Lingkungan Hidup
( 5820 )Pertamina Geothermal Memanaskan Bursa IPO
Di tengah euforia pengembangan energi hijau di seluruh dunia, entitas anak badan usaha milik negara, PT Pertamina Geothermal Energy tengah bersiap untuk menggalang dana jumbo melalui initial public offering pada paruh pertama 2022. Kepastian soal rencana IPO entitas subholding PT Pertamina (Persero) itu disampaikan oleh Wakil Menteri BUMN II Pahala Nugraha Mansury. Pertamina Geothermal Energy (PGE) bakal menyusul langkah PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel yang listing di Bursa Efek Indonesia pada 22 November 2022 setelah merampungkan IPO senilai Rpp18,79 triliun.
Terkait dengan rencana go public PGE, Pahala mengungkapkan proses registrasi ditargetkan mulai pada Maret 2022 dan diharapkan IPO akan terlaksana pada Juni 2022. Adapun, jumlah saham yang bakal dilepas ke publik sekitar 20%—30%. “Kami harus kembangkan groundfield, menurut kami geotermal punya potensi untuk dikembangkan, salah satu yang ingin kami kembangkan melalui IPO PGE ini,” jelasnya. Rencana IPO itu, lanjutnya, didorong oleh tiga alasan utama, yakni untuk mencari dana segar, mengeksplorasi potensi pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Tanah Air, dan menarik mitra strategis yang potensial.
Sumber Daya Alam dan Transparansi Ekstraksi
Distribusi konstan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertambangan dan penggalian periode 2016—2020 rata-rata 7,7%. Pada tahun lalu tercatat 7,4% atau turun rata-rata 2,65% per tahun. Kontribusi sektor ekstraktif dalam penerimaan negara meliputi penerimaan perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Sumber daya alam (SDA) merupakan penyumbang utama PNBP. Ada pula penjualan hasil tambang batu bara dan pendapatan minyak dari domestic market obligation yang dikelompokan sebagai PNBP lainnya. Seluruh penerimaan negara disetor ke kas negara melalui mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menjadi menarik untuk ditelisik bagaimana transparansi dan akuntabilitas penyetoran/pemungutan kewajiban kepada negara oleh para pengusaha di bidang ekstraktif? Transparansi fiskal diharapkan mampu memberikan gambaran secara komprehensif mengenai hal itu.
Pada pemeriksaan LKPP 2020, BPK mulai meninjau transparansi fiskal Pilar 4 tentang manajemen pengelolaan sumber daya yang antara lain meliputi struktur kepemilikan manfaat dari hak atas sumber daya. Dari situ didapati bahwa untuk dimensi pelaporan oleh perusahaan sumber daya mendapat penilaian not meet.
Extractive Industries Transparency Initiative (EITI) adalah standar global bagi transparansi di sektor ekstraktif. Di dalamnya terdapat proses penyandingan pembayaran kepada pemerintah yang dilakukan perusahaan dengan penerimaan pemerintah. Kegiatan ini menggunakan administrator independen di bawah pengawasan kelompok multi-pemangku-kepentingan atau multi-stakeholder working group.
Subsidi Energi : Penyaluran LPG 3 Kg Diperketat
Pemerintah segera melakukan uji coba penyaluran subsidi secara tertutup untuk LPG 3 kilogram. Upaya tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran jelas terkait dengan tantangan pelaksanaannya di lapangan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan tren konsumsi masyarakat terhadap LPG nonsubsidi terus menurun. Di sisi lain, konsumsi liquifi ed petroleum gas (LPG) atau elpiji 3 kg naik.“[LPG] 12 kg kan jumlahnya menurun, melon naik terus. Jadi, banyak kebocoran [subsidi],” ujarnya, Rabu (12/1).Untuk itu, Arifin mengungkapkan pihaknya akan meningkatkan pengawasan terhadap penyaluran subsidi gas melon itu.Di samping itu, pemerintah bersama dengan PT Pertamina (Persero) akan menguji coba penyaluran secara tertutup untuk di daerah yang paling banyak mengalami penyelewengan.
Sebelumnya, Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat menyebutkan bahwa penyaluran LPG banyak yang tidak tepat sasaran. Subsidi yang seharusnya diperuntukan untuk golongan yang kurang mampu justru digunakan oleh golongan mampu.Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah mengatakan banyak temuan tentang ketidaktepatan penyaluran subsidi. Secara umum, sebanyak 86% penerima subsidi bukan pihak seharusnya yang menerima subsidi.
