;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Pemerintah Memberikan Izin Ekspor 6 Bulan Bisa Diperpanjang 3 Bulan

08 Mar 2025
Pemerintah memberikan kesempatan ekspor konsentrat tembaga selama 6 bulan dan bisa diperpanjang tiga bulan.  Relaksasi ekspor ini merujuk pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 6 Tahun 2025 tentang Penyelesaian Pembangunan Fasilitas Pemurnian Mineral Logam di Dalam Negeri. Beleid ini diteken Bahlil Lahadahlia pada 4 maret 2025 ini hanya memberikan peluang ekspor bagi smelter yang mengalami kendala operasional akibat keadaan kahar. Pengawasan perbaikan smelter  dilakukan setiap dua bulan atau dapat dilakukan sewaktu-waktu. Monitoring itu merujuk pada rencama kerja reparasi smelter yang diajukan perusahaan. Adapun durasi ekspor 6 bulan, terhitung sejak terbitnya surat rekomondasi persetujuan dari Menteri ESDM. Surat rekomondasu itu menjadi dasar menerbitkan surat izin ekspor. Sedangkan volume ekspor yang diprbolehkan mengacu antara lain pada kapasitas input fasilitas pemurnian tersebut. Bahlil mengatakan Permen ESDM 6.2025 berdasarkan hasil rapat terbatas  yang dipimpim oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam rapat tersebut mempertimbangkan berbagai faktor dalam menyikapi kondisi smelter yang dialami keadaan kahar, Adapun pertimbangan itu melihat dari sisi negara, perusahaan hingga dampaknya terhadap masyarakat. (Yetede)

RAJA Segera Menuntaskan Akusisi Dua Perusahaan Sekaligus

08 Mar 2025
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) segera menuntaskan akuisisi dua perusahaan sekaligus pada semester 1-2025. Penambahan portfolio itu dilakukan RAJA untuk memperkuat sektor mindstream dan downstream seiring dengan tingginya permintaan di dua sektor. Direktur Utama Rukun Raharja Djauhar Maulidi menyampaikan, pengembangan bisnis sektor mindstream dan downstream nerupakan prioritas RAJA pada tahun ini untuk memperkuat rantai nilai energi. Karena itu perseroan secara aktif  terus mengeksplorasi peluang akuisisi di sektor terkait. "Perseroan tengah mengkaji akuisis perusahaan distribusi gas dan akuisisi perusahan infrstruktur LNG yang keduanya ditargetkan terealisasi pada semester pertama tahun ini," jelas Djauhar. Langkah strategis ini, sambung Djauhar, diharapkan dapat memperluas cakupan bisnis RAJA, meningkatkan efisiensi distribusi energi, dan memperkuat daya saing perseroan di industri energi yang terus berkembang. Ini sesuai komitmen RAJA dalam mendukung transisi energi nasional dengan berinvestasi pada energi bersih. "Melalui diversifikasi portfolio energi dan penguatan infrastruktur, RAJA tidak hanya mendorong pertumbuhan  bisnis mendukung ketahanan energi nasional menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan," papar dia. (Yetede)

Sinyal Bahaya Hilirisasi Nikel, Apa Tantangannya?

08 Mar 2025

Pemerintah Indonesia untuk melakukan penghiliran nikel menghadapi sejumlah tantangan yang cukup besar. Salah satu masalah yang muncul adalah kesulitan yang dihadapi oleh Jiangsu Delong Nickel Industry Co., induk perusahaan PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), yang terjerat utang dan menghadapi masalah hukum, mengingat sebagian besar smelter di Indonesia beroperasi melalui kerja sama dengan perusahaan China. GNI, yang mengolah 20 juta ton bijih nikel per tahun, adalah salah satu smelter terbesar di Indonesia, namun masalah cadangan dan pasokan bijih nikel menjadi kendala. Impor bijih nikel, khususnya dari Filipina, juga mengalami peningkatan yang signifikan pada 2024, karena adanya perbedaan spesifikasi bijih nikel.

Selain itu, kebijakan pemerintah mengenai pembatasan produksi nikel dan pengelolaan cadangan mineral turut menambah ketidakpastian di kalangan pelaku industri smelter, yang khawatir akan mempengaruhi pasokan dan operasional mereka. Bisman Bachtiar, Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan, mengkritik kurangnya perencanaan yang matang dalam industri smelter nikel nasional, yang mengakibatkan tumbuhnya banyak smelter tanpa persiapan yang memadai, sehingga menyebabkan ketidaksehatan industri.

