Politik dan Birokrasi
( 6583 )Pukulan Ganda dari Pajak Rokok di 2024
Pemerintah resmi memungut pajak rokok elektrik mulai 1 Januari 2024. Besarannya tarifnya adalah 10% dari cukai rokok.
Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 143/2023 tentang Tata Cara Pemungutan, Pemotongan dan Penyetoran Pajak Rokok. Kebijakan ini juga amanat Undang-Undang No 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD).
Kementerian Keuangan (Kemkeu) menjelaskan, beleid baru ini bertujuan mengendalikan konsumsi rokok masyarakat. "Peran para pemangku kepentingan termasuk pelaku usaha rokok elektrik dalam mendukung implementasi kebijakan ini menjadi sangat penting," tulis Kemkeu dalam keterangan resmi yang diterima KONTAN, Senin (1/1).
Adapun rokok elektrik adalah salah satu barang kena cukai sesuai amanat UU No 7/2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).
Adapun penerimaan cukai rokok elektrik pada 2023 hanya sebesar Rp 1,75 triliun atau sebesar 1% dari total penerimaan cukai hasil tembakau (CHT) dalam setahun. Oleh sebab itu, implementasi pengenaan pajak rokok elektrik diharapkan bermanfaat untuk masyarakat.
"Paling sedikit 50% penerimaan pajak rokok diatur penggunaannya (earmarked) untuk pelayanan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) dan penegakan hukum yang pada akhirnya mendukung pelayanan publik yang lebih baik di daerah," jelas Kemkeu.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Garindra Kartasasmita menilai, penerapan kebijakan ini tanpa sosialisasi dan komunikasi yang baik kepada pelaku usaha.
Kepala Center of Industry, Trade and Investment Indef, Andry Satrio menilai, rokok elektrik berisiko lebih rendah ketimbang rokok konvensional. Jadi, pajak yang dikenakan semestinya lebih rendah.
Fintech Mulai Menerapkan Aturan Baru
Mulai awal tahun ini, ada aturan baru yang harus dijalankan oleh fintech peer to peer lending. Salah satunya penurunan bunga pinjaman per hari hingga aturan soal penagihan.
Para pemain mengaku siap menjalankan aturan baru OJK yang tertuang dalam SEOJK No 19/SEOJK.06/2023 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI).
PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) misalnya sudah mulai mengimplementasikan aturan baru tadi. "Biaya harian AdaKami turun ke 0,3% efektif untuk pinjaman yang diajukan per 1 Januari 2024. Penyesuaian biaya sudah dihitung dan dapat dilakukan efektif sesuai SEOJK," ucap Brand Manager AdaKami Jonathan Kriss.
AdaKami juga siap memenuhi aturan permodalan Rp 7,5 miliar yang berlaku dua tahun, terhitung sejak POJK Nomor 10/2022. Jonathan menyampaikan per 29 Desember 2023, penyaluran pendanaan mencapai Rp 14 triliun.
Country Head Indonesia Modalku Arthur Adisusanto mengatakan, aturan baru dari OJK yang membatasi peminjam tidak boleh meminjam di tiga pinjol sekaligus akan menekan volume pendanaan yang diberikan perusahaan. Tapi, Arthur juga berharap aturan ini akan membuat industri pendanaan digital lebih sustainable dengan manajemen risiko makin terukur.
Hingga saat ini, Modalku telah menyalurkan pinjaman lebih dari Rp 55 triliun di Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
Sedang PT Sahabat Mikro Fintek (SAMIR) belum menentukan penurunan bunga. Public & Government Relation SAMIR Balqis mengatakan, akan menganalisis dampak finansial. "Kami juga akan melihat risiko," ujar dia. Sampai akhir November 2023, SAMIR telah menyalurkan pinjaman Rp 647,62 miliar.
