitas. Plt
Mentan yang juga Kepala Bapanas Arief Prasetyo mengatakan, El Nino berdampak
besar pada produksi padi sehingga berpengaruh terhadap ketersediaan beras nasional.
”El Nino ada pengaruhnya (produksi beras). Daerah sentra produksi
beras, seperti Lampung dan Jawa, semuanya berwarna hitam di peta BMKG yang
berarti bercurah hujan rendah. Ada pula Sulsel dan NTB. Ini semua pusat beras,”
kata Arief pada wawancara daring bersama Litbang Kompas, Senin (2/10). Hal
tersebut sejalan dengan temuan Litbang Kompas melalui pemodelan regresi data
panel untuk melihat sejumlah variabel yang berpengaruh pada produksi padi di
Indonesia. Hasil analisis menemukan variabel terkait iklim, seperti suhu udara
dan curah hujan, berdampak signifikan terhadap produksi padi. Bahkan, variabel
iklim menjadi ancaman serius terhadap produksi tanaman pangan. Hasil regresi
data panel menunjukkan variabel suhu udara memiliki koefisien sebesar negatif
4,572829. Artinya, kenaikan suhu udara sebesar 1 derajat celsius setahun akan menurunkan
produksi padi 4.500 ton di Indonesia. (Yoga)
Proton-Geely Berminat Buat Pabrik di Thailand
Perusahaan otomotif Malaysia, Proton, dan mitranya dari China, Geely, mempertimbangkan membangun pabrik di Thailand untuk memproduksi mobil listrik. Hal itu disampaikan Perdana Menteri Thailand Srettha Thavisin, Rabu (11/10/2023), setelah menggelar pertemuan dengan PM Malaysia Anwar Ibrahim di Putrajaya, Malaysia. Geely memegang 49,9 persen saham Proton. Srettha tiba di Malaysia, Rabu, dan akan melanjutkan lawatan ke Singapura, Kamis (12/10). (Yoga)
Harga Gula Melambung
Asosiasi Gula Indonesia memperkirakan produksi gula kristal
putih nasional pada tahun ini turun 8-9 % akibat dampak El Nino. Hal itu
menyebabkan harga gula konsumsi di tingkat konsumen melambung di atas HET yang
ditetapkan pemerintah Rp 14.500 per kg. Tanpa upaya menstabilkan stok dan harga,
harga gula bisa tembus Rp 16.000 per kg. Tenaga Ahli Asosiasi Gula Indonesia
(AGI) Yadi Yusriyadi mengatakan, kekeringan panjang akibat dampak El Nino menyebabkan
produksi tebu turun. Per 15 September 2023, tebu yang digiling pabrik-pabrik gula
di Indonesia hanya 28,5 juta ton. Hingga akhir musim giling, yakni pada pekan
ketiga Oktober 2023, tebu yang digiling diperkirakan hanya 33-34 juta ton.
Produksi tebu tersebut lebih rendah daripada produksi 2022
yang mencapai 36,5 juta ton. ”Hal itu otomatis akan mengurangi produksi gula kristal
putih pada tahun ini. Kami memperkirakan produksi gula berkurang 8-9 % dibandingkan
produksi tahun lalu, yakni sebanyak 2,386 juta ton,” ujarnya di Jakarta, Rabu
(11/10). AGI mencatat, per 15 September 2023, produksi gula kristal putih yang
dilaporkan pabrik-pabrik gula di seluruh Indonesia sebanyak 2,046 juta ton.
Hingga akhir musim giling, produksinya diperkirakan hanya bertambah sedikit
menjadi 2,25 juta ton. Padahal, pemerintah menargetkan produksi gula tahun ini
dapat mencapai 2,7 juta ton dengan rata-rata rendemen nasional sebesar 8 %. (Yoga)
HILIRISASI, Porsi Lokal Ditingkatkan
Ketergantungan pada tenaga kerja asing dalam pengembangan
smelter yang mengolah produk mentah pertambangan, seperti bijih nikel, perlu
diakhiri secara bertahap. SDM lokal asal Indonesia, seperti pada bidang
metalurgi, dinilai sudah mampu bersaing. Tinggal bagaimana transfer of
knowledge dan alih operasi berjalan dengan optimal. Ketua Perhimpunan Ahli
Pertambangan Indonesia (Perhapi) Rizal Kasli, saat dihubungi Rabu (11/10) mengatakan,
banyaknya tenaga kerja asal China dalam pengembangan pabrik pengolahan bijih
nikel tak terlepas dari negosiasi pemerintah. Sebab, dalam pembangunan smelter-smelter,
dibutuhkan modal, teknologi, dan pasar yang kini dikuasai China.