Untuk menghadapi masalah ini, beberapa tokoh, seperti Bisman Bachtiar dan Bhima Yudhistira, menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan moratorium pembangunan smelter untuk mengevaluasi kesiapan pasokan mineral dan mengelola potensi pasokan dan harga secara lebih selektif. Meskipun demikian, pemerintah melalui Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Tri Winarno, menegaskan bahwa moratorium pembangunan smelter nikel berbasis teknologi rotary kiln-electric furnace (RKEF) belum direncanakan. Pemerintah akan tetap mendorong penghiliran nikel dan memaksimalkan pemanfaatan produk turunan, sambil mengevaluasi kapasitas smelter yang berlebih.


Dorong Transisi Energi Hijau, Strategi Kian Matang

08 Mar 2025

Presiden Prabowo Subianto memiliki visi besar untuk mengantarkan Indonesia mencapai net zero emission sebelum 2050, yang disampaikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Brasil pada November 2024. Visi ini mencakup transisi energi hijau melalui berbagai program, termasuk peningkatan penggunaan biodiesel dan konversi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) menjadi energi baru terbarukan (EBT). Pemerintah Indonesia berencana untuk pensiun sejumlah PLTU fosil dalam 15 tahun mendatang dan menggantinya dengan pembangkit listrik berbasis energi hijau dengan kapasitas lebih dari 75 gigawatt.

Namun, upaya untuk mencapai transisi energi ramah lingkungan ini menghadapi tantangan besar. Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan bahwa produksi batu bara Indonesia pada 2024 mencapai angka yang melampaui target, dengan sebagian besar batu bara diekspor. Fakta ini menunjukkan bahwa banyak negara, termasuk di Eropa, lebih memprioritaskan keamanan pasokan energi dibandingkan dengan upaya mengatasi perubahan iklim, bahkan mengaktifkan kembali PLTU batu bara akibat lonjakan harga energi.

Untuk memuluskan transisi energi, pemerintah Indonesia berupaya mengurangi ketergantungan pada batu bara dengan menjadikannya cadangan energi strategis. Langkah ini dianggap tepat, dengan tujuan memastikan ketahanan energi nasional sambil tetap berfokus pada pengembangan energi hijau. Ke depan, keseimbangan antara menjaga kesehatan bumi dan menjamin kebutuhan energi nasional harus menjadi prioritas utama, tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga untuk seluruh dunia.


Evaluasi Operasi Pangan Ramadan: Catatan dan Tantangan

07 Mar 2025

Pemerintah Indonesia menggelar operasi pasar pangan murah serentak selama Ramadan 2025 untuk menstabilkan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa dan Idul Fitri. Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN, perusahaan swasta, asosiasi, serta kementerian dan lembaga terkait, yang menjual enam komoditas pangan penting di bawah harga acuan atau Harga Eceran Tertinggi (HET). Namun, terdapat beberapa catatan penting terkait kebijakan ini:

  1. Pengakuan Pemerintah atas Ketidakmampuan Pengendalian Harga: Pemerintah mengakui bahwa pengendalian harga pangan selama ini belum efektif, mengingat fluktuasi harga yang tinggi pada beberapa komoditas pangan.

  2. Masalah Efektivitas Subsidi: Operasi pasar dengan harga yang lebih murah pada dasarnya berfungsi sebagai subsidi, tetapi distribusinya tidak dibatasi, sehingga tidak hanya warga miskin yang bisa mendapatkannya, namun juga warga kaya dan pedagang. Hal ini mengurangi efektivitas subsidi dalam membantu mereka yang benar-benar membutuhkan.

  3. Keterbatasan Akses: Walaupun titik operasi pasar tersebar luas, tidak semua masyarakat dapat mengaksesnya, terutama mereka yang tinggal jauh dari titik tersebut. Hal ini membuat distribusi tidak merata dan dapat mempengaruhi dampak dari kebijakan tersebut.


Kejagung Ungkap Fakta Baru tentang Kualitas Pertamax

07 Mar 2025

Jaksa Agung ST Burhanuddin, menegaskan bahwa kualitas BBM Pertamax yang dipasarkan oleh PT Pertamina saat ini tidak terkait dengan kasus dugaan korupsi yang sedang ditangani oleh lembaga tersebut. Kasus hukum yang sedang diselidiki berhubungan dengan bensin yang dipasarkan antara 2018 hingga 2023, dan bukan dengan Pertamax yang beredar pada tahun 2024-2025. Burhanuddin memastikan bahwa kualitas bensin Pertamax yang dijual saat ini sudah sesuai dengan spesifikasi dan standar yang berlaku, serta tidak ada kaitannya dengan masalah hukum yang sedang diselidiki. Selain itu, bensin yang bermasalah pada periode 2018-2023 sudah tidak dipasarkan lagi, mengingat BBM merupakan barang habis pakai dan stok lama tidak tersedia lagi pada 2024.

