Politik dan Birokrasi
( 6583 )PERKEMBANGAN TEKNOLOGI : KORIDOR PEMANFAATAN AI
Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) memang menyimpan potensi ekonomi yang besar guna meningkatkan perekonomian Indonesia di masa mendatang. Akan tetapi, aturan main pemanfaatan teknologi perlu segera disusun guna memitigasi risiko yang ditimbulkan.
Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria mengungkapkan bahwa potensi nilai ekonomi dari pemanfaatan AI di Indonesia diperkirakan mencapai US$366 miliar atau sekitar Rp5.371 triliun pada 2030. Angka ini setara dengan 40% produk domestik bruto (PDB) Asean.“RI adalah negara yang potensial dalam hal penggunaan AI. Pertama, karena populasi RI terbesar di Asean. Kedua, adopsi teknologi pesat terlihat dari suburnya industri startup,” kata Nezar di Jakarta, Selasa (5/12).Laporan Access Partnership dan Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) 2023 menunjukkan bahwa teknologi generatif AI berpotensi menyumbangkan US$243,5 miliar terhadap perekonomian Indonesia dalam beberapa tahun mendatang. Proyeksi ini setara dengan 18% PDB Asean pada 2022.Oleh karena itu, potensi tersebut menuntut adanya pengelolaan yang baik agar manfaat dari teknologi AI dapat dimaksimalkan dengan mengurangi sebanyak mungkin risiko yang mungkin terjadi. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memandang bahwa terdapat tiga yang dapat ditimbulkan dari pemanfaatan teknologi ini.Pertama, kesalahan analisis dapat mengakibatkan bisa terhadap kelompok tertentu. Kedua, menjadi senjata terotomasi yang dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan masyarakat. Ketiga, memicu maraknya manipulasi audio, gambar, atau video yang menyerupai orang tertentu (deepfake).
Dia menilai bahwa pemanfaatan kemampuan pemrograman berbasis AI mesti dilakukan sebagai pendukung aktivitas kerja, serta pengawasan terhadap pengembangan teknologi berbasis pemrograman AI untuk mencegah kejahatan dan penyalahgunaan.
Nezar memandang bahwa dari sisi pertanggungjawaban, penggunaan AI wajib memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya terkait dengan penggunaan data pribadi serta memastikan AI tidak menggantikan eksistensi manusia.
Di sisi lain, para pengembang teknologi berbasis AI juga harus memberikan informasi yang berkaitan dengan pengembangan yang dilakukan untuk mencegah dampak negatif dan kerugian dari teknologi yang dihasilkan.
Sementara itu, Peneliti Elsam Parasurama Pamungkas mengatakan bahwa terdapat sejumlah usulan yang disampaikan terkait dengan penyusunan beleid tentang penggunaan AI a.l penyelenggaraan AI dirancang sedemikian rupa sehingga tidak mendiskriminasi serta mampu mengurangi risiko atau dampak buruk, terutama terhadap kelompok rentan.
Di sisi lain, Director of Government Affairs Microsoft Indonesia dan Brunei Darussalam Ajar Edi berharap bahwa regulasi yang berlaku di Indonesia juga turut mengadopsi prinsip-prinsip global tentang responsible AI.
Pemerintah Kebut Penyerapan Belanja 2023
Modernisasi Alutsista Secara Mandiri Telah Dimulai
JAKARTA,ID-Indonesia berpotensi untuk melakukan modernisasi alat utama sistem persenjataan (Alutsista) secara mandiri melalui kesepakatan alih teknologi dengan negara asal impor alutsista. Apalagi, Indonesia juga memiliki sejumlah BUMN industri pertahanan yang dinilai mempunyai kemampuan untuk melakukan proses alih teknologi dan untuk tahap berikutnya bisa memproduksi sendiri. Nahlan, ditengah kondisi anggaran yang masih jauh dari ideal karena kemampuan APBN yang terbatas, modernisasi alutsista secara mandiri melalui proses alih teknologi sudah dilakukan pada era Kementerian Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Sebagai contoh, Kemenhan telah membeli 44 pesawat tempur Dassault Rafale dari Prancis yang disertai dengan kesepakatan alih tekhnologi. (Yetede)
Emiten Properti Didongkrak Insentif
Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) di 2024 diperkirakan akan membuat investor cenderung
wait and see
dalam berinvestasi. Meski begitu, sejumlah insentif yang diberikan pemerintah termasuk ke sektor properti, diharapkan mampu mendorong kinerja emiten guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Pemerintah memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100% untuk pembelian properti dengan harga maksimal Rp 5 miliar dengan syarat serah terima unit harus terlaksana sebelum Juni 2024. Tahap kedua akan berlangsung dari Juli 2024 hingga Desember 2024 dengan memberikan iming-iming insentif PPN sebesar 50%.
