Ekonomi
( 40498 )Impor Gula Cadangan Pemerintah Rendah
Realisasi impor gula kristal putih dan mentah untuk cadangan
gula pemerintah masih rendah, hanya 24,69 % dari 1,01 juta ton kuota tahun ini.
Jika sisa kuota impor tidak segera direalisasikan, stok gula konsumsi akan
menipis dan harganya akan semakin melonjak tinggi. Kepala Bapanas (NFA) Arief
Prasetyo Adi mengatakan, produksi gula nasional pada tahun ini diperkirakan
turun akibat dampak El Nino. Pemerintah sebenarnya sudah mengantisipasinya dengan
penugasan impor gula konsumsi dan mentah sebanyak 1,01 juta ton tahun ini
kepada 16 perusahaan milik negara dan swasta. ”Namun, realisasinya masih rendah.
Per 5 Oktober 2023, gula konsumsi yang didatangkan dari luar negeri baru 249.781
ton atau 24,69 % dari total kuota,” ujarnya ketika dihubungi di Jakarta, Kamis
(12/10).
NFA mencatat, terdapat 16 perusahaan yang mendapatkan persetujuan
impor gula konsumsi dan gula mentah yang akan diolah menjadi gula konsumsi. Dua
perusahaan mendapatkan kuota impor gula konsumsi sebanyak 215.800 ton dan 14
perusahaan memperoleh kuota impor gula mentah 796.000 ton. Dari 16 perusahaan
itu, 10 perusahaan sama sekali belum mengimpor gula. Salah satu perusahaan yang
mendapatkan penugasan tersebut, yakni ID Food, telah menyiapkan dana Rp 1,5
triliun untuk mendatangkan gula sisa kuota impor sebanyak 125.675 ton paling
lambat Desember 2023. Sejak awal tahun hingga 5 Oktober 2023, ID Food sudah
merealisasikan impor gula konsumsi sebanyak 107.900 ton. Arief menjelaskan,
total realisasi impor 16 perusahaan itu masih rendah karena banyak perusahaan
yang mempertimbangkan faktor harga gula dunia yang tinggi dan pelemahan rupiah.
Ditengah kondisi itu, NFA tetap meminta perusahaan-perusahaan itu segera
merealisasikan impor agar pemerintah memiliki cadangan gula cukup hingga tahun
depan. (Yoga)
Jenama Lokal Pakaian Olahraga Didukung
Kementerian Perindustrian menyelenggarakan pameran bertajuk ”Indonesia Sport & Active Wear Exhibition 2023” untuk mendukung pengembangan jenama lokal pakaian olahraga. Menurut Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Reni Yanita, Kamis (12/10/2023), pameran itu akan diselenggarakan pada 1-4 November 2023 di Jakarta. Pameran tersebut bakal memamerkan produksi dari 40 jenama lokal pakaian dan alat olahraga. (Yoga)
Dampak Konflik Timur Tengah Mulai Diperhitungkan Dunia Usaha
Para pelaku usaha mulai mengalkulasi dampak dari meletusnya
konflik antara kelompok Hamas dan Israel di Timur Tengah terhadap aktivitas
industri. Konflik tersebut diprediksi berdampak pada harga energi di Tanah Air
yang berpotensi mengganggu produksi industri manufaktur. Ketua Bidang Industri
dan Manufaktur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bobby Gafur Umar mengatakan,
konflik yang terjadi di Timur Tengah dapat memicu kenaikan harga energi,
khususnya minyak mentah dan gas bumi. Pasalnya, meski Israel dan Palestina
bukan produsen minyak, konflik terjadi di tengah kawasan penghasil minyak dan
gas di Timur Tengah yang menyumbang hampir sepertiga pasokan minyak dunia.
