Beres-beres Sistem Resi Gudang
Warehouse receipt system atau sistem resi gudang (SRG) di Indonesia berkembang sejak pertama diterapkan 20 Agustus 2007. 14 tahun perjalanannya ditutup dengan kepastian pasar relatif besar. Aprindo berkomitmen serap sejumlah komoditas pangan petani, nelayan, petambak, dan peternak yang dikelola berbasis SRG pada 2022. Aprindo akan jadi penjamin serapan dan pembeli siaga, terutama untuk sejumlah komoditas yang sudah dikemas dengan baik. Untuk komoditas yang belum dikemas, Aprindo gandeng mitra pemasok jaringan ritel modern agar mendapat kemasan dan dijual di jaringan ritel modern.
Pengelola gudang SRG, petani, peternak, petambak, dan nelayan, mendapat kepastian dan perluas pasar. SRG merupakan instrumen usaha pascapanen dengan mekanisme tunda jual dan dikelola koperasi atau badan usaha, untuk lindungi produsen pangan dan bahan baku industri saat harga anjlok, dengan simpan hasil panen di gudang SRG dan jual saat harga bagus. Syaratnya, berdaya simpan sedikitnya tiga bulan, memenuhi standar mutu, dan jumlah minimum komoditas tersimpan. Mereka mendapat resi gudang dengan waktu jatuh tempo tertentu dan dapat digunakan sebagai jaminan kredit bank. Resi gudang juga dapat diperdagangkan di pasar lelang komoditas, bahkan pasar derivatif atau bursa komoditas berjangka. (Yoga)
Tags :
#AgrobisnisPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023