Lingkungan Hidup
( 5781 )Rampas Keuntungan Korporasi Penyebab Kabut Asap
Pemerintah menyiapkan langkah perampasan keuntungan bagi korporasi dan perseorangan yang lahanya terbakar. Pidana tambahan diterapkan jika ditemukan praktik mencari keuntungan dibalik kebakaran. Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rasio Radho Sani menyatakan tim penyidiknya telah memasang garis penyidik lingkungan hidup di sejumlah lokasi kebakaran PT Ricky Kurniawan Kertapersada (RKK) dan PT Bara Eka Prima (BEP) di Muaro Bungo Jambi serta PT Kaswari Unggul (KU) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Di tiga lokasi ini, kebakaran terjadi berulang dari tahun 2015.
Rasio menjelaskan, penegakan hukum berjalan pada 62 konsensi di Sumatera dan Kalimantan. Ada 8 tersangka korporasi dan 1 tersangka perorangan ditetapkan terkait kebaran Juli lalu di Kalimantan Barat. Di Jambi pihaknya menyegel lokasi kebakaran hutan dan lahan berkonsensi PT korporasi Mega Anugerah Sawit, Alam Bukit Tigapuluh, Putra Duta Intipersada, Pesona Belantara Persada, Kaswari Unggul, Bara Eka Prima dan Ricky Kurniawan Kertapersada.
Harga Gas Harus Turun
Presiden meminta para menteri mengalkulasi penurunan harga gas industri yang dinilai masih tinggi. Pemerintah menyiapkan 3 opsi yang akan diputuskan tiga bulan ke depan.
- opsi pertama, penurunan atau penghapusan opsi pemerintah dari bagi hasil kegiatan kontraktor kontrak kerjasama yang senilai 2,2 dollar AS per MMBTU
- opsi kedua, kewajiban badan usaha pemegang kontrak kerja sama untuk menyerahkan sebagian gas kepada negara (DMO) diberlakukan sehingga bisa diberikan kepada industri
- opsi ketiga, pemberian keleluasaan impor gas industri
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai penurunan harga gas akan mengurangi penerimaan negara, namun disisi lain produktivitas meningkat sehingga berdampak ganda lebih besar terutama dari sisi perpajakan bagi negara. Pihaknya sudah melakukan simulasi dibantu LPEM UI dengan menggunakan cost-benefit. Dalam simulasi tersebut menggunakan 3 skenario harga gas. Dengan harga gas 4 dollar AS per MMBTU misalnya, penerimaan negara akan turun Rp 53,86 triliun tetapi ada manfaat Rp 85,84 triliun melalui penambahan pajak dari pelaku industri, perorangan ataupun bea masuk.
PTFI Incar Perbaikan Produksi dari Tambang Dalam
PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan perbaikan kinerja produksi seiring dengan proses transisi perusahaan dalam melakukan pengeboran di tambang dalam pada tahun ini. Dengan cadangan sebesar 17,2 miliar ton tembaga dan 14,2 juta ton emas, perusahaan berencana melakukan kegiatan undercutting, konstruksi drawbell, dan ekstrasi bijih di tambah bawah tanah. Richard Adkerson, CEO Freeport McMoran, Richard Adkerson mengungkapkan produksi stabil akan dimulai pada tahun ini dan akan terus meningkat hingga 130 ribu ton pada tahun 2023. Volume penjualan konsolidasi dari PTFI diperkirakan akan mendekati 750 juta pon tembaga dan 1,8 juta ons emas pada 2020. Tahun 2020 PTFI membutuhkan modal tahunan untuk membiayai proyek pertambangan sebesar 0,8 miliar dolar AS. Besar anggaran yang sama untuk tahun 2021 dan 2022. Sementara itu holding pertambangan BUMN Mind ID menyiapkan dana sebesar Rp 25 triliun untuk investasi semua proyek anak usaha yang akan digunakan untuk hilirisasi.Hilirisasi akan dirampungkan pada awal tahun 2022. Terdapat enam proyek strategis yang akan dikerjakan Mind ID yakni, PLTU Mulut Tambang Sumsel-8 di Tanjung Enim, Sumatera Selatan oleh PT. Bukit Asam, pabrik pengolahan dan pemurnian Feronikel Halmahera Timur di Tanjung Buli, Maluku Utara, leh PT. Aneka Tambang (Antam) Tbk, pabrik smelter Grade Aluminasi Refinery di Mempawah, Kalbar, oleh Inalum dan Antam, serta smelter tembaga terintegrasi denga fasilitas pemurnian anoda slime menjadi logam berharga oleh PT. Freeport Indonesia.
