;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Harga Batu Bara Acuan, Rekor Emas Hitam Terhenti

09 Dec 2021

Setelah mencetak kenaikan selama 8 bulan berturut-turut hingga mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pencatatannya, harga batu bara acuan atau HBA tergelincir pada Desember 2021. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan HBA Desember 2021 senilai US$159,79 per ton. Angka ini merosot US$55,22 per ton 25,68% dari harga acuan November 2021, yakni US$215,01 per ton. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi menjelaskan penurunan HBA ini dipengaruhi oleh intervensi kebijakan Pemerintah China dalam menjaga kebutuhan batu bara domestik negara itu.“Pemerintah China telah meningkatkan produksi batu bara dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang berdampak pada meningkatnya stok batu bara domestik China serta kebijakan pengaturan harga batu bara oleh pemerintah setempat,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (8/12).

Setidaknya terdapat dua faktor turunan yang memengaruhi pergerakan HBA yaitu, pasokan dan permintaan. Pada faktor pasokan, dipengaruhi oleh cuaca, teknis tambang, kebijakan negara supplier, hingga teknis di supply chain seperti kereta, tongkang, maupun loading terminal. Sementara untuk faktor permintaan, dipengaruhi oleh kebutuhan listrik yang turun berkorelasi dengan kondisi industri, kebijakan impor, dan kompetisi dengan komoditas energi lain, seperti LNG, nuklir, dan hidro.

OPEC Menaikkan Produksi Minyak

03 Dec 2021

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan para sekutunya memutuskan menaikkan produksi pada Januari 2022. Meskipun varian baru virus corona Covid-19,Omicron telah menimbulkan pertanyaan baru terkait permintaan. Sejauh ini, aliansi OPEC+ yang dipimpin oleh Rusia dan Arab Saudi  telah menolak tekanan AS untuk meningkatkan produksi demi mengendalikan lonjakan harga energi. Pertemuan OPEC+ dijadwalkan setelah seminggu Pemerintah AS, serta Tiongkok,India dan Jepang memutuskan menggunakan cadangan strategis untuk menurunkan harga minyak mentah, setelah lonjakan harga yang menghambat pemulihan ekonomi. Berdasarkan laporan dari pakar OPEC+ pada Rabu,dampak dari Omicron belum jelas tetapi sudah banyak negara yang memberlakukan aturan karantina (lockdown) dan pembatasan-pembatasan lain.

RI Ekspor Rajungan ke Pasar Amerika Utara

27 Nov 2021

Sebanyak 40 ton daging rajungan asal Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), berhasil menembus pasar Amerika Utara. Saat ini rajungan- kepiting menjadi salah satu komoditas ekspor perikanan utama Indonesia, juga salah satu fokus komoditas yang dikembangkan dalam program terobosan  Kementerian Kelautan dan Perikanan  (KKP) demi peningkatan ekpsor berbasis budidaya.

Pada 2020,  nilai permintaan rajungan-kepiting  dunia US$ 5,40 miliar dan ekspor Indonesia untuk komoditas  ini baru 6,80%, atau US$ 367,50 juta. Nilai permintaan rajungan-kepiting  dunia selama lima tahun terakhir meningkat 5% per tahun yang menunjukkan bahwa pasar rajungan-kepiting masih terbuka dan potensial untuk terus dikembangkan.

Negara importir utama rajungan-kepiting global 2020 adalah Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan Kanada, market share Indonesia  terhadap masing-masing negara tersebut baru 11,90%; 5%; 17%; 0,10%; 4,70%. Karenanya, Dirjen Penguatan Daya Saing  Produk KP KPP  Artati Widiarti mengapresiasi munculnya eksportir raungan Arena Crab ke pasar Kanada yang merupakan salah satu importir rajungan-kepiting dunia. (Yetede)

Memacu Produksi Padi ketika La Nina

24 Nov 2021

BPS memperkirakan produksi padi tahun 2021 mencapai 55,27 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara 31,69 juta ton beras. Produksi ini lebih tinggi 1,14% dari tahun 2020 dan lebih tinggi 1,21% dari tahun 2019. Capaian ini patut disyukuri.

Prestasi dan berita menggembirakan itu adalah capaian kesekian kali bagi sektor pertanian ditengah aneka situasi kurang menggembirakan akibat pandemi Covid-19. Selain semangat 13,1 juta keluarga petani padi, hasil ini tidak lepas dari peran Kementerian Pertanian yang intens mendampingi petani di lapangan agar tak terpuruk diterpa pandemi.