Bill Gates, Setelah Omicron Berlalu, Covid Akan Jadi Flu Musiman
Varian virus corona Covid-19, Omicron, saat ini sedang memporak-porandakan AS dan seluruh dunia dengan laju kecepatannya yang telah memecahkan rekor. Meski demikian, Bill Gates masih melihat adanya secercah harapan yang muncul dalam waktu dekat. "Setelah lonjakan saat ini mereda, negara-negara dapat berharap melihat kasus-kasus yang jauh lebih sedikit hingga sisa tahun 2022. Setelah itu terjadi, Covid kemungkinan besar dapat diperlakukan lebih seperti flu musiman." Demikian tulis Gates pada Selasa (11/1) dalam sesi tanya jawab via Twitter dengan Devi Sridhar, ketua kesehatan masyarakat global di Universitas of Edinburgh, yang dilansir CNBC. Beberapa ahli juga mengatakan penyebaran cepat Omicron, kendati berbahaya, masih cukup menginspirasi banyak orang dengan apa yang disebut kekebalan alami untuk membantu mengarahkan pandemi Covid menuju fase endemik yang jauh lebih ringan. (Yetede)
Mengeruk Untung Saham Batu Bara
Pemerintah telah mencabut kebijakan larangan ekspor batu bara sejak Senin (10/1). Mulai kemarin, Rabu (12/1), aktivitas ekspor batu bara sudah kembali bisa dilakukan secara bertahap. Pencabutan larangan ekspor batu bara tersebut memberikan katalis ke sejumlah saham perusahaan penambang emas hitam. Sejak awal pekan, pelaku pasar merespons positif kebijakan tersebut sehingga mendorong pertumbuhan ke beberapa saham emiten seperti PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG).
Berdasarkan data Bloomberg, sejak pengumuman larangan ekspor dicabut, saham BYAN telah melejit 9,14%. Hingga penutupan pasar kemarin, BYAN diperdagangkan seharga Rp28.650 per lembar. Saham Barito Pacific juga mendapatkan keuntungan dari kebijakan itu. BRPT dalam 3 hari terakhir telah tumbuh 4,14% ke level Rp880 per lembar. Begitu juga dengan Indo Tambangraya. Sahamnya naik 0,6% ke level Rp20.175 per lembar. Saham anak usaha PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) yakni PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) mencetak pertumbuhan paling tinggi. Sejak Senin hingga penutupan perdagangan kemarin, saham ADMR membumbung hingga 93,4%. Jika diteliti, kami menilai bahwa pelaku pasar menaruh ekspektasi terhadap saham-saham emiten yang memproduksi batu bara kalori tinggi. Dengan tren harga yang sedang tinggi, produsen batu bara kalori tinggi mengeruk keuntungan paling besar dari pasar ekspor.
Target Pengeboran 2022, SKK Migas Incar 900 Sumur
Satuan Kerja Khusus Hulu Minyak dan Gas Bumi menargetkan tambahan pengeboran sumur pengembangan sebanyak 800-900 unit sumur guna mengejar target produksi siap jual atau lifting migas 2022. Deputi Operasi Satuan Kerja Khusus Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Julius Wiratno mengatakan pihaknya telah menetapkan penambahan pengeboran untuk bisa mengejar rendahnya capaian pada tahun lalu. “Development drilling sekitar 800-900 sumur kita targetkan,” katanya kepada Bisnis, Selasa (11/1). Sepanjang tahun ini, Julius menuturkan SKK Migas telah mematok penyelesaian 12 proyek hulu migas. Jumlah itu masih belum termasuk empat proyek yang bersifat perawatan yang tidak menambah kapasitas produksi.
Garudafood Serap Kacang Petani Sragen
BUMDes Sido Mukti Bendungan dan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk, Senin (10/1), menandatangani nota kesepahaman penyerapan kacang tanah produksi petani Desa Bendungan, Sragen, Jateng. Kerja sama petani dan industri pengolah diharapkan memberi kepastian penyerapan hasil panen dan harga jual. Mentan Syahrul Yasin Limpo berkesempatan memanen kacang tanah secara simbolis, juga menyaksikan penandatanganan kesepahaman antara BUMDes Sido Mukti dan Garudafood sebagai offtaker atau penjamin serapan produk. ”Kami akan mengajak beberapa offtaker lain ke depan,” ujarnya. Berdasarkan data Pemkab Sragen 2021, total luas tanam kacang tanah mencapai 3.232 hektar, tersebar di 31 desa dan 12 kecamatan dengan 4.000 petani, hasil panen 14.544 ton.