Kebijakan Penghiliran Minim Kontribusi
Prospek dan Tantangan Ekonomi Global 2024
Rilis Economic Outlook terbaru dari Organisasi untuk Kerja
Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) pada 29 November 2023 menyatakan, proyeksi
ekonomi global 2024 diprediksi bakal melambat ke level pertumbuhan 2,7 %,
setelah pada 2023 diprognosis mencapai 2,9 %. OECD memperkirakan pertumbuhan
ekonomi global akan melandai pada 2024, juga risiko terjadinya hard landing
perekonomian global mereda meski tingkat utang masih tinggi dan ketidakpastian
suku bunga masih bertahan tinggi. Setelah melandai di 2024, pada 2025 ekonomi
dunia diprediksi tumbuh 3,0 %. Pertumbuhan di 38 negara anggota OECD
diperkirakan mengalami soft landing. AS diperkirakan bertahan lebih baik dengan
prediksi pertumbuhan melambat dari 2,4 % tahun ini menjadi 1,5 % di 2024. Proyeksi
ini naik dari 2,2 % pada 2023 dan 1,3 % pada 2024 dalam outlook edisi September
2023.
OECD memandang risiko resesi tidak hilang begitu saja,
karena lemahnya pasar perumahan, harga minyak yang tinggi, dan lesunya
penyaluran pinjaman. China, perekonomian terbesar di Asia, diperkirakan
melambat karena terus bergulat dengan gelembung real estat yang pecah dan
rendahnya pengeluaran konsumen menghadapi meningkatnya ketidakpastian prospek
ekonomi. OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi China turun dari 5,2 % (2023)
menjadi 4,7 % (2024) meski naik tipis dari proyeksi September 2023 sebesar 5,1 %
dan 4,2 %. Dizona euro, pertumbuhan ekonomi diproyeksi meningkat dari 0,6 % (2023)
menjadi 0,9 % (2024) dan 1,1 % (2025) karena Jerman sebagai ekonomi terbesar di
Eropa mampu keluar dari resesi tahun ini. OECD memperingatkan, dampak dari
kenaikan suku bunga acuan masih belum pasti karena tingginya tingkat pembiayaan
bank di zona euro. Hal ini dapat membebani pertumbuhan yang eksesif dari yang
diekspektasikan
Perkiraan OECD lebih kompromis ketimbang perkiraan Bank Dunia
yang memproyeksikan pertumbuhan global melambat secara signifikan dari 3,1 %
pada 2022 menjadi 2,1 % tahun ini, sebelum mengalami pemulihan moderat pada
2024 menjadi 2,4 %. Perlambatan ini dipicu oleh kebijakan moneter yang terus
diperketat guna mengendalikan inflasi tinggi. Dana Moneter Internasional (IMF) juga
memberikan proyeksi pertumbuhan global lebih rendah, menurun dari 3,5 % (2022)
menjadi 3 % (2023) dan 2,9 % (2024), di bawah rata-rata historis 3,8 %
(2000-2019). Secara umum, meskipun prospek pertumbuhan negara-negara berbeda damembentuk
fragmentasi atau divergensi, hampir seluruhnya memiliki tekanan fiskal yang
sama dengan beban utang negara-negara maju (termasuk G7) dan negara-negara
berkembang diproyeksikan akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang. Inilah
yang menjadi concern IMF yang menekankan pentingnya kebijakan fiskal yang
kredibel, berkelanjutan dan inklusif, disertai kolaborasi antarnegara dalam
memulihkan ekonomi dunia yang divergen. (Yoga)
Fase Paceklik Beras dan Gula
Indonesia tengah memasuki fase paceklik produksi beras dan
gula. Fase itu dibayangi anomali beras dan gula dunia yang mencerminkan
produksi berlimpah, tetapi harga justru naik. Padahal, Pemerintah Indonesia
tengah membutuhkan kedua komoditas itu sebagai cadangan pangan di tengah
penurunan produksi pada tahun ini. Fase
paceklik produksi beras dan gula di Indonesia diperkirakan terjadi berbarengan,
pada November 2023-Mei 2024. Musim tanam (MT) I padi di sejumlah daerah
produsen beras nasional baru mulai pada November dan Desember 2023 akibat
dampak El Nino, yang menyebabkan panen raya hasil MT I mundur dari Maret-April
2024 menjadi April-Mei 2024. Meskipun tetap ada panen pada Januari-Maret 2024,
hasilnya masih belum berlimpah. Sementara musim giling tebu yang selesai pada November
2023 baru akan dimulai Mei 2024. Pada bulan tersebut, produksi gula belum
banyak sehingga masih mengandalkan sisa stok produksi gula 2023. Karena itu,
penambahan cadangan beras pemerintah (CBP) dan cadangan gula pemerintah (CGP)
sangat diperlukan tahun depan, mengingat produksi beras dan gula pada 2023
diperkirakan anjlok. Kementan memperkirakan produksi beras turun 650.000 ton
hingga 1,2 juta ton.
