Stok Beras Tertekan Produksi dan Restriksi
Stok beras Indonesia pada tahun ini tertekan penurunan
produksi dan restriksi ekspor beras dari negara lain. Produksi beras nasional diperkirakan
turun 650.000 ton dan impor sedikit terhambat meskipun ada pengalihan negara
asal impor beras. Berdasarkan hasil survei kerangka sampel area, BPS memperkirakan
produksi beras nasional pada 2023 sebanyak 30,9 juta ton. Jumlah itu turun
sebanyak 650.000 ton atau 2,05 % dibandingkan dengan produksi beras tahun lalu
yang mencapai 31,54 juta ton. Penurunan produksi beras terbesar terjadi di
Sulsel, Jabar, dan Jateng. Secara tahunan, produksi beras di Sulsel turun
239.332 ton atau 7,78 %, Jabar 195.605 ton (3,58 %), dan Jateng 169.448 ton
(3,15 %). ”Produksi beras turun lantaran luas panen padi berkurang akibat
kekeringan panjang yang disebabkan El Nino,” kata Plt Kepala BPS Amalia
Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers yang digelar secara hibrida di
Jakarta, Senin (16/10).
Kondisi itu juga akan membuat defisit neraca produksi dan konsumsi
beras pada Juli 2023 berpotensi makin melebar sampai akhir tahun ini. Per Juli
2023, Indonesia mengalami defisit beras 70.000 ton. Pada Desember 2023, defisit
beras itu berpotensi melebar menjadi 1,45 juta ton. Namun, neraca beras
nasional sepanjang tahun ini diperkirakan masih surplus 280.000 ton, lebih
rendah dibandingkan dengan surplus tahun lalu sebesar 1,3 juta ton. Untuk menambah
cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog, pemerintah telah
mengalokasikan kuota impor beras sebanyak 2,3 juta ton tahun ini. Dari jumlah
itu, BPS menyebutkan, realisasi impor beras pada Januari-September 2023 telah
mencapai 1,786 juta ton, senilai 980 juta USD. Menurut Amalia, restriksi ekspor
beras yang dilakukan sejumlah negara juga berpengaruh terhadap impor beras yang
dilakukan Indonesia. Ada tiga negara yang menerapkan pembatasan ekspor beras,
yakni India (20 Juli 2022-31 Desember 2023), Bangladesh (29 Juni 2022-31
Desember 2023), dan Rusia (30 Juni 2022-31 Desember 2023). (Yoga)
Postingan Terkait
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023