;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

RI Bisa 'Kipas-kipas', China Teriak Minta Batu Bara Lagi

02 Oct 2021

Krisis listrik di China semakin gawat. Gubernur Provinsi Jilin, Han Jun, berjanji akan meningkatkan pasokan listrik lokal dengan memperbesar skala impor batu bara. "Selain mengamankan pasokan batu bara lintas provinsi dari Daerah Otonomi Mongolia Dalam, (China juga akan) untuk meningkatkan impor dari Rusia, Mongolia dan Indonesia," dikutip dari Global Times, Jumat (1/10/2021). Namun laporan mengatakan pengamat industri memperhatikan bahwa solusi impor Jilin untuk kelangkaan listrik tidak memasukkan Australia. Sebelumnya negara ini pernah menjadi pemasok batu bara uap utama China. Sebelumnya aktivitas pabrik China yang menyusut akibat pembatasan penggunaan listrik meningkatkan banyak kekhawatiran mengenai nasib negara ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

Ngeri! Krisis Energi di Mana-mana, Kini Ancam India

01 Oct 2021

Krisis energi kini terjadi di sejumlah negara di dunia. Setelah Inggris dan China kini krisis serupa mengancam India. Perusahaan utilitas di negeri itu ramai-ramai mengamankan pasokan batu bara setelah lonjakan permintaan listrik dari industri dan impor yang lambat. Ini karena rekor harga global karena rebound permintaan listrik dan persaingan dengan China- konsumen batu bara terbesar dunia- yang sedang terkena krisis listrik parah.Sementara Indonesia naik 30% dalam tiga bulan terakhir. Patokan harga untuk September bahkan tujuh kali lipat lebih tinggi dari bahan bakar kualitas serupa di Coal India, perusahaan pertambangan dan pemurnian milik pemerintah India."Pedagang yang membeli batu bara dari Coal India di pelelangan spot melakukan 'pembunuhan'. Mereka menjual dengan harga premium 50-100%," kata seorang pejabat senior yang bertanggung jawab atas pengadaan batu bara di sebuah operator utilitas besar India.Meskipun pasokan batu bara India menyusut, pemadaman listrik skala besar belum terjadi. Tapi mengutip Reuters, kekurangan sudah terlihat di Uttar Pradesh, Bihar dan Kashmir.


Bisnis Batubara Makin Membara

30 Sep 2021

Tahun 2021 sepertinya menjadi tahunnya batubara. Harga si batu hitam ini terus mencatatkan rekor baru sepanjang tahun ini. Teranyar, harga batubara di pasar ICE Newcastle (Australia) tercatat mencapai US$ 212 per ton atau rekor tertinggi sepanjang sejarah. Padahal, pada akhir 2020, harga batubara masih berada di level US$ 79,55 per ton. Artinya secara year to date sudah melesat hingga 166,5%.

Research and Development ICDX Girta Yoga mengungkapkan, kenaikan harga batubara belakangan ini disebabkan oleh semakin derasnya desakan pengurangan emisi global untuk mencapai target nol bersih.

Harga batubara berpotensi melaju naik ke level resistance di kisaran US$ 225 per ton-US$ 250 per ton, dan level support di kisaran US$ 175 per ton-US$ 150 per ton, setidaknya hingga akhir tahun ini.


Harga Batubara Menembus US$ 200

30 Sep 2021

Harga batubara terus mencatatkan rekor baru sepanjang tahun ini. Teranyar, harga batubara di ICE Newcastle mencapai US$ 212 per ton. Ini rekor tertinggi sepanjang sejarah. Secara year to date, harga batubara sudah naik hingga 166,5%. Research & Development ICDX Girta Yoga mengungkapkan, kenaikan harga batubara belakangan ini disebabkan makin derasnya desakan pengurangan emisi global. Ini secara tidak langsung membuat investasi di industri yang menghasilkan bahan bakar fosil, termasuk tambang batubara, tak lagi menarik. Yoga memprediksi harga batubara berpotensi naik ke resistance di kisaran US$ 225-US$ 250 per ton, dengan support di US$ 175-US$ 150 per ton. " Setidaknya hingga akhir tahun ini," kata Yoga.


Alarm Untuk Ekonomi Batubara RI

26 Sep 2021

Ekonomi hijau jadi arus utama dunia. Jika tak bertransformasi, Indonesia yang mengandalkan ekspor dan energi pada batubara akan kesulitan dan tertinggal. Senjakala industri dan energi berbasis batubara datang semakin cepat. Negara-negara investor utama di bidang itu, satu per satu menghentikan pendanaannya. Bagi Indonesia yang ekonominya banyak mengandalkan batubara, pilihan terbaik adalah transformasi secepatnya ke ekonomi hijau dan bernilai tambah. ”China akan mendukung negara berkembang untuk mengembangkan energi hijau dan rendah karbon, dan tidak akan membangun pembangkit listrik batubara di luar negeri,” kata Presiden China Xi Jinping pada pidato di sidang Majelis Umum ke-76 Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Selasa (21/9/2021) siang waktu New York atau Rabu dini hari WIB.

