Jalan Keluar Polemik Pakan
Solusi pemerintah atas gejolak harga pakan jenis jagung yang berlangsung hingga saat ini sangat dinantikan para pelaku usaha perunggasan, khususnya para peternak mandiri. Kebijakan pemerintah diharapkan menjadi jalan keluar dari benang kusut polemik pakan. Para pelaku perunggasan mendesak pemerintah untuk segera merealisasikan janjinya mengucurkan subsidi jagung sebagai bahan pakan ayam di sejumlah sentra peternakan. Beberapa diantara sentra tersebut tersebar di Blitar, Klaten, Boyolali, Sukoharjo, dan Lampung. Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Singgih Januratmoko mengatakan, selama ini pengusaha pengeluhan ketimpangan yang terjadi di pasaran kala harga pakan naik.
Ihwal rencana subsidi itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menyiapkan Rp45 miliar untuk pengadaan 30.000 ton jagung dengan harga Rp15.000 per kilogram kepada peternak di sejumlah sentra produksi. "Target Presiden satu minggu segera eksekusi. Ini Blitar belum menerima, apalagi Lampung dan Klaten." ungkap Singgih.
Sekretaris Jendral Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Sugeng Wahyudi mengatakan harga jagung yang tinggi menjadi masalah yang mendasar. "Kementan dan Kemendag harus segera mencarikan jalan keluar agar usaha peternakan ini bisa dinikmati oleh pelakunya," tegas Sugeng.
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengakui saat ini terjadi ketidakseimbangan dalam industri perunggasan. Salah satunya adalah akibat kenaikan harga jagung dan gandum sebagai pakan ternak utama. Bustanul Arifin, ekonom pertanian sekaligus Guru Besar Pertanian Universitas Lampung mengatakan ketiadaan stok cadangan nasional menjadi masalah krusial yang menyebabkan instabilitas harga dan pasokan yang berkepanjangan. "Harga pakan terlalu tinggi karena didalam negeri (stok) berkurang, dari luar negeri juga kurang," ujarnya kepada Bisnis. (yetede)
Tags :
#Non MigasPostingan Terkait
Amankan Pasokan BBM Dalam Negeri
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023