Keamanan Data Harus Jadi Perhatian dalam Digitalisasi
Keamanan siber dan data pribadi harus menjadi perhatian saat berbagai sektor di Tanah Air melakukan transformasi digital, atau mendigitalisasikan bisnis, atau kegiatannya. Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafidz mengatakan DPR RI bersama pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong agar konektifitas dan proses digitalisasi dapat menjangkau seluruh masyarakat Indonesia.
Mengutip Kementerian Perdagangan, dia mengungkapkan. Pada 2020, digitalisasi di sektor perekonomian telah menyumbang 4% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Angka ini diperkirakan terus meningkat jadi 18,87%, terhadap PDB tahun 2030. Transaksi digital sebesar itu harus dilindungi dengan keamanan siber oleh pemerintah agar tidak terjadi kekacauan.
"Tentunya ini semua tidak kalah penting menjaga keamanan, sehingga perlu adanya transformasi keamanan. digital yang mumpuni supaya keuangan digital ini tumbuh lebih pesat lagi dan makin dipercaya oleh masyarakat." kata Director of Interprise Aplication & Service Business PT Multipolar Technology Tbk Jip Ivan Sutanto. DIa menjelaskan, kita sering mendengar istilah tree factor autentification, user ID, password, OTP, Finger Print dan lainnya. Hal itu perlu dipahami dengan benar. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023