”Persediaan energi di dalam
negeri terbatas sehingga sebagian besar kebutuhan bahan baku energi,
seperti minyak bumi dan gas, untuk keperluan industri masih dipenuhi melalui
impor,” ujar Bobby saat dihubungi pada Kamis (12/10). Dia mencontohkan, Indonesia
hanya memproduksi 600.000 barel minyak bumi per hari, sedangkan kebutuhan
minyak dalam negeri di atas 1,5 juta barel per hari. Sama halnya dengan minyak bumi,
kapasitas produksi gas bumi (untuk elpiji) dalam negeri juga belum mampu menutupi
kebutuhan nasional. ”Jika pasokan minyak dan gas terganggu, imbasnya harga keduanya
akan naik. Kondisi ini akan mengganggu aktivitas produksi dan pertumbuhan
industri dalam negeri,” katanya. (Yoga)
Cengkeh dan Ikan yang Membingkai Maluku Utara
Ratusan ribu pohon cengkeh menusuk kumpulan awan yang
menutupi sebagian puncak Gunung Gamalama di Kota Ternate, Maluku Utara. Kelurahan
Marikurubu, Kecamatan Ternate Tengah, adalah satu dari puluhan desa yang
bergantung pada cengkeh dan pala. Sementara Pulau Obi, Halmahera Selatan, menjadi
salah satu areal cengkeh terbesar di provinsi itu. Muhammad Saleh (74), warga
Kelurahan Marikurubu, melihat beberapa cengkeh dan pala di lahan seluas 2
hektar miliknya, tak jauh dari rumahnya, Minggu (8/10), yang berada di lereng
Gunung Gamalama dengan kemiringan 35 derajat. Sekali panen, Saleh mendapatkan
300 kg cengkeh dari 10-15 pohon. Cengkeh dihargai Rp 130.000-Rp 140.000 per kg.
Tangkainya dihargai Rp 10.000 per kg. Tiap panen, ia meraup pendapatan Rp 40
juta hingga Rp 50 juta. Untuk memanen, Saleh mempekerjakan buruh petik selama
4-5 hari dengan upah Rp 150.000 per hari. Berkat cengkeh dan pala, Saleh yang
berpendidikan SMA ini mampu menghidupi istri dan enam anaknya, juga membangun
rumah.
Sebelum triwulan III-2021, perekonomian Maluku Utara didukung
sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Namun, kontribusi itu terus
menurun. Pada 2020, kontribusi sektor pertanian terhadap lapangan kerja 46 %,
tetapi di awal 2023 turun menjadi 25 %. Sementara kontribusi pertambangan dan
pengolahan terhadap lapangan kerja naik dari 7 % pada 2020 menjadi 25,62 % pada
2023. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Halmahera Tengah Badar Manawi
mengatakan, potensi kelautan untuk wisata maupun peruikanan tangkap menunjukkan
masyarakat tidak harus bergantung pada pertambangan. Ia risau ketika industri
ekstraktif merusak lingkungan. Mitra
Lingkungan Malut Siti Barora mengatakan, kehadiran industri pertambangan dan pengolahan
melalui skema Proyek Strategis Nasional acap kali memicu perubahan tata ruang,
dimana zona pertanian dialihkan menjadi zona pertambangan. (Yoga)
JALAN TERJAL JAYAPURA TARIK INVESTASI
Investasi-investasi baru diharapkan terus masuk dan
bertumbuhan di Jayapura, Papua. Salah satu sektor industri yang potensial
menyerap investasi di kota itu adalah sektor perikanan. Sayangnya, masalah
infrastruktur atau sengketa lahan adat yang menjadi lokasi pengembangan
infrastruktur kerap menjadi ganjalan menarik minat investor. Menurut Pj Wali
Kota Jayapura Frans Pekey, persoalan sengketa lahan kerap disebabkan oleh
masalah komunikasi antara investor dan masyarakat setempat. Umumnya adalah
masalah pelepasan lahan dan lahan itu menjadi lokasi untuk pembangunan infrastruktur.
Namun, apabila lahan tersebut sudah dilepas secara adat dan dibuat
sertifikatnya, umumnya relatif tidak ada masalah.
”Selama ini, mayoritas lahan yang bermasalah dialami pemerintah
daerah dan masyarakat adat. Hal itu berkaitan dengan sejarah peralihan dari masa
pendudukan Belanda ke Pemerintah Indonesia. Saat itu, tak ada proses pelepasan
adat sehingga kejadian itu yang banyak diprotes masyarakat adat,” ujar Frans
saat dijumpai di kantornya, Selasa (3/10/2023), di Jayapura. Terkait investasi
di Jayapura, lanjut Frans, hal itu banyak didominasi oleh sektor jasa. Pemda
tengah mendorong agar investasi di sektor produksi barang, terutama oleh pelaku
UMKM, mulai bertumbuhan. Harapannya adalah produksi para pelaku UMKM tersebut
dapat mengisi kekosongan kontainer pengirim barang dari luar Papua saat kontainer
itu kembali. Sejatinya, segala jenis investasi dibutuhkan untuk masuk ke Papua.
