;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

25 Tahun Lagi Cadangan Timah Indonesia Habis

14 Dec 2021

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan cadangan timah Indonesia mencapai 2,23 juta ton logam. Direktur Jendral Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM  Ridwan Djamaludin mengatakan, data cadangan timah menjadi acuan bersama guna menentukan program kerja yang tepat dengan prinsip berkelanjutan "Sumber daya timah masih ada sampai 2046, kira-kira 25 tahun dari sekarang. Merujuk pada Undang-Undang Pertambangan  Mineral dan Batu Bara  maka pengajuan RKAB dilakukan kepada Kementerian ESDM. Selama ini pemerintah provinsi berwenang menyetujui Rencana Kerja Anggaran dan Belanja (RKAB) perusahaan. Dengan ketentuan baru ini maka Pemerintah Pusat bisa memastikan neraca daya timah. Di acara yang sama, Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Patijaya mengungkapkan fakta di lapangan terkait asal usul timah kerap sulit diterapkan. Pasalnya penambangan tanpa izin terjadi dimana-mana yang dilakukan oleh masyarakat. (Yetede)

Dana Desa untuk Bencana

13 Dec 2021

Bencana, terutama pada akhir dan awal tahun kalender, kerap ditanggapi kikuk, pada Januari, anggaran belum lagi cair, bencana ditanggapi dengan iuran sukarela. Pembangunan desa dimaknai sebagai perubahan yang direncanakan secara sistematis, entropi yang menggerogotinya dirancang sekecil mungkin. Entropi itu tercatat sebagai akun belanja bencana dan tak terduga dalam APB Desa. Pada 2021  pengeluaran bencana desa meningkat jadi Rp 31 triliun atau 43 %. Sebanyak Rp 5,8 triliun untuk penanganan Covid-19, Rp 25,2 triliun sebagai BLT dana desa pada 5,6 juta keluarga terdampak pandemi.

Sejak 2015, Permendesa PDTT tahunan perihal prioritas penggunaanDana Desa (DD) tahun berikutnya beri ruang pengeluaran penanganan bencana. Mitigasi bencana cakup pemahaman sadar bencana, pelatihan kebencanaan, dan pembangunan jalur evakuasi. DD juga dipakai saat bencana atau tanggap darurat, seperti evakuasi, lokasi pengungsian dan dapur umum, penyediaan selimut dan sarana lain. Setelah bencana berlalu, DD berguna untuk rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk bangun fasilitas yang roboh. Pengeluaran anggaran bencana dari APB Desa adalah hasil musyawarah desa dan selingkup wewenang desa. Dan harus didokumentasikan serta dicatat  dengan sarana yang tersedia saat itu. (Yoga)


Antisipasi Kemungkinan Harga Minyak yang Tetap Tinggi

13 Dec 2021

Harga energi diperkirakan tetap tinggi pada 2022, menambah tekanan inflasi global dan berpotensi geser pertumbuhan ekonomi ke negara pengekspor dari negara pengimpor energi. Bank Dunia perkirakan harga energi meningkat lebih dari 2 % pada tahun 2022. Melanjutkan lonjakan 80 % tahun 2021 akibat permintaan kuat dan peningkatan produksi bertahap. Harga akan turun tajam pada 2023 karena pasokan minyak naik. Harga minyak diperkirakan 74 dollar AS per barel tahun 2022, naik dari proyeksi 70 dollar AS per barel pada 2021, turun jadi 65 dollar AS per barel pada 2023.

Anggota Komisi VII DPR Fraksi Partai Gerindra, Kardaya Warnika mengatakan, upaya meningkatkan produksi minyak mentah merupakan antisipasi jika harga minyak dunia tetap tinggi pada 2022, tidak mudah, sebab sekarang produksi minyak mentah harian 649.990 BOPD per 11 Desember 2021, di bawah target harian tahun 2021, yaitu 705.000 BOPD. Antisipasi lain dengan kaji ulang kebijakan subsidi BBM, kemudian pemerintah sebaiknya fokus mengoptimalkan potensi sumber energi baru dan terbarukan  (EBT) sebagai sumber energi. (Yoga)


Harga Batubara Mulai Anjlok

10 Dec 2021

Harga Batu Bara Acuan (HBA) turun seiring dengan meningkatkan produksi batu bara oleh China. Kementerian ESDM menetapkan HBA pada Desember 2021 sebesar 159,79 dollar AS per ton.

Angka HBA tersebut anjlok sekitar 26 persen atau 55,22 dollar AS per ton dibandingkan dengan HBA November 2021 yang tembus mencapai 215,01 dollar AS per ton. Penurunan HBA ini dipengaruhi oleh intervensi kebijakan pemerintah China dalam menjaga kebutuhan batubara domestik mereka.


