;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Antisipasi Lonjakan Konsumen Pemerintah Amankan Pasokan Energi

27 Dec 2021

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  memastikan pasokan energi pada periode Natal 2021 dan Tahun Baru  2022 dalam kondisi aman. Pada periode ini konsumsi listrik diperkirakan naik sebesar 4,5% dan bahan bakar minyak (BBM) 19 juta kiloliter (KL). Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, langkah antisipasi perlu diambil guna memastikan kelancaran dan distribusi energi ke masyarakat, kendati masih terdapat pembatasan kegiatan akibat pandemi Covid-19. "PT PLN (persero) telah melakukan langkah prediktif dan preventif atas kondisi ini. 

Mereka juga sudah mengamankan bahan baku untuk energi primer serta kesiapan tenaga kerja selama H-7 sampai H+7," kata Arifin dalam keterangan resminya. Hingga 22 Desember 2021, pasokan dan penyaluran BBM dan LPJ nasional berjalan lancar dengan rincian ketahan stock untuk LPG 15,32 hari, kerosene 44,40 hari. Premium 23,33 hari, Pertalite 7,72 hari, Pertamax 21.75 hari, Pertamax Turbo 48,93 hari, Biosolar 18,90 hari, Dexlite 1,68 hari, Pertamina Dex 31,12 hari, dan Avtur 37,88 hari. (Yetede)

Strategi Ekspansi Emiten, ADRO Garap Smelter US$728 Juta

24 Dec 2021

Emiten produsen batu bara, PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) melalui PT Adaro Aluminium Indonesia menandatangani Letter of Intention to Invest sebesar US$728 juta untuk membangun aluminium smelter di Kawasan Industri Hijau Indonesia. Adaro berkomitmen melakukan transformasi bisnis melalui green initiative jangka panjang, antara lain dengan berinvestasi membangun aluminium smelter guna mendukung program hilirisasi industri yang dicanangkan pemerintah. "Melalui investasi ini, kami berharap dapat membantu mengurangi impor aluminium, memberikan proses dan nilai tambah terhadap alumina serta meningkatkan penerimaan pajak negara," ujar Wakil Presiden Direktur Adaro Energy Ario Rachmat, Kamis (23/12). Untuk mengembangkan industri ini, emiten berkode ADRO itu akan menggandeng mitra asing yang sudah memiliki rekam jejak, pengalaman, teknologi terkini dan pengetahuan secara menyeluruh di industri aluminium.


Pengembangan EBT, Menanti Terobosan Beleid Energi Terbarukan

24 Dec 2021

Peraturan Presiden tentang energi baru terbarukan atau EBT yang digodok dalam 2 tahun terakhir masih tertahandi Kementerian Keuangan. Kendati demikian, Kementerian ESDM meyakini regulasi tersebut dapat terbit sebelum pergantian tahun.Adapun, rencana penerbitan beleid tersebut telah berulang kali disampaikan. Pada tahun ini, setidaknya pemerintah beberapa kali pemerintah memasang target penerbitan regulasi ini, mulai dari awal 2021, tengah tahun, hingga akhir tahun ini. Namun, aturan tersebut belum juga sampai di meja Presiden.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana menuturkan regulasi ini masih diproses.“Masih proses dengan Kementerian Keuangan,” katanya kepada Bisnis, baru-baru ini.Adapun, Perpres EBT ini disebut-sebut akan menjadi acuan bagi dunia usaha dan pemerintah dalam mengatur kebijakan terkait energi terbarukan. Beberapa di antaranya mengenai harga listrik EBT, termasuk kontrak jual beli listrik dari pengembang listrik swasta (independent power producer/IPP).Senada, Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Chrisnawan Anditya menyebut proses penyelesaian beleid ini masih terus digodok oleh pemerintah.

Komoditas Berperan Naikkan Penerimaan

22 Dec 2021

Pendapatan negara hingga November 2021 mencapai Rp 1.699,4 triliun atau 97,5 % target Rp 1.743,6 triliun, terdiri penerimaan perpajakan meliputi penerimaan pajak, serta bea dan cukai, Rp 1.314,8 triliun, dan PNBP Rp 382,5 triliun. Tingginya harga komoditas berkontribusi terhadap penerimaan tersebut. Menkeu Sri Mulyani, dalam konferensi pers ”APBN KiTA” (21/12), mengatakan, kontribusi pajak semakin positif setelah aktivitas ekonomi menguat cukup tinggi.