Asosiasi Gula Indonesia memproyeksikan produksi gula konsumsi turun 120.000 ton. Selain itu, harga beras dan gula masih cukup tinggi. Berdasarkan Panel Harga Pangan Bapanas, per 22 Desember 2023, harga rata-rata nasional beras medium dan gula konsumsi masing-masing Rp 13.190 per kg dan Rp 17.260 per kg. Dalam setahun, harga beras naik 14,02 % dan gula 17,26 %. Khusus beras, pemerintah berencana memberikan bantuan beras 10 kg bagi setiap keluarga berpenghasilan rendah pada Januari-Juni 2024. Jumlah keluarga penerima manfaat bantuan beras itu bertambah dari 21,3 juta keluarga menjadi 22 juta keluarga. Untuk itu, pemerintah mengalokasikan kuota impor beras 3,5 juta ton pada 2023. Per pekan I Desember 2023, impor beras baru terealisasi 61,91 %. Belum semua kuota impor beras terealisasi, pemerintah telah menetapkan kuota impor beras 2024 sebanyak 2 juta ton guna menambah CBP yang awal tahun depan diperkirakan tinggal 1,2 juta ton. Selain itu, Presiden Jokowi meminta CBP pada tahun depan bisa mencapai 3 juta ton. Terkait CGP, pada tahun ini pemerintah telah meminta perusahaan swasta dan milik negara mengimpor 990.000 ton gula mentah dan 215.000 gula konsumsi. Per pekan I Desember 2023, impor gula mentah baru terealisasi 79,15 % dan gula konsumsi 57,82 %. (Yoga)
APBD 2023 : Serapan Masih di Level 70%
Jelang pergantian tahun, serapan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sejauh ini terpantau masih amat rendah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Kementerian Dalam Negeri mencatat realisasi serapan APBD 2023 per 15 Desember hanya 72,71%, sementara jika mengacu pada data tersebut tahun anggaran 2023 hanya menyisakan dua pekan. Secara terperinci, serapan APBD di tingkat provinsi hanya 76,59%, sementara di level kabupaten 70,98%, sedangkan di tingkat kota hanya 71,95%. Artinya, dalam dua pekan pemerintah daerah (pemda) wajib menggelontorkan belanja di kisaran 25%—30%. Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Suhajar Diantoro, mengatakan institusinya akan segera mengadakan rapat koordinasi (rakor) dengan daerah dalam rangka memacu serapan belanja. Provinsi dengan realisasi belanja APBD 2023 terendah, antara lain Maluku Utara, Kalimantan Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Sementara itu, Kementerian Keuangan terus menyediakan insentif fiskal untuk pemda yang dapat menjalankan kebijakan anggaran dengan cukup baik, termasuk dalam kaitan serapan APBD. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pada bulan lalu, pemerintah pusat kembali memberikan insentif fiskal tahun berjalan periode ketiga untuk pengendalian inflasi daerah pada tahun anggaran 2023. Anggaran yang dikucurkan sebesar Rp340 miliar kepada 34 pemerintah daerah berprestasi yakni 3 provinsi, 6 kota, dan 25 kabupaten.