Komoditas Gula, Ironi Target Swasembada

09 Dec 2021

Kebutuhan gula konsumsi dan industri meningkat seiring pertambahan penduduk dan pertumbuhan industri makanan-minuman. Kebutuhan gula nasional 6 juta ton, 2,7 - 2,9 juta ton merupakan  gula konsumsi atau kristal putih (GKP) dan 3 - 3,2 juta ton gula kristal rafinasi (GKR) merupakan bahan baku makanan-minuman. Untuk memenuhinya, pada 2022, pemerintah alokasikan kuota impor gula 3,48 juta ton untuk bahan baku GKR dan 891.627 ton untuk GKP, naik dibanding tahun 2021 sebesar 3,78 juta ton,  guna antisipasi kenaikan kebutuhan gula industri 5 % dan antisipasi anomali cuaca, meski stok nasional gula konsumsi per 3 Desember 2021 berlimpah, yaitu 1,3 juta ton atau cukup  5 bulan ke depan.

PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan PT Perkebunan Nusantara III Holding (PTPN Group), berkomitmen tingkatkan luas lahan tebu dan produksi gula konsumsi. Hingga 2024, RNI targetkan perluasan lahan tebu hingga 20.000 hektar, hingga produksi GKP bisa naik dari 230.000 ton pada 2020 jadi 430.000 ton pada 2024. PTPN Group targetkan produksi GKP  2 juta ton pada 2025, dari saat ini 800.000 ton. Pemerintah tunggu realisasi komitmen Al Khaleej Sugar Co, produsen terbesar gula Timur Tengah dan 5 besar dunia yang minat investasi di Indonesia, sebesar 2 miliar dollar AS atau Rp 28,68 triliun.  Mereka akan bangun PG terintegrasi, mengembangkan lahan tebu baru serta produksi gula dan etanol. (Yoga)


Harga Batu Bara Acuan, Rekor Emas Hitam Terhenti

09 Dec 2021

Setelah mencetak kenaikan selama 8 bulan berturut-turut hingga mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pencatatannya, harga batu bara acuan atau HBA tergelincir pada Desember 2021. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan HBA Desember 2021 senilai US$159,79 per ton. Angka ini merosot US$55,22 per ton 25,68% dari harga acuan November 2021, yakni US$215,01 per ton. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi menjelaskan penurunan HBA ini dipengaruhi oleh intervensi kebijakan Pemerintah China dalam menjaga kebutuhan batu bara domestik negara itu.“Pemerintah China telah meningkatkan produksi batu bara dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang berdampak pada meningkatnya stok batu bara domestik China serta kebijakan pengaturan harga batu bara oleh pemerintah setempat,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (8/12).

Setidaknya terdapat dua faktor turunan yang memengaruhi pergerakan HBA yaitu, pasokan dan permintaan. Pada faktor pasokan, dipengaruhi oleh cuaca, teknis tambang, kebijakan negara supplier, hingga teknis di supply chain seperti kereta, tongkang, maupun loading terminal. Sementara untuk faktor permintaan, dipengaruhi oleh kebutuhan listrik yang turun berkorelasi dengan kondisi industri, kebijakan impor, dan kompetisi dengan komoditas energi lain, seperti LNG, nuklir, dan hidro.

OPEC Menaikkan Produksi Minyak

03 Dec 2021

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan para sekutunya memutuskan menaikkan produksi pada Januari 2022. Meskipun varian baru virus corona Covid-19,Omicron telah menimbulkan pertanyaan baru terkait permintaan. Sejauh ini, aliansi OPEC+ yang dipimpin oleh Rusia dan Arab Saudi  telah menolak tekanan AS untuk meningkatkan produksi demi mengendalikan lonjakan harga energi. Pertemuan OPEC+ dijadwalkan setelah seminggu Pemerintah AS, serta Tiongkok,India dan Jepang memutuskan menggunakan cadangan strategis untuk menurunkan harga minyak mentah, setelah lonjakan harga yang menghambat pemulihan ekonomi. Berdasarkan laporan dari pakar OPEC+ pada Rabu,dampak dari Omicron belum jelas tetapi sudah banyak negara yang memberlakukan aturan karantina (lockdown) dan pembatasan-pembatasan lain.

RI Ekspor Rajungan ke Pasar Amerika Utara

27 Nov 2021

Sebanyak 40 ton daging rajungan asal Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), berhasil menembus pasar Amerika Utara. Saat ini rajungan- kepiting menjadi salah satu komoditas ekspor perikanan utama Indonesia, juga salah satu fokus komoditas yang dikembangkan dalam program terobosan  Kementerian Kelautan dan Perikanan  (KKP) demi peningkatan ekpsor berbasis budidaya.