Dirjen Pajak Kemenkeu Suryo Utomo meyakini adanya faktor kenaikan harga komoditas terhadap penerimaan negara. Terlebih beberapa waktu terakhir petugas pajak fokus mengejar penerimaan sektor pertambangan dan perkebunan. Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Muhammad Wafid mengatakan, hingga 10 Desember 2021, nilai PNBP mineral dan batubara mencapai Rp 70,05 triliun atau 179,14 persen target tahun ini Rp 39,1 triliun, tertinggi sejak 2017. (Yoga)


Ekspor Semen Merosot 25%

20 Dec 2021

Ekspor semen merosot tajam hingga 24% pada bulan November 2021 menjadi 505 ribu ton dibanding periode sama tahun lalu. "Sangat disayangkan sekali industri semen yang mulai tahun 2017 mengembangkan ekpor semen dan klinker ke negara Asia, Afrika, Asutralia, bahkan ke Amerika, menjadi turun dratsis dibulan November ini akibat susahnya mendapatkan batu bara dan harganya yang sangat tinggi," kata Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso kepada Investor Daily di Jakarta, Minggu, (19/12). "Produsen batu bara keliatannya masih mengutamakan kebutuhan negara lain dibandingkan industri dalam negeri, dimana industri-industri tersebut notabene termasuk kelompok 10 barang penting dan sebagai industri strategis," ungkap dia.

25 Tahun Lagi Cadangan Timah Indonesia Habis

14 Dec 2021

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan cadangan timah Indonesia mencapai 2,23 juta ton logam. Direktur Jendral Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM  Ridwan Djamaludin mengatakan, data cadangan timah menjadi acuan bersama guna menentukan program kerja yang tepat dengan prinsip berkelanjutan "Sumber daya timah masih ada sampai 2046, kira-kira 25 tahun dari sekarang. Merujuk pada Undang-Undang Pertambangan  Mineral dan Batu Bara  maka pengajuan RKAB dilakukan kepada Kementerian ESDM. Selama ini pemerintah provinsi berwenang menyetujui Rencana Kerja Anggaran dan Belanja (RKAB) perusahaan. Dengan ketentuan baru ini maka Pemerintah Pusat bisa memastikan neraca daya timah. Di acara yang sama, Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Patijaya mengungkapkan fakta di lapangan terkait asal usul timah kerap sulit diterapkan. Pasalnya penambangan tanpa izin terjadi dimana-mana yang dilakukan oleh masyarakat. (Yetede)

Dana Desa untuk Bencana

13 Dec 2021

Bencana, terutama pada akhir dan awal tahun kalender, kerap ditanggapi kikuk, pada Januari, anggaran belum lagi cair, bencana ditanggapi dengan iuran sukarela. Pembangunan desa dimaknai sebagai perubahan yang direncanakan secara sistematis, entropi yang menggerogotinya dirancang sekecil mungkin. Entropi itu tercatat sebagai akun belanja bencana dan tak terduga dalam APB Desa. Pada 2021  pengeluaran bencana desa meningkat jadi Rp 31 triliun atau 43 %. Sebanyak Rp 5,8 triliun untuk penanganan Covid-19, Rp 25,2 triliun sebagai BLT dana desa pada 5,6 juta keluarga terdampak pandemi.