Pagu Belanja Negara Tersisa 11% Lagi
Cawapres Minim Terobosan Naikkan Penerimaan Negara
Ketiga cawapres beradu gagasan dan memaparkan janji-janji program
pembangunan dalam debat presidensial kedua yang digelar Jumat (22/12) malam.
Akan tetapi, belum ada yang mampu menawarkan terobosan strategifiskal untuk meningkatkan
penerimaan negara guna mendanai dan merealisasikan berbagai kebijakan itu. Secara
umum, debat presidensial kedua yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC),
Senayan, Jakarta, itu mengangkat delapan tema, yaitu ekonomi kerakyatan,
ekonomi digital, keuangan, investasi dan pajak, perdagangan, pengelolaan
APBN/APBD, infrastruktur, dan perkotaan. Menurut Dekan Fakultas Ekonomi dan
Bisnis UI Teguh Dartanto, Jumat, dari berbagai isu yang mengemuka, belum ada
cawapres yang mampu menjabarkan strategi detail dan terobosan untuk membiayai janji-janji
program dan kebijakan yang mereka tawarkan. Taktik mengerek penerimaan negara
muncul beberapa kali dalam debat, tetapi tidak dielaborasi secara lebih rinci.
”Belum ada kandidat yang bisa menjelaskan secara clear dan
strategis cara membiayai program dan kebijakan mereka. Padahal, semua program
dan kebijakan pembangunan yang mereka janjikan itu perlu didukung dengan
pendanaan yang memadai,” kataTeguh. Jika diperhatikan,hampir semua pertanyaan
yang dirumuskan oleh tim panelis sebenarnya mengungkit tentang strategi fiskal
yang bakal ditempuh kandidat untuk mengatasi bermacam-macam masalah yang ada di
masyarakat. Misalnya, pada sesi kedua dan ketiga mengenai strategi pembiayaan
untuk pembangunan infrastruktur fisik, sosial, dan pengembangan SDM. Ada pula
pertanyaan tentang strategi fiskal untuk mengatasi problem kompleks di kawasan
perkotaan, seperti isu kawasan kumuh, sampah, dan transportasi publik. Cawapres
nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, menjawab dirinya dan Prabowo Subianto
juga menargetkan kenaikan rasio pajak (tax ratio) demi mengerek penerimaan negara.
Namun, Gibran tidak menjelaskan secara detail bagaimana cara menaikkan rasio pajak
tersebut.
Di sisi lain, cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar, juga
tidak mengelaborasi strategi fiskal untuk mengatasi masalah kompleks di
perkotaan. Ia hanya menyebutkan bahwa dalam mengelola fiskal, pemerintah perlu
pintar-pintar menerapkan skala prioritas. ”Kita juga perlu melibatkan investor swasta
dan memberikan mereka kepercayaan,” ujar Muhaimin. Jawaban-jawaban ”populis”
untuk menaikkan penerimaan negara juga terlontar. Misalnya, ketika Muhaimin
menyatakan ingin menaikkan tarif pajak orang kaya dan menurunkan tariff pajak
kelas menengah, tanpa mengelaborasinya lebih lanjut. Adapun cawapres nomor urut
3, Mahfud MD, nyaris tidak menjelaskan strateginya untuk mengerek penerimaan
negara. Ia lebih banyak bertanya tentang isu tersebut ke lawan debatnya serta lebih
banyak fokus pada isu korupsi yang menghambat pengelolaan keuangan negara dan
menghalangi masuknya investasi ke Indonesia. (Yoga)
Klub Taipan Paling Cuan Sejagat Raya
