;
Kategori

Ekonomi

( 40789 )

TRANSPORTASI MASSAL : ASA BUS LISTRIK SARBAGITA

19 Oct 2023

Ambisi Pemerintah Provinsi Bali untuk memanfaatkan bus listrik sebagai moda transportasi massal dipandang bakal memberikan dampak positif untuk mengurai kemacetan, terutama di wilayah selatan provinsi ini. Apalagi, strategi ini telah mampu mengundang minat investor untuk mendukung aksi tersebut. Apalagi, minat masyarakat Bali baik penduduk setempat maupun wisatawan dalam memanfaatkan kendaraan jenis bus beberapa tahun terakhir terus menunjukkan peningkatan yang cukup baik.Hal ini ditandai dengan jumlah bus yang ada di Bali meningkat hingga dua digit sepanjang tahun lalu. Lompatannya bahkan jauh melebihi jenis kendaraan lainnya yang hanya berkisar 5%. Tak ayal, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bersama sejumlah pihak kini telah memulai proses studi kelayakan (feasibility study/FS) untuk pembangunan bus listrik terpadu atau electric bus rapid trans (EBRT) dan electric vehicle charging point (EVCP) yang bakal dihadadirkan di kawasan Denpasar, Badung, Giayar, dan Tabanan (Sarbagita).Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Ervan Maksum menjelaskan bahwa pembangunan transportasi massal berbasis listrik di Bali dinilai sudah mendesak. “Bayangkan 4,4 juta unit sepeda motor, jika satu sepeda motor disubsidi Rp6.000, maka setahun pemerintah mengeluarkan Rp10 triliun untuk subsidi bahan bakar minyak di Bali saja,” jelasnya, Rabu (18/10). Kepala Dinas Perhubungan Bali IGW Samsi menjelaskan bahwa LRT dan EBRT akan terintegrasi di sentral parkir Kuta dan sejumlah titik di kawasan pariwisata di Seminyak dan Canggu. “Dengan konsep transportasi terintegrasi antara LRT dan EBRT, kami yakin masyarakat akan mau beralih ke transportasi massal, karena memang sudah sangat mendesak. Bali tidak selamanya bisa membangun jalan raya,” jelasnya. Penjabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya menilai bahwa proyek EBRT dan LRT itu menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan di Pulau Bali. Direktur Eksekutif MCA Indonesia Maurin Sitorus menjelaskan bahwa pelaksana studi kelayakan di lapangan adalah Pricewaterhousecoopers (PWC) dan KIAT. Di sisi lain, Bisnis mencatat bahwa Millenium Challenge Corporation (MCC) Amerika Serikat melalui MCA Indonesia telah mendanai empat proyek transportasi, dan satu proyek pasar di Indonesia.MCC merupakan sebuah program hibah dari Pemerintah Amerika Serikat ke berbagai negara yang bertujuan mengentaskan kemiskinan dengan memacu pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Depresiasi Rupiah Senggol Manufaktur

18 Oct 2023

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD mengakibatkan sejumlah sektor industri manufaktur, seperti industri makanan-minuman serta industri tekstil dan produksi tekstil dalam negeri, terdampak. Pelemahan kurs juga berpotensi memangkas daya beli dan permintaan masyarakat. Nilai tukar rupiah saat ini tengah melemah atau terdepresiasi akibat ketidakpastian pasar keuangan global. Mengutip kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pada Selasa (17/10) malam, kurs rupiah berada di level Rp 15.718 atau melemah 1,49 % dibandingkan akhir September 2023. Secara kalender berjalan, nilai tukar rupiah juga tercatat melemah 0,80 % dibandingkan akhir Desember 2022.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman di Jakarta, Selasa (17/10) mengatakan, dampak depresiasi rupiah dirasakan oleh para pelaku industri makanan-minuman di Tanah Air. Sebab, sebagian besar kebutuhan produksi industri makanan-minuman, seperti bahan baku dan barang modal, masih impor. ”Di samping bahan baku dan barang modal, ada juga biaya lain, seperti logistik dan kapal. Semua itu, kan, dalam bentuk USD sehingga menyebabkan terjadinya kenaikan, baik di sisi produksi, harga pokok produksi, maupun dalam biaya logistik dan distribusinya,” kata Adhi. (Yoga)

