Lifting Minyak dan Gas Bertumpu pada Proyek Baru
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto masih optimistis mampu mencapai target lifting minyak dan gas sebanyak 2 juta barel setara dengan minyak per hari (BOEPD). Target itu terdiri atas lifting minyak 775 ribu barel per hari dan 1,3 juta BOEPD.
Capaian itu salah satunya didongkrak produksi lapangan Kedung Keris di Blok Cepu. Lapangan yang ditemukan pada 2011 itu memiliki cadangan sebanyak 20 juta barel. Saat ini minyak yang diproduksi berkisar 3.800-5.000 barel per hari. Menurut Dwi, jumlahnya bisa bertambah maksimal hingga 10 ribu barel per hari. Vice President Relations PHE Ifki Sukarya menyatakan pihaknya baru menyumbang lifting minyak sebanyak 28.741 BOPD atau 89 persen dari target di APBN hingga kuartal III 2019. Sementara lifting gas sebanyak 81,6 MMSCFD atau 82 persen dari target. Selain mengandalkahn produksi sejumlah proyek, SKK Migas menyiapkan strategi lain. Salah satunya menguras stok minyak yang belum terangkat hingga 1 juta barel tahun ini. Hingga kuartal III ada 500 ribu stok yang berhasil diangkat. SKK Migas juga gencar mengkampanyekan enhanced oil recovery (EOR) di sumur-sumur tua. Tahun ini ada 11 pengujian lapangan dan 10 struktur yang menggunakan EOR. SKK Migas mendorong perusahaan melakukan eksplorasi menggunakan dana komitmen kerja pasti (KKP). PHE merupakan salah satu yang telah bergerak. Perusahaan melakukan survei seismik laut regional dua dimensi (2D) untuk mencari cadangan minyak. Survei ini merupakan yang terbesar di Asia-Pasifik da Australia dalam 10 tahun terakhir. Perseroan menyiapkan dana investasi dari KKP di Blok Jambi Merang pada 2019 senilai US$ 20,46 juta.
Tags :
#MigasPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023