Senior Investment Information
Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, mengatakan, insentif tersebut memberikan angin segar bagi emiten properti. Terlebih dengan kondisi perekonomian domestik yang cukup baik, hingga memungkinkan kenaikan kinerja para emiten.
Analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei juga menilai insentif ini akan positif bagi sektor properti. Hingga kuartal III 2023, sejumlah emiten properti membukukan kinerja positif. Misalnya, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mencatat pertumbuhan pendapatan 2,24% year-on-year (yoy) menjadi Rp 7,3 triliun, dan laba bersih naik 92,7% yoy hingga Rp 1,76 triliun.
Research Analyst
MNC Sekuritas Muhamad Rudy Setiawan memproyeksi, dengan adanya insentif dari pemerintah,
marketing sales
di 2024 dapat menyamai perolehan tahun ini. Walaupun ada risiko efek Pemilu dan Idul Fitri juga dapat menghambat kinerja
marketing sales.
Dari bisnis hotel, Rudy menilai baru akan pulih di kuartal II 2024. Di awal tahun, secara historis kinerja bisnis ini memang melandai.
Sementara dari pusat belanja, MNC Sekuritas melihat tren keterisian
tenant
di Jakarta dan Jabodetabek di level 72,8% dan 70,4%.
Oleh sebab itu, Henan Putihrai mempertahankan rating
overweight
untuk sektor properti. Jono memilih SMRA dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA) sebagai pilihan utamanya.
PERTEMUAN TAHUNAN BANK INDONESIA 2023 : Kebijakan Moneter Fokus Pengendalian Inflasi dan Stabilitas Nilai Tukar
Bank Indonesia memfokuskan arah kebijakan moneter untuk pengendalian inflasi dan stabilitas nilai tukar Rupiah. Pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2023, nilai tukar rupiah tahun 2024 diproyeksikan akan tetap stabil dan inflasi terkendali dalam sasaran yang ditetapkan.
Saat memberikan pidato dalam PTBI 2023 pada Rabu (29/11), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa gejolak global pada 2024 masih perlu diwaspadai. Berbagai tantangan global ke depan yang perlu dicermati mencakup perlambatan dan divergensi pertumbuhan ekonomi global, penurunan inl asi yang lambat, suku bunga negara maju yang lebih tinggi dan lebih lama, kuatnya mata uang dollar, serta pelarian modal dalam jumlah besar dari emerging markets ke negara maju.Dalam kajian yang disusun oleh Bank Indonesia, risiko utama tekanan inl asi pada 2024 sebagian besar berasal dari gejolak global, yaitu dampak pelemahan rupiah serta tingginya harga energi dan pangan dunia terhadap harga barang-barang impor (imported infl ation) dan harga pangan bergejolak (volatile food). Sementara itu inl asi inti (core infl ation) diperkirakan masih terkendali sejalan dengan kenaikan permintaan agregat yang masih di bawah kapasitas output potensial. Sedangkan tantangan stabilitas nilai tukar datang dari Amerika Serikat. Masih tingginya Fed Fund Rate (FFR) dan yield obligasi US Treasury serta kuatnya dolar AS, dapat memberikan tekanan pelemahan berbagai mata uang dunia, termasuk Indonesia.
Dia menjelaskan strategi kebijakan moneter yakni, pertama, memastikan tekendalinya inl asi dalam sasaran 2,5% plus minus 1% pada 2024 dan 2025.