Batubara vital bagi elektrifikasi peradaban global selama ini. Saat ini, PLTU batubara menyumbang 37 persen dari elektrifikasi global. Merujuk Badan Energi Internasional, batubara masih akan menjadi pemasok listrik terbesar di 2040, 22 persen di global dan 39 persen di Asia. Di Indonesia, kontribusi batubara dalam bauran energi pembangkit listrik berkisar 60-65 persen alias dominan. Batubara juga salah satu komoditas ekspor utama Indonesia. "Kami (PLN) akan lebih mendorong pemanfaatan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan. Pembangunan PLTU yang saat ini dilakukan merupakan penyelesaian dari proyek yang sudah terkontrak. Untuk proyek yang sudah terkontrak tentu kami menghormati kesepakatan yang sudah ada," ujar Juru Bicara PT PLN (Persero) Intan Fahdiana. PLN, menurut Intan, telah membuat rancangan program penghentian pengoperasian PLTU sepanjang 2025-2055 guna mencapai target emisi nol pada 2060. Penghentian PLTU akan dimulai pada 2025, yakni dengan melakukan penggantian perencanaan PLTU dan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) dengan pembangkit energi baru terbarukan baseload sebesar 1,1 gigawatt (GW).


Industri Agro Kembali Menggeliat, Pacu Pasokan Bahan Baku Lokal

24 Sep 2021

Industri agro berhasil mencatatkan capaian positif meski di tengah tekanan ekonomi pandemi. Namun demikian, momentum pemulihan di sektor agro juga diiringi tantangan krusial yakni ketersediaan bahan baku lokal. Dalam kaitan itu, pemerintah tetap  memantau serius geliat industri ini yang kembali berdenyut setelah terpukul cukup hebat pandemi Covid-19 melanda Indonesia, di mana sekitar 70% dari total pemain di sektor  agro masuk kelompok kritikal.  Alhasil, mereka mendapat jaminan operasional penuh selama masa PPKM dengan harapan mampu menggerek kinerja industri hingga akhir tahun.

Ahmad Heri Firdaus, peneliti di Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Indef, mengatakan Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai peningkatan impor bahan baku sebesar 30% merupakan sinyal bahwa masih ada ketimpangan dalam struktur industri  agro. Contohnya, menurut dia, industri pemanis yang telah beralih dari gula ke jagung, lebih banyak mendatangkan bahan baku dari luar negeri. Industri minuman yang banyak mengimpor konsentrat buah seperti mangga jambu, misalnya, seharusnya dapat menyerap pasokan dari dalam negeri mengingat Indonesia sebagai negara tropis penghasil buah-buahan.

Pemerintah daerah khususnya harus segera merancang sejumlah kebijakan untuk menekan kerumunan yang diakibatkan oleh membludaknya masyarakat yang datang ke destinasi wisata, tetapi juga pengelola yang selama ini harus menelan kerugian akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan. Apakah kalian masuk katagori yang sudah tak sabar ke rumah untuk sekedar nongkrong di kafe atau liburan ke luar kota? Jangan lupa, selalu patuhi protokol kesehatan dan lakukan vaksinasi sehingga bisa menikmati liburan dengan tenang. (yetede)

Jalan Keluar Polemik Pakan

24 Sep 2021

Solusi pemerintah atas gejolak harga pakan jenis jagung yang berlangsung hingga saat ini sangat dinantikan para pelaku usaha perunggasan, khususnya para peternak mandiri. Kebijakan pemerintah diharapkan menjadi jalan keluar dari benang kusut polemik pakan. Para pelaku perunggasan mendesak pemerintah untuk segera merealisasikan janjinya mengucurkan subsidi jagung sebagai bahan pakan ayam di sejumlah sentra peternakan. Beberapa diantara sentra tersebut tersebar di Blitar, Klaten, Boyolali, Sukoharjo, dan Lampung. Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Singgih Januratmoko mengatakan, selama ini pengusaha pengeluhan ketimpangan yang terjadi di pasaran kala harga pakan naik.

Ihwal rencana subsidi itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menyiapkan Rp45 miliar untuk pengadaan 30.000 ton jagung dengan harga Rp15.000 per kilogram kepada peternak di sejumlah sentra produksi. "Target Presiden satu minggu segera eksekusi. Ini Blitar belum menerima, apalagi Lampung dan Klaten." ungkap Singgih. 