Tahun 2023 membawa hoki dan cuan selangit bagi sejumlah taipan dunia. Pasalnya, di tahun kelinci air ini, kekayaan beberapa miliarder dunia semakin gendut. Hal tersebut tidak terlepas dari menguatnya pasar saham di seluruh dunia. Efeknya, harga saham-saham perusahaan milik para taipan melambung tinggi. Menurut laporan Forbes 15 Desember 2023, menguatnya pasar saham sepanjang tahun ini, menyebabkan lebih dari separuh dari 2.568 miliarder di dunia, bertambah tajir. Forbes mencatat, ada 10 taipan dunia yang memperoleh keuntungan terbesar tahun ini. Total harta kekayaan 10 taipan tersebut bertambah sekitar US$ 490 miliar atau sekitar Rp 7.580 triliun. Yang menarik, tujuh dari 10 miliarder yang aset kekayaannya bertambah di tahun ini adalah pemilik perusahaan di sektor teknologi seperti Microsoft, Alphabet, Amazon, Nvidia, Tesla, dan Meta. Padahal, di sepanjang tahun 2022 lalu, saham-saham perusahaan teknologi dunia hancur lebur. Dalam catatan Forbes, saham teknologi pada 2022 turun lebih dari 30%. Tapi, itu cerita tahun lalu, Kini, tahun 2023 menjadi tahun kebangkitan bagi saham-saham teknologi, khususnya di AS. Forbes mencatat, indeks Nasdaq Composite yang sarat teknologi melonjak 42%, hampir dua kali lipat kenaikan indeks S&P 500 sebesar 23%. Tak pelak, lonjakan saham bersandi TSLA itu menambah kekayaan sang pemilik perusahaan, yakni Elon Musk.
Catatan Forbes, hingga Jumat (22/12), total kekayaan Elon Musk mencapai US$ 255,6 miliar atau setara Rp 3,95 kuadriliun. Aset kekayaan Musk bertambah sekitar US$ 109,1 miliar dari posisi awal tahun sebesar US$ 146,5 miliar.
Keuntungan besar dari lonjakan saham perusahaan juga dinikmati Mark Zuckerber, pemilik Facebook dan Meta Platforms. Pada penutupan bursa Nasdaq kemarin, saham berkode META ini US$ 354,09, naik hampir tiga kali lipat dari awal tahun ini di posisi US$ 124,74 per saham.
Chairman And Founder Amazon, Jeff Bezos juga masuk daftar Forbes sebagai taipan dunia yang meraih keuntungan besar pada tahun 2023. Ini terlihat dari lonjakan aset Bezos yang mencapai US$ 68,8 miliar menjadi US$ 176,1 miliar per 22 Desember 2023 dibandingkan awal tahun yang masih US$ 107,3 miliar.
Eloknya, dari 10 taipan peraih keuntungan tertinggi di tahun ini, ada dua taipan yang berasal dari luar AS. Yakni, taipan petrokimia dan energi asal Indonesia Prajogo Pangestu dan pengusaha Spanyol pemilik bisnis ritel fesyen Zara, Amancio Ortega.
Masih mengutip laporan Forbes, per 22 Desember 2023, total kekayaan Prajogo Pangestu telah menembus angka US$ 55,1 miliar atau setara Rp 853 triliun. Jika dihitung sejak awal tahun 2023 dengan nilai aset kekayaan sebesar US$ 4,9 miliar, maka penambahan kekayaan Prajogo bertambah US$ 50,2 miliar atau sekitar 777,29 triliun. Wow!
Kinerja saham perusahaan baru Prajogo juga tidak kalah moncer. Sebut saja saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). BREN mencatatkan saham perdana di bursa saham pada 9 Oktober 2023. Harga IPO BREN saat itu berada di harga Rp 780 per saham.
Sementara orang terkaya nomor dua di Indonesia ditempati oleh Low Tuck Kwong pemilik PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan total kekayaan sebesar US$ 27,6 miliar. Sementara Budi Hartono dan Michael Hartono masing masing berada di urutan nomor ketiga dan keempat.
Ketidakpastian Global Akan Mereda, APBN Mampu Antipasi Risiko
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