Strategi kedua, dalam kebijakan moneter yakni memastikan nilai tukar rupiah bergerak stabil guna mitigasi gejolak global dan pengendalian inl asi harga impor.
Ketiga, yakni strategi operasi moneter “pro-market” untuk efektivitas transmisi kebijakan, pendalaman pasar uang, dan pengelolaan aliran portofolio asing.
Koordinasi kebijakan Bank Indonesia dengan kebijakan Pemerintah juga terus dipererat untuk memperkuat ketahanan eksternal dari gejolak global, pengendalian inl asi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Untuk memperkuat ketahanan eksternal dari gejolak global, koordinasi kebijakan moneter Bank Indonesia dan kebijakan skal Pemerintah mencakup baik dalam pengelolaan permintaan agregat untuk menjaga stabilitas makroekonomi, maupun dalam penerbitan SUN di pasar domestik dan global dari rencana tahunan hingga pelaksanaannya dari waktu ke waktu.
KECERDASAN BUATAN, Uni Eropa Buat Pengaturan Komprehensif
Uni Eropa berusaha mengatur penggunaan kecerdasan buatan
yang mencakup penggunaan data biometrik. Kesepakatan pun tercapai pada Jumat
(8/12) malam waktu Brussels, Belgia, atau Sabtu pagi WIB. Komisioner Perdagangan
Dalam Negeri Eropa, Thierry Breton, mengumumkan kesepakatan itu. Kesepakatan
dicapai setelah perwakilan Parlemen Eropa, Dewan Uni Eropa, dan Komisi Eropa
berunding hampir dua hari penuh. Perundingan lanjutan untuk mematangkan aspek
teknis RUU akan dilakukan pekan depan. Parlemen Eropa dijadwalkan menggelar
pemungutan suara untuk pengesahan RUU itu pada Januari 2024. Aturan diharapkan
mulai berlaku pada 2026. Diumumkan pertama kali pada 2021, naskah RUU dikenal sebagai
AI Act. Para pihak menyebutnya sudah menyeimbangkan semua kepentingan. Di satu
sisi, RUU menjadi landasan perusahaan rintisan dan peneliti UE untuk mengembangkan
kecerdasan buatan (artificialintelligence/AI). Di sisi lain, RUU mendorong
kepercayaan konsumen terhadap para pengembang dan peneliti AI. Perkembangan
masif AI beberapa tahun terakhir memicu kekhawatiran. Bahkan, sejumlah tokoh
mendesak pembatasan pengembangan AI sampai potensi bahaya diketahui.
Kekhawatiran, antara lain, dipicu kemampuan AI merekayasa
tulisan, suara, dan citra digital. Berbagai mesin AI bisa menghasilkan citra,
tulisan, dan suara rekaan berdasarkan pesanan penggunanya. Pada tahap lanjut,
AI juga dapat menyusun kode dasar untuk pembuatan perangkat lunak komputer. Kemajuan
beberapa tahun terakhir membuat AI bisa digunakan banyak orang. Karena itu, ada
kekhawatiran aneka produk hasil rekayasa AI dipakai untuk kejahatan. Sebagian pihak
cemas, AI digunakan untuk melancarkan serangan siber. Ada pula kecemasan atas
kemampuan AI berjalan sendiri atau otonom. Kemampuan itu dinilai membuat AI
tidak dapat dikendalikan manusia. Di sisi lain, AI diakui memudahkan produksi
aneka materi komersial dan sosial. Pembuatan materi pembelajaran yang menarik
lebih mudah dilakukan berkat AI. Lewat AI Act, UE coba menyeimbangkan semuanya.
Parlemen Eropa mendorong pengaturan hingga ke model dasar untuk pengembangan
AI. Rancangan AI Act mewajibkan setiap pengembang AI menyerahkan model dasarnya
untuk ditinjau otoritas UE. Peninjauan dilakukan sebelum aplikasiAI dikeluarkan
ke pasar. Pengembang juga diwajibkan melapor ke Komisi Eropa jika menemukan
indikasi bahaya pada model atau aplikasi mereka. Rancangan AI Act juga mengatur
penggunaan data biometrik di ruang publik. Pengawasan yang memanfaatkan
pengolahan data biometrik dengan AI hanya dapat dilakukan pada kondisi tertentu.