”Dalam hilirisasi nikel, (investasi) mayoritas dari China sehingga
mereka meminta sebagian atau mayoritas
tenaga kerja berasal dari negara mereka. Harus kita akui, dalam
hal produktivitas, mereka lebih unggul, terutama
di bidang konstruksi. Namun, situasi itu harus bisa segera tergantikan. Perlu
lebih banyak tenaga kerja dari dalam negeri,” kata Rizal. Dalam mendukung itu,
perlu didorong agar manual mesin dan peralatan dibuatkan dalam bahasa Indonesia
atau bahkan bisa multibahasa, yakni China, Inggris, dan Indonesia. ”Sedari awal
(negosiasi) seharusnya sudah kita tekankan bahwa penggunaan tenaga kerja
nasional saat konstruksi minimal 70 %. Kemudian meningkat lagi setelah operasional
atau pada tahun ke sekian. Misalnya, menjadi 98 %. Itu yang harus ditekankan
agar (dalam hilirisasi) manfaat untuk bangsa ini lebih besar,” kata Rizal. (Yoga)
Bank Muamalat Bukukan Aset Rp 63,9 Triliun
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatatkan total aset sebesar Rp 63,9 triliun atau tumbuh 6,7 persen secara tahunan pada semester I-2023. ”Di tengah situasi bisnis yang menantang, Bank Muamalat mampu mewujudkan pertumbuhan bisnis yang sehat dan profit berkesinambungan,” kata Direktur Utama Bank Muamalat Indra Falatehan saat berkunjung ke Redaksi Kompas, Rabu (11/10/2023). (Yoga)
Pasar Apartemen untuk Asing Masih Terganjal
Pemerintah telah memberikan kemudahan kepemilikan properti
bagi warga asing. Namun, pemasaran produk properti bagi warga asing terganjal
persoalan, di antaranya indikasi pungutan liar dalam perizinan. Pengawasan diperlukan
guna memastikan pasar properti terus bergerak. Kemudahan regulasi kepemilikan
properti bagi asing di antaranya warga asing yang sudah mengantongi paspor dan visa
tidak wajib memiliki kartu izin tinggal tetap/terbatas (Kitas/Kitap) untuk bisa
membeli hunian. Selain itu, hak kepemilikan satuan rumah susun/apartemen bagi
warga asing diperluas dari status hak pakai menjadi hak guna bangunan (HGB),
dengan jangka waktu yang diberikan hingga 80 tahun. Aturan itu tertuang dalam PP
No 18 Tahun 2021 tentang Hak Pengelolaan, Hak Atas Tanah, Satuan Rumah Susun,
dan Pendaftaran Tanah.
Adapun batasan minimal harga jual hunian bagi warga asing diatur
dalam KepmenATR / Kepala BPN No 1241/SK-HK.02/IX/2022 tentang Perolehan dan
Harga Rumah Tempat Tinggal/Hunian untuk Orang Asing. Harga minimal satuan
hunian bagi warga asing ditetapkan beragam menurut wilayah, yakni di kisaran Rp
1 miliar hingga Rp 5 miliar per unit. CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali
Tranghanda mengemukakan, kemudahan kepemilikan properti asing terganjal adanya
indikasi biaya-biaya tambahan yang merupakan pungutan liar perizinan oleh oknum
pemda. Di kawasan penyangga Jakarta, besaran pungutan liar untuk properti asing
itu mencapai Rp 30 juta hingga Rp 100 juta. ”Ketika warga asing mau beli
(properti), seharusnya tidak dipersulit lagi dengan uang siluman perizinan,”
ujar Ali, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (11/10). Kepemilikan properti bagi
warga asing potensial untuk mengisi pasar apartemen mewah atau supermewah yang
saat ini masih memiliki tingkat kekosongan cukup tinggi. Di Jakarta, kekosongan
apartemen mewah mencapai 49 %. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