Harga Emas Naik, Investor Panen Cuan

07 Mar 2025
Kinerja PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) diproyeksikan tetap kuat, terutama didukung oleh tren kenaikan harga emas global dan kerja sama strategis dengan PT Freeport Indonesia (PTFI). Rizal Nur Rafly, Equity Research Analyst Panin Sekuritas, menilai bahwa peningkatan harga emas akan berdampak positif pada ANTM, mengingat penjualan emas menjadi penyumbang utama pendapatan perusahaan. Pada Januari-September 2024, penjualan emas ANTM mencapai 1,4 juta ons troi, naik 67,5% year-on-year (YoY).

Rizkia Darmawan, Analis Mirae Asset Sekuritas, menyebutkan bahwa kemitraan ANTM dengan Freeport, yang melibatkan perjanjian offtake 30 ton emas per tahun senilai US$ 12,5 miliar, memberikan keuntungan dari sisi biaya pembelian lebih rendah, pengurangan eksposur valas, dan penghematan pajak impor sebesar 2,5%. Dengan kerja sama ini, margin emas ANTM diperkirakan meningkat 1%-2%, yang berkontribusi pada kenaikan laba bersih. Selain itu, efisiensi biaya dari smelter FeNi Pomalaa yang beralih ke listrik PLN juga diperkirakan menurunkan biaya tunai produksi.

Namun, tantangan datang dari harga nikel yang melemah akibat kelebihan pasokan global, serta kebijakan pengurangan kuota bijih nikel yang dapat mempengaruhi bisnis nikel ANTM. Michael Wildon, Analis Verdhana Sekuritas, tetap optimistis terhadap prospek ANTM karena fundamentalnya yang kuat dan peningkatan penjualan bijih nikel serta bauksit. Dengan pabrik peleburan Mempawah Alumina mulai beroperasi di semester II-2025, penjualan bauksit diprediksi tumbuh 270% menjadi 2,7 juta ton.

Dugaan penjualan emas palsu oleh ANTM dinilai oleh Rafly dapat berdampak negatif terhadap kepercayaan investor, meskipun efeknya terhadap fundamental perusahaan masih harus dikaji lebih lanjut.

Prospek ANTM tetap positif dengan potensi pertumbuhan laba tahun 2025-2026 sebesar 17%-25%, didukung oleh harga emas yang diproyeksikan naik hingga US$ 2.700 per ons troi. Para analis sepakat memberikan rekomendasi beli (buy) untuk saham ANTM, dengan target harga dari Rp 1.700 hingga Rp 2.100 per saham.

Sinergi Perlu Diperkuat untuk Pengendalian Banjir

07 Mar 2025

Pengendalian banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) membutuhkan dukungan konkret pemda. Tanpa sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah, pengendalian banjir tidak akan maksimal. Sebagai contoh, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebenarnya sudah menginisiasi proyek tanggul dan normalisasi Sungai. Namun, proyek ini kerap terkendala masalah administratif, terutama dalam hal pembebasan lahan yang melibatkan pemda. Oleh sebab itu, Menteri PU Dody Hanggodo meminta pemda lebih berperan aktif dalam mengatasi banjir. Alasannya, keberhasilan pengendalian banjir di Jabodetabeksangat bergantung pada pergerakan instrumen di pemda. “Infrastruktur pengendali banjir pasti kita bangun dan kelola. Tapi, tanpa kesiapan lahan dari Pemda, proyekini tidak bisa berjalan maksimal,” ujar Dody di Jakarta, Kamis (6/3/2025).