Jika ditelaah lebih detail, luas panen tahun ini sebenarnya menurun: dari 10,657 juta hektar (2020) jadi 10,515 juta hektar (2021) atau turun 1,33%. Produksi padi naik karena ada peningkatan produktivitas: dari 5,128 ton/hektare (2020) menjadi 5,256 ton/hektare (2021) atau naik 2,49%. Peningkatan produksi padi otomatis menambah pasokan beras hingga akhir tahun. Dikurangi konsumsi sebesar 30,03 juta ton, tahun ini ada surplus 1,65 jutaton beras. Surplus makin besar, mencapai 10,37 juta ton, jika ditambah akumulasi surplus tahun 2020.

Menurut BMKG, selama tujuh bulan juga telah dipetakan. Kesimpulannya, El Nino Periode 1970-2010 menimbulkan penurunan produksi padi sebesar 4,08%. Sebaliknya La Nina berdampak positif pada produksi padi dan palawija. Pada periode itu, produksi padi meningkat sekitar 1,78% juta ha. menurun 5,05% jadi 6,348 juta ha pada 2019, anjlok lagi 7,21% jadi hanya 5,890 juta ha pada 2020.(Yetede)


Akselerasi Pemanfaatan Biodiesel, Tata Niaga Fame Diperlukan

18 Nov 2021

Pemerintah dinilai perlu menyelesaikan kendala harga bahan bakar solar campuran fatty acid methyl ether (FAME) biodiesel untuk mengembangkan bahan bakar nabati tersebut hingga B100. Di sisi lain, penyerapan bahan bakar nabati atau biofuel hingga akhir tahun ini tampaknya menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, karena diperkirakan melebihi target 9,2 juta kiloliter. Selain itu pemerintah tengah menyiapkan rencana pengembangan pemanfaatan B40 dan B50 yang telah melalui tahapan kajian laboratorium. Kementerian ESDM bersama dengan pemangku kepentingan terkait akan segera melakukan uji jalan B40. Akan tetapi persoalannya harga FAME masih terbilang tinggi, sehingga pengembangan dapat menghambat pengembangan biodiesel. Apalagi biodiesel menjadi salah satu bahan bakar dalam kelompok energi baru dan terbarukan (EBT). 

“Apalagi kita punya program B100. Agar program FAME ini bisa diatur tata niaganya-lah, sehingga tidak terlalu memberatkan produsen seperti Pertamina dalam membuat biodiesel,” kata Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan kepada Bisnis, Rabu (17/11). Meski begitu, pemerintah harus mengatur tata kelola biodiesel terlebih dulu untuk mencapai target tersebut. Pasalnya selama ini harga FAME masih terbilang tinggi, sehingga pengembangan bahan bakar nabati dapat terhambat. Tingginya harga tersebut akan memberikan beban biaya tersendiri dalam pengembangan biofuel. Melalui tata kelola tersebut, pengembangan biodiesel diharapkan dapat berkembang dengan baik. Bahkan tidak menutup kemungkinan menjadi potensi ekspor. “Misalnya tidak terserap biodiesel di dalam negeri, kita punya opportunity ekspor ke negara tetangga,” ujar Mamit.


Menakar Prospek Emiten Logam

17 Nov 2021

Saham-saham emiten logam mineral diyakini masih punya daya tarik. Hal ini akan terjadi seiring prospek komoditas emas, nikel, timah, serta tembaga yang masih positif. Analisis NH Korindo Sekuritas Indonesia Samuel Glenn Tanuwidjaja menilai, harga emas global akan tetap stabil hingga Juni 2022. Salah satu saham emiten tambang logam yang juga menjadi perhatian ialah PT Merdeka Cooper Gold Tbk (MDKA). Emiten produsen emas dan tembaga ini mencapai harga saham tertinggi sepanjang masa alias all time high pada Senin (16/11) di level Rp 3.540. Sejak awal tahun saham MDKA juga telah menguat 44,03%. Diantara saham emiten logam, Glenn merekomendasikan beli saham ANTM dengan target harga Rp 2.860 dan menyematkan rekomendasi Overweight saham INCO dengan target harga Rp 5.500.