Adhi Karya Bangun Pabrik Pupuk

18 Oct 2023
PT Adhi Karya (Persero) Tbk telah menandatangani kontrak baru senilai Rp 1,4 triliun untuk proyek  pembangunan Pupuk Pusri III B milik PT Pupuk Sriwidjaja di Palembang. Dalam proyek itu, Adhi Karya membentuk konsorsium bersama Wuhuan Engineering Company. Wuhuan Engineering Company memegang saham mayoritas, yakni 83,9 %, sedangkan Adhi Karya sebesar 15,1 %. Total nilai kontraknya Rp 9,5 triliun. ”Pabrik diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pupuk subsidi dalam negeri sehingga para petani dapat merasakan manfaatnya,” kata Dirut Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (17/10). (Yoga)

Obligasi Sosial Pertama Segera Terbit

18 Oct 2023
Obligasi sosial yang berkaitan dengan pendanaan berkelanjutan akan diterbitkan PT Sarana Multigriya Finansial Persero. Ini akan menjadi obligasi sosial pertama di Indonesia setelah terbitnya Peraturan OJK No 18 Tahun 2023 tentang Penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk Berlandaskan Keberlanjutan. Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Ananta Wiyogo, di Jakarta, Selasa (17/10/2023), menyatakan, SMF akan menerbitkan instrumen surat utang berjenis obligasi konvensional, yaitu obligasi sosial, dan obligasi syariah, yakni sukuk musyarakah. (Yoga)

Perbankan Optimistis Kredit Terus Tumbuh

18 Oct 2023

Industri perbankan optimistis dapat membukukan pertumbuhan penyaluran kredit yang positif sampai akhir 2023. Penyaluran kredit selama dua bulan terakhir diharapkan menjadi tren positif bagi industri perbankan sehingga target pertumbuhan kredit hingga dua digit pada tahun ini akan tercapai. Menjawab pertanyaan harian Kompas, Sekretaris Perusahaan PT BNI (Persero) Tbk, Okki Rushartomo, secara tertulis, Selasa (17/10) mengatakan,BNI optimistis penyaluran kredit pada 2023 tumbuh. Strategi untuk mengoptimalkannya dengan menyasar korporasi yang memiliki kapitalisasi pasar besar (blue chip) dan unggulan domestik (regional champion). Strategi lainnya adalah mengoptimalkan produk melalui rantai pasok dan rantai nilai serta mengekspansi sektor yang prospektif.

Hal ini mengingat adanya tren positif pada semester II-2023, seperti peningkatan belanja masyarakat dan pemerintah. Kedua tren positif tersebut akan memberi efek berganda positif bagi perekonomian nasional, termasuk segmen korporasi dan komersial. ”Per Agustus 2023, kami mencatatkan pertumbuhan kredit 8,8 % secara tahunan. Kami juga optimistis kredit dapat bertumbuh sesuai dengan target pertumbuhan kredit perseroan sebesar 7 % hingga 9 % pada akhir 2023,” katanya. Okki menambahkan, pihaknya tetap disiplin menumbuhkan current account saving account (CASA) sebagai basis likuiditas utama sehingga total biaya bunga yang dikeluarkan oleh bank dapat terjaga efisien. (Yoga)

OJK Adakan Bulan Inklusi Keuangan

18 Oct 2023
OJK akan menyelenggarakan Bulan Inklusi Keuangan demi mendukung target nasional cakupan layanan keuangan kepada 90 persen rakyat Indonesia pada 2024. Puncak acara dilakukan pada 20-21 Oktober 2023. Melalui siaran pers, Selasa (17/10/2023), Kepala Kantor OJK Sulawesi Utara,Gorontalo, dan Maluku Utara, Winter Marbun mengatakan, puncak kegiatan dilakukan serentak di ibu kota tiga provinsi dengan fun walk yang diikuti oleh pegawai lembaga jasa keuangan dan masyarakat umum. (Yoga)