Ampas Pahit Pasar Susu
Sebagaimana proyeksi sejumlah lembaga, kebutuhan susu akan terus tumbuh sejalan pertumbuhan penduduk dan kelompok masyarakat ekonomi menengah serta perubahan gaya hidup. Kementerian Pertanian dalam Outlook Susu 2018 menyebutkan konsumsi susu murni melonjak dari 0,15 liter per kapita pada 2016 menjadi 0,31 liter per kapita pada 2017.
Asosiasi Industri Pengolahan Susu memperkirakan kebutuhan pasar susu nasional mencapai 6,5 juta ton pada tahun 2020 (naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan pada 2010 yang masih 3,2 ton). Sayangnya pertumbuhan konsumsi tak sejalan dengan produksi susu segar Indonesia. Pada tahun 2018 menurut Kementerian Pertanian, produksinya menurun menjadi 909.638 sedangkan di tahun 2017 mencapai 928.108 ton.
Dengan struktur pasar oligopsoni, peternak tidak berdaya menentukan harga.Situasi makin mengimpit peternak sapi perah ketika pemerintah tak lagi mewajibkan industri pengolahan menyerap susu dari peternak rakyat. Dampaknya pasar susu ternak semakin tak terjamin.
Pelonggaran Bagi Hasil Disambut Positif
Asosiasi perminyakan Indonesia menyambut positif rencana pemerintah melonggarkan penetapan skema bagi hasil minyak dan gas bumi. Pelonggaran itu diharapkan meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di sektor hulu migas Indonesia.
Saat ini ada 2 skema bagi hasil migas di Indonesia yaitu berdasarkan gross split dan cost recovery. Gross split dikenakan untuk kontrak baru pada wilyah kerja. Adapun untuk perpanjangan kontrak, KKKS (kotraktor kontrak kerjasama) diberi 2 pilihan skema bagi hasil yakni gross split atau cost recovery.
Digitalisasi Penyaluran BBM Bersubsidi Diterapkan pada 2020
PT Pertamina (Persero) dan PT AKR Corporindo Tbk menyiapkan sejumlah program pengawasan penyaluran bahan bakar minyak bersubsidi pada 2020 agar tepat sasaran. Digitalisasi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menjadi salah satu andalannya.
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, menyatakan perusahaan menargetkan melakukan digitalisasi nozzle di 5.581 SPBU. Nicke menuturkan saat ini digitalisasi telah dilakukan di 2.740 SPBU. Sebanyak 2.552 SPBU telah dilengkapi dengan perangkat electronic data capture. Sedangkan 601 SPBU di antaranya melayani transaksi pembelu BBM bersubsidi dengan mencatat nomor polisi kendaraan. SPBU tersebut tersebar di wilayah marketing operational region I,II,III,IV,V,VI,VII,dan VIII dengan jumlah masing-masing 42,7,269,178,79,5,20,dan 1 SPBU. Presiden Direktur AKR Corporindo, Haryanto Adikoesomo, menyatakan perusahaannya juga telah melakukan digitalisasi di SPBU. AKR telah membuat sistem agar BBM tak dapat disalurkan jika nomor polisi tidak dicatat di SPBU. Pertamina dan AKR Corporindo mendapat penugasan untuk menyalurkan BBM bersubsidi sebanyak 15,87 juta kiloliter serta 11 juta kiloliter Premium. Sedangkan AKR Corporindo menyalurkan 234 ribu kiloliter Premium. Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas), Fanshurullah Asa, mendesak kedua perusahaan mempercepat digitalisasi lantaran penyaluran BBM bersubsidi selama 2019 jebol dan berpotensi terulang pada 2020. Dia mengatakan penyaluran bahan bakar solar bersubsidi hingga 29 Desember 2019 sudah melebihi kuota yang ditetapkan, yaitu 14,50 juta kiloliter.
Ketegangan Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Minyak
Gejolak di Timur Tengah diperkirakan akan mengerek harga minyak dunia. Ekonom dari Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi, mengatakan tewasnya pemimpin militer Iran, Qassem Soleimani, akibat aksi Amerika Serikat menjadi sentimen buruk dalam perdagangan minyak.