Dalam kunjungannya ke infrastruktur pengendali banjir di Bendung Bekasi dan Sodetan Ciliwung, dia menyoroti, keterlambatan proyek tanggul dan normalisasi.Hingga saat ini, pembangunan tanggul di Kali Bekasi baru mencapai 13,8 km dari total kebutuhan 33 km. Normalisasi Sungai Ciliwung juga baru terealisasi17 km dari target 33 km. Menurut Dody, banyak titik genangan di permukiman terjadi, karena air masuk melalui area yang belum bertanggul. Ini menunjukkan percepatan proyek ini sangat diperlukan. Selain lahan, masalah sampah jugamenjadi perhatian serius Menteri PU. Diamengingatkan, meskipun infrastruktursudah dibangun, jika sungai dan saluran air terus dipenuhi sampah, sistem pengendalian banjir tidak akan optimal. (Yetede)


Potensi Perencanaan Haji digali oleh Bank Emas BSI

07 Mar 2025

Kehadiran bank emas (bullion bank) dalam lini bisnis PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) akan memperkuat daya saing dan ekosistem perbankan syariah di Tanah Air. Melalui investasi emas, masyarakat bisa lebih ringan dalam melakukan pelunasan biaya haji karena harga emas yang konsisten meningkat. Hadirnya layanan bank emas di BSI berpotensi meningkatkan daya saing perbankan syariah karena merupakan inovasi produk yang unik dan sejalan dengan prinsip syariah. Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, dengan tren harga emas yang selalu meningkat setiap tahunnya dapat menjadi bekal masyarakat untuk merencanakan ibadah haji.

Terlebih, untuk masa tunggu haji reguler yang cukup lama. Dengan mulai menyicil emas dari sekarang di bank emas, ketika tiba waktu keberangkatan, maka tidak perlu khawatir dengan pelunasan biaya haji lantaran emas yang disimpan mengalami kenaikan harga Sebagai gambaran, pada tahun 2023 biaya haji sebesar Rp 49,8 juta, apabila disetarakan dengan emas, sekitar 55,3 gram. Pada 2024 dengan biaya haji Rp 55,6 juta, setara dengan 42,7 gram emas. Untuk tahun ini, biaya haji ditetapkan Rp 60,2 juta atau setara 37,6 gram emas, serta tahun depan biaya haji Rp 65,2 juta setara dengan 32,6 gram emas, berkurang dari tahun ke tahun, seiring kenaikan harga emas.

Hal ini menunjukkan investasi emas memberikan keuntungan bagi masyarakat. Jadi, pada saat akan pergi haji nanti, apalagi kalau sudah setor Rp 25 juta, begitu berangkat haji dilunasi dari penjualan emas yang ada dan disimpan setiap bulan secara disiplin, bisa juga untuk keperluan lain, papar Anton di Jakarta, Rabu (5/3/2025). Terlebih, emas dinilai investasi yang likuid, karena bisa dicairkan di BSI apabila membutuhkan uang tunai. Bisa dengan menjual atau dengan menggadaikan emas. Dengan potensi tersebut, Anton pun optimistis masyarakat bisa semakin tertarik untuk melakukan investasi emas. (Yetede)


Dihidupkannya Lagi Industri Garam Rakyat di Pesisir Sumbar

07 Mar 2025

PT Garam, BUMN yang bergerak di bidang produksi garam, berencana menghidupkan kembali industri garam rakyat di dua wilayah Sumbar. Pemprov Sumbar mendukung penuh rencana ini karena kawasan pesisir Sumbar punya potensi besar untuk menghasilkan garam. Ada dua lokasi yang menjadi sasaran awal dari PT Garam, yaitu Muaro Sakai Inderapura di Kabupaten Pesisir Selatan dan Air Bangis di Kabupaten Pasaman Barat. PT Garam berencana mendampingi industri garam rakyat di dua daerah tersebut. Untuk tahap awal, PT Garam akan melakukan survei teknis dulu ke lapangan. Belum ada proyeksi berapa produksi garam di dua kawasan itu. Di Indonesia, total kebutuhan garam mencapai 5 juta ton, sekitar 50 % masih impor.

”Di sana (Pesisir Selatan dan Pasaman Barat) sebelumnya sudah ada pengolahan garam rakyat, tetapi sekarang mati. Bekas-bekasnya dan orang-orangnya masih ada. Itu mau dihidupkan kembali,” kata Kadis Perindustrian dan Perdagangan Sumbar Novrial, Kamis (6/3). Sejauh ini, Sumbar belum memproduksi garam sendiri. Kebutuhan garam provinsi di kawasan pantai barat Pulau Sumatera ini masih dipasok dari luar provinsi. Sebelumnya, Dirut PT Garam, Abraham Mose dan jajaran berkunjung ke kantor Gubernur Sumbar, Rabu (5/3) bertemu Gubernur Sumbar, Mahyeldi dan jajaran. Dalam pertemuan itu, Abraham menyebut, Sumbar bersama Aceh sedang diproyeksikan sebagai kluster produksi garam nasional di wilayah Sumatera, untuk menekan biaya produksi dan memenuhi kebutuhan nasional. (Yoga)