Sejak 2015, Permendesa PDTT tahunan perihal prioritas penggunaanDana Desa (DD) tahun berikutnya beri ruang pengeluaran penanganan bencana. Mitigasi bencana cakup pemahaman sadar bencana, pelatihan kebencanaan, dan pembangunan jalur evakuasi. DD juga dipakai saat bencana atau tanggap darurat, seperti evakuasi, lokasi pengungsian dan dapur umum, penyediaan selimut dan sarana lain. Setelah bencana berlalu, DD berguna untuk rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk bangun fasilitas yang roboh. Pengeluaran anggaran bencana dari APB Desa adalah hasil musyawarah desa dan selingkup wewenang desa. Dan harus didokumentasikan serta dicatat  dengan sarana yang tersedia saat itu. (Yoga)


Antisipasi Kemungkinan Harga Minyak yang Tetap Tinggi

13 Dec 2021

Harga energi diperkirakan tetap tinggi pada 2022, menambah tekanan inflasi global dan berpotensi geser pertumbuhan ekonomi ke negara pengekspor dari negara pengimpor energi. Bank Dunia perkirakan harga energi meningkat lebih dari 2 % pada tahun 2022. Melanjutkan lonjakan 80 % tahun 2021 akibat permintaan kuat dan peningkatan produksi bertahap. Harga akan turun tajam pada 2023 karena pasokan minyak naik. Harga minyak diperkirakan 74 dollar AS per barel tahun 2022, naik dari proyeksi 70 dollar AS per barel pada 2021, turun jadi 65 dollar AS per barel pada 2023.

Anggota Komisi VII DPR Fraksi Partai Gerindra, Kardaya Warnika mengatakan, upaya meningkatkan produksi minyak mentah merupakan antisipasi jika harga minyak dunia tetap tinggi pada 2022, tidak mudah, sebab sekarang produksi minyak mentah harian 649.990 BOPD per 11 Desember 2021, di bawah target harian tahun 2021, yaitu 705.000 BOPD. Antisipasi lain dengan kaji ulang kebijakan subsidi BBM, kemudian pemerintah sebaiknya fokus mengoptimalkan potensi sumber energi baru dan terbarukan  (EBT) sebagai sumber energi. (Yoga)


Harga Batubara Mulai Anjlok

10 Dec 2021

Harga Batu Bara Acuan (HBA) turun seiring dengan meningkatkan produksi batu bara oleh China. Kementerian ESDM menetapkan HBA pada Desember 2021 sebesar 159,79 dollar AS per ton.

Angka HBA tersebut anjlok sekitar 26 persen atau 55,22 dollar AS per ton dibandingkan dengan HBA November 2021 yang tembus mencapai 215,01 dollar AS per ton. Penurunan HBA ini dipengaruhi oleh intervensi kebijakan pemerintah China dalam menjaga kebutuhan batubara domestik mereka.


Komoditas Gula, Ironi Target Swasembada

09 Dec 2021

Kebutuhan gula konsumsi dan industri meningkat seiring pertambahan penduduk dan pertumbuhan industri makanan-minuman. Kebutuhan gula nasional 6 juta ton, 2,7 - 2,9 juta ton merupakan  gula konsumsi atau kristal putih (GKP) dan 3 - 3,2 juta ton gula kristal rafinasi (GKR) merupakan bahan baku makanan-minuman. Untuk memenuhinya, pada 2022, pemerintah alokasikan kuota impor gula 3,48 juta ton untuk bahan baku GKR dan 891.627 ton untuk GKP, naik dibanding tahun 2021 sebesar 3,78 juta ton,  guna antisipasi kenaikan kebutuhan gula industri 5 % dan antisipasi anomali cuaca, meski stok nasional gula konsumsi per 3 Desember 2021 berlimpah, yaitu 1,3 juta ton atau cukup  5 bulan ke depan.

PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan PT Perkebunan Nusantara III Holding (PTPN Group), berkomitmen tingkatkan luas lahan tebu dan produksi gula konsumsi. Hingga 2024, RNI targetkan perluasan lahan tebu hingga 20.000 hektar, hingga produksi GKP bisa naik dari 230.000 ton pada 2020 jadi 430.000 ton pada 2024. PTPN Group targetkan produksi GKP  2 juta ton pada 2025, dari saat ini 800.000 ton. Pemerintah tunggu realisasi komitmen Al Khaleej Sugar Co, produsen terbesar gula Timur Tengah dan 5 besar dunia yang minat investasi di Indonesia, sebesar 2 miliar dollar AS atau Rp 28,68 triliun.  Mereka akan bangun PG terintegrasi, mengembangkan lahan tebu baru serta produksi gula dan etanol. (Yoga)