Penuhi Pasokan Batubara Lokal, Insentif Siap Ditebar

17 Nov 2021

Di tengah krisis ekonomi global, Indonesia nampaknya ingin memastikan pasokan energi dalam negeri tetap terjaga. Ini pula yang membuat pemerintah akan memberikan insentif perusahaan yang mampu memenuhi kebijakan memasok kebutuhan lokal atau domestic market obligation (DMO). Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ridwan Djamaluddin mengungkapkan, ada keistimewaan pelaku usaha jika berhasil memenuhi komitmen DMO 25% dari rencana produksi. Direktur PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Dileep Srivastava, pihaknya berkomitmen memenuhi DMO tahun ini. "Kami menargetkan capai komtmen DMO sesuai RKAB tahun ini kendati dihadapkan curah hujan yang tinggi," ujar dia kepada Kontan, Selasa (16/11).  

Minyak Goreng Kemasan, 11 Juta Liter Bakal Guyur Pasar

17 Nov 2021

Sebanyak 11 juta liter minyak goreng siap dipasarkan dengan harga Rp14.000 per liter sampai dengan akhir tahun ini guna menekan harga di pasaran yang sudah mencapai Rp16.800 per liter. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan minyak goreng kemasan sederhana itu akan dijual di 45.000 unit gerai ritel modern. Dia melanjutkan minyak goreng harga khusus itu merupakan hasil kerja sama produsen minyak nabati Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI), dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). “Kami sudah mengimbau asosiasi produsen minyak goreng untuk memberikan harga khusus. Jadi mereka sudah setuju dengan Aprindo untuk mendistribusikan 11 juta liter minyak goreng kemasan sederhana dengan harga Rp14.000 per liter,” katanya di sela-sela pelaksanaan Rakornas Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Selasa (16/11).


Keamanan Data Harus Jadi Perhatian dalam Digitalisasi

17 Nov 2021

Keamanan siber dan data pribadi harus menjadi perhatian saat berbagai sektor di Tanah Air melakukan transformasi digital, atau mendigitalisasikan bisnis, atau kegiatannya. Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafidz mengatakan DPR RI bersama pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong agar konektifitas  dan proses digitalisasi dapat menjangkau seluruh masyarakat Indonesia. 

Mengutip Kementerian Perdagangan, dia mengungkapkan. Pada 2020, digitalisasi di sektor perekonomian  telah menyumbang 4% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Angka ini diperkirakan terus meningkat jadi  18,87%, terhadap PDB tahun 2030. Transaksi digital sebesar itu harus dilindungi dengan keamanan siber oleh pemerintah agar tidak terjadi kekacauan.

"Tentunya ini semua tidak kalah penting menjaga keamanan, sehingga perlu adanya transformasi  keamanan. digital yang mumpuni supaya keuangan digital ini tumbuh lebih pesat lagi dan makin dipercaya oleh masyarakat." kata Director of Interprise Aplication & Service  Business PT Multipolar Technology Tbk Jip Ivan Sutanto. DIa menjelaskan, kita sering mendengar istilah tree factor autentification, user ID, password, OTP, Finger Print dan lainnya. Hal itu perlu dipahami dengan benar. (Yetede)

Hingga Oktober, Penyerapan Batu Bara Dalam Negeri Capai 110 juta

17 Nov 2021

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan penyerapan batu bara dalam negeri (Domestic market obligator/DMO) hingga akhir Oktober kemarin mencapai 110 juta ton. Realisasi tersebut sekitar 80% dari kuota DMO tahun ini yang mencapai 138 juta ton. Sedangkan volume produksi batu bara hingga akhir Oktober mencapai 512 juta ton atau sekitar 82% dari target tahun ini sebesar 625 juta ton.

Permasalahan lain yang dihadapi pembangkit listrik dalam menyerap batu bara yakni fasilitas jetty yang belum memadai serta keterbatasan tongkang. Pihaknya pun mendapati kontrak jangka pendek  PLN dengan penyelia batu bara. "Kami usulkan ke PLN untuk kontrak jangka panjang dan membeli langsung ke perusahaan  tambang tidak melalui trader,"ujarnya.

Di acara yang sama Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menuturkan realisasi penyerapan batu bara ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) hingga akhir Oktober mencapai  93,2 juta ton. Adapun rinciannya sebanyak  55,5 juta ton terserap pembangkit milk PLN dan 37,6 juta ton pembangkit milik pengembang listrik swasta. "Diproyeksikan kebutuhan hingga akhir 2021 ini yang mencapai  115,6 juta ton," tuturnya. (Yetede)