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati siap berkoordinasi dengan pelaku industri yang akan menyerap kacang di daerahnya, hanya, ia akan merancang ulang lebih terperinci konsep kerja samanya. Direktur BUMDes SidoMukti Bendungan Tomy Wibowo mengatakan, ”Dengan kerja sama ini, standar hasil pertanian terjamin. Perekonomian petani juga terangkat karena hasiltaninya pasti terjual”. Kabag Material Resource Garudafood Muhammad Fathoni mengatakan, pihaknya masih kekurangan pasokan kacang tanah. Kerja sama dengan petani disambut baik. Pihaknya siap menampung berapa pun hasil panen petani, pihaknya tak sekadar menyerap, tetapi juga membina, guna memastikan kualitas hasil panen sesuai standar kebutuhan produksi. (Yoga)
Pertamina Optimistis Proyek di Balikpapan Selesai 2024
Proyek pengembangan kilang minyak Pertamina di Balikpapan dan Lawe-lawe, Penajam Paser Utara, Kaltim, terus berjalan di tengah pandemi Covid-19. Meskipun ada kendala, proyek strategis nasional ini ditargetkan selesai pada November 2024. Dirut Pertamina Nicke Widyawati menyampaikan optimisme tersebut di Balikpapan (8/1) saat meninjau lokasi pembangunan program pengembangan kilang minyak (refinery development master plan/RDMP) Pertamina Refinery Unit V Balikpapan yang tetap berjalan meski pandemi Covid-19, dengan progres fisik 47 %.
Project Coordinator RDMP Refinery Unit V Balikpapan & Lawe-lawe Djoko Koen Soewito menjelaskan, pekerja lokal diutamakan dalam proyek ini. Pada Agustus 2022 diperkirakan menyerap 19.468 pekerja,” kata Djoko. Pengembangan proyek ini bertujuan meningkatkan mutu BBM. Kilang di Balikpapan yang menghasilkan produk BBM Euro II akan ditingkatkan menjadi Euro V atau beroktan tinggi. Kilang Refinery Unit V Balikpapan selama ini memasok 26 % dari total kebutuhan BBM seluruh Indonesia. Pengembangan ini diharapkan membantu penyaluran di Kalimantan dan Indonesia timur. (Yoga)
Kadin Dukung Kebijakan Pemerintah Stabilkan Harga Minyak Goreng
Kamar dagang dan industri (Kadin) Indonesia mengapresiasi dan mendukung rencana pemerintah untuk menyediakan minyak goreng dengan harga terjangkau yaitu Rp 14 ribu per liter dengan anggaran sebesar Rp 3,6 triliun yang berasal dari anggaran Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid merangkan, salah satu program prioritas pihaknya adalah peningkatan ketahanan pangan, dimana komponen penting di dalamnya adalah ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan. "Teman-teman pengusaha kelapa sawit yang tergabung di Kadin Indonesia juga menjadi narasumber utama (prominent), selain Gabungan Perusahaan Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) dalam Komite Pengarahan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit yang terdiri dari Menko Perekonomian dan para menteri terkait." jelas dia. (Yetede)
Perusahaan Nasional Diminta Ambil Peluang Kelola Industri Hulu Migas
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menanggapi keputusan beberapa perusahaan asing yang hengkang atau meninggalkan indonesia dari bisnis subsektor hulu minyak dan gas bumi (migas).
Menurutnya, kondisi itu perlu disikapi secara bijaksana karena menjadi peluang bagi perusahaan dalam negeri untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam mengelola industri hulu migas di Indonesia.
Dalam berbagai kesempatan diskusi, Dwi menyampaikan bahwa publik tidak perlu ribut atas pilihan perusahaan asing tersebut, karena seharusnya publik melihat kemampuan perusahaan dalam negeri untuk mengambil potensi seluasluasnya dalam bisnis hulu migas tersebut.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