Namun, bidang yang paling prioritas dibutuhkan adalah peternakan, ayang potong,
ayam petelur, ataupun pakan ayam. Pemerintah Kota Jayapura telah berupaya
memikat investor dengan beragam cara. Harapannya, usaha-usaha ini dapat berbuah
manis guna mendorong roda perekonomian di Jayapura. (Yoga)
Sejumlah Risiko Membayangi PGAS
Bank Besar Optimistis Memenuhi Target Kredit
Laju pertumbuhan kredit perbankan sudah kembali meningkat dalam dua bulan terakhir setelah sebelumnya dalam tren melambat. Kondisi ini membuat regulator optimistis kredit perbankan tumbuh dua digit di tahun ini sesuai target awal. Bank-bank besar juga meyakini target yang sudah ditetapkan dalam rencana bisnis bank (RBB) akan tercapai tahun ini. Pasalnya, pertumbuhan kredit selama tahun berjalan sudah tumbuh dua digit. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan per Agustus 2023 sudah tumbuh 9,06%. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, kenaikan kredit dalam dua bulan terakhir menjadi indikasi positif bagi bank untuk dapat mencapai target pertumbuhan kredit dua digit. “Secara siklus, umumnya permintaan kredit juga meningkat di akhir tahun, khususnya kredit modal kerja,” ujar Dian, Selasa (11/10). Hingga Agustus 2023, kelompok bank modal inti (KBMI) 4 tercatat sudah menorehkan pertumbuhan kredit di kisaran target RBB. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) secara bank only menorehkan pertumbuhan 10,05%, sedangkan targetnya tahun ini tumbuh 10-12%. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mencatat pertumbuhan kredit bank only sebesar 11,88%. Target kredit di RBB bank pelat merah ini juga sekitar 10%-12%. PT Bank Mandiri Tbk juga menargetkan kredit tahun ini tumbuh 10%-12%. Per Agustus, realisasinya sudah tumbuh 12,3%. Sementara PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menargetkan kredit tumbuh 7%-9% dan realisasi sampai Agustus sudah tumbuh 8,44%. BRI tetap mempertahankan target RBB tahun ini. "Per September, penyaluran kredit BRI bank only positif sesuai target," kata Agustya Hendy Bernadi, Sekretaris Perusahaan BRI, Selasa (12/10). Budi Frensidy, Pengamat Keuangan dari Universitas Indonesia, memperkirakan, kredit perbankan di tahun ini akan tumbuh sekitar 9%-10%. Untuk tahun depan, ia memproyeksi pertumbuhan akan lebih tinggi jika suku bunga The Fed mulai stabil.
Kembangkan Ekosistem Kewirausahaan Lewat Talenta Wirausaha BSI dan Aceh Muslimpreneur
Langkah perbankan untuk mengembangan ekosistem kewirausahaan memainkan peran sentral dalam men dorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Upaya PT Bank Syariah Indonesia TBk. (BSI) melalui Awarding Talenta Wirausaha BSI dan BSI Aceh Muslimpreneur tidak hanya memperkokoh ketangguhan UMKM untuk naik kelas, tetapi juga sekaligus mendorong pengembangan kewirausahaan berbasis syariah di Indonesia, terutama di Provinsi Aceh. Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi Islamic Ecosystem yang kuat. Ekosistem ini menyimpan potensi kewirausahaan yang sangat besar.
“Amanah inilah yang menjadi spirit BSI untuk terus menjalankan program kewirausahaan salah satunya melalui Program Talenta Wirausaha BSI dan BSI Aceh Muslimpreneur,” katanya.
Program Talenta Wirausaha BSI merupakan program inkubator bagi para wirausaha muda dan muslimpreneur untuk membangun dan meningkatkan kapasitas usahanya sehingga mampu tumbuh dan baik, bankable, dan diharapkan mampu membuka lapangan pekerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BISNIS P2P LENDING : KONGLOMERASI TEPIS ISU KARTEL
Penyelenggara teknologi finansial peer-to-peer lending di bawah naungan konglomerasi menangkis dugaan praktik kartel bunga pinjaman yang dilayangkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Dalihnya, setiap pemain menerapkan tingkat bunga berbeda-beda, bergantung pada inti bisnisnya.
PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) menyatakan tiga platform pinjaman online(pinjol) dalam kepemilikannya menerapkan strategi pengenaan bunga dan biaya layanan yang berlainan. Sebagai informasi, saat ini SMMA memiliki tekfin P2P lending terafiliasi bernama PT Pasar Dana Pinjaman (Danamas) dengan kepemilikan sebesar 66,66% yang bergerak di klaster produktif, PT Dana Pinjaman Inklusif (PinjamanGO) sebesar 50%, dan PT Oriente Mas Sejahtera (Finmas) sebesar 15%. Dua platform pinjol terakhir bergerak di klaster konsumtif atau multigunaKomisaris SMMA sekaligus Komisaris Danamas Dani Lihardja mengatakan pengenaan bunga dan biaya layanan tiga pinjol afiliasi perseroan bergantung pada target pelanggan dan strategi bisnis setiap platform. Perbedaan ini membuat bisnis ketiganya tak relevan dengan tudingan praktik monopoli kartel.
Platform klaster multiguna yang meng akomodasi pinjaman bernilai kecil, akan sulit mendapat keuntungan apabila margin terlalu tipis, terutama karena habis untuk biaya manajemen risiko. Oleh sebab itu, biasanya, para pemain di klaster ini baru mendulang cuan apabila sukses mempertahankan basis pelanggan setia yang meminjam lebih dari satu kali.
Senada, tekfin P2P lending besutan Grup Astra, PT Astra Welab Digital Arta (Maucash) membentuk bunga dengan strategi yang berbeda untuk setiap produk. Direktur Maucash Indra Suryawan mengatakan belum pernah menemukan praktik-praktik yang berkaitan dengan kartel selama berkarier di industri tekfi n P2P lending.
Saat dihubungi, Kamis (12/10), Kepala Biro Humas dan Kerja Sama KPPU Deswin Nur mengatakan KPPU telah membentuk satuan tugas (satgas) untuk menangani persoalan dugaan kartel suku bunga pinjol. “[Satgas dibentuk] sejak pemberitaan minggu lalu,” katanya. Satgas mempunyai waktu maksimal 14 hari sejak keputusan pembentukan untuk melakukan proses penyelidikan awal.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan OJK sedang melakukan penyusunan peraturan turunan yang antara lain mengatur besaran manfaat ekonomi P2P lending.
INDUSTRI BAJA : Peran Sentral Sektor Konstruksi
Sektor konstruksi dinilai memiliki peran sentral guna memompa performa industri baja di Tanah Air. Bahkan, perusahaan baja asal Australia, NS BlueScope Lysaght Indonesia, memandang bahwa potensi industri konstruksi dan baja lapis di Tanah Air sangat besar lantaran masifnya pembangunan infrastruktur saat ini. Laporan BCI Central Quarterly Market Update Q1/2023 menunjukkan bahwa terdapat lima sektor yang akan menjadi penggerak utama konstruksi nasional tahun ini, yakni proyek konstruksi gedung, rumah tapak, manufaktur, jalan dan jembatan, serta bendungan dan saluran.
Country President NS BlueScope di Indonesia Lucky Lee mengatakan bahwa kontribusi sektor konstruksi sangat besar sehingga dia optimistis mampu berkontribusi lewat sektor konstruksi, khususnya industri baja Indonesia. “Komitmen kami kepada pelanggan Indonesia didukung oleh jaringan penjualan yang luas di seluruh Nusantara dengan fasilitas manufaktur dan pergudangan di Jakarta, Surabaya, dan Medan,” katanya dalam keterangan resminya, Kamis (12/10). Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengungkapkan bahwa dalam 5 tahun terakhir, seiring dengan masifnya pembangunan, kebutuhan baja nasional terus meningkat hingga lebih dari 40%.
Pada 2050, imbuhnya, penggunaan baja nasional dan global diperkirakan meningkat sekitar 20% untuk memenuhi kebutuhan populasi dunia yang juga bertambah banyak.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