Sekretaris Jendral Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional  (GOPAN) Sugeng Wahyudi mengatakan harga jagung yang tinggi menjadi masalah yang mendasar. "Kementan dan Kemendag harus segera mencarikan jalan keluar agar usaha peternakan ini bisa dinikmati oleh pelakunya," tegas Sugeng.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengakui saat ini terjadi ketidakseimbangan dalam industri perunggasan. Salah satunya adalah akibat kenaikan harga jagung dan gandum sebagai pakan ternak utama. Bustanul Arifin, ekonom pertanian sekaligus Guru Besar Pertanian Universitas Lampung mengatakan ketiadaan stok cadangan nasional menjadi masalah krusial yang menyebabkan instabilitas harga dan pasokan yang berkepanjangan. "Harga pakan terlalu tinggi karena didalam negeri (stok) berkurang, dari luar negeri juga kurang," ujarnya kepada Bisnis. (yetede)

Ekspor NPI dan Feronikel akan Dilarang

22 Sep 2021

Kementerian Investasi berencana menutup ekspor untuk produk olahan nikel sebesar 30% hingga 40% atau produk feronikel dan nickel pig iron (NPI). Langkah ini demi mendorong rantai hilirisasi nikel. Sebelumnya Kementerian ESDM sejak 1 Januari 2020 sudah melarang ekspor nikel dengan kadar di bawah 1,7% Saat ini cadangan terbukti untuk komoditas nikel sebesar 698 juta ton, dan disebut-sebut hanya bisa menjamin suplai bijih nikel bagi fasilitas pemurnian selama 7,3 tahun. Sementara cadangan terkira sebesar 2,8 miliar ton. Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, Jumat (17/9) lalu mengatakan, kelak ekspor produk olahan nikel yang diperkenankan yakni minimum 70%. "Ke depan kami berpikir bahwa bahan baku nikel tidak boleh lagi ekspor produk yang baru [diolah] 30%-40%. Jika seperti itu, cadangan habis. Paling [setidaknya] 70%," ujar Bahlil. Sekretaris Jenderal Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Meidy Katrin Lengkey mengungkapkan, ketika pemerintah menutup keran ekspor bijih nikel pada awal 2020, maka banyak investor menanamkan investasinya untuk membangun pabrik pengolahan nikel dengan produk feronikel dan NPI di Indonesia. Bahkan, kata dia, hingga 2025 mendatang ditargetkan ada 98 smelter feronikel dan NPI yang berdiri. Saat ini 31 pabrik sudah rampung sementara 40-an pabrik dalam tahapan konstruksi serta sisanya dalam proses perizinan.

Sementara Chief Financial Officer (CFO) PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Bernardus Irmanto memastikan produk olahan nikel Vale adalah nickel matte dengan kandungan nikel 78% atau di atas batas kandungan 70%. "Kemungkinan wacana pelarangan ekspor tersebut adalah untuk mendorong tumbuhnya hilirisasi produk nikel di Indonesia, terutama untuk produk NPI/Fe Ni dengan kandungan nikel di bawah 40%," terang dia kepada KONTAN, Selasa (21/9). Kendati demikian, Bernardus bilang, rencana ini perlu dikaji secara baik dengan mempertimbangkan masukan dari pelaku industri.    

Memacu Transisi Energi Bersih

20 Sep 2021

Setelah menikmati keuntungan dari kenaikan harga batu bara, PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA mengejar target ekspansi ke energi bersih. Salah satunya melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Direktur Utama PTBA, Suryo Eko Hadianto, mengatakan pihaknya akan membangun PLTS di lahan-lahan bekas tambang. Tahun lalu, emiten Bursa Efek Indonesia dengan kode PTBA ini memiliki lahan seluas 2.200 hektare. Potensinya bisa bertambah hingga 5.200 hektare pada 2050. "Lahan yang sudah dibebaskan itu modal pertama kami untuk membangun PLTS," kata Eko, kemarin. 

Untuk mewujudkan rencana ini, Eko mengaku sudah berkomunikasi dengan PT PLN (Persero). PLN akan menyerap listrik dari PTBA. "Ini sedang dalam tahap pembahasan dengan PLN untuk bisa menjadi pemasok listrik yang masuk dalam RUPTL (rencana umum penyediaan tenaga listrik)," ucapnya.Untuk uji coba, Bukit Asam membangun PLTS sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) di beberapa daerah, seperti Tanjung Raja, Sumatera Selatan; Pesawaran, Lampung; dan Sawahlunto, Sumatera Barat. PTBA juga telah mengembangkan energi surya dengan menggandeng PT Angkasa Pura II. PLTS berkapasitas 241 kilowatt-peak (kWp) ini memenuhi kebutuhan listrik Bandara Soekarno-Hatta sejak Oktober 2020.

Gapkindo Sumut Prediksi Harga Karet Masih Terus Membaik

20 Sep 2021

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Utara memprediksi harga karet SIR20 untuk ekspor masih akan bertahan baik/tinggi hingga akhir tahun 2021. Harga karet ekspor diprediksi terus bertahan baik/tinggi hingga akhir tahun 2021 yakni di kisaran 1,70 dolar AS.

Harga di Juli masih sebesar 1,63 dolar AS per kg, kemudian naik di Agustus menjadi 1,73 dolar AS dan di September di kisaran 1,71 dolar AS per kg.