Antisipasi Kemungkinan Harga Minyak yang Tetap Tinggi
Harga energi diperkirakan tetap tinggi pada 2022, menambah tekanan inflasi global dan berpotensi geser pertumbuhan ekonomi ke negara pengekspor dari negara pengimpor energi. Bank Dunia perkirakan harga energi meningkat lebih dari 2 % pada tahun 2022. Melanjutkan lonjakan 80 % tahun 2021 akibat permintaan kuat dan peningkatan produksi bertahap. Harga akan turun tajam pada 2023 karena pasokan minyak naik. Harga minyak diperkirakan 74 dollar AS per barel tahun 2022, naik dari proyeksi 70 dollar AS per barel pada 2021, turun jadi 65 dollar AS per barel pada 2023.
Anggota Komisi VII DPR Fraksi Partai Gerindra, Kardaya Warnika mengatakan, upaya meningkatkan produksi minyak mentah merupakan antisipasi jika harga minyak dunia tetap tinggi pada 2022, tidak mudah, sebab sekarang produksi minyak mentah harian 649.990 BOPD per 11 Desember 2021, di bawah target harian tahun 2021, yaitu 705.000 BOPD. Antisipasi lain dengan kaji ulang kebijakan subsidi BBM, kemudian pemerintah sebaiknya fokus mengoptimalkan potensi sumber energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai sumber energi. (Yoga)
Tags :
#MinyakPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023