Presiden: Stok Beras Aman, Tambahan Dibutuhkan
Presiden Jokowi mengklaim cadangan beras pemerintah masih
aman ditengah fenomena El Nino. Namun, Indonesia masih membutuhkan pasokan
beras impor untuk menstabilkan harga komoditas itu, yang meningkat di pasaran
beberapa bulan ini. ”Saya melihat ke bawah (lapangan) itu untuk memastikan produksi
itu masih baik,” ujar Presiden Jokowi saat mengecek panen raya di Desa
Karanglayu, Kecamatan Sukra, Indramayu, Jabar, Jumat (13/10). Presiden juga berbincang
dengan sejumlah petani yang tengah panen. Di Karanglayu, Presiden mengatakan,
hasil panen rata-rata 8,6 ton gabah kering panen (GKP) per hektar. Bahkan, produksi
bisa mencapai 9 ton GKP. Padahal, di daerah lain, produktivitas sawah berkisar
7 ton GKP. Peningkatan hasil panen itu, kata Presiden, karena didukung pasokan
air irigasi teknis.
Presiden tidak menyebutkan jumlah penurunan produksi padi
akibat fenomena El Nino yang ditandai dengan kekeringan seperti saat ini.
Namun, Kementan memperkirakan El Nino sangat kuat berdampak pada kehilangan beras
hingga 1,2 juta ton (Kompas.id, 2/10). Presiden menyebutkan, cadangan beras
pemerintah di Perum Bulog saat ini berkisar 1,7 juta ton. ”Dan, akan datang
lagi 500.000-600.000 ton (beras impor). Artinya, cadangan pangan kita
kondisinya aman. Namun, kita tetap butuh beras ini juga untuk masuk ke pasar,” tuturnya.
Dengan begitu, stok beras pemerintah masih aman hingga panen raya tahun yang
dimulai pada Maret 2024. Terlebih lagi, pemerintah juga akan menyalurkan
890.590 ton beras untuk bantuan pangan kepada keluarga penerima manfaat sekaligus
menstabilkan harga beras di pasaran yang masih tinggi. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023