;

Waspadai Kenaikan Harga Elpiji

Lingkungan Hidup Yoga 29 Dec 2021 Kompas
Waspadai Kenaikan
Harga Elpiji

Harga elpiji nonsubsidi naik, ukuran 12 kilogram dari Rp 150.000 per tabung di pengecer, jadi Rp 185.000 per tabung. PT Pertamina (Persero) menaikkan harga karena harga kulakannya naik. Dari konsumsi elpiji Indonesia  6 - 7 juta ton setahun, 70 % diimpor meski banyak memiliki sumber daya gas, karena sifat gas Indonesia ”gas kering”, tidak cocok diolah jadi elpiji. Saat ini, harga gas alam jadi 4 dollar AS per MMBTU, sempat menyentuh level 6 dollar AS per MMBTU. Banyak negara yang mulai pulih dari pandemi, menyebabkan permintaan energi naik, seperti pada minyak mentah.

Dengan naiknya harga elpiji non subsidi, patut diwaspadai praktik pengoplosan, disaat harga normal saja, praktik tersebut kerap ditemukan. Selisih harga yang lebar antara elpiji bersubsidi dan non subsidi menggoda pihak tak bertanggung jawab mengoplos gas dan jual dengan harga non subsidi. Kenaikan harga elpiji bersubsidi bisa diterima lantaran harga pasarnya naik. Namun, pemerintah mesti waspada jangan sampai berdampak maraknya penyelewengan elpiji bersubsidi. (Yoga)


Tags :
#Gas Bumi
Download Aplikasi Labirin :