Pemilu Dongkrak Ekonomi

18 Oct 2023
JAKARTA,ID-Pemilu 2024 diprediksi mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV-2023, setelah tertekan pada kuartal III. Sebab, saat pesta demokrasi digelar, pemerintah, parpol, hingga para kontenstan bakal menggelontorkan belanja besar, yang dapat mengorek konsumsi rumah tangga, urat nadi ekonomi Indonesia. Pada kuartal IV tahun ini, pertumbuhan ekonomi diprediksi bisa kembali di atas 5%. Selain efek pemilu, ekonomi nasional akan digerakkan pencarian belanja pemerintah pusat dan daerah yang selalu berakselerasi pada pengunjung tahun. Ini dilakukan agar tingkat penyerapan anggaran tahunan tinggi. Selain itu, pertumbuhan indeks penjualan riil (IPR) yang direkap BI melambat menjadi 1% pada September 2023, dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 1,1%. Tekanan inflasi juga meningkat  pada September secara bulanan, dipicu lonjakan harga beras  dan harga BBM nonsubsdi, yang bisa menggerus daya beli masyarakat, terutama menengah kebawah. (Yetede)

Presiden Jokowi Bertemu Presiden Putin di China

18 Oct 2023
JAKARTA,ID-Presiden Joko WIdodo bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin sebelum menghadiri Welcoming Dinner Leaders Belt and Road Forum (BRF) yang dilaksanakan di Great Hall of the People, Beijing, China, Selasa (17/10/2023). Berdasarkan foto dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Jokowi dan Putin terlibat perbincangan santai dan tampak akrab. Ibu Negara Iriana ikut mendampingi  Jokowi pada moment tersebut, dan tidak lupa melakukan sesi foto bersama. Putin dijadwalkan mengikuti konferensi tingkat tinggi (KTT) BRF China. Putin juga akan bertemu Presiden China Xi Jumping pada Rabu (18/10/2023). BRF China telah melakukan pertemuan puncak dua kali pada 2017 dan 2019. Tahun ini sekaligus memperingati 10 tahun program Belt and Road Initiative (BRI) China. BRI China merupakan program/skema proyek pembangunan infrastruktur global. Perusahaan-perusahaan China dalam proyek tersebut telah membangun pelabuhan, jalan raya, jaringan kereta api,pembangkit listrik dan infrastuktur  lain diseluruh dunia. (Yetede)

Mitigasi Dampak Global dengan Hilirisasi dan Diversifikasi Mitra Dagang

18 Oct 2023
JAKARTA,ID-Pemerintah menjalankan kebijakan hilirisasi komoditas sumber daya alam (SDA) dan diversifikasi  mitra dagang sebagai langkah antisipasi terhadap dampak dari perlambatan ekonomi global. Di sisi lain, perkembangan neraca dagang pada September 2023 akan berdampak  positif terhadap ketahanan eksternal perekonomian Indonesia lebih lanjut. Kepala Bidang kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu menjelaskan, pemerintah terus memantau secara cermat dampak perlambatan global terhadap ekspor nasional. "Pemerintah juga telah menyiapkan langkah antisipasi melalui dorongan terhadap keberlanjutan  hilirisasi SDA, peningkatan daya saing produk ekspor nasional, serta diversifikasi  mitra dagang utama," jelas dia melalui pernyataan resmi, Selasa (17/10/2023). (Yetede)

Rupiah Melemah, Harga Mobil Berpotensi Naik

18 Oct 2023
JAKARTA,ID-Melemahnya rupiah dalam beberapa pekan terakhir dapat membuat dampak negatif pada industri manufaktur seperti otomotif yang masih impor bahan baku. Pemerintah diharapkan tidak terlalu kaku mengenai impor untuk membantu industri menekan dampak tersebut. Sebab, jika rupiah terus memburuk maka tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian harga di produk mobil. Wakil Presiden PT Toyota Motor Manufacturing  Indonesia (TMMIN) Bob Azam  mengatakan, pelemahan rupiah pasti berdampak kenaikan  harga bahan bakar impor. Akan tetapi, disaat yang bersamaan juga menjadi berkah bagi ekspor mobil. Apakah keuntungan ekspor dapat menekan  dampak negatif, hal itu terhantung dari komposisinya. Bob mengatakan, pihaknya berterima kasih kalau pemerintah bisa mengantisipasi pelemahan rupiah ini dengan baik dan bijak. Dia sadar, bahwa memang enggak mudah karena masalah ini cukup kompleks  dan menyangkut beberapa aspek. (Yetede)