Menurut Fithra, kenaikan harga minyak yang terlalu cepat bisa menggoyahkan sektor riil. Dampak turunnya ialah kenaikan harga barang. Fithra memprediksi harga minyak dunia bisa menyentuh US$ 80 per barel. Harga rata-rata minyak dunia naik dari US$ 66 pada 31 Desember 2019 menjadi US$ 68,6 per barel pada 3 Januari lalu. Direktur Utama Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan harga minyak bisa saja melonjak secara drastis jika Iran menggelar aksi balasan yang menyulut perang. Terganggunya 30 persen suplai minyak dunia, kata Haris, bisa memicu kenaikan harga minyak hingga kembali menembus US$ 100 per barel. Menurut Hans, jika harga minyak dunia sudah menyentuh US$ 80 per barel, kondisi pasar saham bakal berubah. Dia mengatakan investor bakal memilih instrumen investasi yang aman seperti emas, dolar Amerika Serikat, dan Yen Jepang. Meski begitu, Hans yakin Indonesia memiliki kondisi fundamental ekonomi yang baik untuk menahan gejala buruk tersebut. Dia menyebutkan penguatan nilai tukar rupiah yang kini mencapai 13 ribu per dolar AS, menjadi modal yang cukup jika suatu saat gejolak mata uang terjadi.
Harga Minyak Diproyeksikan Terus Melambung
Pemerintah terus memandang perkembangan harga minyak dunia menyusul eskalasi ketegangan geopolitik Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran. Terlebih, sejumlah perusahaan minyak dan gas nasional baru saja melakukan penurunan harga bahan bakar minyak.
Direktur Jenderal Migas, Djoko Siswanto, menuturkan bahwa harga BBM bersubsidi, yaitu solar dan premium dipastikan tak akan mengalami penyesuaian kembali walau harga minyak dunia masih diliputi ketidakpastian. Sejak Jumat pekan lalu, minyak mentah Brent tercatat mengalami kenaikan harga sekitar 6 persen atau di atas level US$ 70 per barel. Kemarin, harga minyak Brent untuk kontrak Maret melonjak 2,14 persen menjadi US$ 70,07 per barel. Sedangkan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari meningkat 1,9 persen menjadi US$ 64,25 per barel. Adapun kebutuhan impor minyak dengan kenaikan harga drastis juga dikhawatirkan dapat mempengaruhi harga BBM yang baru saja mengalami penurunan. Seperti yang telah diketahui, penyesuaian penurunan harga BBM nonsubsidi dilakukan oleh PT Pertamina (Persero), PT Shell Indonesia, dan PT Total Oil Indonesia pada awal tahun ini. Shell melakukan penyesuaian harga sejak 1 Januari 2020 dan Total sejak 3 Januari 2020. Sementara itu, Pertamina mulai menurunkan harga per 5 Januari 2020.
Lifting Minyak dan Gas Bertumpu pada Proyek Baru
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto masih optimistis mampu mencapai target lifting minyak dan gas sebanyak 2 juta barel setara dengan minyak per hari (BOEPD). Target itu terdiri atas lifting minyak 775 ribu barel per hari dan 1,3 juta BOEPD.
Capaian itu salah satunya didongkrak produksi lapangan Kedung Keris di Blok Cepu. Lapangan yang ditemukan pada 2011 itu memiliki cadangan sebanyak 20 juta barel. Saat ini minyak yang diproduksi berkisar 3.800-5.000 barel per hari. Menurut Dwi, jumlahnya bisa bertambah maksimal hingga 10 ribu barel per hari. Vice President Relations PHE Ifki Sukarya menyatakan pihaknya baru menyumbang lifting minyak sebanyak 28.741 BOPD atau 89 persen dari target di APBN hingga kuartal III 2019. Sementara lifting gas sebanyak 81,6 MMSCFD atau 82 persen dari target. Selain mengandalkahn produksi sejumlah proyek, SKK Migas menyiapkan strategi lain. Salah satunya menguras stok minyak yang belum terangkat hingga 1 juta barel tahun ini. Hingga kuartal III ada 500 ribu stok yang berhasil diangkat. SKK Migas juga gencar mengkampanyekan enhanced oil recovery (EOR) di sumur-sumur tua. Tahun ini ada 11 pengujian lapangan dan 10 struktur yang menggunakan EOR. SKK Migas mendorong perusahaan melakukan eksplorasi menggunakan dana komitmen kerja pasti (KKP). PHE merupakan salah satu yang telah bergerak. Perusahaan melakukan survei seismik laut regional dua dimensi (2D) untuk mencari cadangan minyak. Survei ini merupakan yang terbesar di Asia-Pasifik da Australia dalam 10 tahun terakhir. Perseroan menyiapkan dana investasi dari KKP di Blok Jambi Merang pada 2019 senilai US$ 20,46 juta.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