(Yoga)
Emiten Prajogo Merajai Bursa
Prajogo Pangestu kian kokoh di posisi orang terkaya di Indonesia dan dunia.
Forbes
mencatat, kemarin (8/12), pria 79 tahun ini memiliki harta sekitar US$ 58,3 miliar atau sekitar Rp 903,65 triliun. Ia berada di posisi 23 orang terkaya sejagat raya.
Pendorong utama kenaikan kekayaan Prajogo adalah lonjakan harga saham lima emiten yang dia kendalikan. Kini, nilai kapitalisasi pasar (
market cap
) emiten-emiten milik Prajogo Pangestu mencapai Rp 1.788,81 triliun atau menopang 15,51% total market cap Bursa Efek Indonesia (BEI) yang senilai Rp 11.506,11 triliun pada akhir perdagangan, Jumat (8/12).
Lima saham tersebut terdiri dari PT Barito Pacific Tbk (BRPT) PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BRPT), dan PT Petrosea Tbk (PTRO). Kini, empat dari lima emiten itu memiliki market cap di atas Rp 100 triliun.Bahkan kemarin (8/12), BREN sempat memiliki market cap Rp 1.090,36 triliun dan di posisi jawara terbesar menggeser posisi BBCA. Namun di penutupan bursa saham,
market cap
BREN kembali turun ke posisi kedua dengan nilai Rp 1.076,98 triliun.
Mantan Direktur Utama Bursa Efek Jakarta, Hasan Zein Mahmud mengatakan, jika kapitalisasi pasar emiten Prajogo dikeluarkan, BEI bisa oleng bagai pesawat terbang di hampa udara. "Pemegang saham yang beruntung memiliki perusahaan milik Prajogo Pangestu ikut terangkat ke tingkat lebih tinggi secara materi," kata Hasan.
Yang pusing tujuh keliling dengan melejitnya harga saham milik Prajogo adalah manajer investasi.MI menghadapi dilema. Saham BREN bukan LQ45, tapi kapitalisasi pasarnya mendekati Bank Central Asia Tbk (BBCA). "Banyak MI tidak mengoleksi saham ini, kinerjanya di bawah pasar," kata Budi.
CEO Pinnacle Investment Indonesia. Guntur Putra membuka peluang menambah saham BREN dan saham lain. Hanya saja, BREN atau CUAN belum masuk portofolio. "Kami mengedepankan prinsip kehati-hatian terhadap potensi risiko dan return," jelas Guntur.
Dasarkan Kebijakan Pangan pada Sains
Presiden dan wakil presiden terpilih dalam Pemilu 2024 nanti diharapkan memberikan ruang dan dukungan penuh kepada komunitas sains untuk mengembangkan riset dan inovasi. Hal itu terutama dalam mendukung kedaulatan pangan untuk transformasi sistem pangan Indonesia demi menekan angka tengkes (stunting) dan menyelamatkan kualitas bonus demografi. Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Daniel Murdiyarso menilai, pemerintahan selama lima tahun terakhir tidak terlalu sensitif akan pentingnya penelitian sebagai dasar pembuatan kebijakan. Selain itu, dukungan dana untuk penelitian juga belum menjadi prioritas pemerintah.
”Lima tahun ke belakang ini komunitas sains merasa tidak mendapat tempat, bukan karena suaranya tidak didengar saja, melainkan untuk menghasilkan sains yang baik pun pemerintah tidak berinvestasi yang cukup. Jadi, bujet penelitian kita itu sangat rendah, 0,7 % dari bujet APBN,” kata Daniel dalam diskusi yang digelar AIPI di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Kamis (7/12). Guru Besar IPB University ini berharap, pemerintah selanjutnya bisa memberikan perhatian lebih pada sains. Ia mengatakan, pemanfaatan penelitian berbasis sains yang terukur akan membuat kebijakan yang dibuat pemerintah berbuah baik bagi masyarakat. (Yoga)
Mudarat Pemutihan Korporasi Sawit
Pupuk Bersubsidi 2024 di Bawah Kebutuhan
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