Pada 2020,  nilai permintaan rajungan-kepiting  dunia US$ 5,40 miliar dan ekspor Indonesia untuk komoditas  ini baru 6,80%, atau US$ 367,50 juta. Nilai permintaan rajungan-kepiting  dunia selama lima tahun terakhir meningkat 5% per tahun yang menunjukkan bahwa pasar rajungan-kepiting masih terbuka dan potensial untuk terus dikembangkan.

Negara importir utama rajungan-kepiting global 2020 adalah Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan Kanada, market share Indonesia  terhadap masing-masing negara tersebut baru 11,90%; 5%; 17%; 0,10%; 4,70%. Karenanya, Dirjen Penguatan Daya Saing  Produk KP KPP  Artati Widiarti mengapresiasi munculnya eksportir raungan Arena Crab ke pasar Kanada yang merupakan salah satu importir rajungan-kepiting dunia. (Yetede)

Memacu Produksi Padi ketika La Nina

24 Nov 2021

BPS memperkirakan produksi padi tahun 2021 mencapai 55,27 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara 31,69 juta ton beras. Produksi ini lebih tinggi 1,14% dari tahun 2020 dan lebih tinggi 1,21% dari tahun 2019. Capaian ini patut disyukuri.

Prestasi dan berita menggembirakan itu adalah capaian kesekian kali bagi sektor pertanian ditengah aneka situasi kurang menggembirakan akibat pandemi Covid-19. Selain semangat 13,1 juta keluarga petani padi, hasil ini tidak lepas dari peran Kementerian Pertanian yang intens mendampingi petani di lapangan agar tak terpuruk diterpa pandemi.

Jika ditelaah lebih detail, luas panen tahun ini sebenarnya menurun: dari 10,657 juta hektar (2020) jadi 10,515 juta hektar (2021) atau turun 1,33%. Produksi padi naik karena ada peningkatan produktivitas: dari 5,128 ton/hektare (2020) menjadi 5,256 ton/hektare (2021) atau naik 2,49%. Peningkatan produksi padi otomatis menambah pasokan beras hingga akhir tahun. Dikurangi konsumsi sebesar 30,03 juta ton, tahun ini ada surplus 1,65 jutaton beras. Surplus makin besar, mencapai 10,37 juta ton, jika ditambah akumulasi surplus tahun 2020.

Menurut BMKG, selama tujuh bulan juga telah dipetakan. Kesimpulannya, El Nino Periode 1970-2010 menimbulkan penurunan produksi padi sebesar 4,08%. Sebaliknya La Nina berdampak positif pada produksi padi dan palawija. Pada periode itu, produksi padi meningkat sekitar 1,78% juta ha. menurun 5,05% jadi 6,348 juta ha pada 2019, anjlok lagi 7,21% jadi hanya 5,890 juta ha pada 2020.(Yetede)


Akselerasi Pemanfaatan Biodiesel, Tata Niaga Fame Diperlukan

18 Nov 2021

Pemerintah dinilai perlu menyelesaikan kendala harga bahan bakar solar campuran fatty acid methyl ether (FAME) biodiesel untuk mengembangkan bahan bakar nabati tersebut hingga B100. Di sisi lain, penyerapan bahan bakar nabati atau biofuel hingga akhir tahun ini tampaknya menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, karena diperkirakan melebihi target 9,2 juta kiloliter. Selain itu pemerintah tengah menyiapkan rencana pengembangan pemanfaatan B40 dan B50 yang telah melalui tahapan kajian laboratorium. Kementerian ESDM bersama dengan pemangku kepentingan terkait akan segera melakukan uji jalan B40. Akan tetapi persoalannya harga FAME masih terbilang tinggi, sehingga pengembangan dapat menghambat pengembangan biodiesel. Apalagi biodiesel menjadi salah satu bahan bakar dalam kelompok energi baru dan terbarukan (EBT). 

“Apalagi kita punya program B100. Agar program FAME ini bisa diatur tata niaganya-lah, sehingga tidak terlalu memberatkan produsen seperti Pertamina dalam membuat biodiesel,” kata Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan kepada Bisnis, Rabu (17/11). Meski begitu, pemerintah harus mengatur tata kelola biodiesel terlebih dulu untuk mencapai target tersebut. Pasalnya selama ini harga FAME masih terbilang tinggi, sehingga pengembangan bahan bakar nabati dapat terhambat. Tingginya harga tersebut akan memberikan beban biaya tersendiri dalam pengembangan biofuel. Melalui tata kelola tersebut, pengembangan biodiesel diharapkan dapat berkembang dengan baik. Bahkan tidak menutup kemungkinan menjadi potensi ekspor. “Misalnya tidak terserap biodiesel di dalam negeri, kita punya opportunity ekspor ke negara tetangga,” ujar Mamit.